<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Erik Ten Hag Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/erik-ten-hag/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2026 07:17:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Erik Ten Hag Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 07:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Tim]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih MU]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Red Devils]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS DIKSI “akhirnya&#8230;” tampak menjadi kesimpulan lazim yang menggambarkan keniscayaan, bahwa seorang pelatih bakal menghadapi kenyataan: cepat atau lambat dia bisa diberhentikan dari pekerjaannya, dari masa kontrak yang kemungkinan masih berjalan atau belum berakhir. Dia berada di posisi rentan, sering dilukiskan sebagai orang yang berjalan di “titian rambut dibelah tujuh”. Apabila bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola">Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-537971 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />DIKSI</strong> “akhirnya&#8230;” tampak menjadi kesimpulan lazim yang menggambarkan keniscayaan, bahwa seorang pelatih bakal menghadapi kenyataan: cepat atau lambat dia bisa diberhentikan dari pekerjaannya, dari masa kontrak yang kemungkinan masih berjalan atau belum berakhir.</p>
<p>Dia berada di posisi rentan, sering dilukiskan sebagai orang yang berjalan di “titian rambut dibelah tujuh”. Apabila bisa menaklukkan tantangan, dia akan berjalan lanjut. Sebaliknya, jika sedikit saja terpeleset dia bakal terpuruk ke kemungkinan terburuk. Dan, itu harus dihadapi setiap saat.</p>
<p>Industri sepak bola profesional dalam kemasan kompetisi liga, menghadirkan kenyataan, betapa hanya kemenangan yang dijadikan perburuan dan “pengakuan”. Hasil seri atau bahkan kalah adalah “kekeliruan”. Seolah-olah dunia kepelatihn berprinsip, “Aku menang maka aku ada&#8230;”</p>
<p>Sosok terbaru yang menemui kesimpulan diksi “akhirnya&#8230;” itu adalah Ruben Amorim. Pada Senin, 5 Januari 2026 dia dipecat oleh manajemen Manchester United di Liga Primer, karena hasil-hasil kurang memuaskan sejak pelatih asal Portugal itu menukangi The Red Devils pada November 2024, menggantikan Erik Ten Hag. Dia didatangkan dari Sporting CP dengan masa kontrak hingga Juli 2027 sebesar 6,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 100 miliar. Karena dia diberhentikan di tengah jalan, MU harus membayar pesangon sisa kontrak sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar.</p>
<p>Ya, akhirnya&#8230; Akhirnya Amorim diberhentikan.</p>
<p><strong>Enam Pelatih</strong><br />
Penggambaran diksi “akhirnya&#8230;”, hingga pekan ke-20 musim ini, sebelum pemecatan Ruben Amorim, dialami oleh lima pelatih di Premier League, liga yang dinilai paling prestisius di dunia itu.</p>
<p>Yang pertama adalah Nuno Espirito Santo. Dia diberhentikan oleh Nottingham Forest pada 9 September 2029. Berikutnya giliran Graham Potter yang di-PHK dari Brighton &amp; Hove Albion. Manajer asal Inggris itu dipecat setelah hanya meraih sekali kemenangan dan empat kali kalah dari lima laga.</p>
<p>Nottingham Forest juga memecat pengganti Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou pada 18 Oktober 2025. Ange, yang pernah menukangi Tottenham Hotspur, hanya bertahan 39 hari setelah gagal menang dalam delapan pertandingan.</p>
<p>Korban selanjutnya adaalah Vitor Pereira. Pelatih asal Portugal itu diberhentikan oleh Wolverhampton Wanderes, setelah hasil delapan kekalahan dan dua imbang dari 10 laga.</p>
<p>Yang cukup mengejutkan, Tahun Baru 2026 menggoreskan kisah muram Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu diberhentikan oleh Chelsea menyusul hasil buruk dalam tujuh pertandingan terakhir, hanya meraih sekali kemenangan. Padahal Maresca membawa The Blues meraih trofi Conference League dan Kejuaraan Dunia Antarkkub FIFA 2025.</p>
<p>Ruben Amorim menjadi manajer keenam yang dipecat ketika musim ini liga memasuki pekan ke-20. Bukan tidak mungkin masih akan ada manajer lain yang menjadi korban sebelum musim berakhir.</p>
<p>Dalam perjalanan MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Amorim adalah manajer kesembilan yang belum juga berhasil mengembalikan stabilitas performa klub. Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick (interim), dan Erik Ten Hag.</p>
<p>Setan Merah makin sulit menemukan orang yang cocok. Semua upaya sudah dicoba, dan Old Trafford bagai diliputi tabir gelap yang makin sulit dibuka oleh para “empu” dengan beragam ilmunya.</p>
<p>Musim ini, pelatih yang oleh Cristiano Ronaldo dijuluki sebagai Sang Penyair &#8212; karena kepiawaiannya bernarasi &#8212; itu membawa MU ke posisi keenam klasemen sementara dari 20 pertandingan Liga Inggris. Musim lalu, dengan menempati posisi ke-15 klasemen liga, MU mencatat hasil terburuk dalam sejarah Liga Primer.</p>
<p>Walaupun punya peluang untuk bersaing di papan atas, manajemen klub memutuskan mengakhiri kontrak pelatih 40 tahun itu setelah hasil seri 1-1 dengan Leeds United di Elland Road, 5 Januari lalu.</p>
<p>Simaklah pernyataan resmi klub ini, “Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Inggris, manajemen klub dengan berat hati mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis di posisi tertinggi di Liga Premier”.</p>
<p>Selama bergabung di Old Trafford, Amorim mendampingi MU di 63 laga, dengan statistik menang 25 kali, seri 15 kali, kalah 23 kali, mencetak 122 gol, dan kemasukan 114. Catatan terbaiknya, dia membawa Pasukan Theatre of Dream ke final Liga Europa 2024, namun kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Konflik dengan Manajemen</strong><br />
Selain hasil-hasil di luar harapan, pemicu utama pemecatan Ruben Amorim diduga adalah pernyataannya yang keras ke manajemen klub. Dia membuat statemen bernada ofensif. Amorim menenegaskan, dia adalah manajer MU, bukan sekadar pelatih. Dia tampak frustrasi dengan rencana belanja pemain di bursa bulan Januari, dan kemungkinan MU tidak mengabulkan permintaan perekrutan pemain yang cocok dengan rencana taktiknya.</p>
<p>“Saya akan melakukan pekerjaan saya, dan setiap departemen, departemen pencari bakat, direktur olahraga, mesti melakukan pekerjaan mereka. Saya melakukan pekrjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan menyaksikannya”.</p>
<p>“Jadi itulah maksud saya. Saya ingin menuntaskan dengan hal itu. Saya tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya. Dan itu akan selesai dalam 18 bulan, dan kemudian orang-orang akan melanjutkan hidup. Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya, bukan menjadi sekadar seorang pelatih,” kata Amorim kepada<em> ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 5 Januari 2026).</p>
<p>Pernyataan itu rupanya membuat manajemen tidak nyaman, dan akhirnya berujung keputusan pemberhentian.</p>
<p>Untuk sementara, MU didampingi Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Fletcher adalah salah satu mantan gelandang The Red Devils yang berasal dari Skotlandia.</p>
<p>Nama Enzo Maresca kini banyak disebut menjadi pengganti Amorim, walaupun semula dispekulasikan sebagai kandidat kuat meneruskan pekerjaan Pep Guardiola di Manchester City. Mengapung pula nama mantan pelatih tim nasional Inggris Gareth Spouthgate, lalu Xavi Hernandez yang pernah menangani Barcelona.</p>
<p>Selain itu, disebut juga pelatih Crystal Palace Oliver Glasner, manajer Aston Villa Unai Emery, dan pelatih Bournemouth Andoni Iraola Sagama. Tak kalah menarik, nama Roberto Mancini mantan arsitek Manchester Biru disebut, dan mantan taktikus Real Madrid Zinedine Zidane.</p>
<p>Pengapungan sejumlah nama seperti itu adalah spekulasi jamak di bursa kepelatihan. Mereka adalah orang-orang yang berada di lingkaran kehidupan penuh risiko, dengan dua kemungkinan.</p>
