blank
Perwakilan pegawai PLN UIK Tanjung Jati B bersama Pokdarwis Baruna Blebak menunjukkan bibit latoh atau anggur laut pada Program Demplot Budidaya Latoh di Pantai Blebak, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Rabu (17/6). Program TJSL PLN UIK Tanjung Jati B ini menjadi sarana percontohan budidaya berbasis potensi lokal pesisir yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pantai secara berkelanjutan. Foto: PLN.

JEPARA (SUARABARU.ID) – PLN UIK Tanjung Jati B kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian ekosistem pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN UIK Tanjung Jati B memberikan bantuan Demplot Budidaya Latoh atau anggur laut sebanyak 1.000 bibit di Pantai Blebak, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (17/6).

Program ini dilaksanakan sebagai upaya pengembangan potensi sumber daya pesisir Pantai Blebak yang dapat dikelola secara berkelanjutan. Latoh atau anggur laut merupakan salah satu potensi lokal kawasan pesisir yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi komoditas produktif bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik.

Melalui kegiatan ini, PLN UIK Tanjung Jati B mendorong terbentuknya sarana pembelajaran dan percontohan budidaya latoh yang ramah lingkungan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat pesisir dalam memanfaatkan potensi lokal tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

blank
Assistant Manager TJSL PLN UIK Tanjung Jati B, Haris Fujiari, bersama pengelola Pokdarwis Baruna Blebak melakukan penebaran bibit latoh atau anggur laut di area demplot budidaya Pantai Blebak, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Rabu (17/6). Program TJSL bantuan 1.000 bibit latoh ini menjadi langkah PLN dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Foto: PLN.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa program Demplot Budidaya Latoh merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional, khususnya melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Pantai Blebak memiliki potensi pesisir yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui bantuan demplot budidaya latoh ini, PLN UIK Tanjung Jati B ingin mendorong masyarakat agar memiliki sarana belajar, mencoba, dan mengembangkan potensi lokal yang bernilai ekonomi sekaligus tetap menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,” ujar Andi.

Ia menambahkan, program TJSL tidak hanya diarahkan pada bantuan fisik, tetapi juga pada upaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi wilayah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap demplot ini dapat menjadi contoh awal bagi masyarakat Desa Sekuro dan Pokdarwis Baruna Blebak dalam mengembangkan budidaya latoh. Dengan pengelolaan yang tepat, program ini dapat membuka peluang ekonomi baru, memperkuat kesadaran lingkungan, dan mendukung keberlanjutan kawasan pesisir Pantai Blebak,” tambahnya.

Sasaran dari program ini adalah masyarakat Desa Sekuro dan Kelompok Pokdarwis Baruna Blebak sebagai penggerak lokal dalam pengelolaan kawasan pesisir.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting agar demplot budidaya latoh dapat berkembang tidak hanya sebagai kegiatan percontohan, tetapi juga sebagai embrio pemberdayaan ekonomi pesisir berbasis komunitas.

Selain mendorong pemberdayaan masyarakat, program ini juga mendukung pelestarian ekosistem kawasan pantai. Budidaya latoh yang dikembangkan secara ramah lingkungan diharapkan mampu memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keseimbangan ekosistem pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

Program Demplot Budidaya Latoh ini juga sejalan dengan komitmen PLN UIK Tanjung Jati B dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, melalui perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Melalui program TJSL ini, PLN UIK Tanjung Jati B menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik yang andal, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional.

Dengan adanya bantuan 1.000 bibit latoh di Pantai Blebak, PLN UIK Tanjung Jati B berharap masyarakat Desa Sekuro dapat semakin terdorong untuk mengembangkan potensi lokal pesisir menjadi peluang ekonomi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Hadepe – Septiana W