<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mohamed Salah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/mohamed-salah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 13:58:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Mohamed Salah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Galau Hati Mohamed Salah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kegalauan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool Tidak Tepat]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Publik]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Patut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=533992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;// (Sajak “Galau Mo Salah”, 2025) MOHAMED Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-533997 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Galau Mo Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MOHAMED</strong> Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan kepada publik.</p>
<p>Tak berhakkah seseorang meluapkan kegundahan, meletupkan kegalauan ketika merasa semua yang telah dia berikan tidak sepadan dihargai dan dimengerti?</p>
<p>Dia merasa menjadi pusat kesalahan, kambing hitam, dan selanjutnya dipojokkan. Realitas opini pun bisa berkembang ke tafsir subjektif: pahlawan seolah-olah tak boleh mengeluh, dan hanya berhak menerima apa pun yang terjadi, dan apa yang akan terjadi.</p>
<p>Gaduh soal Mo Salah menjadi topik paling viral di Liga Primer sejak pekan lalu. Tak peduli dia pernah dipuja-puji sebagai pusat kebergantungan tim, para pundit sepak bola, legenda The Reds, bahkan para eks pemain dari luar lingkaran Anfield berkomentar pro dan kontra. Semua bernada sama: menyalahkan Mohamed Salah.</p>
<p>Awalnya adalah komentar pemain berjejuluk Raja Mesir itu. Dengan nada pedas, dia menyampaikan dalam sebuah wawancara setelah tidak dimainkan dalam laga melawan Leeds United di Elland Road, 7 Desember lalu. Sudah tiga kali beruntun &#8212; melawan West Ham United, Sunderland, dan Leeds &#8211;, pelatih Arne Slot tidak menurunkan eks pemain Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu.</p>
<p>Salah menyatakan kekecewaannya kepada Slot, dengan mengungkit apa yang sudah dia berikan sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017. Salah juga mengisyaratkan spekulasi masa depan, dengan menyebut laga melawan Brighton &amp; Hove Albion pada Sabtu 13 Desember ini bisa menjadi momentum perpisahannya.</p>
<p>Saat ini, sebagai juara bertahan, Liverpool sedang dalam situasi sulit. Mereka berada di peringkat kesembilan. Dari 10 pertandingan terakhir, Virgil van Dijk dkk hanya tiga kali menang, dua kali imbang, dan sisanya kalah. Para pemain rekrutan mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, atau Milos Kerkez belum tampil maksimal.</p>
<p>Arne Slot menjelaskan, dia menepikan Mo Salah karena pertimbangan kebutuhan tim. Salah baru membukukan lima gol dan tiga assist dari 16 pertandingan di semua ajang. Padahal musim lalu, dia mampu mengemas 57 gol dari 52 laga. Dia juga dinilai mulai lambat dalam membantu pertahanan. Sisi kanan Liverpool sering menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan.</p>
<p>Dalam statistik, sejak memperkuat Liverpool pada 2017, dia telah menyumbang 250 gol dan 188 assist dari 400 laga. Dia tercatat sebagai top scorer sepanjang masa The Reds di bawah Ian Rush (346 gol), dan Roger Hunt (285). Semua trofi di Liga Primer dan Eropa sudah dia bendaharakan.</p>
<p><strong>Situasinya Kurang Tepat</strong><br />
Legenda Liverpool Michael Owen dalam unggahan di X menulis, “Oh, Mo Salah. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Kamu sudah memimpin tim ini selama bertahun-tahun dan meraih semua gelar yang bisa diraih. Tetapi ini adalah permainan tim, dan kamu tidak bisa secara terbuka mengatakan apa yang kamu katakan”.</p>
<p>Owen bisa memahami apa yang dirasakan Mo Salah, tetapi mengingatkan bahwa situasinya kurang tepat.</p>
<p>Bagi Wayne Rooney, komentar Mohamed Salah merupakan kesalahan fatal. “Dia benar-benar menghancurkan warisannya di Liverpool. Akan sangat disayangkan jika dia menyiakan-nyiakan semua itu. Dia benar-benar salah,” ungkap legenda Manchester United itu seperti dikutip <em>BBC</em>. (<em>detik.com</em>, 9 Desember 2025).</p>
<p>“Waktu terus berjalan, dan musim ini dia belum tampil dalam performa terbaiknya, dalam ketajamannya. Anda ingin melihatnya bekerja keras dan berkata, ‘Oke, kalau begitu saya akan tunjukkan’,’’ kata Rooney. “Untuk memiliki arogansi mengatakan dia tidak harus berjuang keras karena dia sudah pantas mendapatkan tempatnya, Anda harus berada dalam performa terbaik setiap minggu untuk mencoba dan tetap berada di tim&#8230;”</p>
<p>Legenda Liverpool Danny Murphy mengingatkan, “Anda boleh marah, boleh frustrasi, boleh emosional, telah melakukan hal-hal luar biasa untuk klub ini, tetapi Anda harus berada di koridor klub,” ujarnya.</p>
<p>Murphy menyarankan, “Ketuk pintu manajer, pergi dan bicaralah dengan CEO atau siapa pun yang Anda butuhkan. Temui pemiliknya. Lakukan apa pun yang harus Anda lakukan. Ekspresikan rasa frustrasi Anda”.</p>
<p>Berbeda dari rata-rata legenda Liverpool, mantan kapten Stevan Gerrard memahami kekesalan Mo Salah, tetapi dia menyarankan agar Salah segera berdamai dengan Arne Slot. Menurut Gerrard, kekesalan Salah tak sepenuhnya keliru. Dia ingat, dulu Luis Suarez juga pernah berkonflik dengan manajer Brendan Rodgers, yang diselesaikan dengan baik.</p>
<p>Dia mengatakan, keliru jika Mo Salah menyebut ada pihak yang mencoba menyingkirkannya. “Dia harus menarik kata-kata itu dan menyelesaikan langsung dengan manajer. Virgil van Dijk (sebagai kapten) harus turun tangan. Dulu saya sering menyelesaikan hal-hal seperti ini demi kepentingan klub, tim, dan para suporter. Semua pemain pernah kehilangan kontrol. Ketika semuanya sudah mereda, saya yakin Mo akan berpikir, ‘Saya tidak seharusnya mengatakan itu, saya terlalu emosional’&#8230;,” kata Gerrard. (<em>detik.com</em>, 11 Desember 2025).</p>
<p><strong>Refleksi “Kegalauan”</strong><br />
Apa yang membelit hati Mo Salah saat ini, sejatinya merefleksikan “kegalauan” yang tergambar dalam permainan Liverpool sebagai tim. Sebagai juara bertahan, performa The Reds menurun drastis. Keputusan Arne Slot untuk tidak memainkan Salah patut dilihat sebagai bagian dari pertimbangan taktikal, ketika berbagai cara dan skema belum menciptakan soliditas permainan. Sedangkan Salah menanggapinya dengan merasa dia menjadi kambing hitam dibandingkan dengan apa yang selama bermusim-musim telah dia persembahkan.</p>
<p>“Kesalahan” utamanya, tentu, karena Mo Salah tidak membuat gol setidak-tidaknya seproduktif musim lalu.</p>
<p>Yang masih menjadi tanda tanya, seperti apa akhir dari kemelut Anfield ini?</p>
<p>Pertama, apakah Mo Salah bakal tampil di Piala Afrika membela tim nasional Mesir dengan performa yang membuat Arne Slot kembali mempertimbangkan menjadi elemen utama dalam skema taktiknya, setelah Salah tidak dibawa dalam laga Liga Champions melawan Internazionale Milan di San Siro. Atau justru sebaliknya?</p>
<p>Kedua, apakah bakal terjadi peredaan relasi antara sang pemain dengan Arne Slot dalam perenungan, dan titik temu taktik yang saling dipahami? Ketiga, benarkah laga melawan Brighton nanti menjadi perpisahan Mo Salah dengan Liverpool? Atau malah Slot tidak memainkannya?</p>
<p>Keempat, apakah kegalauan yang diungkapkan Salah itu menjadi semacam konsiderans bagi manajemen Liverpool untuk mengakhiri kerja sama, lalu bagaimana bentuknya?</p>
<p>Kelima, bakal bangkitkah Liverpool dalam kondisi relasi pemain dan pelatih yang seperti ini, atau perlu penyegaran untuk memulai dari nol? Tentu banyak referensi di masa lalu tentang masalah relationship yang sama dalam dinamika industri sepak bola profesional .</p>