<p>Bukankah, seperti halnya Ruben Amorim, mereka adalah “seniman” yang harus selalu siap berhadapan dengan keniscayaan: disanjung, atau tenggelam?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola">Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Penyair di Teater Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Carrick]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ralf Rangnick]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Giggs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445480</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kata-katanya tertata/ seperti baris-baris puisi/ yang menyihir semua/ inikah mantra yang ditunggu/ untuk meniupkan semangat/ mengembalikan aura?// (Sajak &#8220;Sang Penyair&#8221;, 2024) SANG Penyair. Begitulah Cristiano Ronaldo menyebut Ruben Filipe Marquez Amorim, yang pekan lalu resmi diumumkan sebagai suksesor Erik Ten Hag di Old Trafford, dan Senin lusa akan memulai pekerjaannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian">Sang Penyair di Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-445483 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kata-katanya tertata/ seperti baris-baris puisi/ yang menyihir semua/ inikah mantra yang ditunggu/ untuk meniupkan semangat/ mengembalikan aura?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Sang Penyair&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>SANG</strong> Penyair. Begitulah Cristiano Ronaldo menyebut Ruben Filipe Marquez Amorim, yang pekan lalu resmi diumumkan sebagai suksesor Erik Ten Hag di Old Trafford, dan Senin lusa akan memulai pekerjaannya.</p>
<p>Pelatih Sporting CP Lisbon yang berusia 39 tahun &#8212; hanya beberapa pekan lebih tua dari Ronaldo &#8212; itu, menjadi deret kesekian manajer yang membesut Manchester United setelah Alex Ferguson pensiun pada 2013.</p>
<p>Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick, hingga Erik Ten Hag.</p>
<p>Dan, belum satu pun di antara nama-nama itu yang mampu mengembalikan stabilitas performa Setan Merah ke wilayah elite Liga Primer, dan apalagi Eropa.</p>
<p>Van Gaal memberi Piala Liga, Mourinho mempersembahkan gelar juara Liga Europa dan sempat berada di urutan kedua klasemen liga, sedangkan Ten Hag mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga (Piala Carabao), namun itu belum cukup memosisikan Pasukan Theater of Dream ke habitat elite di era Sir Alex.</p>
<p>PemilIhan Amorim bisa dibilang mengejutkan, setelah manajemen MU menimbang sejumlah nama yang beredar. Antara lain yang semula menguat adalah Zinedine Zidane, Graham Potter, Ruud van Nistelrooy, dan Xavi Hernandez.</p>
<p>Dari CV-nya, Amorim berhasil membawa Sporting CP sebagai klub yang bangkit dan tampil cukup stabil di Liga Portugal. Dia dua kali memberi trofi juara yang sudah 20 tahun dirindukan.</p>
<p>Amorim memberi akhir mengesankan bagi Sporting, yang mengalahkan Manchester City 4-1 di Liga Champions. Namun dia segera mengingatkan agar tidak mengaitkan hasil itu dengan gambaran permainan MU nanti. Dia akan memulai kiprah kompetisi dengan membawa Setan Merah ke laga tandang melawan Ipswich Town, 24 November mendatang.</p>
<p>Pilihan manajemen MU mendarangkan Amorim juga seperti ikhtiar, untuk merekatkan kembali &#8220;harmoni&#8221; antara MU dengan klub Portugal tersebut. Sebelumnya, Alex Ferguson sukses membawa salah satu produk Sporting, Cristiano Ronaldo ke Old Trafford pada 2003, yang belakangan menjadi legenda klub.</p>
<p><strong>Pribadi Supel</strong><br />
Mengapa Ruben Amorim disebut sebagai Sang Penyair?</p>
<p>Pakar sepak bola Portugal, Marcus Alves menilai, Amorim adalah pribadi yang supel dan mudah berbaur dengan pemain-pemain lain.</p>
<p>Alves mencatat, Ronaldo memberi predikat itu, karena kata-kata motivasi Amorim &#8212; yang 14 kali memperkuat tim nasional Portugal &#8212; bisa membakar semangat rekan-rekannya.</p>
<p>Dan, sosok seperti itulah yang akan menjadi pemimpin kesekian dalam &#8220;spekulasi&#8221; keputusan manajemen MU, yang sejak 2013 belum menemukan figur tepat untuk menggantikan Sir Alex.</p>
<p>&#8220;Saya bersedia ke MU untuk menghindari zona nyaman,&#8221; kata Amorim yang diikat The Red Devils sampai 2027, mulai 11 November 2024, dengan opsi perpanjangan setahun. Dia akan dikontrak dengan gaji Rp 170 miliar.</p>
<p>Amorim tak bisa menunggu hingga musim berakhir, karena MU membutuhkan nakhoda baru di pertengahan periode ini. Boleh dikatakan, MU &#8220;membajak&#8221; manajer Sporting tersebut, dan keputusan Amorim itu adalah salah satu yang disesali fans mereka.</p>
<p><strong>Sudah Terlalu Lama</strong><br />
Tentu fleksibilitas dan kemampuan Amorim dalam memotivasi akan menjadi modal tersendiri di tengah berbagai elemen kebutuhan MU untuk bangkit dalam stabilitas permainan. Fans MU sudah bersabar terlalu lama, justru ketika tetangga mereka, Manchester City kini menjadi kekuatan utama Liga Primer dan salah satu klub besar Eropa dengan sosok pelatih genius Pep Guardiola.</p>
<p>Mikael Arteta di Arsenal, Arne Slot di Liverpool, Hansi Flick di Barcelona, atau Enzo Maresca bersama Chelsea adalah sebagian contoh transisi suksesi yang memberi harapan dan langsung &#8220;klik&#8221; dengan performa klub.</p>
<p>Lalu apakah Ruben Amorim akan menjadi figur yang tepat untuk menghela kebangkitan MU dari kondisi sekarang?</p>
<p>Pembaruan manajemen klub dengan kepemilikan saham yang baru, Sir Jim Ratchcliffe sudah berlangsung. Pembelian pemain sesuai yang diminta Erik Ten Hag juga sudah dilakukan. Apakah nanti pada jendela transfer bulan Januari 2025, Ruben Amorim juga diberi ruang untuk merekrut sejumlah pemain sesuai kebutuhan taktiknya?</p>
<p><strong>Bukan Revolusi</strong><br />
&#8220;Bedah jantung&#8221; yang dikehendaki Ralf Rangnick beberapa waktu lalu, bagaimanapun adalah formula yang sebenarnya belum jelas: seperti apa konsepnya?</p>
<p>Gambaran tentang sebuah revolusi tampaknya tidak akan berlangsung di era Amorim. Kemungkinan dia membutuhkan sejumlah amunisi baru, bisa diprediksi; namun untuk berlangsungnya perubahan ekstrem tidak akan dia lakukan. Dia bakal melakukan penyegaran dari sisi pendekatan motivasi di ruang ganti, skema taktik dalam formasi yang dia yakini, dan filosofi.</p>
<p>Mungkin gerak perubahan Amorim di MU berbeda dari langkah Juergen Klopp ketika pada 2016 berlabuh di Liverpool dan dia bawa filosofi gegenpressing, atau Pep Guardiola yang mendoktrinkan possession football ala Barcelona dan sekarang menjadi &#8220;wajah&#8221; Manchester City.</p>
<p>Yang jelas, ketika tak sedikit fans Sporting CP marah karena pelatih idolanya berpindah klub di tengah musim, maka pada sisi sebaliknya suporter MU akan membuka babak baru harapan.</p>
<p>MU akan memulai era penyegaran, tentu dengan spekulasi baru. Siapa tahu, siapa tahu; dan menguatkan chemistry antara para penggawa Teater Impian dengan daya imajinasi Sang Penyair dari Lisbon&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>,<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian">Sang Penyair di Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Tersisakah Cahaya Merah di Langit Manchester?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/23/tak-tersisakah-cahaya-merah-di-langit-manchester</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2023 10:28:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=369457</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak semudah itu kau temukan titik/ penanda kebangkitan/ dengan orang yang tepat/ dengan momen yang terancang/ waktukah yang akan berpihak/ di cercah cahaya yang tiba?// (Sajak “Muram Merah Langit Cahaya”, 2023) “OH, hampir. Hampir&#8230; Harus bersabar lagikah kami?” Begitulah, diksi “hampir” seperti sah menghampiri Manchester United di tangan sosok pelatih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/23/tak-tersisakah-cahaya-merah-di-langit-manchester">Tak Tersisakah Cahaya Merah di Langit Manchester?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-369143 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak semudah itu kau temukan titik/ penanda kebangkitan/ dengan orang yang tepat/ dengan momen yang terancang/ waktukah yang akan berpihak/ di cercah cahaya yang tiba?//</em><br />
