<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Djo Koplak Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/hiburan/djo-koplak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Sep 2024 11:02:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Djo Koplak Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nebeng Pesawat tapi Bukan Private Jet</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/19/saya-pernah-nebeng-pesawat-tapi-bukan-private-jet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 04:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Kaesang]]></category>
		<category><![CDATA[nebeng]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[private jet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=436854</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh R. Widiyartono NEBENG, kata ini menjadi trending belakangan ini. Nebeng, menjadi trending karena ucapan Kaesang yang baru saja datang ke KPK. Kaesang mencerikan, bahwa perjalanan naik jet pribadi atau private jet itu dia hanya nebeng, pesawat milik teman. Maka kata nebeng pun makin banyak dibincangkan, dan menjadi polemik, sampai televisi pun menggelar talkshow atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/19/saya-pernah-nebeng-pesawat-tapi-bukan-private-jet">Nebeng Pesawat tapi Bukan Private Jet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Oleh<strong> R. Widiyartono<img loading="lazy" class="alignleft wp-image-436855 " src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/R.-WIDIYARTONO-314x400.jpg" alt="" width="225" height="287" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/R.-WIDIYARTONO-314x400.jpg 314w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/R.-WIDIYARTONO-118x150.jpg 118w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/R.-WIDIYARTONO.jpg 535w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></strong></span></p>
<p><strong>NEBENG,</strong> kata ini menjadi trending belakangan ini. Nebeng, menjadi trending karena ucapan Kaesang yang baru saja datang ke KPK.</p>
<p>Kaesang mencerikan, bahwa perjalanan naik jet pribadi atau <em>private jet </em>itu dia hanya nebeng, pesawat milik teman.</p>
<p>Maka kata nebeng pun makin banyak dibincangkan, dan menjadi polemik, sampai televisi pun menggelar <em>talkshow </em>atau dialog bertema turun kata &#8220;nebeng&#8221; tadi.</p>
<p>Kemudian saya teringat zaman sekolah dulu, tahun 70-an sampai 80-an awal. Saat itu, sarana transportasi belum sebaik sekarang. Soal <em>nunut </em>atau <em>nebeng </em>sudah pernah saya jalani.</p>
<p>Dari nebeng bonceng sepeda, nebeng mobil dinas camat, nebeng truk tangki, sampai nebeng heli, dan nebeng pesawat pernah saya jalani. Hanya saja, saya nebeng karena terpaksa. Tak ada kaitan dengan gratifikasi, sogokan, suap, atau apa pun.</p>
<p><strong>Bonceng Sepeda</strong></p>
<p>Inilah rentetan cerita nebeng saya. Semasa SMP saya <em>nglaju </em>dari Soropadan ke Magelang yang berjarak sekitar 13 kilometer. Setiap pagi naik bus, dan kadang bus tak mau berhenti karena penumpang penuh. Akhirnya saya harus <em>bolos </em>sekolah karena tidak dapat bus.</p>
<p>Kemudian semasa SMA di Wonosobo, saya juga sempat <em>nglaju, </em>ketika duduk di kelas 2. Sekolah saya memang di kota, tetapi sekolah kami punya kelas jauh di Klerang (Kalierang), yang mengharuskan naik angkutan umum untuk pulang-pergi.</p>
<p>Banyak pengalaman menyenangkan kala itu, karena ternyata tidak setiap hari naik kendaraan harus bayar. Semasa SMP, misalnya, saya sering dapat tumpangan membonceng sepeda. Memang tidak sampai ke tujuan, hanya sampai Secang sekitar 3 km dari tempat saya biasa menunggu bus.</p>