<p>Bagi saya, kegalauan Mohamed Salah justru memperlihatkan, hati dan perasannya masih begitu kuat bertaut dengan Liverpool. Penurunan performa, dalam usia 33, bisa saja mulai dirasakan, namun bahwa dalam beberapa musim terakhir dia menjadi pilar penentu adalah realitas yang tak terbantahkan. Dia hanya membutuhkan komunikasi yang tepat untuk berelasi dengan pelatih.</p>
<p>Yakinilah, Mo Salah masih sangat penting untuk Pasukan Anfield&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Chemistry]]></category>
		<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Gol]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Paradoks]]></category>
		<category><![CDATA[Realitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // betapa mahal kemenangan/ pun betapa mahal kekalahan/ dalam durasi yang dikehendaki/ dalam rentang yang tak dimaui/ dalam intensitas rasa/ berturut-turut&#8230;// (Paradoks MU dan Liverpool, 2025) RUBEN Amorim akhirnya merasakan dan merayakan, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun. Sesuatu yang dia impikan setelah mengalami masa-masa muram menangani MU sejak November 2024. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal">Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-504855 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// betapa mahal kemenangan/ pun betapa mahal kekalahan/ dalam durasi yang dikehendaki/ dalam rentang yang tak dimaui/ dalam intensitas rasa/ berturut-turut&#8230;//</em><br />
<strong>(Paradoks MU dan Liverpool, 2025)</strong></p>
<p><strong>RUBEN</strong> Amorim akhirnya merasakan dan merayakan, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun. Sesuatu yang dia impikan setelah mengalami masa-masa muram menangani MU sejak November 2024.</p>
<p>Sebaliknya, Arne Slot menghadapi kenyataan pahit, betapa Liverpool yang dia racik dengan penuh konfidensi dipurukkan oleh empat kekalahan beruntun. Bahkan jika dihitung dengan kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di ajang Piala Carabao, Kamis kemarin, The Anfield Gang sudah menderita lima kali kekalahan. Walaupun Slot menurunkan para pemain &#8220;lapis kedua&#8221;, tetap saja skor telak dari Palace itu mencoreng nama besar Liverpool.</p>
<p>Setelah musim lalu membawa The Reds menjuarai Liga Primer, lalu menyiapkan tim menghadapi musim 2025-2026 dengan sejumlah rekrutan fantastis, kini dia dihadapkan pada realitas: sang juara bertahan bergerak dalam tren menurun, dengan performa &#8220;seperti bukan Liverpool yang sejati&#8221;.</p>
<p>Pada bagian lain, MU yang sedang mencari bentuk stabil di bawah Ruben Amorim, mengukir kemenangan 4-2 atas Brighton &amp; Hove Albion. Sukses itu melengkapi dua hasil positif sebelumnya. Melawan Sunderland, Bruno Fernandes dkk unggul 2-0, dilanjutkan dengan kemenangan penting 2-1 atas Liverpool.</p>
<p>MU dan Liverpool menggambarkan kanvas paradoks yang sebenarnya biasa-biasa saja dalam dinamika kompetisi, namun memiliki makna mendalam. Bukankah ini menyimpan pesan penting: antara &#8220;tiga kemenangan&#8221; beruntun yang belum pernah dirasakan di era Ruben Amorim, dan kekalahan berangkai Liverpool yang sangat menodai catatan eksepsional Arne Slot sejak bergabung di Anfield?</p>
<p>Apalagi, persiapan Liverpool untuk musim ini, ditandai dengan belanja besar-besaran yang tak pernah terjadi di era Juergen Klopp.</p>
<p><strong>Pertaruhan Amorim</strong><br />
Musim ini menjadi pertaruhan nasib bagi Amorim, dia bakal lanjut berkarier di Old Trafford atau angkat kaki lebih awal dari kontrak yang disepakati sampai 2027. Namun, tampaknya, MU mulai bergerak di trek yang benar.</p>
<p>Hasil terburuk dalam sejarah Setan Merah pada musim 2024-2025 dengan menduduki peringkat ke-15 klasemen, jelas mengancam kelanjutan ikatan pelatih asal Portugal itu. Mengawali periode ini, performa MU belum juga beranjak membaik, namun perlahan-lahan Pasukan Theater of Dream itu bisa memperlihatkan jatidirinya.</p>
<p>&#8220;MU Amorim&#8221; mulai tampak, justru ketika klub kuat seperti Liverpool dan Manchester City menjalani performa kurang bagus. Hanya Arsenal yang kini menapak dengan tampilan menjanjikan sebagai kandidat kuat peraih trofi. Atau Chelsea yang menemukan jatidiri di tangan Enzo Maresca.</p>
<p>Kemenangan atas Brighton memberi isyarat MU mulai bermain dengan filosofi dan cara yang dimaui oleh &#8220;Sang Penyair&#8221; &#8212; julukan Amorim. Konfidensi anak-anak MU diperlihatkan dengan skema taktik yang tepat, dan mulai memateri keyakinan tentang &#8220;inilah MU&#8221;.</p>
<p><strong>Tim Keempat</strong><br />
Sementara itu, Pasukan Anfield benar-benar dalam kondisi gundah gulana. Semula, banyak yang memperkirakan Arne Slot bakal meracik skema tim yang nyaris tanpa celah, dengan pembelian mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, Giorgi Mamardashvilli, Jeremi Frimpong, dan Milan Kerkez. Rupanya, kontribusi mereka belum sepadan dengan gelontoran dana transfer. Mereka belum melebur dalam <em>chemistry</em> orkestrasi Slot.</p>
<p>Pekan lalu, Liverpool menjadi tim juara bertahan keempat Liga Primer yang empat kali kalah beruntun. Kondisi yang sebelumnya dialami oleh Leicester City (5 kali, 2016-2017), Liverpool (4 kali, 2020-2021), dan Manchester City (4 kali, 2024-2025).</p>
<p>Liverpool mencatat jumlah kekalahan yang sama dengan saat menjuarai liga musim lalu. Juga mengalami empat kekalahan beruntun pertama sejak Februari 2021. Empat kekalahan sebelumnya dialami dari laju dalam 47 pertandingan dengan rincian 32 kali menang, 11 seri, dan empat kali kalah.</p>
<p>Sejak awal Mei, Liverpool kebobolan dua atau lebih dari dua gol lebih sering dibandingkan dengan tim lain di Liga Primer sebanyak sembilan kali. Mereka sudah kebobolan 14 kali dalam sembilan laga musim ini.</p>
<p>Sejumlah analis melihat, selain faktor kepemimpinan pemain senior juga terjadi fenomena penurunan performa bintang yang beberapa musim sangat diandalkan.</p>
<p>Mohamed Salah misalnya, yang dinilai &#8220;terganggu&#8221; oleh kehadiran pemain termahal Alexander Isak, kini belum menemukan chemistry dengan lini penyerang. Hal ini menyebabkan dia kehilangan &#8220;keganasan&#8221; sebagai mesin gol. Di lini pertahanan, kapten Virgil van Dijk tidak memperlihatkan kepemimpinan yang membimbing rekan-rekan mudanya.</p>
<p>Bukankah ini paradoks dan realitas yang mungkin manajemen kepelatihan Liverpool pun bahkan tak memperkirakan?</p>
<p>Dalam kompetisi, secara alamiah pastilah ada tren naik-turun performa sebuah tim. Pusaran rivalitas melahirkan dinamika yang tak jarang melejitkan satu-dua tim, dan menenggelamkan satu-dua lainnya.</p>
<p>Liverpool dan MU masuk dalam dinamika pusaran ini, yang pasti akan memberi warna ketika kompetisi bergulir, sampai akhir. Sejauh ini belum bisa disimpulkan apa yang nanti bakal terjadi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal">Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya// (Sajak “Mohamed Salah”, 2025) APAKAH yang kurang dari Mohamed Salah? Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-461946 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di puncak kematangan/ adakah dia sudah di pucuk masa?/ dan, inikah saatnya?/ dunia menghargai/ dunia menobatkannya//</em><br />
<strong>(Sajak “Mohamed Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>APAKAH</strong> yang kurang dari Mohamed Salah?</p>
<p>Rasanya, sulit menemukan titik lemah dari penyerang Liverpool itu. Semua dia punya untuk menjadi yang terbaik. Dari 2017 hingga awal 2025 ini, dia tak pernah kehilangan tempat sebagai harapan utama produktivitas gol-gol Liverpool. Penyerang baru boleh datang di lini penggempur The Reds, namun Mo Salah tak tergantikan, dari era pelatih Juergen Klopp hingga pada masa-masa Arne Slot sekarang.</p>
<p>Masa depan pemain berjejuluk “Raja Mesir” itu masih diperdebatkan menjelang berakhirnya ikatan kontrak pada 30 Juni mendatang. Keputusan apa yang akan diambil oleh manajemen Liverpool? Melepasnya dalam usia 32, sekarang? Atau mempertahankan dalam ikatan berdurasi pendek, setahun misalnya?</p>