<strong>(Sajak “Muram Merah Langit Cahaya”, 2023)</strong></p>
<p>“<strong>OH</strong>, hampir. Hampir&#8230; Harus bersabar lagikah kami?”</p>
<p>Begitulah, diksi “hampir” seperti sah menghampiri Manchester United di tangan sosok pelatih yang dianggap mampu memberi asa sentuhan magis, Erik ten Hag.</p>
<p>Dengan raihan Piala Liga dan posisi keempat klasemen liga 2022-2023, dia membuncahkan harapan bakal membawa Setan Merah ke performa lebih baik pada musim 2023-2024.</p>
<p>Seperti itukah yang betul-betul terjadi?</p>
<p>Arsenal melaju kencang. Liverpool tampak memulih dari gangguan inkonsistensi di pengujung musim, sedangkan Manchester City makin menegaskan stabilisasi posisi. Dan, MU malah memulai musim dengan ketersendatan yang meremas mental.</p>
<p>Terakhir, pekan lalu, Bruno Fernandes dkk kalah telak 1-3 dari tim yang sejauh ini sangat impresif di Liga Primer, Brighton and Hove Albion. Lagi-lagi, seperti musim lalu, MU kalah di Old Trafford dari tim yang sama. Padahal sebelum ini mereka mengukir catatan istimewa: tak pernah kalah dalam 20 laga di stadion berlabel Teater Impian itu.</p>
<p>Maka kisah rumit suksesi pun terasa menjadi makin memanjang. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, hingga sekarang sosok tepat penggantinya belum ditemukan. Erik ten Hag adalah “penemuan” kesekian setelah serentet “daftar gagal”, mulai dari David Moyes, Ryan Giggs, Jose Mourinho, Louis van Gaal, Ole Gunnar Solksjaer, Michael Carrick, hingga Ralf Rangnick.</p>
<p>Ten Hag dipandang punya elemen-elemen kecocokan. Hasil musim lalu jelas menjadi ukuran harapan. Dia juga menunjukkan sifat diktatoral, yang tak jarang menegaskan betapa karakter itu merupakan bagian dari kebutuhan kehadiran “pemimpin” di klub dengan tradisi sebesar MU. Hubungan dengan Cristiano Ronaldo, David de Gea, Harry Maguire, dan belakangan Jadon Sancho menjadi cermin Ten Hag tidak silau oleh nama besar.</p>
<p>Kebijakan transfernya memang masih akan diuji oleh perjalanan waktu. Kehadiran Anthony, Lisandro Martinez, Alejandro Garnacho, dan Casemiro memberi suasana kecocokan dalam racikan taktik. Yang masih harus dinanti adalah perkembangan striker asal Denmark, Rasmus Hojlund dan kiper Kamerun Andre Onana yang banyak disorot.</p>
<p>Ten Hag sudah mulai pula memercayai <em>midfielder</em> belia berdarah Tunisia, Hannibal Mejbri yang mencetak gol indah ke gawang Brighton.</p>
<p><strong>Start Terburuk</strong><br />
MU belum pernah <em>start</em> seburuk ini di awal musim. Dari lima laga, dua kali menang atas Wolverhampton dan Nottingham Forest. Tiga laga kalah, dari Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Brighton. Di Liga Champions, kekalahan 3-4 dari Bayern Muenchen melengkapi September sebagai “bulan kelabu”.</p>
<p>Dari tiga laga melawan Arsenal, Brighton, dan Bayern, MU kebobolan 10 gol. Jumlah itu menunjukkan di sektor pertahanan dan kiper ada masalah serius. Suksesor David de Gea, Andre Onana yang direkrut dari Internazionale Milan ikut menjadi titik lemah dengan sejumlah <em>blunder</em>-nya, termasuk ketika kalah 3-4 dari Bayern Muenchen.</p>
<p>Lalu apa yang sesungguhnya terjadi dengan MU?</p>
<p>Dari performa akhir musim 2022-2023, seharusnya The Reds Devils tampil lebih percaya diri. Di tangan Ten Hag, yang disebut sebagai sosok tepat, MU banyak dilabeli status sebagai penantang serius bagi City, Arsenal, dan Liverpool.</p>
<p>Nyatanya, penampilan mereka pada awal musim malah di luar perkiraan. <em>Start</em> buruk itu bisa mempengaruhi psikologi bersaing dengan kekuatan-kekuatan tradisi Liga Primer.</p>
<p>Lalu apakah kehadiran Ten Hag tetap belum menjanjikan harapan untuk mengurai keadaan?</p>
<p>Bahkan ada analis yang memperkirakan, pelatih asal Belanda itu akan dipecat lebih cepat ketimbang taktikus Chelsea Mauricio Pochettino. Baik Ten Hag maupun Poch sama-sama bertanggung jawab atas tugas membangkitkan kepercayaan diri klub yang sedang compang-camping dalam konfidensi. Artinya, problem awal musim ini berpotensi menjalar sebagai kemelut rumit MU.</p>
<p>Legenda MU asal Bulgaria, Dimitar Berbatov melihat dari sisi yang lain, yakni maju &#8211; mundur suksesi kepemilikan dari keluarga Glazer ke Syekh Jassim atau Sir Jim Ratcliff. Kondisi itu secara psikologis merefleksi ke dalam stabilitas performa tim. Sedangkan Rio Ferdinand, salah satu bek legendaris Setan Merah mengingatkan pernyataan yang pernah disampaikan oleh Ralf Rangnick, pelatih MU sebelum Ten Hag, bahwa timnya tidak memerlukan obat. “Yang dibutuhkan adalah bedah jantung,” ucapnya (<em>detik.com</em>, 19/9).</p>
<p>Artinya, MU harus kembali membangun kehidupannya. Tak cukup hanya minum obat untuk menyembuhkan penyakit.</p>
<p>Dalam konstelasi persaingan di liga, pertunjukan awal MU akhirnya malah seperti memberi jalan lapang kepada City. The Citizens pun serasa mempertegas dominasi sebagai kekuatan utama Manchester sekaligus Liga Primer. Pada sisi lain, kebangkitan Arsenal juga makin dilempangkan.</p>
<p>Jika kekuatan-kekuatan itu semakin terkonsolidasi, ditambah Newcastle United dan Brighton yang sedang membangun kemapanan, bukankah MU bakal makin susah untuk mendapatkan ruang mengurai persoalan?</p>
<p>Dan, cercah cahaya itu, bakal makin lamakah datang untuk menerangi merah langit Manchester yang kini pekat membiru? Tak tersisakah cahaya merah untuk anak-anak Erik ten Hag?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> ==</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/23/tak-tersisakah-cahaya-merah-di-langit-manchester">Tak Tersisakah Cahaya Merah di Langit Manchester?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Visi Ten Hag di antara Keluarga Glazer dan Syekh Jassim</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/08/visi-ten-hag-di-antara-keluarga-glazer-dan-syekh-jassim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 10:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Andre Onana]]></category>
		<category><![CDATA[Declan Rice]]></category>
		<category><![CDATA[eluarga Glazer]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[harry-kane]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Setan Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Jim Ratcliffe]]></category>
		<category><![CDATA[Syekh Jassim Al Thani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=350491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seberapa lama dia harus menunggu/ hingga datang kepastian/ tentang penguasa istana ini/ yang akan memberi titah/ siapa saja pujangga yang pantas didatangkan&#8230;// (Sajak “MU, dalam Penantian”, 2023) DECLAN Rice, Andre Onana, dan Harry Kane. Setidak-tidaknya tiga nama ini akan “menjelaskan”, apakah musim 2023-2024 lebih bersahabat atau tidak dengan Erik ten [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/08/visi-ten-hag-di-antara-keluarga-glazer-dan-syekh-jassim">Visi Ten Hag di antara Keluarga Glazer dan Syekh Jassim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-350500 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seberapa lama dia harus menunggu/ hingga datang kepastian/ tentang penguasa istana ini/ yang akan memberi titah/ siapa saja pujangga yang pantas didatangkan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “MU, dalam Penantian”, 2023)</strong></p>
<p><strong>DECLAN Rice</strong>, Andre Onana, dan Harry Kane. Setidak-tidaknya tiga nama ini akan “menjelaskan”, apakah musim 2023-2024 lebih bersahabat atau tidak dengan Erik ten Hag.</p>
