<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Manusia Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/manusia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 11:56:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Manusia Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Titah Raja vs Titah Undang-Undang: Nasib Tradisi Suro di Era Modern</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/17/titah-raja-vs-titah-undang-undang-nasib-tradisi-suro-di-era-modern</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 11:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Suro]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehilangan Arah]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Memahami]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Zaman]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Titah Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Undang Undang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564891</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr Drs Adv H Kukuh Sudarmanto Alugoro BA SSos SH MH MM BAGI masyarakat Jawa, bulan Suro bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Jawa. Suro merupakan momentum spiritual yang sarat makna filosofis, religius, dan kultural. Pada bulan inilah masyarakat melakukan berbagai laku prihatin seperti lek-lekan (begadang untuk berdoa dan merenung), bancaan atau selamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/17/titah-raja-vs-titah-undang-undang-nasib-tradisi-suro-di-era-modern">Titah Raja vs Titah Undang-Undang: Nasib Tradisi Suro di Era Modern</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Dr Drs Adv H Kukuh Sudarmanto Alugoro BA SSos SH MH MM</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-564892 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-16.10.19.jpg" alt="" width="150" height="228" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-16.10.19.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-16.10.19-99x150.jpg 99w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />BAGI</strong> masyarakat Jawa, bulan Suro bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Jawa. Suro merupakan momentum spiritual yang sarat makna filosofis, religius, dan kultural. Pada bulan inilah masyarakat melakukan berbagai laku prihatin seperti lek-lekan (begadang untuk berdoa dan merenung), bancaan atau selamatan bersama, ngumbah pusaka (jamasan pusaka), kungkum di sumber mata air, hingga berbagai bentuk tirakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Di balik beragam ritual tersebut tersimpan pesan moral yang sangat dalam, yakni pengendalian diri, introspeksi, penguatan solidaritas sosial, serta kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk kecil di hadapan Sang Pencipta. Tradisi Suro mengajarkan bahwa kemajuan materi harus diimbangi dengan kejernihan batin dan kebijaksanaan hidup.</p>
<p>Namun, di era negara hukum modern, tradisi-tradisi tersebut menghadapi tantangan baru. Berbagai ritual yang dahulu berlangsung secara alami kini harus berhadapan dengan regulasi perizinan, ketertiban umum, keselamatan publik, perlindungan cagar budaya, hingga aturan lalu lintas. Pertanyaannya, ketika titah raja sebagai sumber legitimasi budaya bertemu dengan titah undang-undang sebagai sumber legitimasi negara, siapakah yang harus diutamakan?</p>
<p>Pertanyaan inilah yang menarik untuk dikaji, karena sesungguhnya masa depan tradisi Suro tidak hanya ditentukan oleh kekuatan budaya, tetapi juga oleh kemampuan tradisi tersebut berdialog dengan hukum modern.</p>
<p>Dalam tradisi Jawa, raja tidak hanya dipandang sebagai pemimpin administratif atau simbol kekuasaan politik. Raja juga ditempatkan sebagai penjaga harmoni kosmis yang bertugas menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Konsep Kawula-Gusti dan Manunggaling Kawula lan Gusti menjadi landasan filosofis yang memperkuat posisi raja sebagai pemegang otoritas budaya.</p>