<p>Pada segi-segi tertentu, ke mana dia berlabuh bakal menentukan peluang Salah meraih trofi Ballon d’Or. Padahal pada 2025 ini, dia banyak disebut memiliki kesempatan terbaik untuk memdapatkannya.</p>
<p>Salah memang beberapa kali dinominasikan sebagai kandidat peraih penghargaan individu prestisius itu, namun di era rivalitas abadi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, bintang sekaliber Mo Salah pun sulit menembus peluang itu.</p>
<p>Tahun ini, pesaing utama Salah adalah Vinicius Junior, bintang Real Madrid asal Brasil yang baru saja meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2024. Sebelum itu Vini dikalahkan penggawa Manchester Cty, Rodri dalam kontestasi Ballon d’Or 2024. Dalam beberapa segi, Mo Salah disebut-sebut memiliki keunggulan ketimbang Vini Junior.</p>
<p><strong>Bertahan di Anfield?</strong><br />
Yang diperkirakan bisa mempengaruhi keputusan akhir para pemilih adalah ke mana Salah berlabuh. Apakah bertahan di Anfield, atau menerima pinangan Al-Hilal di Liga Pro-Saudi dengan gaji fantastis? Atau dia bertahan di Eropa di klub Ligue 1, Paris St Germain yang sudah lama mengincarnya?</p>
<p>Konstelasi ini akan berpengaruh. Bertahan di Eropa akan memberi nilai plus, karena Salah masih berpeluang untuk unjuk performa di berbagai ajang bergengsi.</p>
<p>Mo Salah tampil impresif musim 2024/2025, menjajari Vinicius Junior yang pada 2024 diunggulkan meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Dalam 18 laga di Liga Primer, dia membendaharakan 17 gol dan 13 a<em>ssists</em>. Capaian itu mengungguli para bintang lainnya, juga mendekati rekor gol dan<em> assists</em> sepanjang sejarah Thierry Henry dan Alan Shearer.</p>
<p>Raihan Vinicius Junior bersama Real Madrid hampir dia samai. Salah mengumpulkan 20 gol dan 17 <em>assists</em> di semua ajang, sedangkan Vini pada 2023-2024 mencetak 25 gol dan 12 <em>assists</em>. Vinicius menjadi kunci bagi Real Madrid meraih gelar La Liga dan Liga Champions.</p>
<p>Di sisa musim, Mo Salah masih harus membuktikan perannya bagi Liverpool. Jika bisa mempertahankan performa, dia bakal mencetak rekor baru, dan menempatkan diri di orbit puncak pada 2025.</p>
<p>Baru saja dia mengukir catatan hebat dengan menambah pundi-pundi golnya menjadi 24, meninggalkan jauh Erling Haaland yang baru membukukan 19 gol. Dia juga memberi <em>assist</em> bagi gol Tren Alexander-Arnold, memperbanyak jumlah umpannya menjadi 15 musim ini.</p>
<p>Di Liga Primer, Mo Salah menjadi pemain pertama sejak Eden Hazard (musim 2018-2019) yang mengukir minimal 15 gol dan 15 <em>assists</em> dalam satu musim. Dia juga menciptakan rekor sebagai pencetak gol tandang terbanyak dalam satu musim dengan 15 gol, melewati Luis Suarez yang mencetak 14 gol tandang untuk Liverpool pada 2013-2014.</p>
<p>Mohamed Salah mencetak jumlah terbanyak mencetak gol dan <em>assist</em> sekaligus (10 kali) di satu musim Liga Primer. Dia hanya kalah dari Lionel Messi yang 11 kali melakukannya bersama Barcelona pada 2014-2015.</p>
<p><strong>Dijagokan</strong><br />
Pada 2024, Ballon d’Or diraih oleh Rodri, bintang Manchester City dan tim nasional Spanyol. Rodri menjadi pemain ketiga di luar Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang meraih bola emas tersebut sejak 2007. Dua lainnya adalah Luka Modric pada 2018 dan Karim Benzema pada 2022.</p>
<p>Belum lama ini, <em>Planet Football</em> membuat perkiraan sejumlah pemain yang bakal bersaing dalam perebutan trofi Ballon d’Or. Tercatat nama Jude Bellingham (Real Madrid), Harry Kane (Bayern Muenchen), Bukayo Saka (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), Raphinha (Barcelona), dan Robert Lewandowski (Barcelona).</p>
<p>Pada 2020, Lewandowski pantas kecewa. Penghargaan tersebut ditiadakan karena pandemi Covid-19, padahal dia sedang berkibar: sukses membawa Bayern Munchen meraih <em>treble</em> dengan 55 gol di semua ajang. Selain Lewy, ketika itu tidak ada pemain yang dinilai lebih pantas meraih Ballon d’Or.</p>
<p>Pada usia 36, striker Polandia itu tetap menjadi salah satu pencetak gol ulung di Eropa. Kini performanya sedikit menurun. Barcelona kehilangan banyak poin di La Liga dalam beberapa pekan terakhir, dan kini mulai memperlihatkan kebangkitan lagi.</p>
<p>Pada pertengahan 2024, Mohamed Salah belum terlalu melejit, namun awal tahun ini dia benar-benar memperlihatkan konsistensi. Liverpool sangat bergantung kepadanya.</p>
<p>Sulit bagi The Reds untuk melepas ketergantungan gol dari Mo Salah, yang dulu pernah menjadi bagian dari Trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mo Salah). Kini, dia berkolaborasi dengan Darwin Nunez, Luis Diaz, Diogo Jota, Harvey Elliots, atau Dominik Szoboszlai.</p>
<p>Pemain yang dijuluki “Messi dari Mesir” itu memperlihatkan impresivitas dengan aksi-aksi yang bertumpu pada kecepatan, dribel lengket, teknis ajaib, dan seni gol dengan akurasi kaki kiri.</p>
<p>Kemampuan teknis itu, sejak 2010-an menjadikan Salah yang pernah bermain untuk Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu tak pernah lepas dari level atas persaingan, termasuk dalam kontestasi Ballon d’Or.</p>
<p>Kita akan melihat bagaimana perkembangan penampilannya pada sisi musim. Juga sejauh mana dia berperan untuk Liverpool di semua ajang tersisa.</p>
<p>Dalam usia yang mulai menapak ke luar orbit 30-an, akankah Mo Salah mendapat pengakuan tuntas dengan trofi individu tersebut, sebagai pemain Afrika kedua setelah George Oppung Weah pada 1995?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawaan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/22/mo-salah-dalam-kelayakan-ballon-dor">Mo Salah, dalam Kelayakan “Ballon d’Or”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca &#8220;Belanda Lainnya&#8221; di Liga Primer</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/31/membaca-belanda-lainnya-di-liga-primer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 10:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alexis Mac Allister]]></category>
		<category><![CDATA[Cody Gakpo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Diogo Jota]]></category>
		<category><![CDATA[Dominik Szoboszlai]]></category>
		<category><![CDATA[Harvey Elliot]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Wataru Endo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=433816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bila ukurannya adalah hasil/ mereka siap menorehkan/ bila torehannya adalah gaya/ mereka siap memberikan/ jika yang diberikan adalah trofi/ waktu yang akan menguji// (Sajak &#8220;Para Pengusung Filosofi&#8221;, Agustus 2024) BELANDA yang satu, Eric Ten Hag bakal mengadu kecerdikan dan konsep melawan Belanda lainnya di Liga Primer. Mulai musim ini, ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/31/membaca-belanda-lainnya-di-liga-primer">Membaca &#8220;Belanda Lainnya&#8221; di Liga Primer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433818 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bila ukurannya adalah hasil/ mereka siap menorehkan/ bila torehannya adalah gaya/ mereka siap memberikan/ jika yang diberikan adalah trofi/ waktu yang akan menguji//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Para Pengusung Filosofi&#8221;, Agustus 2024)</strong></p>
<p><strong>BELANDA</strong> yang satu, Eric Ten Hag bakal mengadu kecerdikan dan konsep melawan Belanda lainnya di Liga Primer.</p>
<p>Mulai musim ini, ketika dia melanjutkan kiprah untuk Manchester United, menyusul Arend Martijn Slot alias Arne Slot, Belanda lainnya yang menukangi Liverpool sepengundur Juergen Klopp pada musim 2023-2024.</p>
<p>Ten Hag dan Arne Slot telah membukukan dua hasil awal. MU menang 1-0 atas Fulham dan kalah 1-2 dari Brighton &amp; Hove Albion. Sedangkan Liverpool mencetak dua kemenangan 2-0, atas Ipswich Town dan Brentford.</p>
<p><strong>Persepsi Apresiasi</strong><br />