<p>Proyeksinya, akan berpihakkah semesta sepak bola kepada sang taktikus, jika melihat capaian Manchester United pada musim 2022-2023?</p>
<p>Meraih tiket Liga Champions dan membendaharakan Piala Liga, bagaimanapun adalah pelepas dahaga dari serangkaian periode buruk MU pascapensiun Alex Ferguson pada 2013.</p>
<p>Dalam visinya, Ten Hag tinggal menambal celah yang diyakini bakal mempersolid kinerja Bruno Fernandes cs.</p>
<p>Nyatanya, visi penguatan itulah yang justru bisa membalik keadaan. Bila sampai memasuki bursa transfer menjelang musim bergulir belum ada kepastian alih kepemilikan MU, pelatih asal Belanda itu akan gigit jari. Takkan ada perubahan!</p>
<p>Dari tangan Keluarga Glazer, Setan Merah disebut-sebut akan beralih ke investor baru. Bisa pengusaha Inggris Sir Jim Ratcliffe, atau taipan Qatar Syekh Jassim Al Thani. Kalau suksesi kepemilikan belum <em>deal</em>, keterhambatan gerak di bursa transfer akan memengaruhi visi penyegaran skema kekuatan.</p>
<p>Bukankah MU sudah tersalip oleh Arsenal dalam perburuan Declan Rice? Padahal “permata” West Ham United itu dipandang sebagai solusi bagi penguatan lini tengah Manchester Merah.</p>
<p>Inikah tanda-tanda awal bahwa rencana besar Ten Hag bakal “ambyar”?</p>
<p><strong>Tiga Sektor</strong><br />
Ten Hag sudah mematok rencana penting memperkuat daya saing Manchester Merah. Dari sektor kiper, gelandang, hingga striker.</p>
<p>Ikatan kerja David de Gea akhirnya tidak diperpanjang. Tidak ada sepakatan harga dalam negosiasi kontrak baru. Padahal peraih Golden Glove 2023 ini sudah 12 musim menyatu dengan irama MU. Terlepas dari sejumlah blunder yang dibuat, kinerja kiper asal Spanyol ini diakui vital, namun Ten Hag mengingini tipe kiper yang bisa menjadi bagian konstruksi serangan dari bawah, seperti gaya Ederson Moraes di Manchester City.</p>
<p>Dia terpincut sejumlah nama mahal. Yang utama Andre Onana, kiper Kamerun andalan Internazionale Milan. Juga sempat Jordan Pickford, kiper nomor satu Inggris yang menjadi benteng Everton, Diogo Costa (Porto), David Raya (Brentford), Bart Verbruggen (Anderlecht), hingga Yan Sommer (Bayern Muenchen).</p>
<p>Untuk lini tengah, operasi memboyong Mason Mount dari Chelsea beres paling awal. Hanya, tak sedikit yang sangsi, apakah Mount bisa menjadi pembeda di tengah stok Fernandes, Christian Eriksen, Casemiro, dan Scott McTominay? Kehadiran Mount diperkirakan menyisihkan Fred, gelandang tengah yang pada 2024 habis kontrak.</p>
<p>Penyegaran lini serang? Biayanya lebih besar. Visi perekrutan Harry Kane dari Tottenham Hotspur, agaknya tak terealisasi. Kane lebih dekat ke Bayern Muenchen.</p>
<p>Sulit pula mewujudkan opsi kedua: striker Napoli Victor Osimhen yang jadi rebutan klub-klub besar. Rasmus Hojlund (Atalanta), Evan Ferguson (Brighton), atau Benjamin Sesko (RB Leipzig) pun masih tanda tanya.</p>
<p>Ten Hag berkesimpulan, Anthony Martial dan Antony tidak menutup kebutuhan keganasan lini depan. Alejandro Garnacho masih butuh waktu berkembang seiring dengan usianya. Yang diandalkan hanya Marcus Rashford, ketika Wout Weghorst, Amad Diallo, dan Anthony Elanga bukan gantungan untuk bersaing di level kebutuhan ideal.</p>
<p>Realitas kekurangtajaman barisan penyerang masih ditambah kisah ketidakmaksimalan performa Jadon Sancho, sayap yang semula diproyeksikan sebagai monster MU. Sancho yang gemilang bersama Borussia Dortmund, malah melempem di Old Trafford.</p>
<p><strong>Syekh Jassim</strong><br />
Andai Syekh Jassim bin Jaber al-Thani jadi mengambil alih mayoritas saham MU, persoalan bakal berbeda.</p>
<p>Pada sisi lain, dipastikan kiprah para pengusaha Timur Tengah akan makin memberi warna di Liga Primer.</p>
<p>Manchester City sukses menguatkan superioritas di hadapan United berkat investasi Syekh Mansour al-Sulaimany dari Uni Emirat Arab. Dia mendirikan City Football Group. Target menjadi penguasa Eropa sudah berhasil dicapai berkat kolaborasinya dengan pelatih genius Pep Guardiola.</p>
<p>Musim kemarin, Newcastle United juga bangkit signifikan. The Magpies merangsek ke pelataran elite Liga Primer. Investornya tidak tanggung-tanggung: Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi lewat Public Investment Fund.</p>
<p>Investasi Arab telah lebih dahulu merambah Liga Prancis. Paris St Germain dikucuri dana bagai tak terbatas dari taipan Qatar, Syekh Nasser Al-Khelaifi. Pembelian bintang-bintang dunia dari musim ke musim menegaskan dominasi PSG di Ligue 1, walaupun ambisi menaklukkan Eropa hingga sekarang belum mewujud.</p>
<p>Fans MU di seluruh dunia menanti penyatuan visi antara pemilik baru dengan Erik ten Hag untuk mengembalikan posisi Setan Merah dalam konstelasi Liga Primer dan Eropa. Juga secara psikologis keluar dari kondisi inferioritas karena sekarang tercekam bayangan “tetangga yang berkuasa”, Manchester City.</p>
<p>Siapa pun yang nanti mengakuisisi MU dari tangan Keluarga Glazer, ditunggu oleh fans dengan tema: memenuhi kebutuhan kebangkitan. <em>Passion</em> penguatan klub tinggal menunggu siapa penguasa Istana Old Trafford yang berikut.</p>
<p>Momen itu juga akan menjawab, bersahabatkah atmosfer musim ini dengan angan, ide, dan langkah progresif Erik ten Hag?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/08/visi-ten-hag-di-antara-keluarga-glazer-dan-syekh-jassim">Visi Ten Hag di antara Keluarga Glazer dan Syekh Jassim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seberapa Dingin Tangan Mereka di Pusaran Pembangkitan?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/03/seberapa-dingin-tangan-mereka-di-pusaran-pembangkitan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jun 2023 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Mauricio Pochettino]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[piala fa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=341764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kepada siapa nasib memihak?/ di titik waktu yang sama/ memberi rasa yang tak sama/ ini hariku/ esok mungkin harimu&#8230;// (Sajak &#8220;Meretas Nasib&#8221;, 2023) SEBERAPA dingin tangan-tangan mereka di pusaran pembangkitan? Pusaran nasib memberi tempat yang berbeda-beda kepada para peracik taktik klub sepak bola. Erik Ten Hag memang “hanya” mengantar Manchester [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/03/seberapa-dingin-tangan-mereka-di-pusaran-pembangkitan">Seberapa Dingin Tangan Mereka di Pusaran Pembangkitan?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-341766 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kepada siapa nasib memihak?/ di titik waktu yang sama/ memberi rasa yang tak sama/ ini hariku/ esok mungkin harimu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Meretas Nasib&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SEBERAPA</strong> dingin tangan-tangan mereka di pusaran pembangkitan?</p>
<p>Pusaran nasib memberi tempat yang berbeda-beda kepada para peracik taktik klub sepak bola.</p>
<p>Erik Ten Hag memang “hanya” mengantar Manchester United meraih tiket Liga Champions, plus sukses meraih Piala Carabao (Piala Liga), dan 6 Juni nanti masih menguji tangan dingin melawan Manchester City di final Piala FA; namun simaklah: capaian itu cukup memberi isyarat kebangkitan bagi MU, yang dalam beberapa musim mengalami kebuntuan untuk kembali ke habitat sepatut nama besarnya.</p>
<p>Dalam deret harapan, terdapat pula Mikel Arteta, yang mengantar Arsenal ke tangga kedua klasemen Liga Primer. Lantaran inkonsistensi di laga-laga menentukan, Meriam London gagal menjadi pemuncak yang kemudian diambil alih Manchester City.</p>