<p>Dari konsep tersebut lahirlah berbagai dawuh dalem atau titah raja yang menjadi pedoman masyarakat dalam menjalankan tradisi. Kirab pusaka, jamasan keris, kirab kebo bule, hingga berbagai ritual Suro merupakan bagian dari warisan budaya yang terus dipelihara oleh keraton. Meskipun tidak berbentuk peraturan tertulis sebagaimana undang-undang, titah tersebut memiliki kekuatan sosial karena dihormati dan dipatuhi secara turun-temurun.</p>
<p>Dalam perspektif sosiologi hukum, fenomena ini dikenal sebagai living law atau hukum yang hidup dalam masyarakat. Pemikiran ini pernah dikembangkan oleh para ahli hukum Indonesia, yang menegaskan bahwa hukum tidak selalu lahir dari negara, tetapi juga dapat tumbuh dari nilai, adat, dan kebiasaan yang diterima oleh masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, keberadaan tradisi Suro sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari peran keraton sebagai penjaga memori budaya dan identitas masyarakat Jawa.</p>
<p>Berbeda dengan titah raja yang berakar pada tradisi dan legitimasi budaya, negara modern mendasarkan kewenangannya pada hukum tertulis. Indonesia secara tegas menyatakan diri sebagai negara hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa &#8220;Negara Indonesia adalah negara hukum.&#8221;</p>
<p>Konsekuensi dari prinsip tersebut adalah seluruh aktivitas masyarakat harus tunduk pada hukum yang berlaku. Tidak ada satu pun kelompok atau institusi yang berada di atas hukum, termasuk lembaga adat maupun institusi budaya.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Dalam konteks tradisi Suro, negara memiliki sejumlah instrumen hukum yang relevan, antara lain Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, berbagai peraturan daerah tentang ketertiban umum, serta ketentuan perizinan keramaian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.</p>
<p>Tujuan utama regulasi tersebut bukan untuk menghilangkan tradisi, melainkan untuk menjamin keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, negara memandang tradisi dari perspektif perlindungan kepentingan publik, bukan semata-mata dari sisi spiritualitas atau simbolisme budaya.</p>
<p>Dalam praktiknya, tradisi Suro sering kali bersinggungan dengan berbagai aturan hukum modern. Kirab pusaka yang melibatkan ribuan peserta misalnya, harus memperoleh izin keramaian dan pengawalan aparat kepolisian. Tujuannya bukan untuk mengurangi kesakralan ritual, melainkan untuk mencegah kemacetan, kerusuhan, atau kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.</p>
<p>Begitu pula dengan tradisi jamasan pusaka. Jika pusaka tersebut memiliki nilai sejarah dan status sebagai benda cagar budaya, maka proses pemeliharaannya harus memperhatikan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Negara berkepentingan menjaga agar benda-benda bersejarah tersebut tidak mengalami kerusakan atau kehilangan nilai autentiknya.</p>
<p>Tradisi kungkum dan laku prihatin yang dilakukan di sungai, sendang, atau kawasan alam tertentu juga tidak dapat dilepaskan dari aturan lingkungan hidup dan keselamatan publik. Aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta atau merusak lingkungan tentu harus mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan bahwa, tradisi Suro kini tidak lagi hidup dalam ruang budaya yang tertutup. Ia hidup berdampingan dengan sistem hukum modern yang mengatur kehidupan masyarakat secara lebih kompleks.</p>
<p>Ketika tradisi bertemu hukum modern, seringkali muncul benturan antara dua cara pandang yang berbeda. Tradisi melihat dunia melalui pendekatan sakralitas, sedangkan negara melihatnya melalui pendekatan legalitas.</p>
<p>Bagi masyarakat tradisional, kirab pusaka bukan sekadar arak-arakan budaya, melainkan simbol keselamatan dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Namun bagi aparat lalu lintas, kegiatan tersebut harus diatur agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Bagi pelaku laku prihatin, kungkum merupakan bentuk pengendalian diri dan pendekatan spiritual kepada Tuhan. Akan tetapi, bagi pemerintah daerah, aktivitas tersebut harus mempertimbangkan aspek keselamatan peserta dan ketertiban umum.</p>