Sebagai sesama arsitek dari negeri yang menjadi salah satu pusat sepak bola Eropa, keduanya tentu memiliki kesamaan persepsi dalam mengapresiasi sepak bola menyerang; namun pastilah secara filosofis Ten Hag dan Slot punya perbedaan, baik dalam kepribadian, teknik pendekatan melatih, dan meracik taktik, yang mewujud dalam gaya bermain.</p>
<p>Ten Hag tidak akan dibandingkan dengan siapa pun, kecuali Sir Alex Ferguson sebagai pusat masa silam representasi kejayaan MU. Pastinya, hanya akan dikomparasikan dengan performa 2022-2024 ketika dia menukangi Setan Merah.</p>
<p>Sedangkan Arnie Slot pastilah akan dibandingkan dengan Juergen Klopp, yang sejak 2017 menciptakan identifikasi dengan gaya bermain <em>gegenpressing</em> ala Liverpool. Karena selama delapan musim Klopp terbilang sukses bersama The Reds, maka harus ada sesuatu yang luar biasa dari Slot untuk bisa menyepadankan diri dengan warisan pelatih asal Jerman yang ekspresif itu.</p>
<p><strong>Sepak Bola Menekan</strong><br />
Lalu apa yang diwariskan oleh Juergen Klopp?</p>
<p>Klopp adalah pengapresiasi <em>gegenpressing</em> yang boleh disebut fanatik. Dengan pemain bertahan ala Virgil van Dijk, Andy Robertson, Joe Gomes, Kostas Tsimikas, Ibrahima Konate, dan Trent Alexander-Arnold, sepak bola Klopp adalah pertunjukan gaya menekan lawan yang konstan.</p>
<p>Dengan penyerang seperti Mohamed Salah, Diogo Jota, Darwin Nunez, Cody Gakpo, Harvey Elliot, dan Luis Diaz, yang ditopang gelandang agresif Wataru Endo, Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, juga Conor Bradley, mereka memainkan orkestrasi ofensif yang mengetengahkan <em>pressing</em> tinggi.</p>
<p>Rasanya sulit menemukan tim dengan disiplin pressing tinggi ala Klopp. Mereka menjadi sekumpulan prajurit yang bergerak dengan gaya metal.</p>
<p>Arne Slot mewarisi semangat &#8220;metal&#8221; itu dalam kepribadian yang ceria dan menghibur. Slot disimpulkan oleh media sebagai sosok yang menarik, sopan, dan sangat ramah. <em>Sky Sports</em> melukiskannya sebagai orang yang &#8220;memiliki kehadiran&#8221; dan karisma, sambil bersikap &#8220;lucu&#8221;.</p>
<p>Dengan pendekatan ceria itulah eks pemain Zwolle itu mengantar Feyenoord menjuarai Eredivisie 2023-2024 dan Piala KNVB.</p>
<p>Ciri pelatih kelahiran 17 September 1978 itu adalah sepak bola menyerang berenergi tinggi, dengan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dia memercayakan lapis pertahanan pada dua gelandang bertahan, dan bergantung pada pemain sayap untuk menciptakan peluang.</p>
<p>Apa yang disodorkan oleh Arne Slot pada awal musim ini boleh jadi belum menggambarkan ekspresi filosofis secara terang, walaupun bentuknya sudah mulai mewujud dalam dua laga awal.</p>
<p>Bagaimanapun, transisi filosofi ini butuh waktu untuk dipertontonkan sebagai &#8220;Liverpool&#8221;-nya Slot. Yakni penekanan pada kendali permainan untuk menciptakan situasi-situasi yang menguntungkan bagi para pemainnya.</p>
<p>Dan, orang bakal menoleh untuk mencari padanan lewat pencapaian MU-nya Eric Ten Hag pada periode perpanjangan masa kontraknya.</p>
<p>Kita tunggu, sebagai sesama pemikir dan ideolog sepak bola menyerang ala Belanda, siapa yang akan menorehkan &#8220;rasa&#8221; dalam dinamika rivalitas Liga Primer musim ini?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/31/membaca-belanda-lainnya-di-liga-primer">Membaca &#8220;Belanda Lainnya&#8221; di Liga Primer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Owen]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Robin van Persie]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thiery Henry]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicius Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=400784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan// (Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024) SEPAK BOLA mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-400812 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan//</em><br />
<strong>(Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPAK BOLA</strong> mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi jiwa.</p>
<p>Segalanya seakan lengkap mengeram dalam bulat bola. Ada spirit perlawanan, ada sepoi lembut persaudaraan, ada intimidasi hati, ada intervensi rasa, pun ada luap seni yang membahasakan elok narasi-narasi.</p>
<p>Berjuta, dan berjuta. Dalam lembut kau bisa menemukan kegagahan, dalam gagah kau rasakanlah mengalir aurora kelembutan. Bukankah kau mengenal arogansi ala Jay Barton, Gennaro Gattuso, atau Zlatan Ibrahimovic? Tak kau rasakankah pancaran kekesatriaan ala Bryan Robson atau Paolo Di Canio? Keanggunan performa ala Franz Beckenbauer, Socrates, atau Paolo Maldini? Bisa pula terungkap kegilaan macam Eric Cantona, Paul Gascoigne, Edmundo, atau Luis Suarez. Pun ada kelembutan bintang sekaliber Lionel Messi atau Ricardo Kaka.</p>
<p>Hingga kompetisi liga-liga dunia bergulir untuk menyelesaikan musim, pada tahun ini, ekspresi-ekspresi seni memancar dalam terang cahaya. Genderang pertarungan bertalu-talu meronta di liga-liga dunia; eksplorasi seni tertuang tuntas mengekspresikan rasa; impresivitas mewujud dalam ungkapan totalitas bersepak bola.</p>
<p>Dan, sanggupkah kita menemukan pesan pencerahan di sana?</p>
<p><strong>Seni, dan Seni</strong><br />
Di antara mata air seni yang mengalir, coba tandailah “kegilaan” striker Liverpool Darwin Nunez ketika mencetak gol pembuka dari kemenangan 4-1 atas Brentford di Liga Primer, pekan kemarin. Akankah kita melihatnya semata-mata sebagai “gol” dari proses reguler?</p>
<p>Penyelesaian gol gaya Nunez itu sampai membuat legenda Liverpool, Michael Owen mengulang-ulang menyaksikan. Nunez mencungkil bola melewati kepala kiper Mark Flekken dalam posisi satu lawan satu.</p>
<p>Owen menyebut ada kerumitan dalam cara berpikir Nunez sebagai seorang striker. Dalam kondisi skor masih 0-0, sewajarnya Nunez lebih memilih berpikir sederhana, yakni menempatkan bola ke pojok gawang atau melewati kiper terlebih dahulu. Eksekusi dengan “keisengan” men-<em>chip</em> bola, dalam gambaran Owen, hanya akan dipilih jika tim sudah unggul 2-0 atau 3-0.</p>
<p>Bukankah itu adalah ungkapan naluri seni? “Sungguh itu hal gila,” puji Owen.</p>
<p>Ya, bagaimana bisa terpikirkan menyelesaikan peluang dengan secara seperti itu? Seperti dulu, kita sering menyaksikan Ronaldo Luis Nazario memilih menerobos adangan dua pemain lawan ketimbang menggeser bola ke area yang lebih bebas.</p>
<p>Siapa pula yang tak ingat kenyentrikan Rene Higuita, “kiper gila” Kolombia yang lebih suka mengamankan gawangnya dengan gerakan kalajengking ketimbang penyelamatan yang normal? Juga kiper Jose Luis Chilavert yang memosisikan diri sebagai pengambil <em>free kick</em> utama untuk tim nasional Paraguay?</p>
<p>Semua lantaran dorongan seni. Hal yang tidak biasa menjadi luar biasa. Ekspresi Darwin Nunez justru muncul di tengah ketegangan berburu poin krusial. Sungguh, bukankah sepak bola menawarkan ungkapan-ungkapan kejeniusan dari ketidaklumrahan ide dan pikiran? Terkadang, para seniman bola memilih berpikir, “kalau bisa dibikin unik, mengapa harus disimplifikasi?”</p>
<p>Kita mengenal “pendekar gol” yang selugas Erling Halaand. Dengan cara-cara sederhana dia tampak kejam menghukum penjaga gawang lawan. Bandingkanlah, misalnya dengan “gaya gol puitis” Robin van Persie atau Thiery Henry pada masa jayanya. Gol kedua pemain ini merupakan kombinasi ide, presisi, naluri seni, instink membunuh, ketepatan waktu, dan <em>positioning</em>.</p>
<p>Dan, sekarang, ungkapan kejeniusan itu sering kita dapatkan dari gaya eksekusi Robert Lewandowski, Son Heung-min, Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, Vinicius Junior, atau Phil Foden.</p>
<p>Mereka mencahayai sepak bola sebagai pesona yang mencerahkan. Para peracik taktik mengandalkan seniman-seniman itu untuk mengarungi pertarungan ide, menaklukkan liga-liga, untuk menyisakan satu pasukan terbaik di pengujung musim. Dan, itulah hakikat dari puncak tujuan pengerahan sumberdaya yang dimiliki sebuah klub: dari deret pemain, kebrilianan pelatih, ekosistem klub, hingga infrastruktur yang memagari syarat berkompetisi.</p>