<p>Tetapi ini sangat bermanfaat, karena di Secang angkutan umum lebih banyak, sehingga kemungkinan saya terlambat masuk sekolah menjadi lebih kecil. Masih saya ingat, Mas Mad suami sepupuku yang kerja di Patal Secang, setiap hari naik sepeda untuk bekerja. Dia sering menawariku membonceng, dan saya terima dengan bahagia.</p>
<p>Juga Mas Totong, putra pakdhe yang sekolah di STN Magelang, dia biasa naik sepeda dari rumahnya ke sekolah yang jaraknya hampir 15 km. Dia sering memberikan tumpangan dengan membonceng di <em>planthangan</em> atau pipa yang ada di bawak sadel sampai stang sampai Secang.</p>
<p>Mas Totong memang naik <em>pit lanang </em>yang ada <em>planthangan-</em>nya itu. Saya tidak ikut numpang sampai Magelang, karena sekolah Mas Totong di Tuguran dan saya di Jalan Veteran. Jaraknya cukup jauh, sehingga saya <em>nunut </em>sampai Secang saja.</p>
<p>Oh ya, naik sepeda kala itu merupakan hal yang biasa. Bahkan sebuah kemewahan bisa naik sepeda yang ada “persnelingnya” yang bunyi <em>cik.. cik… cik&#8230;. </em>saat berjalan.</p>
<p><strong>Nebeng VW Safari </strong></p>
<p>Pengalaman lain semasa SMA. Saya dan teman-teman biasa naik Colt pikap bak tertutup yang memang saat itu masih boleh untuk mengangkut penumpang. Tetapi, beberapa kali menikmati naik mobil VW Safari, mobil dinas seorang camat. Pengemudi VW Safari itu tiap pagi mengantarkan anak Pak Camat sekolah di Wonosobo. Setelah mengantar anak bosnya sekolah, mobil itu balik lagi ke rumah dinas Pak Camat di desa.</p>
<p>Nah, rupanya si sopir orang baik. Tahu kami sedang menunggu angkutan umum, dia menawari untuk bareng, karena untuk Kembali menuju rumah dinas Pak Camat melewati sekolah kami. Jadilah kami nebeng. Tentu ini kebahagiaan, karena mengurangi ongkos, yang bagi kami waktu itu sangat berharga. Ternyata kejadian serupa tak hanya sekali, Pak Sopir ini bisa sampai seminggu tiga kali memberikan kami <em>nunutan.</em></p>
<p>Ketika berangkat dapat nunutan mobil keren VW Safari. Bagaimana Ketika pulang? Sama saja, namanya anak sekolah, kalau ada <em>nunutan </em>yang diiyakan saja. Dan, kami sering iseng, ada truk lewat disetop. Ada yang berhenti tetapi banyak yang tetap jalan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/19/saya-pernah-nebeng-pesawat-tapi-bukan-private-jet">Nebeng Pesawat tapi Bukan Private Jet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebelet Kencing Bersama</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/26/kebelet-kencing-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2021 03:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[djo koplak]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[widiyartono r. wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=142629</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUATU kali Djo Koplak yang kerjanya sebagai wartawan mendapat undangan untuk mengikuti sebuah seminar di daerah Puncak, Jawa Barat. Dia berangkat bersama Pongkring, temannya, yang sama-sama juga datang ke seminar itu. Mereka berangkat malam hari dari Semarang menuju ke sebuah hotel di Pacet, yang masuk daerah Cianjur. Dan, sudah menjadi kesepakatan nanti nyetirnya gentian. Harap [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/26/kebelet-kencing-bersama">Kebelet Kencing Bersama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-97576" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/07/DJO-KOPLAK-3.jpg" alt="" width="500" height="143" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/07/DJO-KOPLAK-3.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/07/DJO-KOPLAK-3-300x86.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" />SUATU</strong> kali Djo Koplak yang kerjanya sebagai wartawan mendapat undangan untuk mengikuti sebuah seminar di daerah Puncak, Jawa Barat. Dia berangkat bersama Pongkring, temannya, yang sama-sama juga datang ke seminar itu.</p>