<p>Perbedaan sudut pandang inilah yang sering melahirkan kesalahpahaman. Sebagian kalangan budaya menganggap, negara terlalu birokratis dan kurang memahami nilai tradisi. Sebaliknya, sebagian aparat memandang tradisi sebagai aktivitas yang harus dibatasi demi kepentingan publik.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Padahal sesungguhnya kedua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan tertib.</p>
<p>Menariknya, hukum Indonesia sebenarnya tidak memusuhi tradisi. Bahkan konstitusi memberikan perlindungan yang kuat terhadap keberadaan budaya lokal.</p>
<p>Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa, negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.</p>
<p>Perlindungan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang ini menempatkan budaya sebagai aset strategis bangsa yang wajib dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan dibina.</p>
<p>Dari perspektif hukum, tradisi Suro bukanlah hambatan pembangunan, melainkan bagian dari identitas nasional yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, negara tidak memiliki kepentingan untuk menghapus tradisi tersebut selama tidak bertentangan dengan hukum, ketertiban umum, dan hak asasi manusia.</p>
<p>Dengan demikian, hubungan antara hukum dan tradisi sesungguhnya bersifat komplementer, bukan kontradiktif.</p>
<p>Pemikiran hukum progresif yang dikembangkan oleh almarhum Prof Satjipto Rahardjo memberikan perspektif menarik dalam melihat persoalan ini. Menurutnya, hukum hadir untuk manusia, bukan manusia untuk hukum.</p>
<p>Dalam konteks tradisi Suro, pendekatan hukum progresif mengajarkan bahwa aparat tidak cukup hanya membaca teks peraturan secara kaku. Mereka juga perlu memahami nilai sosial, budaya, dan filosofi yang hidup di tengah masyarakat.</p>
<p>Sebaliknya, pelaku budaya juga perlu memahami bahwa hukum hadir untuk melindungi kepentingan bersama. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap prosedur perizinan, pengamanan, dan ketertiban umum bukanlah bentuk pengingkaran terhadap tradisi, melainkan bagian dari upaya menjaga tradisi itu sendiri agar tetap lestari.</p>
<p>Pendekatan progresif memungkinkan lahirnya solusi yang tidak mematikan budaya sekaligus tidak mengabaikan kepentingan hukum.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Tantangan terbesar tradisi Suro saat ini mungkin bukan lagi regulasi pemerintah, melainkan perubahan cara pandang generasi muda. Banyak anak muda mengenal Suro hanya sebagai bulan yang dianggap angker, mistis, atau penuh pantangan.</p>
<p>Padahal makna terdalam Suro jauh lebih luas daripada sekadar mitos dan cerita supranatural. Suro mengajarkan introspeksi, disiplin diri, solidaritas sosial, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual.</p>
<p>Jika nilai-nilai filosofis tersebut gagal diwariskan, maka tradisi Suro berpotensi kehilangan maknanya dan hanya menjadi atraksi wisata budaya semata. Karena itu, digitalisasi budaya, dokumentasi ilmiah, edukasi di sekolah, serta pemanfaatan media sosial perlu dilakukan agar generasi muda memahami substansi tradisi, bukan sekadar simbolnya.</p>
<p>Masa depan tradisi Suro tidak terletak pada kemenangan salah satu pihak. Tradisi akan bertahan jika terjadi simbiosis yang sehat antara otoritas budaya dan otoritas hukum.</p>
<p>Keraton dapat terus menjalankan perannya sebagai penjaga nilai dan identitas budaya. Pemerintah dapat memberikan perlindungan hukum dan dukungan regulatif. Aparat keamanan dapat memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menjaga keberlangsungan tradisi.</p>