<p>Sejumlah liga arus utama masih menjadi semacam buku yang terbuka, belum terpastikan siapa yang akan menjadi “the last man standing” di pengujung kompetisi. Pernak-pernik peperangan masih mengetengahkan aneka keniscayaan.</p>
<p>Di tengah tambur yang masih bertalu, sudah ada “seniman” yang bakal meninggalkan gelanggang. Juergen Klopp tak akan lagi bersama Liverpool musim depan. Xavi Hernandez juga memilih pergi dari Camp Nou untuk tidak lagi mendampingi Barcelona. Dan, entahlah nanti apa yang akan terjadi dengan Mauricio Pochettino, Mikael Arteta, Eric ten Haag, atau empu-empu lainnya.</p>
<p>Industri sepak bola selalu berparameter profesional dalam aksen kapitalisme. Konsekuensinya, pencapaian seorang pelatih akan dikalkulasi dari produk akhir secara kuantitatif. Klopp dan Xavi boleh jadi berpikir dari standar kesenimanan: hati dan rasa lebih memahkota ketimbang ukuran capaian trofi.</p>
<p>Penikmatan penjiwaan sebagai bagian dari sebuah komunitas dan keluarga, lebih bermakna sebagai ungkapan seni dan cahaya pencerah. Segempita apa pun genderang perang memanggil dan menggoda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juergen Klopp dalam Bayangan Sebongkah Rindu&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/03/juergen-klopp-dalam-bayangan-sebongkah-rindu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 10:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto de Zerbi]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Firmino]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[Steven Gerrard]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Unay Emery]]></category>
		<category><![CDATA[Xabi Alonso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=397014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // percayalah ada titik lelah/ ada titik jenuh/ ada titik yang melawan/ jiwa mengajak berjeda/ menjauh dari hiruk-pikuk/ lalu bayangkanlah/ akan ada sebongkah rindu&#8230;// (Sajak &#8220;Juergen Klopp&#8221;, Februari 2024) KIRA-KIRA dua musim silam, sejumlah pundit riuh menspekulasikan &#8220;nasib&#8221; Juergen Klopp. Akankah dia segera mengakhiri karier di Anfield Road, atau manajemen Liverpool [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/03/juergen-klopp-dalam-bayangan-sebongkah-rindu">Juergen Klopp dalam Bayangan Sebongkah Rindu&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-397018 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// percayalah ada titik lelah/ ada titik jenuh/ ada titik yang melawan/ jiwa mengajak berjeda/ menjauh dari hiruk-pikuk/ lalu bayangkanlah/ akan ada sebongkah rindu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Juergen Klopp&#8221;, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>KIRA-KIRA</strong> dua musim silam, sejumlah pundit riuh menspekulasikan &#8220;nasib&#8221; Juergen Klopp. Akankah dia segera mengakhiri karier di Anfield Road, atau manajemen Liverpool bersabar untuk tetap mempertahankannya?</p>
<p>Liverpool, yang dia bangunkan dari tidur panjang dengan meraih trofi Liga Primer pada periode 2019-2020 dan Liga Champions, mulai keteteran bersaing dengan Manchester City. Pun sering kalah dari tim-tim di luar lima besar.</p>
<p>&#8220;Gegenpressing&#8221;, filosofi dan &#8220;ideologi sepak bola metal&#8221; ala Klopp rupanya mulai terbaca oleh para rival. Ketika Trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah) bubar karena Mane dan Firmino memilih pindah klub, The Reds pun bagai kehilangan sebagian kesaktiannya.</p>
<p>Dia racik substitusi dengan kehadiran Diogo Jota, Darwin Nunez, dan Wataru Endo, namun tak mudah menggantikan kedahsyatan Trio Firmansah yang menghayati betul jiwa sepak bola <em>pressing</em> Klopp.</p>
<p>Spekulasi nasib Klopp perlahan-lahan meredup seiring dengan performa Liverpool yang membaik, dan tetap menjadi kekuatan utama Liga Primer.</p>
<p>Belakangan kalangan sepak bola Inggris malah dibikin terkejut oleh pernyataan Klopp. Dua pekan lalu dia menegaskan bakal meninggalkan Virgil van Dijk cs di akhir musim nanti.</p>
<p>Sudah delapan musim pria Jerman itu mendampingi Si Merah dengan mengukir bergelimang prestasi. Dia telah mengembalikan Liverpool ke habitat elite seperti pada dasawarsa 1970-an. Dihadirkannya rivalitas sengit dengan dua genius muda: Pep Guardiola dan Mikael Arteta.</p>
<p><strong>Berjeda</strong><br />
Intensitas kerja keras, dari berpikir tentang konsep taktik, pembaruan-pembaruan, manajemen, hingga eksekusi dari tepi lapangan selama lebih dari 20 tahun sejak menukangi Mainz dan Borussia Dortmund di Bundesliga, diakui telah membuatnya lelah dan jenuh.</p>
<p>Klopp membutuhkan cuti sabatikal. Meninggalkan Anfield menjadi sebentuk pilihan jeda dari kehirukpikukan sepak bola, seperti yang juga pernah dilakukan Pep dari Barcelona pada 2012.</p>
<p>Selain spekulasi nama-nama yang bakal menggantikan, berkembang pula perkiraan skenario: ke klub mana dia berlabuh? Benarkah dia terpincut untuk membesut Real Mallorca di La Liga?</p>
<p>Tak mudah menghapus bayang-bayang Klopp dari Liverpool. Sudah delapan musim klub kota pelabuhan itu membangun <em>chemistry</em> dengan Klopp. Ideologi sepak bolanya menyatu dengan Mo Salah dkk, dan pasti bakal menjadi warisan sejarah dalam khazanah taktik sepak bola. Dia telah menjadi bagian dari elan &#8220;<em>You&#8217;ll Never Walk Alone</em>&#8220;&#8230;</p>
<p>Simaklah reaksi Pep Guardiola lewat narasi respek di balik persaingan keras mereka, &#8220;Saya bakal bisa lebih nyenyak tidur. Tetapi saya pasti akan merindukannya&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Tekanan</strong><br />
Semua memahami, sepak bola di liga-liga dunia telah menjadi industri olahraga dan hiburan dengan <em>pressure</em> tinggi bagi para pelakunya. Kerumitan taktik tak terhindarkan memancar dalam keribetan personal keseharian.</p>
<p>Bukan hanya tuntutan kepada pemain, pelatih juga bagai berjalan di atas titian rambut dibelah tujuh. Setiap saat bergoyang terembus angin, setiap saat harus siap terpeleset dalam mengarungi tujuan.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang dengan psikologi daya tahan prima. Pun bagi pelatih dengan jiwa &#8220;metal&#8221; seperti Klopp, juga yang searogan Jose Mourinho, yang sediktator Alex Ferguson dan Louis van Gaal, atau yang terlihat setenang Carlo Ancelotti, Arsene Wenger dan Franz Beckenbauer (alm) pada masanya.</p>
<p>Dengan pertimbangan tertentu, kita mungkin termasuk yang tidak rela Juergen Klopp meninggalkan Liverpool, siapa pun penggantinya kelak. Apakah Unay Emery, Steven Gerrard, Xabi Alonso, Jose Mourinho, atau Roberto de Zerbi.</p>
<p>Para penikmat gaya bermain Liverpool &#8212; seperti saya &#8211;, dan fans The Reds pasti akan menyaksikan keanehan manakala di bangku cadangan pemain, pada musim depan, tak ada pria berwajah &#8220;metal&#8221; dengan jaket kasual dan topi khas, diliputi ketegangan sambil sesekali menunjukkan gestur ekspresif pada setiap momen yang terjadi di lapangan.</p>
