<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>festival lima gunung Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/festival-lima-gunung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 12:54:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>festival lima gunung Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 12:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banyusidi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Krogowanan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Munengwarangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Gejayan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Keron]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Warangan]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Lima Gunung XXIII]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pakis]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sawangan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lima Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=434444</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Komunitas Lima Gunung kembali menggelar  Festival Lima Gunung XXIII. Festival seni tersebut akan digelar di tiga lokasi berbeda. “Tahun ini, Festival Lima Gunung dilaksanakan di di lokasi berbeda. Yakni, di Dusun Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi,Kecamatan Pakis dan Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,”kata Ketua Komunitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda">Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Komunitas Lima Gunung kembali menggelar  Festival Lima Gunung XXIII. Festival seni tersebut akan digelar di tiga lokasi berbeda.</p>
<p>“Tahun ini, Festival Lima Gunung dilaksanakan di di lokasi berbeda. Yakni, di Dusun Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi,Kecamatan Pakis dan Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,”kata Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, Selasa ( 3/9/2024).</p>
<p>Sujono mengatakan, hari pertama Festival Lima Gunung akan digelar di  Dusun Warangan hanya satu hari saja yakni 14 September, dilanjutkan di Desa Banyusidi pada  15 September.Kemudian saat digelar  di Dusun Keron akan berlangsung selama lima hari yakni mulai 25 hingga 29 September mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya,  pada pergelaran Festival Lima Gunung nantinya akan diikuti ribuan seniman dari 125 kelompok kesenian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Aceh, Bali. Selain itu, juga akan sejumlah seniman dari luar negeri juga menyatakan ikut pada ajang seni budaya tersebut,  yakni dari  Meksiko dan Malaysia.</p>
<p>Sujono yang juga pimpinan Sangar Seni Saujana Keron, Sawangan menegaskan,  meskipun untuk menyukseskan acara tersebut memerlukan banyak biaya, pihaknya tidak menggandeng satupun sponsor baik dari kalangan pemerintah maupun swasta. Melainkan, swadaya masyarakat setempat.</p>
<p>“Para seniman Lima Gunung sudah sepakat dalam penyelenggaraan Festival Lima Gunung, tidak meminta bantuan sponsor baik dari pemerintah maupun swasta, meskipun untuk penyelenggarannya memerlukan anggaran yang tidak sedikit,”tandasnya.</p>
<p>Sujono menambahkan, untuk menyukseskan festival seni para petani gunung tersebut, saat ini masyarakat Dusun Keron sedang membuat seni instalasi yang terbuat dari <em>damen</em> (jerami padi), <em>klobot</em> ( kulit jagung), <em>tebon</em> ( pohon jagung yang sudah mengering) dan juga pohon cabai yang telah mati. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan dua panggung untuk pementasan.</p>
<p>Seni instalasi yang disiapkan tersebut dikerjakan oleh masyarakat setempat secara kerja bakti tiap malam dan berlangsung sejak awal Agustus lalu. Jerami,<em>tebo</em>n, <em>klobot</em> dan lainnya tersebut diambil dari berbagai tempat sekitarnya.</p>
<p>“Untuk membuat seni instalasi tersebut, kami telah menghabiskan 16 kwintal tebon, 20 kwintal pohon cabai mati.Sedangkan, damennya mencapai 6 kwintal. Karena, tidak kebutuhannya tidak mencukupi, terpaksan mencarinya hingga Kaliangkrik, Grabag dan lainnya,””imbuhnya.</p>
<p>Basrodin, salah satu warga  Dusun Keron mengaku senang Festival Lima Gunung XXIII yang mengambil tema “<em>Wolak Walik ing Zaman, Kelakone</em>” tersebut kembali digelar di Dusun Keron yang ada di lereng Gunung Merbabu. Sebelumnya, Dusun Keron pernah menjadi tuan rumah Festival Lima Gunung di tahun 2011 silam.</p>
<p>“Saya senang Festival Lima Gunung bisa kembali digelar di Dusun Keron, setelah 11 tahun menunggu kembali menjadi tuan rumah. Warga antusias bekerja bakti untuk menyukseskan festival tahunan ini,” kata Basrodin.</p>
<p>Festival Lima Gunung tersebut digelar oleh seniman petani gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung. Mereka berasal dari lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh. W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda">Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Petani Gunung  Kembali Gelar Festival Lima Gunung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/19/seniman-petani-gunung-kembali-gelar-festival-lima-gunung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Lima Gunung XXII]]></category>
		<category><![CDATA[Kalis Ing Kahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lima Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Petani Gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360927</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman petani gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung, kembali menggelar Festival Lima Gunung. Festival tahunan ini digelar di lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, 25-27 Agustus mendatang. ‘’Sedikitnya 1.700 seniman dari 79 kelompok kesenian akan tampil  pada Festival Lima Gunung  XXII yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/seniman-petani-gunung-kembali-gelar-festival-lima-gunung">Seniman Petani Gunung  Kembali Gelar Festival Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman petani gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung, kembali menggelar Festival Lima Gunung. Festival tahunan ini digelar di lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, 25-27 Agustus mendatang.</p>
