<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cristiano Ronaldo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/cristiano-ronaldo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 02:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Cristiano Ronaldo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketajaman Ronaldo Belum Hilang, Selalu Cetak Gol di Enam Piala Dunia FIFA</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/24/ketajaman-ronaldo-belum-hilang-selalu-cetak-gol-di-enam-piala-dunia-fifa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 02:30:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Houston]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[Uzbekistan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=566061</guid>

					<description><![CDATA[<p>HOUSTON (SUARABARU.ID)&#8211; Legenda Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, akhirnya mencatatkan namanya sebagai pencetak gol di Piala Dunia FIFA 2026, usai cetak dua gol di laga kontra Uzbekistan, yang berakhir 5-0 untuk kemenangan Ronaldo dkk, pada laga yang dimainkan di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Sebelumnya, nama-nama penyerang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/24/ketajaman-ronaldo-belum-hilang-selalu-cetak-gol-di-enam-piala-dunia-fifa">Ketajaman Ronaldo Belum Hilang, Selalu Cetak Gol di Enam Piala Dunia FIFA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HOUSTON (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Legenda Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, akhirnya mencatatkan namanya sebagai pencetak gol di Piala Dunia FIFA 2026, usai cetak dua gol di laga kontra Uzbekistan, yang berakhir 5-0 untuk kemenangan Ronaldo dkk, pada laga yang dimainkan di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.</p>
<p>Sebelumnya, nama-nama penyerang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland, telah lebih dulu menjadi sorotan utama di Piala Dunia kali ini, dengan beberapa golnya yang menjadi pembicaraan banyak orang.</p>
<p>Tampil di putaran final Piala Dunia keenamnya, pemain berusia 41 tahun itu, membuka keunggulan melawan Uzbekistan melalui penyelesaian jarak dekat yang brilian, setelah menerima umpan silang Joao Cancelo di menit keenam.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/24/rakor-analisis-dan-evaluasi-angkutan-lebaran-2026-sinergirtas-lintas-sektor-kunci-kelancaran">Rakor Analisis dan Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, Sinergirtas Lintas Sektor Kunci Kelancaran</a></strong></p>
<p>Gol itu pun menciptakan sejarah, Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia, sekaligus menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah turnamen, setelah Roger Milla dari Kamerun. Kelegaan di wajah Ronaldo begitu terlihat, setelah dia kesulitan pada laga pembuka melawan RD Kongo.</p>
<p>Terinspirasi oleh gol itu, sang veteran mencetak gol keduanya di menit 38, melalui sepakan terukur ke sudut gawang, sesaat sebelum jeda untuk mencatatkan gol ke-10-nya di Piala Dunia.</p>
<p>Gol itu menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak Portugal di putaran final kompetisi ini, melampaui legenda Eusebio yang mengoleksi sembilan gol.</p>
<p>Dia menjadi pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Dunia FIFA pada usia 41 tahun 138 hari. Ronaldo hanya kalah dari Roger Milla, yang berusia 42 tahun 39 hari, saat mencetak gol untuk Kamerun melawan Rusia pada 1994 silam.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/24/ketajaman-ronaldo-belum-hilang-selalu-cetak-gol-di-enam-piala-dunia-fifa">Ketajaman Ronaldo Belum Hilang, Selalu Cetak Gol di Enam Piala Dunia FIFA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=507249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor// (Sajak “Pep Guardiola”, 2025) MANUSIA rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara. Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-507251 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MANUSIA</strong> rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara.</p>
<p>Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento alias Pele. Lalu memosisikan Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan kini Pep Guardiola, setelah sebelumnya kita juga tidak mungkin meninggalkan nama Alex Ferguson.</p>
<p>Eksepsionalitas itu tak hanya terkait dengan kemampuan untuk membedakan nama-nama itu dari yang lain, namun membawa warna kepada dunia sepak bola lewat catatan dan angka-angka. Bagai cerita, tetapi nyata.</p>
<p>Dan, Minggu dinihari lalu, ketika Manchester City menjamu Liverpool di Stadion Etihad, catatan berbeda itu dibuat oleh Pep Guardiola. Dia melengkapi diri sebagai “manusia rekor”, masuk “klub 1.000”, pelatih yang memimpin tim dalam laga yang ke-1.000. Pria Spanyol itu mengukirnya bersama tiga klub &#8212; Barcelona, Bayern Muenchen, Manchester City &#8212; sejak 2007.</p>
<p>Ke-1.000 laga Pep itu dicatat bersama Barcelona B (42 laga), Barcelona (247), Bayern Muenchen (161), dan The Citizens (549). Dalam 18 karier kepelatihannya, dia membukukan 36 trofi, termasuk 12 gelar dari tiga liga yang berbeda. Pep mengukir 716 kemenangan atau sebanyak 71 persen.</p>
<p>Laga ke-1.000 itu menjadi makin berkesan bagi Pep, karena ditandai dengan kemenangan 3-0 City atas Liverpool.</p>
<p><strong>Apresiasi Alex Ferguson</strong><br />
Pelatih legendaris Manchester United, Alex Ferguson secara khusus memberi ucapan selamat dan apresiasi kepada Pep Guardiola. “Saya sangat senang menyambut Anda bergabung dengan League Managers Assosiation Hall of Fame 1.000 club yang bergengsi”, kata Sir Alex, seperti dikutip <em>ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 8 November 2025).</p>
<p>Ferguson mencatat lebih dari 2.000 pertandingan, termasuk ketika menangani Manchester United (1986-2013) dengan 49 trofi (38 bersama MU). Manajer asal Skotlandia itu memuji capaian Pep Gardiola, “Cinta dan hasrat Anda yang mendalam terhadap sepak bola selalu begitu nyata. Anda patut bangga atas dampak tak terlupakan nyang terus Anda berikan di dunia sepak bola global”.</p>
<p>Selain Sir Alex, nama lain yang termasuk “klub 1.000” adalah Brian Clough yang identik dengan Nottingham Forest, dan Sir Matt Busby yang dikenal sebagai legenda Liverpool.</p>
<p>Pep mengaku kaget sampai ke catatan tersebut. Dia tidak pernah mengira bisa mendapatkan kemenangan sebanyak itu, dengan persentase yang besar selama berkarier. “Kami sudah melakukan banyak hal luar biasa di Barcelona, Bayern Munich, dan di sini. Luar biasa. Sangat sulit meraihnya,” ucap dia.</p>
<p>Dengan tetap merendah, Pep mengakui, level tersebut dicapai berkat bantuan para pemain top di setiap tim yang ditangani. Setelah itu, dia menekankan kesuksesan itu pada fondasi kerja keras, dedikasi, cinta, semangat, dan untuk tidak kalah dari siapa pun.</p>
<p><strong>Genius</strong><br />
Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih genius, mengembangkan filosofi <em>pressing football</em> yang diwariskan oleh mentornya, Johan Cruyff. Saat legenda Belanda itu mengarsiteki Barcelona, Pep bermain sebagai “murid” yang menyerap pemikiran tentang taktik dan filosofinya.</p>
<p>Ketika meneruskan tugas Frank Rijkaard sejak 2007, konsep bermain Barca dipertajam lebih dari <em>pressing football</em>. Pep mendoktrinkannya mirip “ideologi”. Permainan Blaugrana beraksen <em>possession football</em>, yang kemudian dikenal sebagai<em> tiki-taka</em>. Skema taktik menyerang ini bertumpu pada umpan-umpan pendek cepat dengan penguasaan intens bola, mengendalikan permainan, dan mencari celah pertahanan lawan.</p>