<p>Bukankah sebongkah rindu pun bahkan telah terbayangkan dari sekarang?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong><em>;</em> <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/03/juergen-klopp-dalam-bayangan-sebongkah-rindu">Juergen Klopp dalam Bayangan Sebongkah Rindu&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jiwa-jiwa yang Bergelora, Hati yang Menguncup dan Merana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/29/jiwa-jiwa-yang-bergelora-hati-yang-menguncup-dan-merana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Apr 2023 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[Senegal]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=333328</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tengoklah jiwa-jiwa bergelora/ hasrat membuncah/ hati yang menguncup merana/ di relung-relung sepak bola&#8230;// (Sajak &#8220;Sejuta Rasa&#8221;, 2023) SADIO Mane baru saja tersadar, habitatnya bukanlah di Allianz Arena, bukan di Muenchen, bukan di antara para kesatria Die Roten. Rupanya, hati Mane tak tertangkup di komunitas baru itu. Dia berselisih dengan Thomas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/29/jiwa-jiwa-yang-bergelora-hati-yang-menguncup-dan-merana">Jiwa-jiwa yang Bergelora, Hati yang Menguncup dan Merana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-333324 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tengoklah jiwa-jiwa bergelora/ hasrat membuncah/ hati yang menguncup merana/ di relung-relung sepak bola&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Sejuta Rasa&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SADIO Mane</strong> baru saja tersadar, habitatnya bukanlah di Allianz Arena, bukan di Muenchen, bukan di antara para kesatria <em>Die Roten</em>.</p>
<p>Rupanya, hati Mane tak tertangkup di komunitas baru itu. Dia berselisih dengan Thomas Tuchel, dan perseteruannya dengan Leroy Sane menjadi gambaran betapa Mane masih &#8220;orang lain&#8221; di lingkungan elite Bayern Muenchen.</p>
<p>Pastilah sesal ia rasakan baru belakangan, bukan pada saat dengan gagah meninggalkan Anfield Road, bukan ketika ia merasa kurang cocok dengan Mohamed Salah, bukan pula karena pelatih Juergen Klopp mulai punya opsi nama penyerang lain seperti Diogo Jota, Darwin Nunez, atau Cody Gakpo.</p>
<p>Bukankah meskipun acapkali terjadi friksi, Mane dan Mo Salah adalah sepasang &#8220;rajawali Afrika&#8221; yang telah membuktikan kontribusi nyata buat Liverpool?</p>
<p>Hati bintang asal Senegal itu kini menguncup, jiwanya merana. Akankah habitat lamanya akan memanggil untuk kembali merasai gelora fans, &#8220;<em>You&#8217;ll never walk alone</em>?&#8221;</p>
<p>Sepak bola tak sepi dari jiwa, hati, dan rasa. Yang bahagia dan yang menguncup. Yang gundah dan yang merana.</p>
<p>Bahkan seorang seniman sekaliber Lionel Messi pun hari-hari ini sedang gelisah menunggu kepastian jalan: mungkinkah betul-betul terealisasi peluang kembali ke &#8220;rumah pusaka&#8221;, Barcelona? Semewah itu rumah baru di Paris St Germain, tak semembuncah itu hati dan hasratnya untuk mengarungi hari-hari indah.</p>
<p>Persoalan struktur gaji di Camp Nou menjadi kendala bagi kepulangannya, dan kini sedang dicarikan jalan keluar. Dia dihadapkan pada opsi-opsi di pengujung kebersamaan dengan PSG Juni nanti: perpanjangan kontrak, kembali ke Barca, memenuhi pinangan mewah Al Hilal di Liga Pro Saudi, atau bertualang ke MLS.</p>
<p>Dalam jiwanya, bergelora impian kembali ke Barcelona&#8230;</p>
<p><strong>Eric ten Hag</strong><br />
Di sudut yang lain, anak-anak Manchester City diliputi jiwa menggelora menyiapkan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Real Madrid, 10 Mei mendatang.</p>
<p>Setelah Mei, dalam kegairahan kematangan permainan mereka menatap final Piala FA melawan seteru &#8220;merah&#8221; dari kota yang sama.</p>
<p>Ya, di tengah realitas betapa Manchester Biru dan Manchester Merah sedang dalam sebuah paradoks. Antara gairah dan nyala api, dengan gundah hati.</p>
<p>Ah, sekuncup itukah hati anak-anak Eric ten Hag menghadapi gambaran keperkasaan pasukan Pep Guardiola?</p>
<p>Seimbangkah &#8220;Derby Manchester&#8221; dengan fakta kekuatan saat ini? Ataukah dalam industri kompetisi sepak bola sekarang &#8220;teks&#8221; akan luruh di hadapan hasrat dan tekad?</p>
<p>Jago-jago<em> blunder</em> seperti Harry Maguire dan David de Gea boleh jadi akan menguncup di hadapan &#8220;ke-monster-an&#8221; Erling-Burt Haaland dan Kevin de Bruyne. Namun, ketika sedang dalam hari yang &#8220;normal&#8221;, bukankah keduanya adalah juga pahlawan-pahlawan yang sulit tertaklukkan?</p>
<p><strong>Sejuta Rasa</strong><br />
Sejuta rasa sedang mengembang di hampir semua liga yang menanti hari-hari penentuan.</p>
<p>Napoli bersama Luciano Spaletti tinggal menghitung hari untuk perayaan scudetto Liga Serie A yang &#8212; dari logika matematikanya &#8211;, takkan terlepas dari genggaman. Sudah 33 tahun menanti, Spaletti bersama anak-anak ajaibnya seperti Victor Osimhen, Kim Min-jae, dan Kvitcha Kvaratskhelia yang akan memecahkannya.</p>
<p>Barcelona pun menanti kembalinya trofi setelah lima tahun kering prestasi. Jiwa Xavi Hernandez membuncah sebagai sosok yang dinilai paling cocok setelah era gilang gemilang Pep Guardiola.</p>
<p>Perpacuan di Liga Primer agaknya sudah terbaca. Susah bagi Arsenal membangkitkan lagi konsistensi dari kejaran Manchester City. Bisa terbayangkan bagaimana gumpalan rasa di seputar Guardiola, Mikel Arteta, Martin Odegaard, Ryad Mahrez, atau Jack Grealish.</p>
<p>Di Tottenham Hotspur, di Newcastle United, Liverpool, Real Madrid, dan PSG, bayangkanlah berjuta rasa sedang merebak dalam tafsir-tafsir hasrat, bahagia, juga kecewa, dan merana.</p>
<p>Sepak bola, sebagai ladang perasaan manusia, membentangkan semuanya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/29/jiwa-jiwa-yang-bergelora-hati-yang-menguncup-dan-merana">Jiwa-jiwa yang Bergelora, Hati yang Menguncup dan Merana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cahaya Kvara, Cahaya Mitoma</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/25/cahaya-kvara-cahaya-mitoma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Mar 2023 10:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Brighton and Hove Albion]]></category>
		<category><![CDATA[Gianfranco Zola]]></category>
		<category><![CDATA[Kaoru Mitoma]]></category>
		<category><![CDATA[Khvicha Kvaratskhelia]]></category>
		<category><![CDATA[Lucianno Spalleti]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Naoili]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=324758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bola serasa melekat dengan tubuhnya/ jinak digerakkan ke mana mau/ dia pun mencercahkan cahaya/ seberirama itu kaki mengendalikan/ maka bukankah dia layak mendapat panggungnya&#8230;// (Sajak “Cahaya dari Georgia”, 2023) KATAKANLAH, di mana kau temukan terang yang lebih mencahaya? Katakanlah, di mana kau menjadi saksi pemunculan manusia-manusia istimewa yang terasa tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/25/cahaya-kvara-cahaya-mitoma">Cahaya Kvara, Cahaya Mitoma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-324765 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bola serasa melekat dengan tubuhnya/ jinak digerakkan ke mana mau/ dia pun mencercahkan cahaya/ seberirama itu kaki mengendalikan/ maka bukankah dia layak mendapat panggungnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Cahaya dari Georgia”, 2023)</strong></p>
<p><strong>KATAKANLAH</strong>, di mana kau temukan terang yang lebih mencahaya?</p>
<p>Katakanlah, di mana kau menjadi saksi pemunculan manusia-manusia istimewa yang terasa tak ternyana?</p>
<p>Ketika kaki-kaki bergerak dalam ritme cepat, mengecoh, selekat itu bersimesra dengan bola, lalu tajam mengeksekusi. Dia berlari bagai anak panah melesat menukik ke titik bidik&#8230;</p>
<p>Simaklah Liga Primer, tekuni pula Liga Serie A. Akan Anda temukan keajaiban-keajaiban itu pada tampilan Kaoru Mitoma dan Khvicha Kvaratskhelia. Nama yang mungkin terasa asing di tengah keakraban dengan popularitas Lionel Messi, Kylian Mbappe, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Robert Lewandowski, atau bintang-bintang yang selama ini menguasai atmosfer elite jagat sepak bola.</p>
<p>Dan, sekarang, siapa yang tak kenal Kaoru Mitoma? Brighton and Hove Albion terangkat menjadi perhatian berkat aksi-aksi pemain Jepang dengan dribel istimewanya itu.</p>
<p>Siapa pula yang kini tak menyimak Khvicha Kvaratskhelia? Keahliannya menggocek bola mengingatkan fans Napoli FC kepada Diego Maradona, legenda yang akan terus dikenang di kota kawasan selatan Italia itu. Bahkan, ketinggian tekniknya terasa membuat orang lupa betapa Napoli pernah punya Gianfranco Zola, si mungil dengan gocekan licin dan <em>free kick</em> sangat deseptif.</p>
