blank
Peserta Program Penanaman Mangrove PLN UIK Tanjung Jati B membawa bibit mangrove menuju lokasi tanam di Pantai Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Selasa (22/6). Foto: PLN.

JEPARA (SUARABARU.ID) – PLN UIK Tanjung Jati B terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, PLN UIK Tanjung Jati B melaksanakan penanaman mangrove di Pantai Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Melalui kegiatan ini, PLN UIK Tanjung Jati B menyalurkan dan menanam sebanyak 14.000 bibit mangrove serta 14.000 ajir bambu sebagai penopang tanaman. Program tersebut menjadi bagian dari upaya konservasi pesisir, pengurangan risiko abrasi, serta penguatan ekosistem mangrove di kawasan pantai utara Kabupaten Jepara, Senin, (22/06/2026).

Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Pati, Pemerintah Desa Ujungwatu, Pemerintah Kecamatan Donorojo, SMKN 1 Jepara, Wapalhi UNISNU, Pokdakan Ujungwatu, dan SMK Manba’ul Huda.

blank
Peserta Program Penanaman Mangrove PLN UIK Tanjung Jati B mengangkat bibit mangrove saat kegiatan konservasi pesisir di Pantai Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Selasa (22/6). Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 ini menjadi wujud kolaborasi PLN bersama berbagai stakeholder dalam menanam 14.000 bibit mangrove dan 14.000 ajir bambu untuk mengurangi risiko abrasi serta memperkuat ekosistem pesisir utara Jepara. Foto: PLN.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah nyata perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem.

“Mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi kawasan pesisir. Selain menjadi benteng alami untuk mengurangi risiko abrasi, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota, menjaga kualitas lingkungan pantai, serta mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Andi.

Ia menambahkan, program TJSL PLN UIK Tanjung Jati B tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan kolaborasi bersama dalam menjaga lingkungan.

“Melalui penanaman 14.000 bibit mangrove di Pantai Desa Ujungwatu, kami ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat pesisir. Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan, karena keberlanjutan lingkungan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang,” tambahnya.

Keterlibatan unsur pemerintah, komunitas lingkungan, kelompok masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa konservasi pesisir membutuhkan sinergi lintas pihak. Melalui kolaborasi tersebut, program penanaman mangrove diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan tanam, tetapi juga berlanjut pada upaya pemeliharaan, edukasi, dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kawasan pesisir.

Program penanaman mangrove ini juga sejalan dengan komitmen PLN UIK Tanjung Jati B dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pencapaian pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek pelestarian ekosistem, pengendalian dampak lingkungan, dan penguatan ketahanan wilayah pesisir.

Selain memberikan manfaat ekologis, keberadaan ekosistem mangrove yang terjaga juga dapat mendukung potensi ekonomi masyarakat pesisir, baik melalui perikanan, edukasi lingkungan, maupun pengembangan wisata berbasis konservasi.

Melalui kegiatan ini, PLN UIK Tanjung Jati B menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik yang andal, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional.

Dengan semangat “Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan”, PLN UIK Tanjung Jati B berharap penanaman 14.000 mangrove di Pantai Desa Ujungwatu dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam merawat bumi dari pesisir utara Kabupaten Jepara.

Septiana W – Hadepe