<p>Model hubungan seperti ini jauh lebih produktif daripada mempertentangkan budaya dengan hukum. Sebab pada akhirnya, budaya tanpa hukum berpotensi menimbulkan kekacauan, sedangkan hukum tanpa budaya berisiko kehilangan legitimasi sosial.</p>
<p>Pada akhirnya, titah raja dan titah undang-undang tidak harus diposisikan sebagai dua kekuatan yang saling meniadakan. Keduanya justru dapat saling melengkapi dalam menjaga keberlangsungan tradisi Suro di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.</p>
<p>Dalam negara hukum modern, memang benar bahwa undang-undang memiliki kekuatan mengikat yang lebih tinggi. Namun dalam kehidupan sosial, tradisi tetap memiliki kekuatan moral dan kultural yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, jalan terbaik adalah membangun dialog yang sehat antara budaya dan hukum.</p>
<p>Suro akan tetap hidup bukan karena masyarakat takut kualat kepada raja atau takut terkena pasal hukum negara. Suro akan tetap hidup karena manusia Jawa masih membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, melakukan perenungan, memperbaiki diri, dan mengingat kembali siapa dirinya di hadapan sejarah, budaya, waktu, dan Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>&#8220;Suro akan terus menyala sepanjang manusia masih membutuhkan kebijaksanaan untuk memahami dirinya sendiri. Di situlah titah raja dan titah undang-undang bertemu: sama-sama menjaga manusia agar tidak kehilangan arah dalam perjalanan zaman.&#8221;</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <em>Penulis Dosen S1 dan S2 Hukum Universitas Semarang</em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/17/titah-raja-vs-titah-undang-undang-nasib-tradisi-suro-di-era-modern">Titah Raja vs Titah Undang-Undang: Nasib Tradisi Suro di Era Modern</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beri Tausiyah di Lapas Tegal, Irjen Razilu Sampaikan Kunci Sukses Manusia dalam Hidup</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/29/beri-tausiyah-di-lapas-tegal-irjen-razilu-sampaikan-kunci-sukses-manusia-dalam-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 13:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Irjen Razilu]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[lapas-tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=303970</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum dan HAM, Razilu memberikan siraman rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tegal. Dalam kegiatan tersebut Razilu didampingi Kakanwil, A. Yuspahruddin dan Habib Muhammad bin Musthofa Al-Attas, Analis Keimigrasian Utama, Sulistiyarso, Kadiv Administrasi, Jusman, Kadiv Pemasyarakatan, Supriyanto, Kadiv Keimigrasian, Wishnu Daru Fajar, dan Kadiv Pelayanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/29/beri-tausiyah-di-lapas-tegal-irjen-razilu-sampaikan-kunci-sukses-manusia-dalam-hidup">Beri Tausiyah di Lapas Tegal, Irjen Razilu Sampaikan Kunci Sukses Manusia dalam Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum dan HAM, Razilu memberikan siraman rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tegal.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut Razilu didampingi Kakanwil, A. Yuspahruddin dan Habib Muhammad bin Musthofa Al-Attas, Analis Keimigrasian Utama, Sulistiyarso, Kadiv Administrasi, Jusman, Kadiv Pemasyarakatan, Supriyanto, Kadiv Keimigrasian, Wishnu Daru Fajar, dan Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM, Bambang Setyabudi.</p>
<p>Pada kesempatan itu Razilu menyampaikan 3 hal yang menjadi kunci sukses manusia dalam hidup.</p>
<p>Kesuksesan hakiki, menurut Razilu, datangnya hanya dari Allah SWT. Oleh karena itu ia mengajak WBP tidak bersedih ketika kehilangan sesuatu, dan tidak terlalu bergembira ketika mendapatkan sesuatu. Karena semua kembali lagi kepada Allah.</p>
<p>Kunci pertama yang disampaikannya adalah peran manusia sebagai Hamba Allah di dunia.</p>
<p>&#8220;Siapa kita? Hamba Allah. Tidak boleh Allah diserikatkan dengan apapun juga. Kita wajib melaksanakan perintah Allah dan larangan harus dijauhi.&#8221; ujar Razilu, Kamis (29/12/2022).</p>