<p>“Kvaradona” hadir dari Georgia, negeri yang tak terlalu diperhitungkan dalam peta sepak bola Eropa. Ketika Napoli merekrutnya dari Dinamo Batumi, tak ada yang mengira Kvara bakal melahirkan duet maut bersama tandem ganasnya asal Nigeria, Victor Osimhen. Tak pula ada yang memperkirakan, aksi-aksinya mengingatkan kepada Maradona, “dewa” yang pernah membawa kejayaan Napoli pada 1987 hingga 1990-an.</p>
<p>Prediksi <em>The Guardian</em> tidaklah keliru. Pada 2018, pemain kelahiran Tbilisi 12 Februari 2001 itu dipilih menjadi satu di antara 60 pemain muda terbaik dunia. Dalam usianya yang masih ranum, Kvaratskhelia telah melanglang klub dari Dinamo Tbilisi, Rustavi, Lokomotif Mokswa (pinjaman), Rubin Kazan, Dinamo Batumi, dan kini menjadi motor utama permainan Napoli.</p>
<p>Impresivitas Kvara terlihat dari catatan gol dan <em>assist</em>. Sejauh ini, bersama Osimhen, 29 gol lahir di Serie A, dan jika ditambah dengan produktivitasnya di Liga Champions, 33 gol telah dibendaharakan.</p>
<p>Bukan hanya gol dan <em>assist</em> yang menjadi indikator Kvara sebagai faktor pembeda. Cobalah simak rekaman aksi-aksinya lewat <em>youtube</em>, Anda akan menyaksikan kehebatan pemain dengan kemampuan langka nan komplet. Paling menonjol adalah teknik dribelnya. <em>Ball screening</em>-nya lekat, dengan variasi <em>nutmeg</em> tak kalah dari Neymar. Dia punya gerakan<em> roulette</em> indah ala Zinedine Zidane, dan sesekali memamerkan “Cruyff Turn” dan “Maradona Turn” yang mengecoh penjaganya. Ditopang kecepatan karena kesegaran usia, Kvara sungguh sulit dihentikan.</p>
<p>Di antara banyak pemain yang saat ini disebut-sebut sebagai <em>wonderkid</em> calon pengganti Messi dan Ronaldo, tampaknya Kvaratskhelia sulit tersamai. Boleh jadi Kaoru Mitoma memberi perspektif lain dari teknis dribel yang berkesan “klinis” dan “akademis”, namun pemain asal Jepang yang membintangi Brighton itu kalah komplet dibandingkan dengan Kvara.</p>
<p><strong>Spekulasi Pasar</strong><br />
Pemain dengan proyeksi sekuat Mitoma dan Kvara selalu terkait dengan “harga”. Tak terbendung, pasar industri sepak bola pun merespons dengan berbagai spekulasi. Siapa, atau klub mana yang bakal mendapatkan tanda tangannya?</p>
<p>Real Madrid selalu disebut sebagai klub yang kesengsem oleh bakat-bakat hebat. Kvara diperkirakan masuk dalam bursa incaran, meskipun Los Blancos konon telah bersepakat mendatangkan Mohamed Salah dari Liverpool.</p>
<p>Tentu, pelatih Napoli Luciano Spalletti yang telah menggosok Kvara menjadi mutiara berkilau takkan semudah itu melepas “dinamo tim”-nya. Harga Kvara akan melambung tinggi, setara dengan banderol yang dipasang untuk Victor Osimhen. Nama terakhir itu disebut-sebut diminati oleh Manchester United, sedangkan Mitoma diminati oleh Arsenal.</p>
<p>Kehadiran Mitoma dan Kvara di bursa elite pemain dunia memberi perspektif yang berbeda. Bukan hanya para pendekar dari Brazil, Argentina, Prancis, Portugal, Jerman, Belgia, dan negara-negara sepak bola yang melahirkan calon-calon bintang dunia; kini Georgia dan Jepang mengirim representasi dengan kelas yang tidak tanggung-tanggung. Kondisi ini mengingatkan pada George Oppung Weah dari Liberia, yang merajai Eropa pada 1995, atau George Best menjadi wakil Irlandia Utara yang sangat menonjol pada akhir dekade 1960-an.</p>
<p>Kini cahaya merekah bagai menerangi jagat sepak bola. Cahaya Mitoma, cahaya Kvaradona&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/25/cahaya-kvara-cahaya-mitoma">Cahaya Kvara, Cahaya Mitoma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Son Heung-min, Bintang “Salah Waktu”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/05/07/son-heung-min-bintang-salah-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2022 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=250167</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia berjaya/ bukan pada waktunya/ dia tembus jagat raya/ justru ketika ada yang menguasai semesta// (Sajak “Kisah Son dan Mo Salah”, 2022). TERKADANG, begitulah hidup dan kehidupan berbicara&#8230; Anda, termasuk saya, tentulah tak pernah meragukan, betapa Son Heung-min dan Mohamed Salah adalah dua tokoh besar yang memperkuat lembar referensi tentang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/07/son-heung-min-bintang-salah-waktu">Son Heung-min, Bintang “Salah Waktu”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-250185 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia berjaya/ bukan pada waktunya/ dia tembus jagat raya/ justru ketika ada yang menguasai semesta//</em><br />
<strong>(Sajak “Kisah Son dan Mo Salah”, 2022).</strong></p>
<p><strong>TERKADANG,</strong> begitulah hidup dan kehidupan berbicara&#8230;</p>
<p>Anda, termasuk saya, tentulah tak pernah meragukan, betapa Son Heung-min dan Mohamed Salah adalah dua tokoh besar yang memperkuat lembar referensi tentang kisah “raja tak bermahkota”.</p>
<p>Dalam narasi repeksi, keduanya adalah manusia langka yang berkeunggulan nyata, punya kemampuan tak kalah dari “raja yang formal diakui”.</p>
<p>Sudah untuk kali yang kesekian saya menulis, andai Son Heung-min tidak “meledak” pada era ketika dua maharaja &#8212; Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo &#8212; berkuasa, tak ada yang ragu dia bakal menjadi pemain Asia pertama yang layak dinominasikan meraih trofi Ballon d’Or.</p>
<p>Mohamed Salah pun serupa. Predikat “Messi dari Mesir” menguatkan pengakuan mediatika: apa yang Lionel Messi bisa, Mo Salah pun mampu.</p>
<p>Dua jagoan itu mengorbit dengan tingkat kekhususan, walaupun sepak bola pada rentang waktu yang sama juga punya sebarisan elite, dari Robert Lewandowski, Neymar Junior, Sadio Mane, N’Golo Kante, Karim Benzema, Erling Haaland, hingga Kylian Mbappe.</p>
<p>Pun, ada nama Kevin de Bruyne, playmaker Manchester City yang diakui sebagai jagoan <em>assist</em> Eropa. Tentu harus pula disebut Kylian Mbappe, figur terdekat dengan predikat “putra mahkota” bagi Messi dan Ronaldo.</p>
<p><strong>Pujian Total Conte</strong><br />
Ketika Antonio Conte, pelatih Tottenham Hotspur memuji total Son Heung-min, itulah momen pengakuan yang memperlihatkan “<em>maqam</em>” striker nomor 7 tersebut.</p>
<p>Tak hanya menyebut Sonny sebagai figur penting tim, Conte juga memujinya sebagai pemain yang berkepribadian, baik di dalam maupun di luar lapangan.</p>
<p>Anda simakkah dua golnya ke gawang Leicester City di Liga Primer, pekan kemarin?</p>
<p><em>Brace</em> itu menggambarkan produk kompetensi seorang pemain kelas dunia. Visi, <em>skill</em> olah bola, dan <em>feeling</em> presisi. Pemain asal Korea Selatan itu bagai tak hanya mengandalkan indera mata dan sensitivitas bola. Dua gol itu dia tampak merupakan produk ketajaman “mata batin”.</p>
<p>Dan, andai para pandit, dan pemberi suara yang menentukan perolehan voting Ballon d’Or menghitung kemampuan plus para bintang, yakni <em>skill</em> eksepsional seperti gol <em>solo run</em>, tak sekali dua pula Son melakukannya.</p>
<p>Media pernah menyebut dia “Sonaldo”, sebagai analogi kemampuan <em>solo run</em> goal yang melekat dalam diri “Sang Fenomenal” Ronaldo Luis Nazario pada masa emasnya.</p>
<p>Gol solo yang dia lesakkan ke gawang Burnley pada 2020 bahkan terabadikan dengan Puskas Award. Pengakuan sebagai gol terbaik dunia pada tahun itu!</p>
<p>Kurang kompletkah Son Heung-min?</p>
<p>Dia hadir dari benua yang tak terlalu diperhitungkan dalam sepak bola, dibandingkan dengan superioritas Eropa dan Amerika Latin. <em>Positioning</em> asal usul itu sama dengan Mohamed Salah, pemain asal Mesir yang sejak 2017 menjadi tumpuan gol Liverpool.</p>
<p>Mo Salah, dalam garis nasib yang sama, berada dalam rentang puncak yang “keliru”, karena faktor kejayaan Messi dan Ronaldo.</p>