<p>Pun, jangan abaikan Eddie John Frank Howe. Dia mendampingi kebangkitan Newcastle United untuk bercokol di urutan keempat di bawah City, Arsenal, dan MU; satu strip di atas Liverpool dan dua trap dari Brighton. Lolos ke Liga Champions adalah bukti Newcastle bakal meramaikan persaingan elite Liga Primer. Di bawah manajemen berkucur dana, Muhammed bin Salman dengan Public Investment Fund-nya, The Magpies diperkirakan bakal menjadi-jadi karena punya modal kuat membeli pemain.</p>
<p>Satu lagi, Roberto De Zerbi memberi suguhan berkualitas lewat impresivitas Brighton &amp; Hove Albion. Menembus papan atas klasemen, memosisikan pelatih asal Italia itu sebagai sosok spesial yang berderet dengan Arteta, Ten Hag, dan Howe.</p>
<p>Jalan nasib kuartet taktikus itu berkebalikan dengan Graham Potter dan Frank Lampard di Stamford Bridge. Chelsea tiba-tiba mandek, anjlok sedemikian rupa. Peringkat ke-12 jelas bukan gambaran nama besar klub yang pernah malang melintang itu.</p>
<p>Pergantian kepemilikan dari Roman Abramovich ke Tim Boehly tidak menyegarkan perjalanan manajemen, justru mempurukkan The Blues ke kompleksitas problem. Potter dan Lampard tak mampu mengurai. Ketika Mauricio Pochettino, yang identik dengan Tottenham Hotspur dan sempat “singgah” di Paris St Germain didatangkan, akankah nadi kebangkitan Chelsea terdenyutkan?</p>
<p><strong>Proyeksi Ten Hag</strong><br />
“Ini baru awal,” tutur Erik Ten Hag merespons hasil musim pertamanya di Old Trafford. Setahun silam, Setan Merah gagal lolos ke Liga Champions. Musim ini, dari 33 laga kandang di semua <em>event</em> Manchester Merah menang 27 kali. Sisanya empat kali imbang dan dua kali kalah. Hanya Brighton dan Real Sociedad yang bisa menundukkan MU di Theater of Dream.</p>
<p>Dia mampu menyamai rekor sang legenda, Alex Ferguson, yang punya catatan serupa pada 2002-2003 dengan 27 kemenangan, empat seri, dan dua kalah, dari Bolton Wanderers serta Real Madrid.</p>
<p>MU era Sir Alex membukukan 81 gol, sedangkan MU Ten Hag 69 gol. Dalam pertahanan Ten Hag lebih baik dengan hanya kemasukan 20 gol.</p>
<p>Pada awal musim, MU terseok-seok, seolah-olah meneruskan kondisi musim lalu. Stadion Old Trafford bagai kehilangan daya magisnya. Kini Ten Hag menyebut kemajuan-kemajuan itu sebagai modal untuk kembali ke habitat MU yang sesungguhnya.</p>
<p>Suasana hati Ten Hag dan MU berkebalikan dengan kondisi Chelsea, yang mengarungi musim terburuk. Klub dengan tradisi kuat itu hanya menduduki 12 besar, tanpa gelar, dan seperti “lupa cara untuk menang”.</p>
<p>Psikologi pergantian pemilikkah yang menjadi salah satu biang keterpurukan Pasukan Stamford Bridge?</p>
<p>Belanja pemain muda dengan harga-harga tinggi, dan empat kali ganti manajer, belum mampu menepis kemuraman. Frank Lampard, sang legenda kehilangan cara membangkitkan klubnya. Hingga akhir musim, dia hanya mencatatkan sekali menang, dua kali seri, dan enam kali kalah.</p>
<p><strong>Bertumpuk Masalah</strong><br />
Berbeda dari optimisme Ten Hag untuk MU, Lampard mengingatkan kepada sang pelatih baru, Mauricio Pochettino, betapa pelik masalah yang dihadapi Chelsea. Dari situs resmi klub, <em>detik.com</em> menyajikan lengkap “curhat” Super Lampard, “Biarkan manajemen kepelatihan nanti bekerja untuk menciptakan identitas yang solid di dalam tim. Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan masalah standar mungkin terdengar sederhana, tetapi itu yang menjadi masalah tim ini, dan tidak bisa diselesaikan dalam semalam&#8221;.</p>
<p>Tak sekali dua kali Lampard menghardik para pemain Chelsea. Menurut dia, para pemain harus bertanggung jawab atas hasil di lapangan, karena semangat juang dan hasrat mau menang yang tak terlihat.</p>
<p>Dia melihat standar kolektif pemain telah menurun, sehingga tidak bisa bersaing di level tertinggi dan bermain cepat ala Liga Inggris. Setiap tim hebat harus saling bersama di ruang ganti, harus vokal, harus berkompetisi, dan bersaing demi mendapatkan tempatnya di skuad.</p>
<p>Chelsea sekarang, katanya, terlalu gemuk dengan pemain-pemain yang kecewa karena beragam alasan. “Saya bisa jujur tentang hal itu, karena ini adalah pertandingan terakhir saya. Saya mungkin tidak akan sering melihat beberapa dari mereka lagi,” ujarnya.</p>
<p>Ruang dinamis pembangkitan tim-tim sepak bola memang selalu menyertakan kisah dengan segala “local colour”-nya. Sebuah klub tidak mudah bertahan di level yang sama. Dan, pasti ada dinamika, selain konsistensi internal juga “rongrongan” kekuatan-kekuatan yang tak henti bergerak sebagai realitas objektif kompetisi.</p>
<p>Arsenal, MU, Newcastle, dan Brighton sedang dalam api <em>up-trend</em>. City masih di orbit atas. Sedangkan Liverpool dan Chelsea disibukkan ikhtiar pembangkitan. Ada kisah, ada romantika, dan bukankah semua bergerak untuk menemukan jalan masing-masing?</p>
<p>Di balik itu, ada tangan-tangan yang menguji peruntungan, dari yang “dingin” hingga yang “panas”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/03/seberapa-dingin-tangan-mereka-di-pusaran-pembangkitan">Seberapa Dingin Tangan Mereka di Pusaran Pembangkitan?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka Berdiri di Tubir “Killing Field”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/23/mereka-berdiri-di-tubir-killing-field</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2023 03:16:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[Antonio Conte]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mouringo]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Southampton]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tottennham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=324314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS MEREKA paham berdiri di tubir jurang. Mereka sadar berdiri di batas keselamatan dan keterpurukan. Mereka berdiri di panggung kejayaan atau keterbenaman. Hasil dan proses berada di aras yang berbeda&#8230; Bahkan nama besar pun bukan jaminan kesuksesan. Bahkan jam terbang pun bukan garansi pemaksimalan pengalaman. Nasibkah yang rupanya lebih berkuasa memilih “permainan”: [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/mereka-berdiri-di-tubir-killing-field">Mereka Berdiri di Tubir “Killing Field”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-324330 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />MEREKA</strong> paham berdiri di tubir jurang. Mereka sadar berdiri di batas keselamatan dan keterpurukan. Mereka berdiri di panggung kejayaan atau keterbenaman. Hasil dan proses berada di aras yang berbeda&#8230;</p>
<p>Bahkan nama besar pun bukan jaminan kesuksesan.</p>
<p>Bahkan jam terbang pun bukan garansi pemaksimalan pengalaman.</p>
<p>Nasibkah yang rupanya lebih berkuasa memilih “permainan”: kau akan meraih kebahagiaan, atau kau terjebak di “ladang pembantaian”?</p>
<p>Bagi para pelatih, kompetisi liga &#8212; di negara mana pun – serasa bagai “killing field” yang menderetkan antrean: siapa lagi yang berada di daftar giliran?</p>
<p>Dari fakta teranyar musim 2022-2023 ini, sembilan pelatih sudah menjadi “pesakitan” yang tervonis gagal di pentas Liga Primer, sejauh ini.</p>
<p>Manajemen sembilan klub memastikan: para arsitek itu sudah tak bisa diharapkan memperbaiki keadaan. Dengan kata lain, klub butuh penyegaran untuk bangkit dari gejala-gejala kebuntuan.</p>
<p>Pemecatan pun menjadi konsekuensi pilihan, yang para pelatih paham benar tentang keniscayaan itu. Seorang taktikus ibarat meniti buih, bagai menapak di titian serambut dibelah tujuh&#8230;</p>
<p>Risiko itu tak memilih-milih nama. Pelatih sekaliber Juergen Klopp berada di kemungkinan serupa, sama dengan yang pernah dialami Louis van Gaal, Jose Mourinho, juga Thomas Tuchel.</p>
<p>Sembilan nama ini tak luput dari realitas “liga killing field”: antara tuntutan dan hasil, antara harapan dan keterbantingan. Sebutlah mulai dari Scott Parker (Bournemouth), Thomas Tuchel (Chelsea), Bruno Lage (Wolverhampton), Stevan Gerard (Aston Villa), Ralph Hasenhuttl (Southampton), Frank Lampard (Everton), Jesse Marsch (Leeds United), Nathan Jones (Southampton), dan Patrick Vieira (Crystal Palace).</p>