<p>Yang kedua adalah meyakini bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, serta harus mencintai dan mengamalkan sunnah-sunnahnya, dan berperan sebagai khalifah di muka bumi untuk merepresentasikan sifat-sifat Allah.</p>
<p>&#8220;Kita harus meyakini bahwa Muhammad utusan Allah. Jangan berhenti bershalawat karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat juga kepada nabi. Kita harus cinta dengan sunnah-sunnah nabi dan mengamalkannya,&#8221; terang Razilu.</p>
<p>&#8220;Dan kita sebagai khalifah di muka bumi, kita merepresentasikan sifat-sifat baik dari Yang Maha,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Razilu mengimbau kepada agar menjadi warga negara yang baik dan taat kepada aturan. Karena aturan sendiri dibuat untuk menyeimbangkan negara supaya aman dan penuh kedamaian.</p>
<p>Razilu bersama dengan WBP membacakan Catur Dharma Narapidana untuk menanamkan nilai-nilai kepada para WBP, sehingga saat keluar nanti bisa berperilaku baik.</p>
<p>&#8220;Dilaksanakan sebaik-baiknya itu, biar tidak masuk lagi kesini. Masuk minus keluar plus, keluar dari sini menjadi poin 1 dari Catur Dharma Narapidana,&#8221; ucapnya seraya mengakhiri ceramah.</p>
<p>Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dari Habib Muhammad yang memberikan satu ijazah sholawat nabi kepada WBP.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/29/beri-tausiyah-di-lapas-tegal-irjen-razilu-sampaikan-kunci-sukses-manusia-dalam-hidup">Beri Tausiyah di Lapas Tegal, Irjen Razilu Sampaikan Kunci Sukses Manusia dalam Hidup</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bisakah Manusia Melakukan Hibernasi?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/bisakah-manusia-melakukan-hibernasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 08:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[hibernasi]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko Hibernasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301339</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Pernahkah kalian mendengar kata “hibernasi”? Pasti kata ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Hibernasi adalah suatu kondisi penurunan metabolisme pada hewan dengan ditandai penurunan suhu tubuh, pernapasan yang lambat, dan proses metabolisme yang lebih rendah. Hibernasi juga sering diartikan tidur panjang. Hibernasi biasanya dilakukan oleh hewan pada saat musim dingin. Ada beberapa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/bisakah-manusia-melakukan-hibernasi">Bisakah Manusia Melakukan Hibernasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Pernahkah kalian mendengar kata “hibernasi”? Pasti kata ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Hibernasi adalah suatu kondisi penurunan metabolisme pada hewan dengan ditandai penurunan suhu tubuh, pernapasan yang lambat, dan proses metabolisme yang lebih rendah. Hibernasi juga sering diartikan tidur panjang.</p>
<p>Hibernasi biasanya dilakukan oleh hewan pada saat musim dingin. Ada beberapa hewan yang biasa melakukan hibernasi, seperti kumbang, ular, katak, dan yang paling populer adalah beruang.</p>
<p>Lalu muncul pertanyaan apakah manusia memungkinkan melakukan hibernasi seperti yang dilakukan oleh hewan? Melansir dari laman Livescience dan healthline.com, berikut penjelasan ilmiah tentang hibernasi pada manusia.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/01/ingin-peliharaan-hewan-di-kos-lima-hal-yang-perlu-diperhatikan">Ingin Peliharaan Hewan di Kos? Lima Hal yang Perlu Diperhatikan</a></strong></p>
<p><strong>1. Tujuan hibernasi pada hewan</strong></p>
<p>Apa sih tujuan hewan melakukan hibernasi? Apakah hewan ingin bermalas-malasan? Tentu saja bukan itu tujuan hewan melakukan hibernasi. Pada intinya, hewan melakukan hibernasi adalah untuk mempertahankan kehidupan mereka.</p>