<p>‘’Sedikitnya 1.700 seniman dari 79 kelompok kesenian akan tampil  pada Festival Lima Gunung  XXII yang akan berlangsung di Dusun  Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang,”Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono Keron, Sabtu ( 19/8/2023).</p>
<p>Sujono mengatakan,  kelompok kesenian yang akan tampil dalam Festival Lima Gunung tahun ini, tidak hanya berasal dari Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh saja, melainkan juga berasal dari beberapa kota di Jawa. Yakni, dari Yogyakarta, Solo, Semarang, Lumajang, Jakarta  dan terjauh dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.</p>
<figure id="attachment_360928" aria-describedby="caption-attachment-360928" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-360928" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/LIma-GUnung.jpg" alt="Festival Lima Gunung" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/LIma-GUnung.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/LIma-GUnung-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/LIma-GUnung-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-360928" class="wp-caption-text">Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono Keron ( kiri, red) didampingi Ketua Panitia Lokal Festival Lima Gunung, Sih Agung Prasetyo. Foto: W.Cahyono</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, sebenarnya masih banyak kelompok seni yang ingintampil di festival seni tahunan  tersebut. Namun, pihaknya membatasi jumlah peserta, sehingga panitia menolaknya.</p>
<p>“Sebenarnya banyak peserta yang ingin pentas dalam Festival Lima Gunung ini, tetapi  panitia terpaksa membatasi jumlah peserta, sehingga banyak calon peserta yang kami tolak,”kata Sujono yang juga  Pimpinan Sanggar Seni “Saujana”Keron, Kecamatan Sawangan.</p>
<p>Ia menambahkan, pada festival tersebut, Komunitas Lima Gunung akan memberikan penghargaan kepada sejumlah seniman nasional, seperti sineas Garin Nugroho, pemusik Frangki Raden dan lainnya.</p>
<p>Kalis Ing Kahanan</p>
<p>Pada Festival Lima Gunung XXII  yang akan berlangsung di lereng Gunung Andong tersebut mengambil tema “Kalis Ing Kahanan.”</p>
<p>“Tema tersebut mengandung makna agar kehidupan masyarakat selamat, terhindar dari bahaya,”kata Ketua Panitia Lokal Festival  Lima Gunung XXII, Sih Agung Prasetyo.</p>
<p>Sih Agung menambahkan,  untuk menyukseskan acara tersebut,  masyarakat Dusun Sudimoro sejak satu bulan lalu telah mempersiapkan diri dengan membuat panggung utama yang berukuran 12x 12 meter. Panggung tersebut juga dihias dengan seni instalasi dari jerami dan <em>tebon</em> ( batang pohon jagung).</p>
<p>Untuk pembuatan panggung tersebut, pihaknya memerlukan sedikitnya 50 batang pohon bambu apus dan bambu petung. Juga, sejumlah pohon suren dan albasia yang digunakan untuk penyangga dan alas panggung.</p>
<p>“Untuk hiasan berupa jerami menghabiskan sekitar satu truk  dan batang tebon sebanyak tiga mobil bak terbuka,” kata Sih Agung yang juga Kepala Dusun Sudimoro.</p>
<p>Ia menjelaskan, meskipun untuk menyukseskan acara tersebut memerlukan banyak beaya, pihaknya tidak menggandeng satupun sponsor baik dari kalangan pemerintah maupun swasta. Melainkan, swadaya masyarakat setempat.</p>
<p>“Para seniman Lima Gunung sudah sepakat dalam penyelenggaraana Festival Lima Gunung, tidak meminta bantuan sponsor baik dari pemerintah maupun swasta, meskipun untuk penyelenggarannya memerlukan anggaran yang tidak sedikit,”tandasnya.</p>
<p>Sih Agung mengatakan, janji para anggota Komunitas Lima Gunung  untuk tidak meminta bantuan sponsor tersebut, tertuang dalam “Sumpah Tanah 1 dan 2” beberapa tahun lalu. W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/seniman-petani-gunung-kembali-gelar-festival-lima-gunung">Seniman Petani Gunung  Kembali Gelar Festival Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Festival Lima Gunung XXI, Yenni Wahid Pimpin Doa Bagi Korban Kerusuhan Suporter Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/02/di-festival-lima-gunung-xxi-yenni-wahid-pimpin-doa-bagi-korban-kerusuhan-suporter-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 10:20:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Lima Gunung XXI]]></category>
		<category><![CDATA[kerusuhan suporter bola]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Kanjuruhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=282385</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Direktur Wahid Institut, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang lebih dikenal dengan panggilan Yenni Wahid mengajak para seniman dari Komunitas Lima Gunung dan masyarakat Dusun Mantran Wetan mendoakan para korban kerusuhan  suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. “Nyuwun pandongaken sedherek sedaya ( mohon doanya saudara-saudara semuanya), untuk mendoakan rekan –rekan sebangsa kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/02/di-festival-lima-gunung-xxi-yenni-wahid-pimpin-doa-bagi-korban-kerusuhan-suporter-bola">Di Festival Lima Gunung XXI, Yenni Wahid Pimpin Doa Bagi Korban Kerusuhan Suporter Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Direktur Wahid Institut, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang lebih dikenal dengan panggilan Yenni Wahid mengajak para seniman dari Komunitas Lima Gunung dan masyarakat Dusun Mantran Wetan mendoakan para korban kerusuhan  suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.</p>
<p>“<em>Nyuwun pandongaken sedherek sedaya </em>( mohon doanya saudara-saudara semuanya), untuk mendoakan rekan –rekan sebangsa kita yang kemarin <em>kapundhu</em>t ( meninggal) di Malang. Para supporter Arema  yang kemarin terlibat kerusuhan  usai pertandingan sepak bola ,” kata Yenni Wahid  di sela-sela acara puncak Festival Lima Gunung (FLG)  XXI di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Minggu ( 2/10/2022).</p>
<p>Yenny berharap, kerusuhan suporter sepak bola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur tersebut  tidak terulang kembali.  Selain itu, putri kedua Presiden RI ke- empat RI, Abdurrahman Wahid ( Gus Dur)  juga meminta masyarakat di Dusun Mantran Wetan dan seluruh seniman dari Komunitas Lima Gunung  mendoakan  korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi –Nya.</p>