<p>Barca begitu superior dari 2007 hingga 2012. Pep menerapkan filosofi itu di Bayern Muenchen (2013-2016). Die Bayern dominan di Bundesliga, namun kurang sukses di Eropa. Para legenda klub mengkritik,<em> tiki-taka</em> ala Barcelona tidak cocok diterapkan sebagai karakter bermain di Bayern. Ketika pindah ke Manchester City pada 2016, dia mengubah klub itu menjadi kekuatan utama Liga Primer, bertumpu pada <em>possession football</em> yang mirip karakter Barcelona.</p>
<p>Kiranya benar apa kata Alex Ferguson, filosofi sepak bola Pep punya dampak global yang takkan terlupakan. Ketika mengilas balik Barcelona 2007-2012, publik sepak bola dunia bakal mencatatnya sebagai warisan yang tidak ada duanya.</p>
<p>Tim nasional Spanyol pun, kendati diarsiteki oleh para pelatih yang tak berlatar belakang Barcelona, cenderung menampilkan performa <em>tiki-taka</em> sebagai karakter permainan La Furia Roja, terutama ketika meraih trofi Euro 2008 (Luis Aragones), juara dunia 2010 dan Euro 2021 (Vicente del Bosque), dan kampiun Euro 2024 (Luis de la Fuente)&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Jamal Musiala, Inspirasi bagi Para Pemain Muda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/15/pengakuan-jamal-musiala-inspirasi-bagi-para-pemain-muda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[CR7]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[GOAT]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Andres Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA Nations League]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=460731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pembandingan itu takkan pernah berhenti/ siapa yang benar-benar maharaja/ di sepanjang zaman/ ada kelebihan/ ada keunggulan/ pun ada pembeda/ yang tak ada pada lainnya// (Sajak “GOAT”, 2025) CRISTIANO Ronaldo tak pernah berhenti melempar opini. Belum lama ini dia menegaskan lebih lengkap dari Lionel Andres Messi, untuk mengklaim sebagai pemain terbesar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/15/pengakuan-jamal-musiala-inspirasi-bagi-para-pemain-muda">Pengakuan Jamal Musiala, Inspirasi bagi Para Pemain Muda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-460736 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pembandingan itu takkan pernah berhenti/ siapa yang benar-benar maharaja/ di sepanjang zaman/ ada kelebihan/ ada keunggulan/ pun ada pembeda/ yang tak ada pada lainnya//</em><br />
<strong>(Sajak “GOAT”, 2025)</strong></p>
<p>CRISTIANO Ronaldo tak pernah berhenti melempar opini. Belum lama ini dia menegaskan lebih lengkap dari Lionel Andres Messi, untuk mengklaim sebagai pemain terbesar sepanjang sejarah atau The Greatest of All Times (GOAT).</p>
<p>Perdebatan tentang siapa lebih baik dari dua pemain ini mewarnai wacana yang secara kuantitatif maupun kualitatif tak pernah berhenti. Banyak pendapat yang menyebut Ronaldo lebih unggul, tidak sedikit pula yang memastikan Messi tak tergoyahkan dari sisi raihan penghargaan yang diterima dibandingkan dengan CR7. Messi juga diunggulkan dari fakta kehebatan dan keunikan cara bermain.</p>
<p>Banyak yang mengatakan, Ronaldo hebat karena spartanitas dan disiplin latihan, sementara Messi lahir dengan bakat yang sudah melekat.</p>
<p>Ketika Ronaldo masih terus memperlihatkan produktivitas gol untuk mengejar jumlah 1.000 gol sepanjang kariernya, Leo Messi punya fakta lain: membendaharakan delapan Ballon d’Or dan raihan trofi Piala Dunia 2022. Sedangkan Ronado lima kali meraih Ballon d’Or, dan di tingkat tim nasional mengantar Portugal sebagai juara Euro pada 2016 dan UEFA Nations League 2019.</p>
<p>Untuk trofi yang merepresentasikan kekuatan timnas sebagai yang terkuat di benua nya, Messi menyusul dengan dua kali juara Copa Amerika, yakni pada 2021 dan 2024. Artinya, secara kuantitatif, Messi jelas lebih unggul, dan hanya kalah dari raihan gol yang didapat Ronaldo di Manchester United, Real Madrid, Juventus, Al-Nassr, dan timnas Portugal. Bintang Portugal itu membukukan 923 gol. Sedangkan Messi mengukir 847 gol dalam kariernya bersama Barcelona, Paris St Germain, Inter Miami, dan timnas Argentina.</p>
<p>Seorang pakar gestur, Darren Stanton, sebagaimana dilansir <em>Tribuna</em> (<em>detik.com</em>, 6/2) melihat, Ronaldo tampak tidak percaya diri ketika menyatakan klaim lebih lengkap dari Messi. “Dia mengatakan dirinya yang terbaik, tetapi ekspresi wajah mengkhianatinya,” kata Darren.</p>
<p>Pakar gestur itu menilai, Ronaldo tidak membenci Messi. Dia hanya merasa frustrasi karena dunia sepak bola tidak mengakuinya sebagai yang terbaik.</p>
<p>Kalau yang dijadikan justifikasi adalah kekuatan tendangan kaki kanan dan kiri, serta sundulan kepala, maka orang akan cenderung melihat keseluruhan aspek sebagai kelengkapan kemampuan, dan performa Messi boleh dibilang tak kurang apa pun.</p>
<p><strong>Pengakuan Musiala</strong><br />
Di tengah klaim Cristiano Ronaldo, muncul pengakuan Jamal Musiala. Mutiara Bayern Muenchen dan timnas Jerman itu menilai, Lionel Messi lebih baik dari Ronaldo. Bisa jadi, pendapat ini menginspirasi para pemain muda terhadap senior-senior pendahulunya.</p>
<p>Pemain dari ayah berdarah Yoruba berkebangsaan Britania dan ibu berdarah Jerman dengan akar Polandia ini, dalam usia 21 menjadi salah satu <em>wonderkid</em> paling bersinar di samping Lamine Yamal, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Amat Diallo, atau Cole Palmer. Dia menjadi <em>runner up</em> Golden Boy 2023, di bawah Bellingham.</p>
<p>Seperti Lamine Yamal, Musiala juga dibandingkan dengan Leo Messi. Dribel ajaibnya mewarnai Bundesliga sejak Juni 2020 setelah memulai debut pada usia 17 tahun.</p>
<p>Belum lama ini, seperti diunggah <em>Give Me Sport</em>, Jamal Musiala mengetengahkan lima pemain terbaik dalam sejarah. GOAT versinya itu adalah Lionel Messi, Ronaldo, Pele, Diego Maradona, dan Gerd Mueller.</p>
<p>Telah lama dia menunjukkan kekaguman kepada Messi, dan tak ragu-ragu menobatkannya sebagai GOAT. “Barcelona adalah tim favorit saya, dan karena itu mereka selalu menjadi referensi saya. Pada bagian belakang kaus saya saat masih kecil, hampir selalu (tertera nama) Messi,&#8221; ujar Musiala.</p>
<p>Dia juga menyukai Cristiano Ronaldo, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah, namun Musiala menegaskan, dia berada di pihak Messi dalam perdebatan GOAT yang tak pernah berakhir di antara keduanya.</p>
<p>“Saya menyukai <em>clasico</em> antara Ronaldo dan Messi, namun terlepas dari semua penghargaan saya untuk Cristiano, saya adalah tim Messi,” katanya.</p>
<p>Musiala memosisikan Pele di posisi ketiga pemain terbaik sepanjang masa. Dia menjadi satu-satunya orang yang memenangkan tiga gelar juara Piala Dunia. Pele mencatat 97 <em>caps</em> untuk Timnas Brasil, dengan 77 gol.</p>
<p>Pele, menurutnya adalah personifikasi <em>jogo bonito</em>, gaya bermain Brazil yang tidak saja indah tetapi juga mengekspresikan kultur bangsa.</p>
<p>Pemain terbesar keempat dalam penilaian Musiala adalah Diego Maradona, yang seolah-olah bisa melakukan apa saja setiap membawa bola. Dialah yang membawa penginspirasian “New Maradona” bagi Leo Messi, dan kini juga diteruskan dengan hal yang sama dengan ”New Messi”.</p>
<p>GOAT kelima Musiala adalah Gerd Muller. Striker Jerman (Barat) yang meninggal pada 15 Agustus 2021 di usia 75 tahun ini menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak di putaran final Piala Dunia. Dalam dua edisi, 1970 dan 1974, Mueller mencetak 14 gol dan 6 <em>assists</em> dari 13 laga. Dia mencetak gol terakhir ke gawang Jan Jongbloed ketika Jerman Barat mengalahkan Belanda 2-1 di final Piala Dunia 1974.</p>