<p>Mereka berangkat malam hari dari Semarang menuju ke sebuah hotel di Pacet, yang masuk daerah Cianjur. Dan, sudah menjadi kesepakatan nanti nyetirnya gentian. Harap maklum saja, ini peristiwa sudah terjadi lebih dari 10 tahun lalu. Ketika itu, jalan tol trans Jawa belum nyambung. Baru ada tol Kanci-Palimanan di Cirebon, kemudian ketemu tol lagi di Cikopo-Cikampek.</p>
<p>Ketika sampai Cirebon, Pongkring yang sedang setir bilang, “Aku mulai ngantuk, aku tidur dulu ya. Nanti kalau kamu ngantuk aku dibangunkan, aku gantian nyopir.”</p>
<p>Djo Koplak pun menggantikan setir mobil, dan bilang, “Kamu tidur di belakang saja lebih nyaman. Nggak masalah aku jadi sopir taksi.”</p>
<p>Ya, naik mobil sedan memang enak kalau di belakang. Pongkring pun lelap, Djo Koplak memang nyaman di belakang. Yang jadi alasan Djo Koplak pula, dia tidak melihat ada orang di sampingnya tidur, sehingga dia ketularan ngantuk.</p>
<p>Djo kemudian memacu kendaraan itu, dan kurang dari seperempat jam sudah mendengar Pongkring mendengkur. Singkat cerita, sampai Jakarta sekitar pukul 02.00 dinihari. Djo membangunkan Pongkring, untuk gentian setir.</p>
<p>“Aku gantian tidur ya,” kata Djo Koplak. Pongkring siap di belakang kemudian, dan Djo Koplak gantian duduk di kursi belakang. Mobil melaju lewat tol Jagorawi, kemudian keluar tol menuju jalur ke Puncak. Sesampai di kawasan Puncak yang penuh belokan itu, Pongkring rupanya kebelet kencing. Dia pun menghentikan mobil. Sementara Djo masih tidur.</p>
<p>Pongkring keluar dank arena jalan sepi, dia menyeberang kencing di kanan jalan. Djo tiba-tiba bangun, dan tahu mobil berhenti. Di keremangan dia lihat Pongkring lagi kencing. Diam-diam dia pun membuka pintu, karena juga kebelet kencing. Dia pun kencing di sisi jalan sebelah kiri.</p>
<p>Pongkring yang sudah rampung menyelesaikan hajatnya langsung balik ke belakang setir, dan langsung tancap gas. Sementara Djo yang di luar teriak-teriak, Pongkring tak mendengar. Pongkring mengira, Djo masih tetap tidur di belakang.</p>
<p>Pongkring melihat jam, ternyata sudah subuh. Kemudian ketika ada masjid di pinggir jalan dia berhenti. “Djo subuhan dulu yuk,” katanya. Tetapi tidak ada jawaban. Lalu ditengoklah kursi belakang, ternyata kosong.</p>
<p>Pongkring pun membuka ponselnya, ada beberapa <em>miss called</em> dari Djo. Dan ada SMS berbunyi, “<em>Aku kok mbok tinggal nang kebon teh ki piye. Nguyuh ra delok-delok kanca?”</em>. Ya, memang mereka kencing bersama di tanjakan sekitar kebun teh.</p>
<p>Pongkring pun menelepon Djo Koplak, dan menjemputnya kembali. Sementara Djo kedinginan di daerah Puncak yang jauh dari rumah penduduk, menunggu jemputan Pongkring.</p>
<p><strong>Widiyartono R</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/26/kebelet-kencing-bersama">Kebelet Kencing Bersama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tukang Parkir Berseru ‘Alhamdulillah’</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/12/tukang-parkir-berseru-alhamdulillah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 01:29:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[djo koplak]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[widiyartono r]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139375</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUATU kali, Djo Koplak