<p>“Semoga kejadian tersebut tidak terulang kembali. Tetapi kita juga mendoakan bagi mereka yang telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa mendapatkan tempat yang layak di sisi- Nya,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, berkesenian seperti yang dilakukan oleh para seniman dari Komunitas Lima Gunung bisa mendamaikan suasana kebangsaan agar tetap sejuk dan dingin.’</p>
<p>Ia menambahkan, salah satu fungsi dari Festival Lima Gunung yang merupakan event tahunan seniman tani di lima gunung, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh  dan Sumbing, yakni berkesenian dan berkebudayaan.</p>
<p>“Ketika ada persoalan di masyarakat, wong ora gampang-gampang ngamuk ( orang tidak mudah marah,red). Karena kita berkesenian dan berkebudayaan dan berdoa. Inilah fungsinya Festival Lima Gunung yang menjadi tiangnya  masyarakat, negara dan mendamaikan suasana,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Haryanto mengatakan,  pada Festival Lima Gunung XXI  para seniman  tetap konsisten dengan sikapnya. Yakni, tidak menerima sponsor atau dana dari pihak manapun. Melainkan, swadaya murni dari masyarakat dan para seniman Komunitas Lima Gunung.</p>
<p>Ia menambahkan, untuk penyelenggaran Festival Lima Gunung XXI yang berlangsung sejak  Jumat ( 30/9) kemarin, masyarakat Dusun Mantran rela menyisihkan uangnya untuk pendanaan festival tahunan tersebut.</p>
<p>“Masing-masing kepala keluarga di Dusun Mantran Wetan ini rela menyumbangkan uang sebesar Rp 3 juta untuk suksesnya Festival Lima Gunung, meskipun saat ini harga sayuran dari para petani  merosot tajam,” tandasnya.</p>
<p>Festival Lima Gunung XXI di Dusun Mantran Wetan tersebut mengambil tema ‘Wahyu Rumagang” dan diikuti sedikitnya 63 grup kesenian lokal dan manca negara. W. Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/02/di-festival-lima-gunung-xxi-yenni-wahid-pimpin-doa-bagi-korban-kerusuhan-suporter-bola">Di Festival Lima Gunung XXI, Yenni Wahid Pimpin Doa Bagi Korban Kerusuhan Suporter Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Acara  Festival Lima Gunung XXI, Digelar di Lereng Gunung Andong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/10/puncak-acara-festival-lima-gunung-xxi-digelar-di-lereng-gunung-andong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2022 09:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Lima Gunung XXI]]></category>
		<category><![CDATA[gunung andong]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lima Gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=277604</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Puncak acara Festival Lima Gunung (FLG) XXI akan dilaksanakan di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang , 30 September hingga 2 Oktober mendatang. “Bagi Dusun Mantran Wetan, merupakan keempat kalinya sebagai tuan rumah Festival Lima Gunung. Sebelumnya, Dusun Mantran Wetan telah menjadi tuan rumah pada tahun 2009 pada FLG [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/10/puncak-acara-festival-lima-gunung-xxi-digelar-di-lereng-gunung-andong">Puncak Acara  Festival Lima Gunung XXI, Digelar di Lereng Gunung Andong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Puncak acara Festival Lima Gunung (FLG) XXI akan dilaksanakan di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang , 30 September hingga 2 Oktober mendatang.</p>
<p>“Bagi Dusun Mantran Wetan, merupakan keempat kalinya sebagai tuan rumah Festival Lima Gunung. Sebelumnya, Dusun Mantran Wetan telah menjadi tuan rumah pada tahun 2009 pada FLG VIII, FLG XII 2013. Kemudian, FLG XIX pada tahun 2000 lalu dan tahun ini FLG XXI,” kata Koordinator FLG, Endah Pertiwi kepada wartawan, Jumat (9/9/2022) sore.</p>
<p>Endah mengatakan,  pada Festival Lima Gunung XXI tahun ini pihaknya telah menerima sebanyak 49 grup kesenian yang akan mengisi puncak festival tahunan para seniman dari lima gunung, yakni yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh tersebut.</p>
<figure id="attachment_277606" aria-describedby="caption-attachment-277606" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-277606" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/FLG.jpg" alt="" width="681" height="314" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/FLG.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/FLG-400x184.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/FLG-150x69.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-277606" class="wp-caption-text">Presiden Lima Gunung, Sutanto Mendut didampingi Sitras Anjilin, Pimpinan Padepokan Seni Tjipta Budaya, Dusun Tutup Ngisor, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dan Ismanto, seniman dari Lereng Merapi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat ( 9/9/2022) sore. Foto: W. Cahyono</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, selain 49 grup kesenian yang telah mendaftarkan diri ke panitia, sebanyak 15 grup kesenian lainnya masuk dalam daftar tunggu.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya juga telah memastikan dua seniman dari manca negarean juga akan berpartisipasi pada acara tersebut. Yakni, dari Jepang dan Kanada.</p>
<p>“Dua seniman asal dari Jepang dan Kanada, telah memastikan untuk tampil pada puncak FLG XXI di lereng Gunung Andong,” imbuhnya.</p>
<p>Endah  menegaskan,  pada ajang festival tersebut pihaknya masih konsisten yakni, tidak menerima sponsor dari mana pun dan dalam bentuk apapun. Sesuai dengan ikrar pada seniman Lima Gunung  yakni ‘’Sumpah Tanah 2009’’ lalu.</p>
<p>Bagi pengisi acara yang mau datang ke FLG tersebut, pihaknya mempesilakan mencari sponsor sendiri  untuk mencukupi kebutuhan transportasi dari masing-masing daerah asalnya.</p>
<p>“ Panitia hanya akan menyiapkan tempat transit atau untuk bermalam, dengan  konsumsi seadanya,&#8221; imbuhnya</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh  pembiayaan kegiatan Festival Lima Gunung pada tahun ini ditanggung oleh masyarakat Dusun Mantran Wetan.</p>
<p>Sementara itu, dari pihak tuan rumah juga telah menyiapkan sebanyak 15 rumah milik penduduk setempat untuk dijadikan sebagai tempat transit dan lima rumah untuk menginap para pengisi acara.</p>