<p><strong>Ronaldo Nazario dan Ronaldinho</strong><br />
Di luar lima nama itu, sepak bola mengetengahkan banyak legenda dengan segala kelebihan pada eranya. Ada yang sempat bermain di Piala Dunia, ada pula yang bagai ditakdirkan tidak bisa tampil di ajang terbesar dunia itu. Seperti George Best, bintang Irlandia Utara dan Eric Cantona yang sama-sama merupakan legenda Manchester United.</p>
<p>Bintang-bintang Brazil dengan keajaiban masing-masing seperti Garrincha, Rivelino, Zico, Socrates, Ronaldo Luis Nazario, Romario, Ricardo Kaka, Ronaldinho, Neymar Junior, dan kini Vinicius Junior adalah sebagian di antara megabintang yang beredar di orbit elite.</p>
<p>Juga nama-nama genius seperti Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, Michael Platini, Zinedine Zidane, George Weah, Enzo Francescolli, Ruud Gullit, Marco van Basten, atau Paul Gascoigne.</p>
<p>Dalam dua dasawarsa, rivalitas Messi dan Cristiano Ronaldo sulit ditembus oleh pemain lain. Sepak bola dunia dibuat sibuk memperdebatkan siapa yang lebih baik dari keduanya.</p>
<p>Klaim CR7 dan pernyataan Jamal Musiala memberi kesimpulan yang menyodorkan fakta tentang kelebihan kedua bintang. Penilaian itu seolah-olah mementahkan klaim Ronaldo, dan menegaskan di mana posisi Messi &#8212; yang selama ini tidak pernah memedulikan dia akan diakui sebagai GOAT atau tidak.</p>
<p>Realitasnya, Messi tak pernah terprovokasi oleh klaim dan opini rivalnya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/15/pengakuan-jamal-musiala-inspirasi-bagi-para-pemain-muda">Pengakuan Jamal Musiala, Inspirasi bagi Para Pemain Muda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia Gol, Manusia Rekor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 07:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Daei]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=443079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ANDA tak mungkin memisahkan: berbicara tentang Cristiano Ronaldo dengan melupakan Lionel Andres Messi. Atau sebaliknya. Sama ketika kita mempercaturkan Edson Arantes Do Nascimento “Pele” dan tak menyinggung Diego Armando Maradona. Pun sebaliknya. Keabsahan penobatan siapa yang terbesar dalam sejarah sepak bola (The Greatest of All Time, GOAT) acap dikaitkan dengan raihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor">Manusia Gol, Manusia Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>ANDA</strong> tak mungkin memisahkan: berbicara tentang Cristiano Ronaldo dengan melupakan Lionel Andres Messi. Atau sebaliknya.</p>
<p>Sama ketika kita mempercaturkan Edson Arantes Do Nascimento “Pele” dan tak menyinggung Diego Armando Maradona. Pun sebaliknya.</p>
<p>Keabsahan penobatan siapa yang terbesar dalam sejarah sepak bola (<em>The Greatest of All Time</em>, GOAT) acap dikaitkan dengan raihan Piala Dunia. Terkadang, tak lepas dari jumlah gol yang dicetak dalam sejarah panjang kariernya, khususnya gol internasional, yang dibukukan bersama tim nasional.</p>
<p>Baru saja, dua pekan lalu Cristiano Ronaldo mempertajam catatan, ketika menambah jumlah golnya, saat Portugal menang 3-1 atas Polandia.</p>
<p>Gol ke-133 untuk Selecao das Quinas itu makin menjauhi torehan Lionel Messi, sebanyak 109 untuk Argentina. Berikutnya, La Pulga “menjawab” dengan mencetak<em> hattrick</em> dalam Pra-Piala Dunia melawan Bolivia. Artinya, Messi kini menambah koleksi golnya menjadi 112.</p>
<p>Akan tetapi, dengan laju Portugal di UEFA Nation’s League 2024 dan belum ada isyarat pensiun hingga usia 39, pundi-pundi gol CR7 masih bisa bertambah. Angka 150 masih mungkin dicapai, dan itu berarti makin meninggalkan raihan Messi di posisi kedua. Padahal, Portugal juga terjadwal dalam serangkaian laga kualifikasi Piala Dunia.</p>
<p>Pele, yang meraih tiga Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970; membukukan 77 gol. Sedangkan Maradona yang sekali mengangkat trofi dunia pada 1986, sepanjang 1977-1994 mencetak 34 gol. Keduanya sudah meninggal dunia, dan orang mengenang dua megabintang itu dari performa teknis secara keseluruhan, pengaruh mereka bagi tim, dan bukan hanya dari rekor gol internasional. Baik Pele maupun Maradona malah tidak masuk dalam “10 besar” pencetak gol internasional.</p>
<p>Sebagai catatan, Ali Daei dari Iran yang membendaharakan 108 gol dari 148 laga untuk timnas, lebih dikenang sebagai pemain dengan keoportunistikan di depan gawang lawan. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang membukukan 100 gol untuk timnas.</p>
<p>Meskipun dari kemampuan individu berada di bawah cahaya Messi dan Ronaldo, namun Ali Daei menjadi legenda negaranya dengan memegang rekor sebagai pencetak gol internasional terbanyak.</p>
<p>Salah satu pemain terbaik India, Sunil Chhetri yang kini berusia 40 tahun, membukukan 94 gol dari 151 pertandingan, di atas Mokhtar Dahari, legenda Malaysia yang mengontribusikan 89 gol dari 142 laga.</p>
<p>Capaian Mokhtar di atas Ali Makhbout (UEA) yang punya 85 gol dari 114 pertandingan. Dia selapis unggul dari Romelu Lukaku (Belgia) yang sama-sama mencetak 85 gol, tetapi dengan jumlah laga lebih banyak, 119.</p>
<p>Yang luar biasa adalah Ferenc Puskas, legenda Hungaria yang membukukan 84 gol dari 85 laga, yang artinya punya rata-rata mencetak gol hampir pada setiap pertandingan. Dia jauh melewati Robert Lewandowski, yang masih aktif, yang juga mengemas 84 gol dari 154 laga.</p>
<p>Di bawah mereka ada Godfrey Chitalu (Zambia) yang membikin 79 gol dari 111 laga, dan Neymar Junior dengan 79 gol dari 128 pertandingan.</p>
<p><strong>Kiprah CR7</strong><br />
Cristiano Ronaldo bisa diposisikan sebagai “raja diraja” dalam rekor gol, walaupun dari sisi persentase jumlah pertandingan, Leo Messi masih lebih unggul.</p>
<p>Ronaldo mencetak 133 gol dari 215 laga, sedangkan Messi 112 gol dari 188 pertandingan. Artinya, CR7 mencatat rerata 1,61 gol, dan Messi 1,70 gol per laga.</p>
<p>Keduanya mengukir rekor sebagai pencetak <em>hattrick</em> terbanyak untuk timnas, sama-sama 10 kali. Messi menyamai Ronaldo dari tiga gol ke gawang Bolivia, baru-baru ini.</p>
<p>Di tingkat klub, CR7 masih memimpin dengan 769 gol. Dia membukukan 5 gol untuk Sporting Lisbon, 145 Manchester United, 450 Real Madrid, 101 Juventus, dan sementara 68 untuk Al Nasr.</p>
<p>Messi mencatat 702 gol. Untuk Barcelona 672, Paris St Germain 75, dan sementara untuk Inter Miami 33 gol.</p>
<p>Tampaknya, dengan jumlah pertandingan yang menanti, baik di level klub maupun timnas, dan keduanya juga belum mengisyaratkan pensiun, Ronaldo dan Messi masih akan terus memperbaiki rekornya.</p>
<p>Menjadi manusia gol, juga manusia rekor&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor">Manusia Gol, Manusia Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ronaldo, Messi, dan Realitas Batas Pembuktian Manusia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/06/ronaldo-messi-dan-realitas-batas-pembuktian-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 10:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Chris Sutton]]></category>
		<category><![CDATA[Copa America 2024]]></category>
		<category><![CDATA[CR7]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Andres Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Scaloni]]></category>