mampir di sebuah minimarket. Djo Koplak memang tidak pernah belanja di minimarket itu, tetapi karena di situ ada ATM-nya, maka dia mampir. Tentu tidak hanya untuk mengambil uang, tetapi sekadar beli sesuatu biar tidak terkesan seakan cuma mau ke ATM. Setelah mengambil uang di ATM, dia pun memilih beberapa barang di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/tukang-parkir-berseru-alhamdulillah">Tukang Parkir Berseru ‘Alhamdulillah’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-137163 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DJO-KOPLAK-400x114.jpg" alt="" width="400" height="114" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DJO-KOPLAK-400x114.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DJO-KOPLAK-150x43.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DJO-KOPLAK.jpg 500w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />SUATU</strong> kali, Djo Koplak mampir di sebuah minimarket. Djo Koplak memang tidak pernah belanja di minimarket itu, tetapi karena di situ ada ATM-nya, maka dia mampir. Tentu tidak hanya untuk mengambil uang, tetapi sekadar beli sesuatu biar tidak terkesan seakan cuma mau ke ATM.</p>
<p>Setelah mengambil uang di ATM, dia pun memilih beberapa barang di antaranya minuman dan biskuit, untuk teman perjalanan. Ya, karena Djo memang bawa mobil sendirian, jadi dagunya bisa bergoyang selama perjalanan karena ada biskuit yang dikunyahnya.</p>
<p>Setelah membayar di kasir, tanpa menghitung ulang Djo langsung memasukkan uang kembalian di saku. Yang dia lihat sepintas, dalam kembalian ada lembaran dua puluh ribuan, dan beberapa dua ribuan.</p>
<p>Saat hendak masuk mobil, Djo kaget, karena biasanya minimarket tidak ada tukang parkirnya, kok tiba-tiba muncul seseorang memakai rompi warna jingga. “Oh, nggak apa-apa. Tadi ada uang receh kembalian dari kasir,” batinnya.</p>
<p>Setelah menstart mesin mobil, Djo pun mulai melaju, dan tukang parker memberikan aba-aba. Selanjutnya, Djo mengambil uang yang ada di saku, diberikan pada tukang parker sambil bilang, “<em>Matur nuwun Pak…”</em></p>
<p>Tiba-tiba Djo kaget, tukang parkir berseru, “Alhamdulillah”. Benar-benar kaget, karena tukang parkir itu seperti berteriak. Djo pun terus melaju, sambil tertawa. “Biasanya tukang parkir itu habis dikasih bilang matur nuwun, atau bilang hati-hati Pak. <em>Lha ini </em>kok berseru Alhamdulillah keras sekali,” batin Djo.</p>
<p>Sampai sebuah lampu merah ada pengamen angklung. Djo pun memasukkan tangannya ke saku, untuk mengambil uang. Lho, kok uangnya tinggal dua ribuan. Djo pun ngakak sendiri dalam mobil, “Pantesan tukang parkir teriak alhamdulillah. Lha yang kuberikan dua puluh ribuan.”</p>
<p>Ya, rezeki tukang pakir Djo. Makin perbanyaklah bersedekah….. hahahahaha.</p>
<p><strong>Widiyartono R.</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/tukang-parkir-berseru-alhamdulillah">Tukang Parkir Berseru ‘Alhamdulillah’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arisan Model Julig</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/arisan-model-julig</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 01:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[djo koplak]]></category>
		<category><![CDATA[widiyartono r]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138152</guid>