<p>“”Kami telah menyiapkan 15 rumah untuk tempat transit, kemudian untuk tamu yang menginap untuk sementara disiapkan lima rumah,” kata Panitia Lokal FLG XXI, Giyanto.</p>
<p>Sitras Anjilin, salah satu sesepuh Komunitas Lima Gunung mengatakan, FLG tahun ini mengambil tema “Wahyu Rumagang&#8221; yang mempunyai makna  Festival Lima Gunung yang telah menginjak ke -21 kali tersebut, sebagai tempat regenerasi para seniman dari lima gunung tersebut.</p>
<p>Wahyu Rumagang artinya adalah anak-anak muda yang punya inisiatif sendiri akan menjadi pelaksana atau mengerjakan FLG. Festival itu biasanya dikerjakan oleh para senior komunitas,” kata Sitras yang juga pimpinan Padepokan Seni Tjipta Budaya  Dusun Tutup Ngisor , Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang . W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/10/puncak-acara-festival-lima-gunung-xxi-digelar-di-lereng-gunung-andong">Puncak Acara  Festival Lima Gunung XXI, Digelar di Lereng Gunung Andong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komunitas Lima Gunung, Kembali Gelar Festival Lima Gunung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/08/komunitas-lima-gunung-kembali-gelar-festival-lima-gunung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2022 11:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lima Gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=269684</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman petani dari lima gunung di Kabupaten Magelang yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung, kembali menggelar pesta kesenian tahunan, Festival Lima Gunung ke-21. “Festival Lima Gunung tersebut akan digelar selama tiga hari berturut-turut 30 September hingga 2 Oktober mendatang di lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/08/komunitas-lima-gunung-kembali-gelar-festival-lima-gunung">Komunitas Lima Gunung, Kembali Gelar Festival Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman petani dari lima gunung di Kabupaten Magelang yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung, kembali menggelar pesta kesenian tahunan, Festival Lima Gunung ke-21.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">“Festival Lima Gunung tersebut akan digelar selama tiga hari berturut-turut 30 September hingga 2 Oktober mendatang di lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang,” kata Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Haryanto di sela-sela pembukaan Festival Lima Gunung ke-21 di Studio Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Senin ( 8/8/2022).</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Supadi mengatakan, penyelenggaraan FLG ke-21 tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan FLG<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>tahun 2020 dan 2021 lalu yang tidak mendatangkan peserta dari luar kota dan tidak ada penonton, karena adanya pandemic covid-19. Namun, pada penyelenggaraan FLG ke-21 tahun ini, pihaknya membuka peserta dari luar kota dan terbuka untuk masyarakat umum.</span></p>
<figure id="attachment_269685" aria-describedby="caption-attachment-269685" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-269685" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/Supadi.jpg" alt="komunitas Lima gunung" width="681" height="422" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/Supadi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/Supadi-400x248.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/Supadi-150x93.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-269685" class="wp-caption-text">Selain melakukan ritual di Kali Wangsit yang terletak di belakang Studio Mendut, pada pembukaan Festival Lima Gunung ke-21, juga dimeriahkan pentas dari sejumlah seniman lainnya, seperti Didik Nini Thowok. Foto. W.Cahyono</figcaption></figure>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Menurutnya, selama masa pademi covid-19 tahun 200-2021 lalu, Komunitas Lima Gunung tetap menggelar festival seni tahunan<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>para petani gunung. Tetapi, dilaksanakan secara ‘sembunyi-sembunyi” dan waktu dan tidak mengundang peserta dari luar kota.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Ia menambahkan, seperti Festival Lima Gunung sebelumnya, pembukaan festival dilaksanakan satu bulan sebelum acara puncak acara. Dan, selama satu bulan tersebut para seniman petani lima gunung akan tetap pentas dengan lokasi yang berpindah-pindah dan waktunya belum dapat ditentukan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">“Pembukaan FLG ke-21 dilakukan pada Senin (8/8/2022) pukul 05.00 WIB di Kali Wangsit ( Kali Pabelan Lama) yang ada di belakang Studio Mendut milik Presiden Lima Gunung,” kata Supadi yang juga Pimpinan Sanggar Andong Jinawi, Mantran Wetan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Supadi menambahkan,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>pada FLG ke-21 ini mengambil tema “ Wahyu Remagang” yang mempunyai makna<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>dalam menjalankan suatu pekerjaan diperlukan adanya perjuangan yang gigih.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam( API) Tegalrejo, KH M Yusuf Chudlori mengatakan, pembukaan<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Festival Lima Gunung yang tahun ini sudah menginjak tahun ke -21 dan bertepatan dengan hari ke-10 bulan Sura ( Muharam), merupakan suatu keistimewaan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span style="font-size: 14.0pt; font-family: 'Times New Roman','serif';">“Pembukaan FLG ke-21 yang bertepatan dengan hari ke-10 Sura, menurut saya merupakan suatu yang istimewa. Karena, di bulan Muharam ini merupakan bulan untuk permohonan segala sesuatu agar menjadi kebaikan,” kata Gus Yusuf. W. Cahyono</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/08/komunitas-lima-gunung-kembali-gelar-festival-lima-gunung">Komunitas Lima Gunung, Kembali Gelar Festival Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Kerumunan,  Festival Lima Gunung XX Digelar Di Lahan  Kentang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/10/hindari-kerumunan-festival-lima-gunung-xx-digelar-di-lahan-kentang</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/10/hindari-kerumunan-festival-lima-gunung-xx-digelar-di-lahan-kentang#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2021 07:46:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[gunung andong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=203552</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung, menggelar Festival Lima Gunung (FLG) XX episode kelima. Pada FLG XX yang dilaksanakan di lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Minggu ( 10/10) digelar di atas sebuah lahan tanaman kentang dan kobis. “Panitia memang sengaja [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/10/hindari-kerumunan-festival-lima-gunung-xx-digelar-di-lahan-kentang">Hindari Kerumunan,  Festival Lima Gunung XX Digelar Di Lahan  Kentang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung, menggelar Festival Lima Gunung (FLG) XX episode kelima.</p>