		<category><![CDATA[Panenka]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=423661</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pada akhirnya adalah masa/ dia tak punya kuasa/ memainkan atau membelokkan/ dia hanya manusia/ dan, waktu akan menegaskan/ dia memang hanya manusia&#8230;// (Sajak &#8220;Ronaldo&#8221;, Juli 2024) KIPRAH Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal di Euro 2024 adalah pesan nyata tentang batas dan keterbatasan manusia; siapa pun, dan sehebat apa pun. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/06/ronaldo-messi-dan-realitas-batas-pembuktian-manusia">Ronaldo, Messi, dan Realitas Batas Pembuktian Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-423663 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pada akhirnya adalah masa/ dia tak punya kuasa/ memainkan atau membelokkan/ dia hanya manusia/ dan, waktu akan menegaskan/ dia memang hanya manusia&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Ronaldo&#8221;, Juli 2024)</strong></p>
<p><strong>KIPRAH</strong> Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal di Euro 2024 adalah pesan nyata tentang batas dan keterbatasan manusia; siapa pun, dan sehebat apa pun.</p>
<p>Ah, dalam ungkapan kanvas yang lain, Lionel Andres Messi juga tak kuasa melewati keterbatasan itu, bukan?</p>
<p>Di Copa America, eksekusi penalti &#8220;panenka&#8221;-nya menghantam mistar. Untung, kecekatan kiper Emiliano Martinez yang menahan dua tendangan pemain Ekuador tetap meloloskan Argentia ke perempatfinal.</p>
<p>Ronaldo tak selamanya bisa membuktikan bisa terus beredar di level atas. Tak lagi konsisten menunjukkan kemampuan seni luar biasa mencetak gol. Tak pula bisa memperlihatkan melebihi siapa pun dalam menuntaskan setiap peluang dan memengaruhi permainan.</p>
<p>Selalu ada batas, selalu ada garis, dan selalu ada saat-saat yang memaksa manusia kembali &#8220;menginjak bumi&#8221;. Kata penyair (alm) Sapardi Djoko Damono dalam sebuah puisinya yang sangat kontemplatif, &#8220;yang fana adalah waktu, bukan?/ dan kita abadi&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan, adakah ketidakseimbangan antara luap kehendak dengan realitas dari diri Ronaldo di Euro 2024 menjadi tanda-tanda?</p>
<p>Dia sudah mengalami penyurutan nyata keeksepsionalan sebagai pemain sepak bola. Dia mulai menjauhi masa-masa kemampuan bersaing: sebagai satu di antara dua manusia di dunia &#8212; di samping Lionel Messi &#8212; yang mampu membukukan lima kali trofi Ballon d&#8217;Or sebagai simbol pesepakbola terbaik sejagat. Messi malah melewati lebih jauh dengan delapan kali merengkuh trofi itu.</p>
<p>Dan, Messi pun mengalami situasi yang sama. Dia tak lagi superior, meskipun persoalan cedera lebih dominan mengungkungnya.</p>
<p><strong>Manusia Langka</strong><br />
Ya. Semua ada waktunya. Kata orang bijak, &#8220;tak ada pesta yang tidak berakhir&#8221;.</p>
<p>Yang fana itu waktu, kata Sapardi. Dan, Cristiano Ronaldo berada di batas itu, yang kerja keras dan tangis apa pun, takkan menolongnya. Tak ada keabadian, kecuali bagi Yang Maha.</p>
<p>Usianya sudah 39. Dia berbeda dari 10 tahun silam ketika masih bisa melawan umur dengan konsistensi spartanitas latihan fisik. CR7 memang berbeda dalam melawan faktor-faktor alamiah, dan bagaimanapun dia telah membuktikan lebih dari pemain lainnya.</p>
<p>Bukankah hanya sedikit pemain yang mampu bertahan menyiasati usia? Selain Ronaldo, tercatat Zlatan Ibrahimovic, Leo Messi, Paolo Maldini, Francesco Totti, dan legenda Belgia Wilfried van Moer.</p>
<p>Pelatih Portugal, Roberto Martinez menghadapi berbagai kritik ketika tetap memainkan Ronaldo dalam <em>starting eleven</em>-nya. Legenda Blackburn Rovers, Chris Sutton menyatakan tidak paham mengapa Martinez tetap mengutamakannya, padahal CR7 sekarang justru menjadi faktor melemahkan ketimbang sebagai pembeda.</p>
<p>Sutton yang di masa jayanya pernah membentuk duet maut bersama Alan Shearer, menyoroti kegagalan Ronaldo dalam menuntaskan eksekusi penalti ke gawang Slovakia, lalu menangis menyesali.</p>
<p>Dia menggambarkan Ronaldo seperti anak kecil yang membawa mainan bola ke sebuah taman, kemudian ketika sudah merasa cukup, dia memasangkan pada jumpernya, dan pulang ke rumah sehingga tidak ada yang bisa bermain.</p>
<p>Air mata sesudah kegagalan penaltinya, kata Sutton, adalah bukti bahwa tekanan bisa menimpa pemain sehebat apa pun.</p>
<p>&#8220;Pada akhirnya, adu penalti menyelamatkan Ronaldo, yang mengatasi tensinya dengan mencetak gol penaltinya sendiri,&#8221; ujar Chris Sutton sebagaimana dikutip <em>cnnindonesia.com</em> dari <em>daily mail</em>.</p>
<p><strong>Berbeda Soal</strong><br />
Persoalan membawa Ronaldo sebagai <em>starting eleven</em> Selecao das Quinas sedikit berbeda dari kebutuhan pelatih Lionel Scaloni yang tetap menyertakan Leo Messi ke tim Copa Amerika 2024.</p>
<p>Turnamen mayor Amerika Latin ini bersamaan dengan Euro. Dan, semua tahu Messi lebih segar dua tahun ketimbang Ronaldo; dan pada 2022 tiga kali membantu Albiceleste meraih trofi Copa America, <em>Finalissimo</em>, dan puncaknya Piala Dunia. Dengan kontribusinya, La Pulga terpilih sebagai pemain terbaik turnamen di Qatar 2022. Hanya, di Copa 2024 ini dia tak lagi setrengginas di Qatar dua tahun silam.</p>
<p>Sedangkan Ronaldo, yang hingga perempat final Euro belum memperlihatkan diri sebagai pembeda, kini ditunggu pembuktiannya. Apakah status rekor sebagai pemain yang enam kali tampil di Euro akan memberinya catatan baru hingga turnamen ini selesai?</p>
<p>Pada satu sisi, Ronaldo memberi banyak referensi legendaris tentang manusia dan kiprahnya. Bagaimana dia berlatih keras untuk bisa mempertahankan level. Dan, pada sisi ini kita patut menaruh respek kepada dia sebagai teladan bagi mereka yang memilih menekuni profesi tertentu.</p>
<p>Pada sisi lain, CR7 dihadapkan pada kenyataan tetap sebagai seorang anak manusia dengan segala keterbatasannya. Sama halnya dengan yang dihadapi Lionel Messi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/06/ronaldo-messi-dan-realitas-batas-pembuktian-manusia">Ronaldo, Messi, dan Realitas Batas Pembuktian Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Euro 2024 Panggung Terakhir Ronaldo?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/18/euro-2024-panggung-terakhir-ronaldo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 09:04:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Al Nassr]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[RB Leipzig]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull Arena]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Ceko]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=420549</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Cristiano Ronaldo bakal menjadi sorotan utama pada laga Euro 2024, yang mempertemukan Portugal lawan Republik Ceko, Rabu (19/6/2024) dini hari WIB nanti. Pemain Al Nassr itu, berpotensi memecahkan sederet rekor di pertandingan ini. Portugal akan meladeni tantangan Ceko dalam laga matchday 1 Grup F Piala Eropa 2024. Rencananya, duel ini akan dihelat di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/18/euro-2024-panggung-terakhir-ronaldo">Euro 2024 Panggung Terakhir Ronaldo?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Cristiano Ronaldo bakal menjadi sorotan utama pada laga Euro 2024, yang mempertemukan Portugal lawan Republik Ceko, Rabu (19/6/2024) dini hari WIB nanti. Pemain Al Nassr itu, berpotensi memecahkan sederet rekor di pertandingan ini.</p>
<p>Portugal akan meladeni tantangan Ceko dalam laga matchday 1 Grup F Piala Eropa 2024. Rencananya, duel ini akan dihelat di markas RB Leipzig, Red Bull Arena, mulai pukul 02.00 WIB dini hari.</p>
<p>Portugal menjadi favorit untuk memenangi pertandingan ini, bahkan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup F. Materi pemain yang dipenuhi bintang, menjadi alasan utamanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/06/18/hari-raya-iduladha-1445-h-lapas-semarang-sembelih-hewan-kurban-5-sapi-dan-16-kambing">Hari Raya Iduladha 1445 H, Lapas Semarang Sembelih Hewan Kurban 5 Sapi dan 16 Kambing</a></strong></p>