					<description><![CDATA[<p>MENJELANG tahun ajaran baru Djo Koplak benar-benar pusing tujuh keliling. Anak pertamanya si Uplik masuk SMA tahun ini, sedangkan si Plenthong anak kedua naik kelas IV SD. Usai liburan nanti Plenthong ndadak minta tas baru dan seragam putih merahnya yang sudah berubah warna perlu diganti. Djo Koplak bingung memikirkan dana untuk itu, pinjaman di koperasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/arisan-model-julig">Arisan Model Julig</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENJELANG</strong> tahun ajaran baru Djo Koplak benar-benar pusing tujuh keliling. Anak pertamanya si Uplik masuk SMA tahun ini, sedangkan si Plenthong anak kedua naik kelas IV SD. Usai liburan nanti Plenthong <em>ndadak</em> minta tas baru dan seragam putih merahnya yang sudah berubah warna perlu diganti.</p>
<p>Djo Koplak bingung memikirkan dana untuk itu, pinjaman di koperasi kantornya masih banyak tidak mungkin dia mengajukan utang lagi. Djo berpikir bagaimana harus mendapat uang untuk keperluan itu. Suatu malam Djo Koplak duduk sendirian di teras rumah sambil <em>klepas-klepus</em> mengisap rokok. Dalam lamunan itu, muncullah ide-idenya muncul seketika.</p>
<p>Dia ingat kalau Jeng Minul, istrinya, ikut arisan kampung Rp 50 ribuan per bulan, dan belum pernah narik. Padahal jumlahnya lumayan ada sekitar Rp 700 ribu jika keluar. Djo pun meminta Jeng Minul melobi Yu Trumbul, istri Pongkring.</p>
<p>&#8220;Sudah pokoknya kamu minta tolong Yu Trumbul, dia kan yang pegang kopyokan. Rayu dia agar namamu keluar, kalau perlu dengan kompensasi,&#8221; anjur Djo Koplak.</p>
<p>Jeng Minul menuruti anjuran suami, lalu bersilaturrahmi ke rumah Bu Pongkring untuk membicarakan pengaturan arisan. Awalnya Yu Trumbul enggan mengabulkan permintaan itu, tetapi setelah tahu kesulitan Djo Koplak tampaknya tidak tega juga.</p>
<p>Arisan ibu-ibu yang dikopyok Hari Minggu sore, yang akhirnya keluar dengan nama Jeng Minul. Istri Djo tersenyum, wajahnya berseri-seri lantaran akan bawa pulang uang ratusan ribu rupiah. Sayangnya kalangan ibu-ibu PKK tadi ada yang kurang puas terhadap sistem kopyokan itu, karena yang narik selalu selalu orang-orang dekat Trumbul.</p>
<p>Bu Dai, salah satu peserta arisan curiga jangan-jangan ada pengaturan kopyokan. Tanpa <em>ba bi bu</em> lintingan yang ada di dalam stoples kecil diambil oleh Bu Dai, lalu dibuka satu-satu. &#8220;Di sini namaku ada apa tidak to, kok nggak keluar-keluar,&#8221; gerutu Bu Dai.</p>
<p>Betapa terkejut istri pemuka agama tadi, karena seluruh lintingan kertas yang dibuka hanya nama satu orang saja. Merasakan keganjilan seperti itu spontan Bu Dai bersuara lantang meluapkan kejengkelannya.</p>
<p>Karuan saja suasana di pertemuan ibu-ibu sore hari menjadi geger. Begitu sebaliknya gara-gara Bu Dai tadi kemudian muncul usulan agar kopyokan diulang.</p>
<p>Untung saja suasana dapat dinetralkan setelah mereka mendengar penjelasan dari Trumbul. Dia mengaku terus terang bahwa semua itu telah diatur lantar mengingat kesulitan yang dialami keluarga Jeng Minul.</p>
<p>Jeng Minul sendiri merasa malu tak terhingga gara-gara ulahnya diketahui banyak orang. Namun dia pulang tetap membawa uang arisan.</p>
<p>Rasa malu yang ditanggung Ginem akibat pengaruh Djo Koplak yang <em>pecas ndhahe</em> mikir biaya sekolah. Ada saja yang dilakukan Djo Koplak, termasuk <em>cara julig</em> atau curang.</p>