<p>Pada FLG XX yang dilaksanakan di lereng Gunung Andong, tepatnya di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Minggu ( 10/10) digelar di atas sebuah lahan tanaman kentang dan kobis.</p>
<p>“Panitia memang sengaja menggunakan lahan pertanian kentang dan kobis dijadikan lokasi pentas kesenian pada Festival Lima Gunung XX episode kelima ini,  untuk menghindari kerumunan penonton,” kata Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Haryanto.</p>
<p>Supadi mengatakan, pihaknya menggelar pentas di atas lahan tanaman kentang dengan tujuan untuk  tidak banyak masyarakat yang menonton. Selain itu, pihaknya mewajibkan semua yang hadir di lokasi acara untuk memakai masker.</p>
<p>Ia menambahkan, Festival Lima Gunung XX tahun ini memang dilaksanakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni digelar dalam beberapa episode dan dilaksanakan di lokasi yang berbeda –beda.</p>
<p>selain pentas kesenian yang berpindah-pindah tempat, juga jumlah seniman yang terlibat dalam Festival Lima Gunung  XX ini juga dibatasi hanya beberapa grup kesenian saja. Sementara di tahun-tahun sebelumnya jumlah seniman yang ikut sangat banyak dan juga waktunya bisa tiga hari berturut-turut.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga membatas waktu pementasan, yakni hanya berlangsung sekitar dua jam saja. Sementara pada tahun –tahun sebelum adanya pandemi covid-19, pentas kesenian  berlangsung selama tiga hari dan pementasannya dari pagi hingga larut malam.</p>
<p>“Pentas FLG paling singkat yakni berdurasi sekitar dua jam saja juga pernah dilakukan pada Festival Lima Gunung XIX di Dusun Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, tahun 2020 lalu,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, karena masih di masa pandemi covid-19, pelaksanaan Festival Lima Gunuung XX tahun 2021 ini dilakukan secara terbatas dan dilaksanakan di tempat yang berbeda- berbeda.</p>
<p>Festival seni tahunan dari para petani lima gunung tahun ini  dibuka di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang pada 22 Mei lalu. Kemudian, putaran kedua dilaksanakan di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag pada 29 Agustus lalu.</p>
<p>“Kemudian, putaran ketiga dilangsungkan di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis pada 13 September dan putaran  ke empat berlangsung di Studio Mendut, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, 26 September,” kata Supadi yang juga Ketua Komunitas Kesenian Andong, Mantran Wetan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Girirejo, Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi para seniman dari Lima Gunung yang terus berkarya di tengah pandemic covid-19 ini.</p>
<p>Menurutnya, kesenian yang disajikan para seniman tersebut merupakan doa bersama agar  pandemic covid-19 ini bisa segera berlalu.</p>
<p>“Saya menyakini, tarian yang disajikan ini merupakan doa bersama kita semuanya,” kata Slamet Riyadi. Yon</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/10/hindari-kerumunan-festival-lima-gunung-xx-digelar-di-lahan-kentang">Hindari Kerumunan,  Festival Lima Gunung XX Digelar Di Lahan  Kentang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/10/hindari-kerumunan-festival-lima-gunung-xx-digelar-di-lahan-kentang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Peradaban Desa, Menandai Pembukaan Festival Lima Gunung XX</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/22/hari-peradaban-desa-menandai-pembukaan-festival-lima-gunung-xx</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2021 01:20:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hari peradapan desa]]></category>
		<category><![CDATA[lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[presiden lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sumber air telompak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=172365</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman  Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung ( FLG)  XX. Pembukaan festival  tersebut dilakukan secara sederhana,di tengah wabah Covid-19 yang belum ada ujungnya, . Yakni, di sebuah sumber air yang konon merupakan pertapaan Kyai dan Nyai Singa Barong di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Festival seni secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/22/hari-peradaban-desa-menandai-pembukaan-festival-lima-gunung-xx">Hari Peradaban Desa, Menandai Pembukaan Festival Lima Gunung XX</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Para seniman  Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung ( FLG)  XX. Pembukaan festival  tersebut dilakukan secara sederhana,di tengah wabah Covid-19 yang belum ada ujungnya, .</p>
<p>Yakni, di sebuah sumber air yang konon merupakan pertapaan Kyai dan Nyai Singa Barong di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Festival seni secara mandiri dan tanpa sponsor itu diprakarsai para seniman petani lima gunung, Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh itu, juga menandai peluncuran Hari Peradaban Desa.</p>
<figure id="attachment_172374" aria-describedby="caption-attachment-172374" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-172374" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/RIYADI-1-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/RIYADI-1-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/RIYADI-1-150x84.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/RIYADI-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-172374" class="wp-caption-text">Riyadi, Ketua Panitia Festival Lima Gunung XX. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>Pembukaan festival seni tahunan tersebut, diawali dengan prosesi kirab para seniman dari Pendopo Padepokan Seni Wargo Budoyo menuju sumber air Tlompak.</p>