<p>Biasanya hibernasi dilakukan pada musim dingin, banyak hal yang tidak terduga di alam liar saat musim dingin yang dapat mengancam keselamatan hewan.</p>
<p>Oleh karena itu, mereka memilih bersembunyi di tempat yang aman untuk mempertahankan diri mereka dari segala kemungkinan yang mengancam keselamatan diri mereka.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/01/lima-fakta-hewan-mamalia-yang-berkembangbiak-dengan-cara-bertelur">Lima Fakta Hewan Mamalia yang Berkembangbiak Dengan Cara Bertelur</a></strong></p>
<p>Sebagai konsekuensi, hewan harus menghemat tenaganya untuk dapat bertahan hidup tanpa makan. Dalam usahanya menghemat tenaga, maka mereka menurunkan suhu tubuh, memperlambat pernapasan, dan mengurangi proses metabolisme yang dikenal dengan istilah hibernasi.</p>
<p><strong>2. Belum ada sejarah manusia melakukan hibernasi</strong></p>
<p>Terkait pertanyaan apakah manusia bisa melakukan hibernasi, mungkin kita bisa berangkat dari pertanyaan apakah sudah pernah ada dalam sejarah manusia yang melakukan hibernasi? Sebenarnya ada sebuah cerita dari British Medical Journal dari tahun 1900 yang diklaim sebagai adanya praktik hibernasi yang dilakukan oleh manusia di daerah Pskov, Rusia yang disebut tidur musim dingin atau disebut dengan istilah “lotska”.</p>
<p>Kemudian pada tahun 2000 diceritakan ulang dalam sebuah artikel yang menceritakan tentang petani Rusia yang menghabiskan setengah tahun untuk tidur demi mengatasi kesulitan kelaparan kronis. Penulis artikel yang tidak dikenal ini mengisahkan anggota keluarga petani tersebut secara bergantian menjaga api perapian agar tetap menyala, sementara anggota keluarga lainnya tetap tidur.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/11/21/ternyata-11-hewan-peliharaan-ini-selain-perlambang-keberuntungan-ada-juga-yang-bisa-mengusir-mahluk-halus">Ternyata 11 Hewan Peliharaan ini Selain Perlambang Keberuntungan, Ada Juga yang Bisa Mengusir Mahluk Halus</a></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/bisakah-manusia-melakukan-hibernasi">Bisakah Manusia Melakukan Hibernasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Manfaat Melakukan Aktivitas Hujan-hujanan Bagi Kesehatan Fisik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/16/tiga-manfaat-melakukan-aktivitas-hujan-hujanan-bagi-kesehatan-fisik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2022 07:24:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=278956</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Ketika musim penghujan telah tiba, tentu aktifitas hujan-hujanan akan terasa sangat menyenangkan untuk dilakukan. Apalagi jika hal tersebut dilakukan dengan teman-teman secara beramai-ramai. Dilansir dari Suara.com pada Jumat (16/09/2022), aktifitas hujan-hujanan ini cenderung dilakukan oleh anak-anak atau remaja, dan jarang oaring dewasa yang ikut melakukannya karena menganggap bahwa hal tersebut merupakan kegiatan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/16/tiga-manfaat-melakukan-aktivitas-hujan-hujanan-bagi-kesehatan-fisik">Tiga Manfaat Melakukan Aktivitas Hujan-hujanan Bagi Kesehatan Fisik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Ketika musim penghujan telah tiba, tentu aktifitas hujan-hujanan akan terasa sangat menyenangkan untuk dilakukan. Apalagi jika hal tersebut dilakukan dengan teman-teman secara beramai-ramai.</p>
<p>Dilansir dari <em>Suara.com</em> pada Jumat (16/09/2022), aktifitas hujan-hujanan ini cenderung dilakukan oleh anak-anak atau remaja, dan jarang oaring dewasa yang ikut melakukannya karena menganggap bahwa hal tersebut merupakan kegiatan yang kekanak-kanakan.</p>
<p>Namun, jarang disadari bahwa hujan-hujanan sebenarnya memiliki beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan. Hujan-hujanan, selama tidak dilakukan secara berlebihan, tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak, melainkan untuk orang dewasa juga. oleh karena itu, mari simak manfaat melakukan aktifitas hujan-hujanan bagi kesehatan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/09/15/empat-manfaat-buah-markisa-bagi-kesehatan-tubuh">Empat Manfaat Buah Markisa Bagi Kesehatan Tubuh</a></strong></p>