<p>Meski demikian, Portugal tetap wajib mewaspadai potensi kejutan yang bisa dihadirkan Ceko. Apalagi Ceko memiliki reputasi menjadi tim kuda hitam menakutkan di setiap edisi Euro.</p>
<p>Ronaldo kini sudah berusia 39 tahun. Besar kemungkinan, Euro 2024 kali ini menjadi panggung Euro terakhir bagi Ronaldo, mengingat di edisi 2028 mendatang dia sudah berusia 43 tahun.</p>
<p>Pada sebuah kesempatan, Ronaldo pernah memberi isyarat dirinya akan gantung sepatu alias pensiun dari sepak bola profesional, usai gelaran Piala Dunia 2026 mendatang.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/06/18/tiga-tips-aman-mengonsumsi-sate-kambing-saat-perayaan-idul-adha">Tiga Tips Aman Mengonsumsi Sate Kambing Saat Perayaan Idul Adha</a></strong></p>
<p>Karena itulah, Ronaldo bakal tampil mati-matian di Jerman kali ini, untuk membawa negaranya menjadi juara kali kedua. Performa Ronaldo nanti pun sangat menarik untuk dinantikan.</p>
<p>Bagi Ronaldo, usia bukanlah sebuah masalah. Di umurnya yang sudah 39 tahun, CR7 membuktikan, dirinya masih bisa mendulang banyak prestasi gemilang.</p>
<p>Karena itu, wajar jika Ronaldo masih mampu menunjukkan level permainan luar biasa di usianya yang kini sudah 39 tahun. Catatan golnya yang fantastis adalah bukti nyata kerja keras CR7.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/06/18/polres-sembelih-hewan-qurban-sapi-dan-kambing-daging-dibagikan-ke-warga-blora">Polres Sembelih Hewan Qurban Sapi dan Kambing, Daging Dibagikan ke Warga Blora</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Timnas Slovakia meraih kemenangan penting atas Belgia, pada matchday pertama Grup E Euro 2024. Slovakia menang bukan hanya lewat semangat dan skill, akan tetapi kebahagiaan ketika berada di atas lapangan.</p>
<p>Laga Slovakia lawan Belgia dimainkan di Stadion Frankfurt Arena, Senin (17/6/2024). Di atas kertas, Belgia sebenarnya diunggulkan untuk menang. Belgia punya materi pemain yang cukup bagus.</p>
<p>Namun yang terjadi di atas lapangan, justru berbeda dengan prediksi. Slovakia menang dengan skor 1-0, lewat gol yang dicetak Ivan Schranz menit ketujuh.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/06/18/pompanisasi-untuk-menyelamatkan-tanaman-padi">Pompanisasi untuk Menyelamatkan Tanaman Padi</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami memberikan segalanya. Kami tidak memenangkannya dengan menjadi lebih baik, tetapi dengan menjadi lebih bahagia,&#8221; ucap pemain belakang Slovakia, David Hancko, seperti dikutip dari BBC Sports.</p>
<p>Slovakia sebenarnya lebih sering berada di bawah tekanan Belgia. Mereka hanya punya 39 persen penguasaan bola. Lalu, ada 16 shots yang diarahkan ke gawang Martin Dubravka.</p>
<p>Di partai lainnya, Rumania menang telak atas Ukraina dengan skor 3-0. Sedangkan Prancis unggul tipis 1-0 atas Austria.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/18/euro-2024-panggung-terakhir-ronaldo">Euro 2024 Panggung Terakhir Ronaldo?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Owen]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Robin van Persie]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thiery Henry]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicius Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=400784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan// (Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024) SEPAK BOLA mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-400812 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan//</em><br />
<strong>(Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPAK BOLA</strong> mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi jiwa.</p>
<p>Segalanya seakan lengkap mengeram dalam bulat bola. Ada spirit perlawanan, ada sepoi lembut persaudaraan, ada intimidasi hati, ada intervensi rasa, pun ada luap seni yang membahasakan elok narasi-narasi.</p>
<p>Berjuta, dan berjuta. Dalam lembut kau bisa menemukan kegagahan, dalam gagah kau rasakanlah mengalir aurora kelembutan. Bukankah kau mengenal arogansi ala Jay Barton, Gennaro Gattuso, atau Zlatan Ibrahimovic? Tak kau rasakankah pancaran kekesatriaan ala Bryan Robson atau Paolo Di Canio? Keanggunan performa ala Franz Beckenbauer, Socrates, atau Paolo Maldini? Bisa pula terungkap kegilaan macam Eric Cantona, Paul Gascoigne, Edmundo, atau Luis Suarez. Pun ada kelembutan bintang sekaliber Lionel Messi atau Ricardo Kaka.</p>
<p>Hingga kompetisi liga-liga dunia bergulir untuk menyelesaikan musim, pada tahun ini, ekspresi-ekspresi seni memancar dalam terang cahaya. Genderang pertarungan bertalu-talu meronta di liga-liga dunia; eksplorasi seni tertuang tuntas mengekspresikan rasa; impresivitas mewujud dalam ungkapan totalitas bersepak bola.</p>
<p>Dan, sanggupkah kita menemukan pesan pencerahan di sana?</p>
<p><strong>Seni, dan Seni</strong><br />
Di antara mata air seni yang mengalir, coba tandailah “kegilaan” striker Liverpool Darwin Nunez ketika mencetak gol pembuka dari kemenangan 4-1 atas Brentford di Liga Primer, pekan kemarin. Akankah kita melihatnya semata-mata sebagai “gol” dari proses reguler?</p>
<p>Penyelesaian gol gaya Nunez itu sampai membuat legenda Liverpool, Michael Owen mengulang-ulang menyaksikan. Nunez mencungkil bola melewati kepala kiper Mark Flekken dalam posisi satu lawan satu.</p>
<p>Owen menyebut ada kerumitan dalam cara berpikir Nunez sebagai seorang striker. Dalam kondisi skor masih 0-0, sewajarnya Nunez lebih memilih berpikir sederhana, yakni menempatkan bola ke pojok gawang atau melewati kiper terlebih dahulu. Eksekusi dengan “keisengan” men-<em>chip</em> bola, dalam gambaran Owen, hanya akan dipilih jika tim sudah unggul 2-0 atau 3-0.</p>
<p>Bukankah itu adalah ungkapan naluri seni? “Sungguh itu hal gila,” puji Owen.</p>
<p>Ya, bagaimana bisa terpikirkan menyelesaikan peluang dengan secara seperti itu? Seperti dulu, kita sering menyaksikan Ronaldo Luis Nazario memilih menerobos adangan dua pemain lawan ketimbang menggeser bola ke area yang lebih bebas.</p>
<p>Siapa pula yang tak ingat kenyentrikan Rene Higuita, “kiper gila” Kolombia yang lebih suka mengamankan gawangnya dengan gerakan kalajengking ketimbang penyelamatan yang normal? Juga kiper Jose Luis Chilavert yang memosisikan diri sebagai pengambil <em>free kick</em> utama untuk tim nasional Paraguay?</p>
<p>Semua lantaran dorongan seni. Hal yang tidak biasa menjadi luar biasa. Ekspresi Darwin Nunez justru muncul di tengah ketegangan berburu poin krusial. Sungguh, bukankah sepak bola menawarkan ungkapan-ungkapan kejeniusan dari ketidaklumrahan ide dan pikiran? Terkadang, para seniman bola memilih berpikir, “kalau bisa dibikin unik, mengapa harus disimplifikasi?”</p>
<p>Kita mengenal “pendekar gol” yang selugas Erling Halaand. Dengan cara-cara sederhana dia tampak kejam menghukum penjaga gawang lawan. Bandingkanlah, misalnya dengan “gaya gol puitis” Robin van Persie atau Thiery Henry pada masa jayanya. Gol kedua pemain ini merupakan kombinasi ide, presisi, naluri seni, instink membunuh, ketepatan waktu, dan <em>positioning</em>.</p>
<p>Dan, sekarang, ungkapan kejeniusan itu sering kita dapatkan dari gaya eksekusi Robert Lewandowski, Son Heung-min, Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, Vinicius Junior, atau Phil Foden.</p>
<p>Mereka mencahayai sepak bola sebagai pesona yang mencerahkan. Para peracik taktik mengandalkan seniman-seniman itu untuk mengarungi pertarungan ide, menaklukkan liga-liga, untuk menyisakan satu pasukan terbaik di pengujung musim. Dan, itulah hakikat dari puncak tujuan pengerahan sumberdaya yang dimiliki sebuah klub: dari deret pemain, kebrilianan pelatih, ekosistem klub, hingga infrastruktur yang memagari syarat berkompetisi.</p>