<p>Sepanjang perjalanan yang berjarak sekitar 500 meter, para seniman melakukan <em>tapa bisu</em> ( berdiam diri).</p>
<p>Suasana hening  mengelayut, tanpa tetabuhan alat musik dan hanya terdengar gemericik air yang menetes dari celah bebatuan sumber mata air Tlompak.</p>
<p>Sesekali burung liar bernyanyi merdu   dari balik rerimbunan pohon untuk menyambut rombongan seniman yang jumlahnya terbatas.</p>
<figure id="attachment_172376" aria-describedby="caption-attachment-172376" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-172376" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/flg-400x184.jpg" alt="tapa bisu" width="400" height="184" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/flg-400x184.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/flg-150x69.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/flg.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-172376" class="wp-caption-text">Sambil tapa bisu ( berdiam diri), para seniman lima gunung menuju sumber mata air Telompak untuk melakukan proses pembukaan Festival Lima Gunung XX. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Sesampainya di sumber mata air tersebut, para seniman  duduk bersimpuh di salah satu sudut untuk memanjatkan doa yang dipimpin juru kunci Tlompak, Alip.</p>
<p>Biasanya  pembukaan Festival Lima Gunung ditandai dengan pemukulan gong oleh para tokoh seni dari lima gunung. Namun, pada festival kali ini ditandai dengan  penyucian diri dengan air yang keluar dari celah-celah bebatuan tebing tersebut.</p>
<p>Secara bergantian tokoh seni dari lima gunung membasuh diri wajahnya dengan air  yang diambil oleh juru kunci Tlompak dari  empat buah <em>gentong </em>( wadah air yang terbuat dari tanah liat).</p>
<p>Setelah itu, dilanjutkan dengan orasi kebudayaan dari Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Haryanto, Ketua Panitia, Riyadi. Dan, tidak ketinggalan mantan “ Presiden Lima Gunung” Sutanto Mendut.</p>
<p>Juga ada kolaborasi performance art dari Sitras Anjilin( Padepokan Tjipta Budaya,  Tutup Ngisor Merapi) dan Ismanto. Sementara, seniman dari Sanggar  Matematika Magelang, Haris Kertorahardjo membacakan puisi “Matematika Air Desa”.</p>
<p>Di tanah lapang yang dijadikan tempat untuk orasi budaya tersebut juga disemarakkan seni instalasi  dari  janur pohon aren yang berbentuk “ Cakra”. Cakra dalam epos Mahabarata, merupakan senjata milik Prabu Kresna dari Kraton Dwarawati.</p>
<p>Ketua Panitia FLG XX, Riyadi mengatakan, seni instalasi berbentuk senjata milik Prabu Kresna ini bermakna, akan berputar dalam kehidupan begitu senjata tersebut dilepaskan.</p>
<p>“Begitu juga dengan seni, akan terus berputar dalam kehidupan manusia dan tidak pernah mati, meskipun dalam situasi pandemi seperti saat ini,” kata Riyadi.</p>
<p>Riyadi menambahkan, sedangkan janur yang digunakan untuk membuat seni instalasi tersebut, bukan janur dari pohon kelapa.</p>
<p>Melainkan dari pohon aren yang diyakini oleh masyarakat lokal, di dekat tumbuhnya pohon aren, pasti ada sumber air yang membawa kehidupan.</p>
<p>“ Ini juga mengingatkan kita, bahwa kehidupan manusia  tidak bisa lepas dari adanya air,” kata mantan Kepala Desa Banyusidi ini.</p>
<p>Mendadak</p>
<p>Menurutnya, pada pembukaan  FLG XX tahun ini dilaksanakan berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Yakni, pementasannya sangat dibatasi jumlah seniman maupun penontonnya, untuk menghindari kerumunan orang banyak.</p>
<p>“Meskipun ini namanya pembukaan, nantinya masih akan ada hari-hari selanjutnya untuk melaksanakan festival ini akan dilakukan hingga dua bulan ke depan,” katanya.</p>
<p>Selain itu,  dari pihak panitia dalam menentukan jadwal pementasan secara mendadak, juga untuk tempat serta waktu pementasaannya juga bisa berpindah-pindah.</p>
<p>Untuk tempat pementasannya pun bisa berpindah-pindah dari lokasi satu ke tempat lainnya dari lima gunung yang ada yakni Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh.</p>
<p>Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, panitia juga akan mengupayakan dalam pementasannya  menggunakan panggung alam terbuka, sehingga sirkulasi udara tetap terjamin. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/22/hari-peradaban-desa-menandai-pembukaan-festival-lima-gunung-xx">Hari Peradaban Desa, Menandai Pembukaan Festival Lima Gunung XX</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Gelar Disematkan bagi Tanto Mendut sang Mantan Presiden Lima Gunung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/28/8-gelar-disematkan-bagi-tanto-mendut-sang-mantan-presiden-lima-gunung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2020 12:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[prsiden lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135664</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Seninam asal Magelang Sutanto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tanto Mendut, di  ujung tahun ini mendapat delapan gelar. Delapan gelar bagi mantan “Presiden” Lima Gunung tersebut diberikan oleh para seniman yang  sekitar 20 tahun berkarya bersamanya. Pemberian gelar tersebut dilaksanakan di sebuah situs candi yang ditemukan di sebuah lahan tambang pasir Merapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/28/8-gelar-disematkan-bagi-tanto-mendut-sang-mantan-presiden-lima-gunung">8 Gelar Disematkan bagi Tanto Mendut sang Mantan Presiden Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID</strong>)- Seninam asal Magelang Sutanto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tanto Mendut, di  ujung tahun ini mendapat delapan gelar. Delapan gelar bagi mantan “Presiden” Lima Gunung tersebut diberikan oleh para seniman yang  sekitar 20 tahun berkarya bersamanya.</p>