<p>Dikutip dari promkes.kemkes.go.id, berikut manfaat hujan-hujanan bagi kesehatan fisik manusia!</p>
<p><strong>1. Sebagai sarana relaksasi dan mengurangi rasa stress</strong></p>
<p>Hujan memiliki aroma yang khas atau disebut petichor. Hal ini bermanfaat untuk menstimulasi pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, bermain air saat hujan juga dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks lagi. Merasakan air yang turun dari atas kepala hingga mata kaki dapat membuat seseorang merasa lebih tenang.</p>
<p>Secara alami, tubuh akan merasakan kenyamanan di dalam hujan, namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Sebaiknya segera usaikan kegiatan hujan-hujanan ketika dirasa bahwa tubuh sudah merasa cukup rileks dan tenang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/09/16/baik-untuk-kesehatan-usus-simak-tiga-manfaat-biji-chia-seed">Baik Untuk Kesehatan Usus, Simak Tiga Manfaat Biji Chia Seed</a></strong></p>
<p><strong>2. Menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh</strong></p>
<p>Selain dapat mengurangi stress, ternyata hujan-hujanan juga dapat menghilangkan racun dalam tubuh. Hujan dapat membersihkan udara dari polusi sehingga udara akan menjadi lebih segar dan sehat.</p>
<p>Kandungan alkali cair yang dimiliki oleh air hujan dapat mendetoksifikasi dan meningkatkan kualitas kerja saluran pencernaan sehingga racun yang ada di dalam tubuh dapat keluar bersama kotoran yang dibuang.</p>
<p><strong>3. Meningkatkan kesehatan kulit</strong></p>
<p>Dalam beberapa penelitian yang dilakukan, air hujan yang jatuh secara alami dari langit adalah air yang tidak memiliki kandungan mineral. Air tanpa mineral ini dipercaya dapat meningkatkan kesehatan kulit sehingga akan terlihat lebih cantik.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/09/12/lima-manfaat-sawi-putih-salah-satunya-baik-untuk-kesehatan-mata">Lima Manfaat Sawi Putih, Salah Satunya Baik Untuk Kesehatan Mata</a></strong></p>
<p>Selain itu, kandungan alkali yang berada di dalam air hujan juga dapat mengurangi kadar asam di dalam tubuh serta membantu menyeimbangkan pH darah.</p>
<p>Itulah tiga manfaat hujan terhadap kesehatan fisik manusia. Meskipun memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, namun lakukanlah aktifitas hujan-hujanan secukupnya. Pastikan bahwa tubuhmu sedang dalam kondisi yang sehat dan fit saat melakukannya.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/16/tiga-manfaat-melakukan-aktivitas-hujan-hujanan-bagi-kesehatan-fisik">Tiga Manfaat Melakukan Aktivitas Hujan-hujanan Bagi Kesehatan Fisik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ramadan Membuat Manusia Bisa Lebih Bersyukur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/04/23/ramadan-membuat-manusia-bisa-lebih-bersyukur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2022 22:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=247334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH A. Bahauddin Nursalim (Gus Baha) PUASA merupakan salah satu dalam rukun Islam. Kewajiban puasa ini dijalankan seluruh umat Islam di bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. &#8220;Kalau kita ini belajar kitab dan membacakannya ke awam, tujuannya agar awam mengetahui niatnya orang-orang dulu pas puasa, cara pandang mereka tentang puasa&#8221;. Orang-orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/23/ramadan-membuat-manusia-bisa-lebih-bersyukur">Ramadan Membuat Manusia Bisa Lebih Bersyukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-247335" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/IMG-20220402-WA0036-1.jpg" alt="" width="640" height="119" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/IMG-20220402-WA0036-1.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/IMG-20220402-WA0036-1-400x74.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/IMG-20220402-WA0036-1-150x28.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Oleh: KH A. Bahauddin Nursalim (Gus Baha)</p>