<p>Pun, bukan tidak mungkin kini sedang menunggu palu sikap manajemen: Juergen Klopp (Liverpool), Antonio Conte (Tottenham Hotspur), dan Graham Potter (Chelsea). Conte bahkan “mempercepat proses” penglepasan setelah situasi emosional yang kurang terkontrol setelah bermain imbang 3-3 melawan Southampton, 18 Maret lalu. Manajer asal Italia itu marah-marah kepada pemain dan menyinggung soal mentalitas klub.</p>
<p><strong>“Chemistry”</strong><br />
Reputasi dan pengalaman seorang pelatih memang “berbicara”, namun ada faktor lain yang tak kalah penting: <em>chemistry</em>.</p>
<p>Dulu, siapa yang mengira Sir Alex Ferguson mampu mengangkat Manchester United ke level setinggi itu, dalam rentang sepanjang itu? Butuh waktu lama dari 1986 untuk menuai hasil mulai 1990, dan setelah itu tirai pencapaian pun terbuka.</p>
<p>Arsene Wenger juga punya “titik pertemuan hati” dengan Arsenal, berikutnya Mourinho dengan Chelsea, Pep Guardiola dengan Manchester City, dan Juergen Klopp dengan Liverpool.</p>
<p>“Rekatan kimiawi” bukan sesuatu yang mudah dikuantifikasi dengan pendekatan semata-mata keterukuran teknis, melainkan juga rekatan hati dan rasa, atau kondisi kehabitatan tentang “cocok” atau “tidak cocok”.</p>
<p>Maka kini kita menunggu proses dan hasil akhir: apakah Mikael Arteta memang figur yang tepat menggantikan Wenger? Apakah pula Eric ten Hag menjadi sosok yang tertakdirkan menghuni istana Fergie?</p>
<p>Bahwa pelatih sadar berada di batas tipis kesuksesan dan keterpurukan, itu adalah konsekuensi “hukum manajerial”. Mereka orang-orang tersaring yang paham tentang pilihan jalan dengan segala “hantu” risikonya.</p>
<p>Apakah profesionalisme tak mengenal hati dan rasa? Klopp, misalnya. Pelatih asal Jerman itu mampu mengangkat Liverpool ke level kejayaan pada 2019 setelah tiga dekade terempas dari percaturan elite, namun apakah sosok yang nyata-nyata telah membawa perubahan itu tergaransi dari keniscayaan pemecatan karena keterpurukan Jordan Henderson dkk pada musim ini?</p>
<p>Hati dan rasa, di alam profesional, boleh jadi dimaknai hanya dari parameter capaian. Acapkali, proses yang membentuk karakter &#8212; seperti <em>tiki-taka</em> atau <em>gegenpressing</em> &#8212; terabaikan ketika belum memberi trofi sebagai bukti.</p>
<p>Terkadang sesimpel itu kita mengartikulasikan profesionalisme. Berdiri dengan satu kaki di wilayah puja-puji, satu kaki lainnya di teritori pemecatan dan caci-maki; setiap saat bisa tercebur di ladang pembantaian yang seolah-olah tak kenal perasaan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/23/mereka-berdiri-di-tubir-killing-field">Mereka Berdiri di Tubir “Killing Field”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setan Merah Mulai Kembali &#8220;Memerah&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/04/setan-merah-mulai-kembali-memerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 10:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Casemiro]]></category>
		<category><![CDATA[Christian Erikssen]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[erling Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Lisandro Martinez]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=319590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tiupkan semangat/ untuk kembali ke habitat/ kalian ada karena kemenangan/ kalian menguap lantaran kekalahan/ hadirlah di ruang kemuliaan/ jadikan semua tempat teater impian&#8230;// (Sajak &#8220;Tradisi Setan Merah&#8221;, 2023) BENAR-BENARKAH Manchester Merah telah kembali &#8220;memerah&#8221;? Carabao Cup alias Piala Liga 2023 telah diraih, pekan lalu. Cukupkah trofi kasta ketiga Liga Primer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/04/setan-merah-mulai-kembali-memerah">Setan Merah Mulai Kembali &#8220;Memerah&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-319602 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tiupkan semangat/ untuk kembali ke habitat/ kalian ada karena kemenangan/ kalian menguap lantaran kekalahan/ hadirlah di ruang kemuliaan/ jadikan semua tempat teater impian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Tradisi Setan Merah&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>BENAR-BENARKAH</strong> Manchester Merah telah kembali &#8220;memerah&#8221;?</p>
<p>Carabao Cup alias Piala Liga 2023 telah diraih, pekan lalu. Cukupkah trofi kasta ketiga Liga Primer itu mengembalikan Manchester United sebagai klub yang berhabitat kejayaan?</p>
<p>Enam tahun tanpa gelar adalah kelengangan mencekam untuk klub yang pernah bertabur gelar. Terakhir kali, MU meraih trofi Liga Europa bersama Jose Mourinho pada 2017, dan setahun sebelumnya membukukan Piala Liga lewat Louis van Gaal.</p>
<p>Apa pun, langkah meraih trofi di bawah arahan Erik ten Hag, setelah mengalahkan Newcastle United 2-0 di Wembley, menjadi momen penting pemulihan.</p>
<p>Inilah pemulihan dari inkonfidensi setelah serangkaian pelatih tak mampu memberi perubahan signifikan, sebagai penerus Alex Ferguson yang pensiun pada 2013.</p>
<p>Ini pulalah pemulihan dari penantian panjang untuk keterpurukan yang seakan-akan tak juga menemukan terapi efektif.</p>
<p>Pun, pemulihan dari kondisi kehilangan intensitas permainan dalam rivalitas elite, di Liga Primer, dan terlebih di panggung Eropa.</p>
<p>Kini, Pasukan Theater of Dream masih berpeluang untuk meraih keutamaan hasil di event lainnya: Liga Europa, Piala FA, dan masih terbuka menyalip Arsenal dan Manchester City di panggung liga.</p>
<p><strong>Intensitas</strong><br />
&#8220;Intensitas&#8221; menjadi faktor penting mengapa MU tak juga menghadirkan performa sepadan dengan tradisi kejayaan selama ini.</p>
<p>Sederet pengganti Sir Alex tak mampu menembus barrier teknis sekaligus mental. Dari David Moyes, Ryan Giggs (karteker), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (karteker), hingga Ralf Rangnick (<em>interim</em>).</p>
<p>Perekrutan pemain &#8212; termasuk yang sekelas Paul Pogba dan Cristiano Ronaldo &#8212; juga gagal mengubah bentuk dan determinasi.</p>
<p>Baru setelah Erik ten Hag hadir pada 2022, intensitas itu perlahan-lahan mulai tampak. Sejumlah sosok memainkan peran kunci mengantar kembalinya Setan Merah ke &#8220;<em>maqam</em>&#8221; yang pantas, baik secara teknis maupun jejak sejarah.</p>
<p>Pertama tentu Ten Hag sendiri, yang mengusung visi taktik dan mengendalikan kondisi ruang ganti &#8212; disebut-sebut mendiktatorkan pola persuasi kolektif ala Alex Ferguson.</p>
<p>Sejumlah pemain rekrutan sukses mengikuti arah yang dimaui pelatih asal Belanda itu. Lisandro Martinez, Christian Erikssen, Casemiro, dan Alejandro Garnacho hadir sebagai kunci kerancakan permainan Setan Merah. Kehadiran mereka melengkapi <em>puzzle</em> yang memusat pada leadership Bruno Fernandes.</p>
<p>Hanya penyerang sayap Antony yang sejauh ini dinilai belum betul-betul nyetel dengan irama Ten Hag.</p>
<p>Faktor yang tak kalah mendeterminasi adalah Marcus Rashford. Produktivitasnya sedang dalam puncak. Dia menjadi penentu dalam hampir semua laga MU. Ten Hag mampu memoles Rashford sebagai penyerang kelas dunia, dan kini bersaing dengan striker Manchester City Erling Haaland dalam perburuan top scorer.</p>
<p>Konfidensi David de Gea sebagai benteng utama tim juga terpulihkan. Dan, tak kalah penting, Harry Maguire yang hampir dalam dua musim menjadi titik lemah pertahanan, kini tampil dengan kapasitas sebagai &#8220;pemimpin&#8221; di lini belakang. Maguire mulai &#8220;keluar&#8221; dari medan sasaran <em>bullying</em> netizens.</p>
<p><strong>Atraktif</strong><br />
Atraktivitas permainan MU yang nyaris hilang selama bertahun-tahun, kini kembali bisa dinikmati.</p>