<p>Pemberian gelar tersebut dilaksanakan di sebuah situs candi yang ditemukan di sebuah lahan tambang pasir Merapi di Dusun Windu Sabrang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Saat penyematan “gelar” tersebut , Sutanto  diminta duduk di atas kursi yang terbuat dari bambu dengan tinggi sekitar tiga meter dan diletakkan di salah satu sudut batuan Candi Windu Sabrang.</p>
<p>Adapun gelar yang diberikan bagi pemilik Studio Mendut tersebut yakni, Ki Ageng  Panuntun Gendhing oleh Sitras Anjilin, seorang seniman dari Padepokan Tjipto Budoyo, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Riyadi, pimpinan  Komunitas Seni Merbantu Padepokan Wargo Budoyo, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis memberikan gelar Ki Ageng Tejo Wukir. Kemudian, Ki Ipangadi dari Sangar Seni Wonoseni, Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, menjuluki Tanto Mendut dengan gelar Ki Ageng Panuntun Jiwa.</p>
<p>Sedangkan  Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Hariyanto yang juga pimpinan Sanggar Seni Andong Jinawi  dari Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak menganugerahkan gelar Ki Ageng Cokro Jiwa.</p>
<p>Sementara, Handoko dari Sanggar Seni Dhom Sunthil, Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis memberikan gelar Ki Ageng Syaiquna.</p>
<p>Tidak itu, saja, dua seniman asal Kota Magelang yakni Susilo Anggoro, pimpinan Pendapa Sasana Pamardi Budaya, Kampung Meteseh Lor, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah menjuluki dengan gelar Ki  Ageng Bethet Sewu.</p>
<p>Dan seniman dari Sanggar Matematika Kota Magelang, Haris Kertoraharjo, memberinya gelar Ki Ageng Matematika Gunung.</p>
<p>Selain itu, seorang pewarta dari LKBN Antara Hari Atmoko yang  juga berkecimpung bersama komunitas tersebut, menjulukinya suami Mami Kato tersebut dengan nama  Ki Ageng Kalis Waseso.</p>
<p>Serta pematung asal lereng Merapi tepatnya dari   Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Ismanto juga memberikan gelar  Ki Ageng Pawang Lintang.</p>
<p><strong>Cupu Manik Astagina</strong></p>
<p>Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Hariyanto mengatakan, pemberian gelar  bagi “Presiden Lima Gunung” yang lengser keprabon di pertengahan tahun ini, bukanlah tanpa sebab.</p>
<figure id="attachment_135666" aria-describedby="caption-attachment-135666" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-135666" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto.jpg" alt="" width="681" height="407" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto-400x239.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto-150x90.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-135666" class="wp-caption-text">Usai pemberian gelar bagi mantan “Presiden Lima Gunung” Tanto Mendut di petilasan Candi Windu Sabrang, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, dilanjutkan dengan  slametan di Padepokan Tjipto  Boedoyo, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun. Foto:  Yon</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/12/28/spesialis-pelaku-curanmur-diringkus-satreskrim-polres-kebumen-karena-bbm-habis/">Kehabisan Bensin, Spesialis Curanmor Diringkus Satreskrim Polres Kebumen</a></strong></span></p>
<p>Menurutnya, kiprah  dari seorang Tanto Mendut bagi para penggiat seni dari Komunitas Lima Gunung sangat  penting. Karena, dari tangannya, para seniman dari Lima Gunung ( Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh dan Sumbing) menjadi  terangkat seperti saat ini.</p>
<p>“Dan, karena  Pak Tanto kesenian rakyat  yang ada di Lima Gunung tersebut semakin tumbuh. Dan, juga melalui Festival Lima Gunung  yang digelar sejak tahun  2001 lalug selalu rutin digelar secara bergiliran tempatnya,’’ ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Tanto Mendut yang dikenalnya tersebut  bagai mata elang di angkasa. Mata batinnya seakan-akan seperti <em>cupu manik astagina</em> (sarana untuk melihat dan menjalani hidup dan kehidupan).</p>
<p>“Dan ia juga  menerawang apa saja untuk alam semesta, untuk alam kehidupan semua seniman Lima Gunung,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Sitras Anjilin dari Padepokan  Tjipta Budaya, Tutup Ngisor  Kecamatan Dukun mengatakan, gelar ‘ki ageng’  yang diberikan kepada Tanto Mendut ini, menandakan  ia yang mempunyai wilayah kebudayaan yang merdeka.</p>
<p>Ia menambahkan, gelar  Ki Ageng Panuntun Gendhing yang diberikan kepada ayah dari Shiki Raya,  Shakayou Samadyo dan Shuko Sastra Gending  tersebutr itu bukan tanpa alasan.<br />
“Bagi saya, Sutanto adalah guru saya, bapak saya, yang menuntun saya pada keselarasan hidup, keseimbangan hidup dalam ranah kebudayaan dan kemanusiaan,” imbuh Sitras.</p>
<p>Sementara  Tanto Mendut tidak berkomentar apa -apa atas pemberian gelar oleh para seniman Lima Gunung. Dan, bahkan, ia mengembalikan  semua gelar tersebut kepada masing-masing rekan seniman  tersebut dengan personifikasi dari masing-masing pemberi gelar tersebut.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/28/8-gelar-disematkan-bagi-tanto-mendut-sang-mantan-presiden-lima-gunung">8 Gelar Disematkan bagi Tanto Mendut sang Mantan Presiden Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 11:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mageelang]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103782</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>Festival Lima Gunung yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2020 ini yang memasuki  tahun ke-19. Festival dilaksanakan di di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>“Bahkan tahun ini merupakan pentas FLG paling singkat yakni berdurasi sekitar dua jam saja. Biasanya dilaksanakan selama tiga hari dan berlangsung dari pagi hingga larut malam,” kata Ketua Komunitas 5 Gunung , Supadi Haryanto.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk/">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a></strong></span></p>
<p>Supadi mengatakan, selain dilaksanakan paling singkat, pentas kesenian dari lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh, dan Sumbing  pada tahun ini tidak ada penonton yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.</p>
<p>Menurutnya, selain membatasi jumlah penonton pihaknya juga membatasi  jumlah peserta yang hendak ikut pentas. Yakni,  hanya enam kesenian saja yang ditampilkan, dan semuanya berasal dari Komunitas Kesenian Krandegan Sumbing.</p>