<p><strong>Gigih Patiloran-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/arisan-model-julig">Arisan Model Julig</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kena Covid Karena Habis Gituan Sama Istri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/04/kena-covid-karena-habis-gituan-sama-istri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2021 02:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[djo koplak]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[widiyartono r]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiba-tiba Djo menyela, “Mbak apakah ini juga akibat saya tadi pagi berhubungan sama istri?” Hening sejenak, semua seakan terpana. Tiba-tiba Pongkring nyeletuk, “Wah iya. Mesthi itu. Makanya tahu mau rapid test kok ya ndadak ngono barang.”</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/04/kena-covid-karena-habis-gituan-sama-istri">Kena Covid Karena Habis Gituan Sama Istri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUATU </strong>saat Djo Koplak harus mengikuti suatu acara yang mewajibkan seluruh pesertanya menjalani <em>rapid test</em> lebih dahulu. Maklum, suasana pandemi kayak begini, semuanya harus sesuai protokol kesehatan.</p>
<p>Lembaga tempat Djo bekerja pun memohon bantuan Tim Satgas Penanganan Covid-19 untuk memfasilitasi <em>rapid test</em> guna mengetahui apakah ada virus di dalam tubuh kita. Ada 30 peserta yang mendaftar, termasuk Djo Koplak.</p>
<p>Setelah semuanya menjalani proses <em>rapid test</em>, lalu petugas pun memprosesnya. Hasilnya tidak lama bisa diketahui, sekitar satu jam sudah disampaikan. Tetapi Djo Koplak mendadak bingung, kenapa dia dipanggil petugas untuk “dicubles” jarum lagi. “Tadi saya sudah lho Mbak,” katanya.</p>
<p>“Nggak Pak, hasilnya kurang sempurna sehingga harus diulang,” kata si Mbak petugas. Djo pun menurut.</p>
<p>Setengah jam kemudian hasilnya sudah Nampak. Djo Koplak dipanggil ke ruangan untuk diberi tahu oleh petugas, termasuk di dalamnya ada pimpinan tempat Djo bekerja.</p>
<p>“Bapak-bapak yang terhormat, mohon maaf, kami sudah menyelesaikan tugas <em>rapid test </em>ini. Dan, hasilnya seorang dinyatakan reaktif yaitu Pak Djo Koplak,” kata si Mbak petugas.</p>
<p>Lalu dijelaskan, meskipun reaktif, tetapi belum tentu terpapar covid-19. Karena tes ini hanya melihat antibodi seseorang. “Bila dites saat sedang flu pun bisa reaktif,” kata si Mbak.</p>
<p>Tiba-tiba Djo menyela, “Mbak apakah ini juga akibat saya tadi pagi berhubungan sama istri?”</p>
<p>Hening sejenak, semua seakan terpana. Tiba-tiba Pongkring nyeletuk, “Wah iya.<em> Mesthi</em> itu. Makanya tahu mau <em>rapid test</em> <em>kok ya ndadak ngono barang</em>.”</p>
<p>Semua yang ada di ruangan pun tertawa. Pongkring memang sekadar menggoda, karena sudah tahu bahwa virus corona itu hanya menyebar lewat <em>droplet.</em></p>
<p><em>“Nggak</em> ada pengaruhnya berhubungan sama istri, Pak Djo. Covid-19 tidak menular lewat hubungan seks. Yang penting jangan cemas, besok pagi ikuti <em>swab test</em>. Semoga tidak positif,” kata si Mbak.</p>
<p>Maka Djo pun esok paginya mengikuti te<em>s swab</em>. <em>Ndilalah</em> kok ya hasilnya lebih dari seminggu baru ada. Dan, ternyata negatif.</p>
<p>“Sudah Djo, teruske lagi sama <em>bojomu.</em> Biar positif, biar momong bayi lagi,” celoteh Pongkring.</p>
<p><strong>Widiyartono R.</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/04/kena-covid-karena-habis-gituan-sama-istri">Kena Covid Karena Habis Gituan Sama Istri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title> Curi Palu Hakim, “Kuwalat”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/10/10/curi-palu-hakim-kuwalat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2020 10:38:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=118742</guid>