<p>Sejumlah liga arus utama masih menjadi semacam buku yang terbuka, belum terpastikan siapa yang akan menjadi “the last man standing” di pengujung kompetisi. Pernak-pernik peperangan masih mengetengahkan aneka keniscayaan.</p>
<p>Di tengah tambur yang masih bertalu, sudah ada “seniman” yang bakal meninggalkan gelanggang. Juergen Klopp tak akan lagi bersama Liverpool musim depan. Xavi Hernandez juga memilih pergi dari Camp Nou untuk tidak lagi mendampingi Barcelona. Dan, entahlah nanti apa yang akan terjadi dengan Mauricio Pochettino, Mikael Arteta, Eric ten Haag, atau empu-empu lainnya.</p>
<p>Industri sepak bola selalu berparameter profesional dalam aksen kapitalisme. Konsekuensinya, pencapaian seorang pelatih akan dikalkulasi dari produk akhir secara kuantitatif. Klopp dan Xavi boleh jadi berpikir dari standar kesenimanan: hati dan rasa lebih memahkota ketimbang ukuran capaian trofi.</p>
<p>Penikmatan penjiwaan sebagai bagian dari sebuah komunitas dan keluarga, lebih bermakna sebagai ungkapan seni dan cahaya pencerah. Segempita apa pun genderang perang memanggil dan menggoda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 01:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Hangestri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS KOLABORASI produk media mainstream dan media sosial sangat terasa dalam sajian berita-berita politik media kita, khususnya menjelang perhelatan Pemihan Umum, hari-hari ini. Terjadi saling “pungut konten” secara masif. Viralitas seakan-akan menjadi “ideologi” yang dianut dengan standar masing-masing. Berlangsung percampuran antara akuntabilitas dan kewajiban verifikasi dalam produk jurnalistik media, dengan konstruksi instan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu">“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-396102 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />KOLABORASI</strong> produk media <em>mainstream</em> dan media sosial sangat terasa dalam sajian berita-berita politik media kita, khususnya menjelang perhelatan Pemihan Umum, hari-hari ini.</p>
<p>Terjadi saling “pungut konten” secara masif. Viralitas seakan-akan menjadi “ideologi” yang dianut dengan standar masing-masing. Berlangsung percampuran antara akuntabilitas dan kewajiban verifikasi dalam produk jurnalistik media, dengan konstruksi instan isu yang penuh sensasi, sebagai produk berbagai <em>platform</em> media sosial.</p>
<p>Menjelang “hari H” Pemilihan Umum 2024, 14 Februari nanti, “ideologi” itu bagai menemukan titik penyuburan lewat viralitas unggahan-unggahan berita dari fakta dan <em>setting</em>-an isu, dengan <em>framing</em> dari sudut pandang aneka kepentingan.</p>
<p>Berseliweran begitu banyak unggahan isu. Mulai dari pemberitaan mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi tentang syarat batas minimal usia calon presiden/wakil presiden dan pengalaman menjadi kepala daerah; lalu perguliran masalah terkini tentang aturan apakah Presiden boleh berkampanye untuk pasangan calon tertentu atau tidak.</p>
<p>Pernyataan-pernyataan, kecenderungan sikap, dan “penampakan” aneka karakter manusia juga tereksploitasi sebagai warna dominan konten media dan medsos. Istilah gemoy, diksi “samsul”, narasi “omon-omon”, “ndasmu etik”, SGIE,<em> greenflation</em>, atau gestur membungkuk-bungkuk “mencari-cari jawaban” dalam forum debat calon wakil presiden, ungkapan “pertanyaan recehan”, menjadi <em>pointers</em> yang viral. Termasuk dugaan-dugaan adanya “sang pembisik” di arena debat, dan seterusnya.</p>
<p>Pengapungan isu-isu tersebut mengetengahkan nuansa pemberitaan yang tentu bercita rasa sangat konfliktif, yang di-<em>follow up</em>-i oleh banyak <em>talk show, podcast</em>, konferensi pers, atau statemen respons personal melalui youtube. Menariknya, <em>taste</em> konflik itu terkemas oleh media <em>mainstream</em> sebagai semacam “conflict-tainment”, konflik yang dijadikan hiburan.</p>
<p>Efeknya, tumbuh masif konten-konten saling ofensif dan saling defensif yang “menghibur”, walaupun bernada pahit. Tercipta panggung yang lucu-lucu, meskipun terasa menyakitkan.</p>
<p>Viralitas menghadirkan respons sikap publik, berupa sentimen negatif hingga sentimen positif netizens yang dikelola dan dikuantifikasi oleh lembaga-lembaga analisis seperti Drone Emprit. Efek selanjutnya, tingkat elektabilitas pasangan calon presiden-calon wakil presiden juga terhubungkan oleh analisis lembaga-lembaga survei.</p>
<p><strong>Model Muhammad Ali</strong><br />
Model-model pemberitaan yang menjadi tren di ranah politik itu menyerupai tren kemasan jurnalistik di dunia olahraga yang sudah berlangsung sejak 20 tahunan lalu. Bahkan jauh sebelum era internet dan berkembang aneka <em>platform</em> media, pada dasawarsa 1970-an, legenda tinju kelas berat Muhammad Ali dengan kecerdasan “marketing”-nya telah menemukan ceruk publisitas.</p>
<p>Dia mengusung cara memasarkan diri untuk menaklukkan daya tarik media lewat karakter personalnya yang “bla-bla-bla”, dan tak jarang menampilkan ide menarik di luar bingkai olahraga. Model publikasi Ali, yang dijuluki Si Mulut Besar dan mengklaim diri sebagai The Greatest, muncul ketika budaya pop belum mencengkeram keseharian hidup manusia.</p>
<p>Di era <em>new media</em>, makin sulit menemukan media yang menyajikan berita-berita olahraga dari perspektif murni edukasi pembinaan. Yang kini dominan adalah memperlakukan atlet atau para pelaku olahraga sebagai selebritas yang menjadi elemen budaya pop. Maka dinamika “atlet sebagai manusia pesohor” dengan gaya hidup, temperamen, dan sisi positif maupun sisi gelap kesehariannya lebih mendapat tempat.</p>
<p>Konflik-konflik antarpesohor menjadi konten yang justru memenuhi pragmatisme naluri hasrat dalam budaya pop. Dan, itu sudah dilakukan Muhammad Ali secara personal pada era kejayaannya. Ali, secara sadar, menggali ceruk performa dan mengetengahkan bahwa dia memiliki “faktor pembeda”.</p>
<p>Dari dunia olahraga, gaya “conflict-tainment” itu menghadirkan persoalan-persoalan manusia dan efek kepesohoran ketimbang wacana-wacana tentang teknis pembinaan. Maka kita makin banyak disodori berita-berita tampilan gaya hidup Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, karakteristik Jose Mourinho, atau di level nasional tersuguhi penampilan pebola voli Megawati Hangestri Pratiwi di Liga Voli Korea Selatan. Juga kisah-kisah di dalam maupun di luar lapangan Asnawi Mangkualam di K-League 2, Pratama Arhan di J-2 League, dan banyak atlet lain yang dikemas dengan semangat menggiring viralitas.</p>
<p><strong>Budaya Pop dan Berita Pemilu</strong><br />
Budaya pop menghasilkan “konsensus informal” secara universal dalam “budaya hasrat”, yang disadari atau tidak disadari menjauhkan nilai-nilai dan mengusung perilaku baru. Derry Mayendra (2011), ahli pemasaran digital Universitas Gunadarma menyebut, budaya pop lebih banyak berfokus pada emosi dan pemuasannya daripada intelek. Yang menjadi tujuan hidup adalah, “berenang-senang dan menikmati hidup” sebagai “budaya hasrat”.</p>
<p>Relativisme, pragmatisme, konsumerisme, hedonisme, popularisme, sekularisme, dan isme-isme yang lain, banyak menyeret media masuk ke pusaran model sajian yang terkadang dangkal dan terasa jauh dari nilai-nilai intelektualisme.</p>
<p>Apa yang kita akses dari berbagai <em>platform</em> media, baik yang <em>mainstream</em> maupun medsos, sesungguhnya adalah gambaran tentang produk viralitas yang berpusar dari budaya pop. Pengaruh algoritma google dalam ikhtiar menangguk pendapatan <em>google adsense</em> sangat berperan dalam model-model sajian media.</p>