<p>Liga Primer pun menyuguhkan tontonan impresif lewat klub-klub dengan karakter masing-masing, dan kini Manchester Merah melengkapi.</p>
<p>Orang tak hanya menunggu laga-laga City, Arsenal, Newcastle, Tottenham Hotspur, juga Brighton yang punya &#8220;gacoan baru&#8221; si jagoan dribel Kaoru Mitoma; tetapi juga menanti aksi-aksi MU. Apalagi ketika Liverpool kini terasa kehilangan &#8220;keampuhan&#8221; <em>gegenpressing</em>-nya.</p>
<p>Nah, setelah Piala Liga, seperti apa kiprah Bruno Fernandes cs selanjutnya?</p>
<p>&#8220;<em>Glory, glory, Man United&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/04/setan-merah-mulai-kembali-memerah">Setan Merah Mulai Kembali &#8220;Memerah&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada yang Menantang, Ada yang Mendadak “Berhenti Galak”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/28/ada-yang-menantang-ada-yang-mendadak-berhenti-galak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Mikael Arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=311169</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // menantang, adakah yang lebih mengasyikkan?/ bertahan, adakah yang lebih membosankan?/ antara adrenalin dan zona nyaman/ antara daya hidup dan kemapanan// (Sajak “Sang Penantang”, 2023) “KELUHAN” Pep Guardiola patut dicatat sebagai realitas, yang pelatih sekaliber itu pun bisa dibuat gelisah oleh dua suku kata ini: “zona nyaman”. Manchester City, yang dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/28/ada-yang-menantang-ada-yang-mendadak-berhenti-galak">Ada yang Menantang, Ada yang Mendadak “Berhenti Galak”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-311182 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// menantang, adakah yang lebih mengasyikkan?/ bertahan, adakah yang lebih membosankan?/ antara adrenalin dan zona nyaman/ antara daya hidup dan kemapanan//</em><br />
<strong>(Sajak “Sang Penantang”, 2023)</strong></p>
<p><strong>“KELUHAN”</strong> Pep Guardiola patut dicatat sebagai realitas, yang pelatih sekaliber itu pun bisa dibuat gelisah oleh dua suku kata ini: “zona nyaman”.</p>
<p>Manchester City, yang dalam lima tahun terakhir meraih empat trofi Liga Primer, sempat mendadak “berhenti galak” justru ketika musim 2022-2023 sedang panas-panasnya.</p>
<p>Dua momen menandai kondisi itu, yakni ketika dikalahkan Manchester United di Liga Primer dan dihempaskan Southampton di Piala Liga. Saat melawan Tottenham Hotspur, meskipun menang City juga sempat keteteran. Dan, baru dalam laga melawan Wolves, mereka kembali tampil garang.</p>
<p>Padahal, siapa yang tidak menjagokan The Citizens kembali berjaya musim ini?</p>
<p>Padahal, siapa yang tidak ngeri menyaksikan sepak terjang striker Erling Burt-Haaland? Dia bagai tak tertahan mengemas gol demi gol dalam setiap penampilan.</p>
<p>Padahal pula, siapa yang tidak takjub dengan keanggunan dan produktivitas sayap kanan asal Aljazair, Riyad Mahrez?</p>
<p>Padahal lagi, siapa yang tidak berdecak mengagumi kerancakan orkestrasi Pasukan Etihad di bawah konduktor Kevin de Bruyne, sang “seniman” Jack Grealish, dan “teknokrat muda” Phil Foden?</p>
<p><strong>Realitas Liverpool</strong><br />
Pertanyaan-pertanyaan yang “menggugat” dengan diksi “padahal” itu tak hanya teralamat ke Manchester Biru. Liverpool pun menghadapi realitas yang sama.</p>
<p>The Reds malah merasakan usikan kemapanan itu lebih dahulu ketimbang City. Kegarangan Jordan Henderson dkk tiba-tiba menguap di tengah musim. Kehadiran Darwin Nunez belum mampu mengganti kehilangan Sadio Mane yang melabuhkan diri di Bayern Muenchen. Sementara Mohamed Salah tampak sedikit di bawah performa tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Zona nyamankah yang kali ini membelit Pasukan Anfield, sehingga mereka malah terperosok ke papan tengah klasemen?</p>
<p>Kini mereka berjarak 10 poin dari zona Liga Champions, situasi terburuk sejak Juergen Klopp berada di Anfield. Pelatih asal Jerman itu berargumen, dia sudah memprediksi tentang kondisi itu, sehingga tidak merasa terkejut. Klopp paham, mayoritas di dunia ini tertarik dalam hal-hal yang bersifat jangka pendek, dan dia punya fokus untuk jangka panjang.</p>
<p>Perjalanan City dan Liverpool mengetengahkan “suasana hati” yang berbeda dibandingkan dengan “spirit menantang” yang sedang berkobar di jiwa Arsenal dan Manchester United. Dalam pertemuan kedua tim pada 22 Januari lalu &#8212; yang dimenangi Meriam London 3-2 &#8211;, tampak benar Arsenal dan United bermain penuh determinasi.</p>
<p>Salah satu tantangan yang ingin selalu dihadirkan oleh para pelatih adalah semangat “challenger”. Jiwa “penantang” akan melecut para penggawa tim untuk berjuang, mendaki, mengejar, menaklukkan, dan membuktikan.</p>
<p><strong>Gairah dan Determinasi</strong><br />
“Spiritualitas” itu terasa sebagai dorongan dan determinasi, yang terekspresi dalam gairah bertanding. Hal ini berbanding terbalik dengan zona nyaman yang mempengaruhi sikap bertarung.</p>
<p>Arsenal, yang sejak 2004 belum pernah lagi meraih titel liga, sangat haus berburu. Kehadiran <em>coach</em> Mikael Arteta membawa perubahan gaya bermain yang dahulu lekat dengan irama rancak khas Arsene Wenger, juga kesegaran determinasi.</p>
<p>Memimpin klasemen meninggalkan City dan Liverpool, hingga sejauh ini The Gunners menggambarkan betul spirit <em>challenger</em> untuk mengusik zona nyaman dan kemapanan para rival.</p>
<p>Sama dengan Manchester United yang menyuarakan tantangan lewat penyegaran ala Erik ten Hag. Pasukan Old Trafford membawa sikap yang sama dengan Arsenal.</p>
<p>Tidak pernah meraih gelar liga sejak terakhir kali juara pada 2013, di bawah pelatih yang berganti-ganti setelah Alex Ferguson pensiun, membuat performa Setan Merah diliputi rasa dahaga yang menyulut semangat “pengejaran”.</p>
<p>Manchester Merah tak lagi berada di wilayah kemapanan seperti pada masa-masa puncak kejayaan Sir Alex, melainkan menjadi sang penantang yang sedang berjuang meraih lagi tradisi yang hilang..</p>
<p>Ya, Liga Primer musim ini memperlihatkan fenomena nyata dalam psikologi kompetisi. Antara tantangan dan kemapanan, antara pengejaran dan zona nyaman, antara jiwa yang <em>establish</em> dan pikiran yang gelisah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/28/ada-yang-menantang-ada-yang-mendadak-berhenti-galak">Ada yang Menantang, Ada yang Mendadak “Berhenti Galak”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Manchester Merah” Sedang Nyaman Bersama Sang Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/14/manchester-merah-sedang-nyaman-bersama-sang-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=307827</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah kembalikah mereka ke habitat/ mengingat lagi cara meraih tradisi/ merajut budaya kejayaan/ di ‘maqam’ yang seharusnya// (Sajak “Setan Merah”, 2023) BEGITULAH ketika sebuah tim sedang dalam kondisi nyaman bermain. Apa saja terasa enak untuk menjadi elemen pemenangan. Begitulah ketika atmosfer hati Manchester United sedang “klik” dengan ekosistem suasananya. Begitulah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/14/manchester-merah-sedang-nyaman-bersama-sang-pencerah">“Manchester Merah” Sedang Nyaman Bersama Sang Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-307840 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah kembalikah mereka ke habitat/ mengingat lagi cara meraih tradisi/ merajut budaya kejayaan/ di ‘maqam’ yang seharusnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Setan Merah”, 2023)</strong></p>
<p><strong>BEGITULAH</strong> ketika sebuah tim sedang dalam kondisi nyaman bermain. Apa saja terasa enak untuk menjadi elemen pemenangan.</p>
<p>Begitulah ketika atmosfer hati Manchester United sedang “klik” dengan ekosistem suasananya.</p>
<p>Begitulah ketika Erik ten Hag, sang peracik taktik sedang “klop” dengan kebutuhan telepatis pemain dan timnya.</p>