<p>Seperti Son Heung-min, Salah juga bintang dengan kompetensi yang “<em>kaffah</em>”. Bahkan lebih baik dibandingkan dengan Son dalam hal raihan trofi Liga Primer, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.</p>
<p>Salah sering mencatat aksi-aksi teknis individu sekelas Messi dan Ronaldo. Klasifikasi “tempat” di orbit elite sebenarnya memang tak jauh-jauh amat. Sekali lagi, Mo Salah hanya berada di waktu yang tidak pas.</p>
<p><strong>Musim Benzema</strong><br />
Bakal selamanyakah Son dan Salah menjadi “raja tanpa mahkota”?</p>
<p>Kompetensinya diakui secara “kultural”, tetapi tidak dalam kapasitas “struktural” atau “formal”. Namun yakinilah, status kelegendaan tak akan mengurangi memori dalam historika sepak bola, sampai kapan pun.</p>
<p>Musim ini orang lebih banyak membicarakan nama Karim Benzema untuk prospek anugerah individual tertinggi itu. Performa dan konsistensi produktivitas Benz sebagai faktor pembeda Real Madrid menjadi alasan kuat untuk mengunggulkan pemain Prancis berdarah Aljazair itu. Agaknya, final Liga Champions musim ini – Liverpool vs Real Marid &#8212; boleh jadi akan menjadi parameter: siapa yang lebih layak mendapat apresiasi formal: Salah atau Benzema.</p>
<p>Akankah terjadi, seelok apa pun aksi-aksi dan gol Sonaldo, atau kedahsyatan Mo Salah, selamanya harus puas teranugerahi predikat “informal king”?</p>
<p>Seperti inikah ungkapan realitas rasa keadilan dalam sepak bola?</p>
<p>Terkadang begitulah hidup dan kehidupan berbicara&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/07/son-heung-min-bintang-salah-waktu">Son Heung-min, Bintang “Salah Waktu”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erling Haaland, Komoditas Paling Seksi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/04/02/erling-haaland-komoditas-paling-seksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2022 10:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[erling Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=242204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia hadir di gelanggang dengan pesan menantang/ : siapa siap menyediakan pelabuhan?/ dijanjikannya keganasan/ yang menjamin kemenangan/dia ada untuk sepak bola/ dia ada untuk dunia&#8230; // (Sajak &#8220;Dia Bernama Erling Haaland&#8221;, 2022) SAYA yakin, sebagai bola-mania, Anda pun suka setiap saat memetakan dinamika pasar pemain sepak bola. Untuk saat ini, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/02/erling-haaland-komoditas-paling-seksi">Erling Haaland, Komoditas Paling Seksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia hadir di gelanggang dengan pesan menantang/ : siapa siap menyediakan pelabuhan?/ dijanjikannya keganasan/ yang menjamin kemenangan/dia ada untuk sepak bola/ dia ada untuk dunia&#8230; //</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Dia Bernama Erling Haaland&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>SAYA</strong> yakin, sebagai bola-mania, Anda pun suka setiap saat memetakan dinamika pasar pemain sepak bola.</p>
<p>Untuk saat ini, peta subjektif saya tak ragu merujuk tiga nama sebagai komoditas paling seksi: Erling Braut Haaland, Mohamed Salah, dan Pedri Gonzales.</p>
<p>Tentu masih banyak nama lain yang meramaikan bursa. Termasuk, ada di posisi mana Kylian Mbappe, &#8220;Pangeran Paris&#8221; yang disebut-sebut paling pantas menggantikan singgasana kemaharajaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo?</p>
<p>Saya punya pertimbangan tersendiri tentang Halaand. Dalam dua musim terakhir, pemain berpaspor Norwegia ini masuk dalam radar buruan hampir semua klub besar. Dari Real Madrid, Barcelona, Manchester City, Manchester United, Paris St Germain, hingga Bayern Muenchen.</p>
<p>Tiga tahun lalu, dia memilih berlabuh ke Borussia Dortmund, yang terbukti makin mematangkan performanya sebagai &#8220;raja gol&#8221;. Membukukan 80 gol dalam 81 laga sejak 2020 menandai betapa ganas striker 21 tahun ini. Plus koleksi 22 gol dari 23 pertandingan pada penggalan musim ini, menggambarkan seperti apa kengerian yang ditimbulkan oleh seorang Erling Haaland.</p>
<p>Dan, MU dibuat gigit jari ketika pada 2020 Haaland yang moncer bersama RB Salzburg menerima pinangan <em>Die Borussen</em> ketimbang ke Old Trafford.</p>
<p>Sebuah analisis psikologis memaparkan, Erling Haaland enggan bergabung dengan <em>The Red Devils</em> mengingat sejarah kelam yang pernah menimpa ayahnya, Alf-Inge Halaand.</p>
<p>Pada 2000, sang ayah yang memperkuat Manchester City diterjang <em>tackle</em> bengis Roy Keane yang adalah kapten MU. Insiden itu masuk catatan salah satu tackle terkejam dalam sejarah sepak bola. Karier Alf-Inge pun berakhir.</p>
<p>Tak ada permintaan maaf dari Roy Keane, yang bahkan dengan segala justifikasi menegaskan sengaja menyakiti Haaland lantaran &#8220;dendam&#8221; dari histori sebuah laga jauh sebelumnya.</p>
<p>Kini situasi terbuka bagi Erling Haaland untuk memilih &#8220;klub surga&#8221; yang bakal makin menempa kemampuannya, sekaligus menjamin bayaran tinggi. Konon, Pep Guardiola sangat meminati. Manajemen Manchester City siap mengucurkan gaji lebih dari Rp 9 miliar per pekan sebagai rekor bayaran pemain di Liga Primer.</p>
<p>Sejak ditinggal oleh Sergio Aguero dan Ferran Torres, <em>The Citizens</em> tidak bermain dengan striker murni. Produktivitas gol Pasukan Etihad bersumber dari para gelandang dan pemain sayap. Halaand adalah buruan logis City.</p>
<p><strong>Mohamed Salah</strong><br />
Sementara itu, pertanyaan-pertanyaan tentang kelangsungan masa depan Mohamed Salah di Liverpool juga makin terjawab. Entah mengapa tidak terinfokan kemajuan negosiasi perpanjangan kontrak pemain yang telah berkontribusi besar mengembalikan kejayaan <em>The Reds</em> itu.</p>
<p>Besar kemungkinan, tidak tercapai kesepakatan tentang besaran gaji yang disodorkan Si &#8220;Raja Mesir&#8221;. Namun andai Liverpool memang masih membutuhkan jasa Mo Salah, apa pun yang diminta tentu diikhtiarkan bisa terpenuhi. Artinya, Juergen Klopp sudah punya opsi skema musim depan tanpa Mo Salah.</p>
<p>Barcelona sudah lama kepincut Salah. Juga Real Madrid dan Paris St Germain. Tampaknya Xavi Hernandez masih berniat menambah amunisi striker setelah Pierre-Emerick Aubameyang dan Ferran Torres nyetel dengan irama skematika Barca.</p>
<p>Untuk mendapatkan penyerang yang juga fungsional sebagai sayap dan <em>false nine</em> itu, Barca siap menjual sederet aset seperti Sergi Roberto, Martin Braithwaite, Luuk de Jong, Samuel Umtiti, dan Ruigi Puiq.</p>
<p>Di luar proyek Mo Salah, Xavi juga punya opsi lain mendatangkan Robert Lewandowski, striker Polandia yang menjadi mesin gol Bayern Muenchen.</p>
<p>Sementara itu, Real Madrid tentu bingung: memburu Haaland, Salah, atau fokus mendapatkan Kylian Mappe? Apabila Mbappe benar-benar hijrah ke Santiago Bernabeu, PSG akan butuh pengganti setara, dan bukan tidak mungkin itu adalah Mo Salah.</p>
<p>Nama lain yang menonjol adalah Pedri Gonzales. Mudah digambarkan, pemain yang disayang oleh Lionel Messi dan disebut-sebut sebagai &#8220;New Andre Iniesta&#8221; ini dengan berbagai cara akan dipertahankan oleh Xavi.</p>
<p>Pelatih Barcelona itu sangat membanggakan Pedri, yang dia sebut sebagai pemain muda terbaik dunia saat ini. Dia telah menjadi elemen penting dalam puzzle tiki-taka yang sedang dihidupkannya kembali. Pedri pun makin berkembang dalam arahan Xavi.</p>
<p>Peta di bursa pemain pada musim panas nanti akan diwarnai pergerakan-pergerakan transfer yang sekarang sudah terbayangkan. Pun, bisa jadi muncul kejutan-kejutan yang berkisar pada nama-nama seksi itu.</p>
<p>Maka catatlah ke mana pendulum transfer bergerak, untuk mencari isyarat hendak berlabuh di mana Erling Haaland, dan Mo Salah&#8230;</p>
<p><em>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/02/erling-haaland-komoditas-paling-seksi">Erling Haaland, Komoditas Paling Seksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>