<p>Lalu dari mana audiens memetik nilai edukasi dari gaya pemberitaan semacam itu?</p>
<p>Di ranah pemberitaan pemilihan umum, misalnya, adakah fungsi pendidikan politik yang bisa kita dapatkan?</p>
<p>Pada sepanjang hari-hari menuju pelaksanaan pemilu, kita banyak mengolah petuah tentang etika, moralitas, adab, dan konsistensi dalam berdemokrasi dan menyikapi aturan. Hal-hal dasar itu bisa melekat pada figur dan fakta-fakta yang kemudian diviralkan.</p>
<p>Apakah momentum edukasinya adalah ketika berkembang berbagai analisis dan diskusi di seputar persoalan-persoalan tersebut? Apakah publik mendapatkan pengayaan pengetahuan dari pro-kontra yang muncul dan berkembang? Apakah publik meraih pembelajaran batin dengan memaknai ungkapan-ungkapan hujatan, kebencian, dan ofensif pada satu sisi, dan sikap-sikap defensif pada sisi lain?</p>
<p>Dalam pemahaman dunia media sekarang, narasi bagus atau narasi buruk sejatinya sama-sama memuat konten edukatif. Tinggal bagaimana kita menyikapi. Publik seakan-akan dihadapkan pada kenyataan agar memilih jalan sendiri dengan mempertimbangkan narasi-narasi pemberitaan yang dia akses.</p>
<p>Budaya pop, pada sisi lain memberi paparan tentang pilihan sikap. Di luar “isme-isme” yang berkembang sebagai budaya hasrat yang berwajah pragmatis, tentulah masih ada ruang-ruang untuk mempertimbangkan. Bukankah ada pilihan dari yang tidak kita sukai, atau sebaliknya ada alternatif lain dari yang kita idolakan?</p>
<p><strong>Konflik yang Terkemas</strong><br />
Mempertentangkan konten viral dengan konten viral lainnya adalah contoh betapa banyak ruang untuk mempertimbangkan pilihan. Kita mungkin akan menjustifikasi mengalami kebingungan, ketika mencoba mencerna konflik sedemikian tajam yang diunggah oleh sejumlah media.</p>
<p>Sebegitu terbuka orang berdebat dan “berkelahi” dalam berbagai <em>talk show</em> dan wawancara media, tetapi sadarkah kita bahwa adu wacana dan “gebuk-gebukan” itu adalah konflik yang telah dikemas lewat perencanaan matang, sistematis, teragenda, dan terbingkai?</p>
<p>Pendewasaan pikiran yang seharusnya kita raih adalah bagaimana menentukan keputusan di tengah beragam tawaran, memastikan pilihan di tengah “konflik” yang disajikan oleh media-media, dalam kesadaran penuh &#8212; seminim apa pun &#8212; berkontribusi untuk masa depan bangsa yang lebih baik.</p>
<p>Bukankah model pemberitaan yang bergenre “conflict-tainment”, dalam kebanalannya, kita pahami mewadahi adu pikiran, adu gagasan, dan adu wacana dengan kemasan hiburan? Katakanlah, menghibur dalam kekonyolan, mengedukasi dengan mengadu kepentingan.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu">“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[BEST]]></category>
		<category><![CDATA[Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Edson Arantes Do Nascimento]]></category>
		<category><![CDATA[George Oppung Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Jay Okocha]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Rivelino]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times (GOAT)]]></category>
		<category><![CDATA[Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=379807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;// (Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023) MASIH ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-379808 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>MASIH</strong> ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon d’Or?</p>
<p>Delapan trofi! O, sefantastis itu dia catat sejarah&#8230;</p>
<p>Bandingkan dengan urutan kedua rekor pengoleksi trofi, Cristiano Ronaldo yang lima kali meraihnya. Atau peraih yang mendapatkan tiga kali, dua kali, dan hanya satu kali.</p>
<p>Jujur saja, capaian Messi relatif sulit disamai. Dan, itu adalah rentang konsistensi pencapaian puncak yang pasti takkan mudah dicapai oleh pemain mana pun.</p>
<p>Hanya, ketika bicara tentang Piala Dunia atau Coppa del Mundo, Messi jelas di bawah “rajanya”, Edson Arantes Do Nascimento alias Pele.</p>
<p>Tiga Piala Dunia! Siapa mampu menyamai?</p>
<p>Ya, sedahsyat itu Pele. Ironisnya, dia tidak menikmati sekalipun anugerah Ballon d’Or. Pele menjalani karier gemilang pada masa ketika kandidat pemenang Ballon d’Or masih memiliki restriksi; hanya pesepak bola dari Eropa yang bisa meraih. Restriksi berlangsung dari awal penyelenggaraan pada 1956 hingga 1995. Praktis sejumlah pesepakbola legendaris di luar Eropa tak punya kesempatan meraihnya.</p>
<p>Pada 2016, dalam perayaan 60 Tahun Ballon d’Or, majalah <em>France Football</em> selaku penyelenggara melakukan “evaluasi ulang internasional”, untuk menghitung siapa saja pemenang 1956-1995 andaikata ajang ini digelar global.</p>
<p>Otak-atik itu tidak mengubah pemenang resmi, namun yang menarik, Pele dikalkulasikan layak meraih 7 trofi.<em> France Football</em> bahkan sempat merilis sampul khusus untuk majalahnya. Ada gambar Pele dengan 7 trofi Ballon d’Or hasil “evaluasi ulang”. Untuk menghormati pencapaiannya yang luar biasa, pada 2014 Pele dianugerahi Ballon d’Or kehormatan dalam seremoni 2014.</p>
<p>Sama seerti Pele, Diego Armando Maradona, mahabintang yang tak kalah fenomenal dan meraih Piala Dunia 1986, juga tidak pernah membendaharakan Ballon d’Or.</p>
<p>Barulah sejak 1995, pemain non-Eropa disertakan dalam kontestasi. George Oppung Weah menjadi pemain Afrika pertama &#8212; dan hingga kini satu-satunya &#8212; yang mendapatkan.</p>
<p><strong>Show of Magician</strong><br />
Apa yang dipertontonkan Leo Messi di Piala Dunia Qatar 2022 adalah pengukuhan kebesaran dalam nuansa “menjemput takdir”, bahwa pada akhirnya dia meraih apa yang selama ini dipandang sebagai titik kekuranglengkapannya.</p>
<p>Performa mendekati perfeksionis di Qatar itu diperkuat dengan “<em>show of magician</em>” bersama Inter Miami di Liga Amerika Serikat. Dia genapkan ketakjuban dunia dengan aksi-aksi epik <em>free kick</em>-nya. Juga eksepsionalitas olah bola yang tetap menggoda di usia yang sudah tidak lagi muda, 36 tahun.</p>
<p>Nah, pada saat-saat Messi istikamah unjuk kelebihan di Miami, saya mencoba intens melihat pembanding kemampuannya dengan menyimak melalui video aksi-aksi Pele, Best, Rivelino, Cruyff, Cantona, Maradona, Jay Jay Okocha, Weah, Baggio, Ronaldinho, Zidane, Ronaldo Nazario, termasuk Keegan.</p>
<p>Serangkaian video itu memaparkan betapa kaya dunia sepak bola dengan aksi-aksi langka anak manusia seperti yang sekarang melekat dalam kemampuan Messi.</p>
<p>Tak keliru menobatkan La Pulga sebagai “The Real GOAT”, namun kita juga tidak sepatutnya melupakan &#8212; misalnya &#8212; kemampuan langka Zidane di luar area bintang.</p>
<p>Dari Zidane, Anda simaklah kembali aksi-aksi <em>screening ball</em>, gerakan <em>roulette</em>, teknik-teknik <em>nutmeg</em>, kekuatan fisik, hingga seni mencetak gol. Jelas sekali salah satu pemain terbesar Prancis yang meraih Ballon d’Or 1998 itu adalah seniman langka sepak bola yang pernah dilahirkan. Sejumlah teknik yang ada padanya rasanya tidak dimiliki oleh Pele, Maradona, atau Messi.</p>
<p>Kesenimanan Zidane setara dengan aksi-aksi sirkus Ronaldinho, sebagai “artis Samba” yang memiliki banyak keunggulan “keterampilan panggung” dibandingkan dengan para pesepak bola Brazil lainnya.</p>
<p>Makin banyak menyimak rekaman para seniman dunia itu, makin menjadi terang betapa Lionel Messi memiliki “<em>maqam</em>” pengakuan yang sepantasnya. Dunia takkan berhenti merindukannya.</p>