<p>Begitu pulalah ketika para pemain yang sebelum ini kehilangan sentuhan magi, menemukan kembali “nyawa” dan jatidirinya.</p>
<p>Yang tampak adalah sekumpulan pemain dengan karakter, <em>positioning</em> yang pantas dalam konstelasi liga, dan tradisi yang selama ini memayungi.</p>
<p>Tak muluk-muluk, karena sadar tentang ketersendatan performa di awal musim, Ten Hag hanya bicara target tiket Liga Champions. Dia paham, peta menuju trofi musim ini masih menjadi perburuan Manchester City, Liverpool, dan Arsenal.</p>
<p>MU hanya dia targetkan berebut zona Liga Champions dengan Tottenham Hotspur, dan Newcastle United yang sedang <em>up trend</em> di bawah kesegaran baru finansial.</p>
<p><strong>Ten Hag-kah Orangnya?</strong><br />
Sejauh ini saya masih menghitung-hitung kans MU dengan membandingkan: Erik ten Hag-kah figur yang akhirnya mampu membangkitkan kembali The Red Devils dari keterpurukan ke “maqam” mediokritas?</p>
<p>Awalnya sempat muncul skeptisitas, jangan-jangan reputasi pelatih asal Belanda itu akan masuk dalam deret kegagalan David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ralf Rangnick setelah Alex Ferguson mengakhiri masa emas dan pensiun pada 2013.</p>
<p>Rupanya, dia hadir sebagai Sang Pencerah untuk Manchester Merah.</p>
<p>Di antara sederet pelatih penerus Alex Ferguson, sejauh ini belum ada yang mampu menyentuh secara pas wilayah tradisi dan budaya prestasi Pasukan Old Trafford.</p>
<p>Awal kepemimpinan Ten Hag diwarnai situasi penuh drama di Carrington, markas latihan. Ruang ganti MU juga lekat dengan suasana konfliktif. Cristiano Ronaldo, yang pernah menjadi ikon kejayaan Old Trafford, lebih banyak menyulut masalah dalam relasi dengan pelatih, tim, dan fans.</p>
<p>Realitas pertambahan usia, yang sudah 37, tak dapat ditampik telah mengurangi kebugaran dan reaksi teknisnya. Masalahnya, pemilik lima trofi Ballon d’Or itu enggan menjadi cadangan. Sementara Ten Hag &#8212; dan sebelumnya Ralf Rangnick &#8212; banyak memosisikannya bukan di <em>starting eleven</em>.</p>
<p>Konflik-konflik yang disuburkan oleh “perang kembang” di media, dan analisis para pandit, menimbulkan suasana kontraproduktif dalam fokus penyiapan tim. Namun pada akhirnya, MU tetaplah lebih besar dibandingkan dengan pemain berkategori bintang yang mana pun.<em> Ending</em>-nya: kontrak Ronaldo tidak diperpanjang, dan dia memilih hijrah ke Al Nassr di Arab Saudi dengan gaji selangit.</p>
<p><strong>Perlahan tapi Pasti</strong><br />
Perlahan tapi pasti, Ten Hag menemukan formula stabilisasi dan meningkatkan performa tim.</p>
<p>Antony, pemain asal Brazil yang pernah disebut-sebut sebagai The Next Ronaldo, mulai membuktikan diri sebagai elemen kekuatan serangan MU.</p>
<p>Marcus Rashford menjadi sosok penting ketika Anthony Martial belum juga menemukan performa terbaik. Pandit <em>BBC</em>, Roy Keane yang dikenal nyinyir pun menebar pujian kepada Rashford, “dia sudah seperti yang diekspektasikan”. Si nomor 10 itu fungsional membongkar pertahanan lawan. Gol-gol dan <em>assist-</em>nya menjadi sama-sama penting.</p>
<p>Di barisan penyerang, Ten Hag memperkuat stok rotasinya dengan keberadaan Alejandro Garnacho, salah satu <em>wonderkid</em> Argentina. Dia juga masih punya sayap potensial Jadon Sancho yang sedang mengalami penurunan performa.</p>
<p>Kehadiran Casemiro makin terasa sebagai elemen gelandang terpenting untuk bahu membahu dengan Bruno Fernandes dan Christian Eriksen. Eks Real Madrid itu siap bermobilitas di semua tempat dalam transisi permainan. Dia bisa mencetak gol, juga menjadi pelapis kokoh pertahanan yang sekarang mengandalkan Lisandro Martinez.</p>
<p>Benar rupanya kata Ten Hag, selama beberapa tahun belakangan, manajemen Setan Merah melakukan aktivitas transfer yang berkelas medioker, yang menyebabkan gagal membangkitkan tim ke tradisi kejayaan di masa lalu.</p>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Voetball International,</em> seperti dilansir <em>detik.com</em>, Ten Hag menyatakan, pada musim lalu MU tidak benar-benar disegani. Dia melihat tidak ada semangat dan dinamika tim di skuad.</p>
<p>Ketangguhan mental, menurut dia, sangat rendah. “Saya melihat sebagai pihak luar, dan mengetahuinya di pekan-pekan awal bekerja di klub. Saya melihat budaya klub. Bagaimana dulu MU menjadi hebat?” kata pelatih 52 tahun itu.</p>
<p>Maka seperti apa mentalitas kebangkitan dibangun oleh Erik ten Hag?</p>
<p>Selain posisi papan atas klasemen Liga Primer, saat ini Fernandes dkk masih bertahan di Piala FA, di <em>playoff</em> Liga Europa, dan baru saja memastikan lolos ke semifinal Piala Liga setelah menundukkan Charlton Athletic 3-0.</p>
<p>Tampaknya, Pasukan Theatre of Dream mulai “mampu mengingat kemnali” cara untuk kembali ke jalan tradisi kemenangan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepakbola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/14/manchester-merah-sedang-nyaman-bersama-sang-pencerah">“Manchester Merah” Sedang Nyaman Bersama Sang Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setan Merah Umumkan Bergabungnya Antony Matheus dos Santos</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/31/setan-merah-umumkan-bergabungnya-antony-matheus-dos-santos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2022 04:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax Amsterdam]]></category>
		<category><![CDATA[Antony Matheus dos Santos.]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=275011</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANCHESTER (SUARABARU.ID)&#8211; Akun Instagram Manchester United pada Selasa (30/8/2022), memposting kabar bergabungnya winger kanan Ajax Amsterdam asal Brazil, Antony Matheus dos Santos. Kubu Setan Merah mengumumkan bergabungnya Antony, panggilan akrab pemain berusia 22 tahun itu, dalam postingan di akun instagram-nya dengan caption, &#8216;We are delighted to have reached an agreement for the transfer of Antony&#8216;. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/31/setan-merah-umumkan-bergabungnya-antony-matheus-dos-santos">Setan Merah Umumkan Bergabungnya Antony Matheus dos Santos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MANCHESTER (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Akun Instagram Manchester United pada Selasa (30/8/2022), memposting kabar bergabungnya winger kanan Ajax Amsterdam asal Brazil, Antony Matheus dos Santos.</p>
<p>Kubu Setan Merah mengumumkan bergabungnya Antony, panggilan akrab pemain berusia 22 tahun itu, dalam postingan di akun instagram-nya dengan caption, &#8216;<em>We are delighted to have reached an agreement for the transfer of Antony</em>&#8216;.</p>
<p>Sebelumnya pada Minggu (28/8/2022), tim yang bermarkas di Stadion Old Trafford itu, telah membuat kesepakatan penuh dengan Ajax, untuk mengontrak Antony dengan kesepakatan permanen berbiaya total 100 Juta Euro, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 1 triliun.</p>
<p>Saat ini Antony sudah berada di Manchester, untuk menjalani tes medis. Antony juga akan menandatangani kontrak dengan tim yang kini ditangani mantan pelatihnya di Ajax, Erik Ten Hag, pada awal pekan depan, dengan kesepakatan kontrak selama lima tahun.</p>
<p>Pada Exclusive Interview, Antony menyampaikan pesan untuk klub lamnya, Ajax dan juga para fansnya. &#8221;<em>I hope Ajax fans understand me, because the future for a football player is a totally uncertain thing and so the opportunities can be unique! My message is gratitude for Ajax, club and fans</em>&#8221;.</p>
<p><em><strong>Talita Melina</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/31/setan-merah-umumkan-bergabungnya-antony-matheus-dos-santos">Setan Merah Umumkan Bergabungnya Antony Matheus dos Santos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>