<figure id="attachment_247338" aria-describedby="caption-attachment-247338" style="width: 264px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-247338" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/20220422_210911.jpg" alt="" width="264" height="248" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/20220422_210911.jpg 264w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/20220422_210911-150x141.jpg 150w" sizes="(max-width: 264px) 100vw, 264px" /><figcaption id="caption-attachment-247338" class="wp-caption-text">KH A. Bahauddin Nursalin (Gus Baha). Foto: tangkapan layar Youtube</figcaption></figure>
<p><strong>PUASA</strong> merupakan salah satu dalam rukun Islam. Kewajiban puasa ini dijalankan seluruh umat Islam di bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.</p>
<p>&#8220;Kalau kita ini belajar kitab dan membacakannya ke awam, tujuannya agar awam mengetahui niatnya orang-orang dulu pas puasa, cara pandang mereka tentang puasa&#8221;.</p>
<p>Orang-orang dulu adalah orang-orang saleh dan berilmu pada zaman dulu. Beberapa orang dulu itu, antara lain KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dan ayahanya sendiri, KH Nursalim al-Hafizh.</p>
<p>&#8220;Diantara ijazah Mbah Moen dan bapak, kalau ngendikan saya masih ingat. Ihdinas sirotol mustaqim sirotol ladzina an amta &#8216;alaihim. Jadi kita nggak bisa soleh tanpa meniru orang-orang dulu, kita nggak bisa baik tanpa meniru orang-orang dulu&#8221;.</p>
<p>Tentang ayat ke-6 dan ke-7 surat Al Fatihah ini menafsirkan, Allah SWT berfirman, tunjukkan kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.</p>
<p>&#8220;Jadi, Allah menghendaki, ‘ini lho ada master-masternya’. Seperti Pak Quraish Shihab punya master Habib Abdul Qodir bil Faqih, kalau saya masternya KH Maimun Zubair&#8221;.</p>
<p>Nah, setelah tahu bagaimana ulama-ulama dulu melihat Ramadan, kita kan jadi tahu cara pandang Ramadan secara benar karena meniru ulama-ulama dulu.</p>
<p>Beberapa cara pandang orang-orang dulu misalnya melihat puasa Ramadan sebagai upaya kita menjadi semakin menghormati makanan.</p>
<p>“Saat nggak Ramadan kita melihat makanan biasa saja, malah kadang kita sepelekan. Tapi coba pas Ramadan, semua jadi spesial. Air putih spesial, pisang goreng apalagi&#8221;.</p>
<p>Selain itu, dengan berpuasa manusia akan merasakan lapar yang dirasakan orang-orang miskin saat mereka tidak makan. Jadi, puasa harusnya juga membuat manusia bisa lebih bersyukur.</p>
<p>Betapa cara pandang Nabi Muhammad sangat menarik. Bahwa manusia, sehebat apapun, ternyata kebutuhan paling pokok hanya makanan. Tidak ada yang lain.</p>
<p>Coba, yang lagi buka puasa itu kan senang sekali meski nggak punya mobil mewah, nggak punya uang banyak. Sekadar ketemu makanan itu seneng sekali. Jadi kita itu tahunya menghormati makanan ya setelah masuk Ramadan.</p>
<p>Puasa Ramadan ini membuat manusia belajar betapa istimewanya makanan yang kadang diremehkan di bulan-bulan lain.</p>
<p>&#8220;Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa punya dua kebahagiaan, yaitu saat berbuka dan saat bertemu Allah SWT&#8221;.</p>
<p>&#8220;Lhah itu kalau kita nggak baca literatur-literatur ulama-ulama dulu, mungkin kita nggak tahu makna Ramadan seperti itu&#8221;.</p>
<p>KH A. Bahauddin Nursalim (Gus Baha), Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran LP3IA, Narukan, Rembang. (Dikutip dari tayangan Shihab &amp; Shihd di Youtube).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/23/ramadan-membuat-manusia-bisa-lebih-bersyukur">Ramadan Membuat Manusia Bisa Lebih Bersyukur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>