<p>Ya. Delapan trofi Ballon d’Or, siapa bisa menjajari?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Pro Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Major League Soccer]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar Junior]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA]]></category>
		<category><![CDATA[Wayne Rooney]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=362628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ENTAH bombardemen komentar seperti apa yang meruap, andai Lionel Messi memilih memenuhi pinangan klub Al-Ahli, pada akhir musim kemarin. Bisa jadi sinisme bakal mengelombang, seperti ketika Neymar Junior akhirnya melabuhkan diri dari Paris St Germain ke Al-Hilal dengan komponen bayaran selangit dan privilese istimewa. Artinya, Neymar lebih memilih bayaran tinggi ketimbang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls">“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-362631 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>ENTAH</strong> bombardemen komentar seperti apa yang meruap, andai Lionel Messi memilih memenuhi pinangan klub Al-Ahli, pada akhir musim kemarin.</p>
<p>Bisa jadi sinisme bakal mengelombang, seperti ketika Neymar Junior akhirnya melabuhkan diri dari Paris St Germain ke Al-Hilal dengan komponen bayaran selangit dan privilese istimewa.</p>
<p>Artinya, Neymar lebih memilih bayaran tinggi ketimbang peluang meraih Ballon d’Or jika tetap bermain di klub Eropa.</p>
<p>Bintang Brazil itu menyusul sejumlah pemain top lain dari liga-liga Eropa yang terlebih dahulu hijrah ke Saudi, di tengah sorotan miring dari UEFA. Otoritas sepak bola profesional Negeri Gurun melangkah gila-gilaan untuk memoles performa liganya.</p>
<p>Nyatanya, <em>the show going on</em>. Liga Pro Saudi kini menjadi <em>top of mind</em> paling aktual ketika kita bicara soal kontrak-kontrak fantastis.</p>
<p><strong>Ronaldo Vs Rooney</strong><br />
Pada bagian lain, saling berbalas komentar antara Cristiano Ronaldo dengan Wayne Rooney memberi indikasi kontroversi tentang rivalitas perkembangan industri sepak bola dunia.</p>
<p>Ronaldo berada di kutub opini Liga Saudi ketika menjadi pionir kehijrahan para bintang dunia ke Arab, dengan berpetualang ke Al Nassr. Dengan penuh keyakinan dia menuturkan, Liga Pro Saudi lebih kompetitif dari Major League Soccer (MLS).</p>
<p>“Setahun ke depan bakal lebih banyak pemain top yang datang. Liga Saudi akan menyusul Liga Turki dan Belanda,” katanya, seperti dikutip <em>bola.net</em> dari<em> The Athletic</em> (20 Juli 2023).</p>
<p>Sebaliknya, Rooney yang kini melatih DC United berpendapat, Liga Amerika Serikat punya segalanya untuk menjadi salah satu yang terbesar di dunia.</p>
<p>“MLS bisa mendatangkan Lionel Messi adalah pembuktian besar. Adakah cara yang lebih baik untuk membuktikan bahwa liga ini bisa bersaing dengan kedatangan Messi?” ungkap legenda Manchester United itu.</p>
<p>Polemik ini, pada sisi lain juga bisa bernilai “soccertainment” untuk mengangkat publisitas Liga Saudi. Bukankah budaya pop terkadang juga membutuhkan elemen konfliktif dalam membangun bla-bla-bla <em>public relationship</em>-nya?</p>
<p>Kita juga bisa menafsir, keberadaan Ronaldo di Liga Saudi dan Leo Messi di MLS diam-diam menciptakan “berkah persaingan”. Media dan budaya pop akan membawa rivalitas sengit kedua megabintang itu, dengan segala perniknya, untuk mengangkat popularitas liga kedua negara tersebut.</p>
<p><strong>Migrasi Besar</strong><br />
Gelombang migrasi ke Arab dapat disimak dari distribusi para bintang di sejumlah klub. Dari yang berstatus eks bintang, yang masih di orbit utama, hingga yang benar-benar masih segar.</p>
<p>Tiga status itu menunjukkan spirit industrial yang tak hanya bernilai pragmatis, tetapi juga bervisi masa depan, dan menggalang sifat edukatif dari mereka yang pernah menjadi ikon dunia.</p>
<p>Di Al Nassr, selain Ronaldo ada Anderson Talisca, David Ospina, Marcelo Brozovic, Seko Fofana, Alex Telles, dan terakhir Sadio Mane.</p>
<p>Taburan bintang mewarnai skema Al-Hilal. Neymar baru saja mendarat dengan gaji dan hak-hak istimewanya. Dia akan berada di tengah Ruben Neves, Kalidou Koulibaly, Sergej Milinkovic Savic, dan Malcom.</p>
<p>Sementara itu, Karim Benzema akan bahu membahu dengan N’Golo Kante, Jota, dan Fabinho di Al-Ittihad.</p>
<p>Jangan abaikan pula Al-Ahly. Roberto Firmino yang langsung nyetel sebagai gelandang serang dengan <em>hattrick</em> di laga perdana, bertandem dengan Riyad Mahrez, Edouard Mendy, dan Alan Saint-Maximin.</p>
<p>Klub-klub lain tak kalah sibuk. Jordan Henderson, Mousa Dembele, dan Jae Hendry di Al-Ittifaq. Ever Banega dan Gregorz Krychowick di Al-Shahab, sementara Al-Fateh, Al-Sadd, dan Abha dengan masing-masing satu rekrutan Eropa: Cristian Tello, Romain Soiss, dan Felipe Caicedo.</p>
<p>Jika publisitas Liga Saudi terus disuburkan dengan kontroversi pro-kontra, apakah dalam format<em> framing</em> atau murni perang opini, perkiraan saya pada musim depan justru makin banyak bintang yang datang. Apalagi dengan iming-iming gaji yang lebih menggiurkan.</p>
<p><strong>Kiprah Timur Tengah</strong><br />
Langkah baru Arab Saudi itu membuat kiprah negara-negara Timur Tengah dalam peta sepak bola dunia semakin terasa.</p>
<p>Piala Dunia 2022 yang sukses digelar di Qatar merupakan puncak yang langsung atau tidak langsung menandai peran “uang Arab” dalam percaturan sepak bola.</p>
<p>Jaringan bisnis Pangeran Mohamed bin Salman &#8212; konsorsium Public Investment Fund (PIF) &#8212; sejak tiga tahun silam mengambil alih 100 persen saham klub Newcastle United dari Mike Ashley di Liga Primer</p>
<p>MBS melengkapi investasi Syekh Mansour al-Sulaimany dari Uni Emirat Arab melalui City Football Group (CFG) untuk Manchester City, dan terbukti mengubah Pasukan Etihad itu sebagai kekuatan dunia.</p>
<p>Di Ligue 1, Syekh Nasser al-Khelaifi dari Qatar Sports Investment (QSI) menjadi pemilik Paris St Germain dengan ambisi Eropa seperti The Citizens.</p>
<p>Liga Pro Saudi, yang pada 2013-2019 berlabel sponsorik Liga Abdul Latif Jameel atau Dawry Jameel, kini betul-betul diinvestasikan untuk memacu kemajuan sepak bola negeri yang lolos ke 16 besar Piala Dunia 1994 itu.</p>
<p><strong>Melawan Inferioritas</strong><br />
Sepak bola Asia, khususnya di kawasan Barat, masih berjuang melawan inferioritas di hadapan superioritas Eropa dan Amerika Latin.</p>
<p>Di kawasan Timur, Jepang dan Korea Selatan sudah mampu menegakkan kepala dengan penampilan tim nasional yang memberi warna kuat di setiap Piala Dunia, sejak 2002.</p>
<p>Sementara itu, Asia Barat lewat Arab Saudi dan Iran masih belum sekonsisten Jepang dan Korea yang ditopang oleh konsistensi impresif kompetisi liganya.</p>
<p>J-League dan K-League dikenal kuat dalam manajemen disiplin kompetisi, melahirkan banyak bintang yang bersinar di liga-liga Eropa.</p>
<p>“Kolaborasi” kemarakan liga domestik dan visi Eropa itulah yang menduniakan sepak bola Jepang dan Korea. Bahkan Liga China, dengan cara memacu diri yang mirip, belum juga beranjak ke level kedua negara tersebut.</p>
<p>Jadi apa salahnya kita bersikap positif? Liga Pro Saudi tampaknya melangkah dengan lebih revolusioner, yang bertumpu pada kekuatan uang dan setting masif <em>public relations</em>.</p>
<p>Sebagai kondisi kebetulan atau tidak, persaingan dengan Liga Amerika Serikat lewat representasi Ronaldo dan Messi bakal menjadi salah satu elemen pelecut lompatan sepak bola Arab Saudi.</p>
<p>Dari sisi visi industri sepak bola, atmosfer marak yang terkesan instan itu justru bakal memeratakan ingar-bingar “soccertainment” di seluruh penjuru dunia&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls">“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>