<p>“Biasanya jumlah peserta mencapai ratusan grup kesenian  yang tidak hanya berasal dari Komunitas 5 Gunung saja, melainkan juga beberapa grup kesenian dari luar Jawa Tengah, luar Jawa bahkan mancanegara. Namun, karena adanya  pandemi Covid-19 ini , kami membatasi jumlah peserta dan penonton,” kata Supadi yang juga Ketua Komunitas Kesenian Andong.</p>
<p><strong>Taat Protokol Kesehatan</strong></p>
<p>Sebenarnya dengan pembatasan tersebut pihaknya merasa <em>gela</em> (kecewa,red), karena  tidak bisa berkumpul bersama dengan rekan-rekan kesenian  yang ada di Komunitas 5 Gunung. Namun, pihaknya tidak ingin melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya larangan berkerumun.</p>
<p>“Kami sebagai seniman, tetap patuh dan taat para peraturan dari pemerintah. Kami bisa pentas saja sudah senang, meskipun jumlahnya  terbatas,’ imbuhnya.</p>
<p>Ia mengaku, dari empat dari lima komunitas kesenian yang ada  di Komunitas 5 Gunung tersebut, hanya menghadirkan satu hingga dua orang wakilnya saja. Selebihnya yang hadir dan mengisi acara dari pihak tuan rumah yakni Komunitas Krandegan Sumbing.</p>
<p>Supadi menambahkan, sebenarnya pihaknya beberapa waktu lalu akan melaksanakan  FLG ke-19 ini secara virtual. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan  pesta kesenian tahunan petani di lima gunung tersebut  tetap dilaksanakan secara langsung dan dilangsungkan di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Mendadak</strong></p>
<p>Sementara itu,  Ketua Panitia Lokal FLG ke-19, Djawahir Sarwo Edhie mengatakan, pelaksanaan FLG ke-19 tersebut sebenarnya sudah dirancang  sejak beberapa bulan lalu. Namun, adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa panitia mengubah acara yang telah dirancang semula.</p>
<p>“Sedangkan tanggal kepastian pelaksanaan FLG tahun ini sangat mendadak. Yakni, saya diberi tahu oleh Pak Tanto Mendut (Presiden Lima Gunung, red) pada Jumat 7 Agustus sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.</p>
<p>Sarwo Edhie menambahkan, meskipun dirinya diberi tahu secara mendadak, tetapi dirinya telah siap untuk menjadi tuan rumah. Dan, langsung  memutuskan  pentas enam kesenian yang ditampilkan tersebut dilaksanakan di atas dak atap rumah penduduk setempat.</p>
<p>Menurutnya, dirinya juga meminta bantuan dari beberapa anggota sebuah ormas dan linmas yang ada di Desa Sukomakmur untuk berjaga-jaga dan mencegah penonton dari  luar Dusun Krandegan menonton.</p>
<p>Selain itu,  dirinya juga menghimbau masyarakat Dusun Krandegan yang ingin menyaksikan pentas kesenian FLG ini untuk tidak berkerumun  dengan menyaksikan dari atap rumahnya dan selalu memakai masker bagi yang ingin mendekat ke panggung.</p>
<p>“Protokol kesehatan tetap kami terapkan, agar semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami ingin para seniman dari Komunitas 5 Gunung ini bisa menjadi contoh bagi lainnya. Yakni, tetap bisa pentas dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” kata Sarwo Edhie yang juga Ketua Kesenian dari Komunitas Krandegan Sumbing ini.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 10:53:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Telomoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103778</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Di  tengah masa pandemi covid-19, para petani seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke-19.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Di  tengah masa pandemi covid-19, para petani seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke-19.</p>
<p>Acara berlangsung di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>Namun, pada pergelaran kali ini dilaksanakan t lebih sederhana dan jauh dari hingar bingar dari FLG sebelumnya. Yakni, tanpa dihadiri  ribuan penonton dan juga pengisi  festival kesenian tahunan tersebut  juga lebih sedikit.</p>
<p>Pada acara bertajuk “Donga Slamet Waspada Virus Donya” tersebut diawali dengan prosesi doa dan permohonan izin ke  makam leluhur masyarakat setempat.</p>
<p>Diawali dengan ziarah di Petilasan Gadung Mlati-Tledek Meyek yang ada di dekat masjid dusun setempat. Selain itu juga ke makam Eyang Dipo Drono (cikal bakal Dusun Krandegan) yang ada di dekat Sanggar Cipto Budoyo Sumbing.</p>
<p><strong>Di Atap Rumah</strong></p>
<p>Prosesi doa di makam Eyang Dipo Drono dan Petilasan Gadung Mlati-Tledek Meyek  tersebut dipimpin sesepuh dusun setempat Warijanto. Setelah itu dilanjutkan  pementasan  yakni Topeng Ireng, Lengger, Jarang Kepang (kuda lumping), Beksan Wanara Arga, Jathilan perempuan.</p>
<p>Uniknya, semua kesenian   tersebut dipentaskan bukan di atas sebuah tanah lapang,  melainkan di  atas ‘dak’ atap rumah penduduk yang terbuat dari cor-coran semen. Selain itu di sebuah lahan ladang yang ditanami <em>onclang</em> (daung bawang). Dan, jarak antara tempat pentas yang satu dengan lainnya berjarak sekitar 100 sampai 200 meter.</p>
<p>Keunikan lainnya, yakni poster-poster Festival 5 Gunung yang biasa dibagikan melalui berbagai macam media sosial tersebut, diunggah oleh masing-masing seniman hanya berselang 10 menit sebelum pentas tersebut dimulai.</p>
<p>Sedangkan. Biasanya poster-poster yang ditujukan untuk menarik pengunjung untuk menyaksikan acara tersebut diunggah jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan.</p>
<p>Adapun atap rumah penduduk yang digunakan pentas tersebut yakni rumah milik  Haryoto yang dijadikan panggung utama sekaligus tempat pentas kesenian Lengger, kemudian kesenian Topeng Ireng menggunakan rumah milik Moh Soni.</p>
<p>Sedangkan, kesenian kuda lumping dari kelompok Cahyo Budoyo Sumbing pentas di atas rumah milik Taufik, kesenian <em>jathilan</em> perempuan pentas di atas rumah milik Rodin. Sementara , kesenian  Beksan Wanara Arga pentas di atas ladang tanaman<em> onclang </em>(daun bawang) milik Sugiyarto.</p>
<p>Pentas sejumlah kesenian yang dilakukan di atas atap rumah penduduk tersebut tersebut salah satu upaya dari panita untuk menghindari adanya kerumunan massa selama pentas tersebut berlangsung.</p>
<p>Selain itu, panitia juga menerapkan protokol kesehatan bagi semuanya, yakni wajib memakai masker, dan jaga jarak.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>