					<description><![CDATA[<p>DJO Koplak semasa masih duduk di bangku SMA terkenal anak yang cerdas, selain itu tingkah polahnya sangat lucu tapi agak bandel. Suatu saat, ketika hendak pergi sekolah Djo Koplak melanggar peraturan lalu lintas yakni tidak memakai helm. Kemudian, atas pelanggaran tersebut rijbewijs alias SIM miliknya ditahan pak polisi dan diganti dengan “surat cinta” alias surat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/10/curi-palu-hakim-kuwalat"> Curi Palu Hakim, “Kuwalat”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DJO</strong> Koplak semasa masih duduk di bangku SMA terkenal anak yang cerdas, selain itu tingkah polahnya sangat lucu tapi agak bandel.</p>
<p>Suatu saat, ketika hendak pergi sekolah Djo Koplak melanggar peraturan lalu lintas yakni tidak memakai helm. Kemudian, atas pelanggaran tersebut <em>rijbewijs </em>alias SIM miliknya ditahan pak polisi dan diganti dengan “surat cinta” alias surat tilang.</p>
<p>Beberapa minggu kemudian, untuk mengambil SIM-nya  Djo harus menghadiri sidang pengadilan negeri setempat. Setelah meminta izin kepada gurunya untuk sidang di pengadilan, ia  langsung pergi ke pengadilan yang jaraknya hanya 4 kilometer dari sekolahnya.</p>
<p>Usai mengikuti sidang “cepat” dengan membayar denda dan mengambil SIM, di pengadilan tersebut Djo Koplak berbuat iseng. Yakni, tanpa sepengetahuan sang hakim, palu yang ada di meja hakim tersebut ia ambil dan dibawa  ke sekolah.</p>
<p>Namun, di tengah perjalanan Djo Koplak mendapat musibah. Karena, ia nekad melanggar melawan arus di jalur lambat yang sering digunakan untuk jalur becak, Djo menabrak becak. Akibatnya, dengkul kaki kanannya mengalami lecet karena terbentur besi badan becak.</p>
<p>Sesampainya di sekolah, Djo masih sempat berkelakar kepada teman-temanya bahwa dirinya bisa membawa pulang palu pak hakim.</p>
<p>Tetapi, dengan sedikit menahan sakit dirinya menceritakan, sepulang dari pengadilan negeri dan membawa kabur palu pak hakim dirinya menabrak becak di jalur lambat.</p>
<p>Atas kejadian tersebut, teman-teman Djo tertawa terbahak- bahak sambil berkata “  <em>Kowe nabrak becak mergo kualat nyolong palune pak hakim</em>”.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/10/curi-palu-hakim-kuwalat"> Curi Palu Hakim, “Kuwalat”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disuruh Cari Ibu Baru demi Zonasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/07/15/disuruh-cari-ibu-baru-demi-zonasi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2020/07/15/disuruh-cari-ibu-baru-demi-zonasi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2020 22:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[Blaik]]></category>
		<category><![CDATA[djo koplak]]></category>
		<category><![CDATA[sistem zonasi]]></category>
		<category><![CDATA[widiyartono r]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=97575</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAHUN pelajaran baru dating, dan Djo Koplak tahun ini punya kewajiban memasukkan anaknya perempuan sulungnya, si Ceplis, masuk SMA. Siapa sih yang tidak pingin masuk sekolah negeri. Maka Djo pun berjuang agar si Ceplis bisa masuk SMA yang diinginkan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/07/15/disuruh-cari-ibu-baru-demi-zonasi">Disuruh Cari Ibu Baru demi Zonasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TAHUN </strong>pelajaran baru dating, dan Djo Koplak tahun ini punya kewajiban memasukkan anaknya perempuan sulungnya, si Ceplis, masuk SMA. Siapa sih yang tidak pingin masuk sekolah negeri. Maka Djo pun berjuang agar si Ceplis bisa masuk SMA yang diinginkan. Tetapi sayang, berdasarkan ketentuan zonasi yang juga menetapkan umur sebagai syarat kelulusan, bagi Djo ini tantangan yang berat.</p>
<p>Si Ceplis memang lumayan pintar, sehingga dia masuk setahun lebih awal dari usia pada umumnya. Maka, umur 15 tahun sudah lulus SMP. Sayangnya pula, SMA yang masuk zonasinya memang cukup jauh dari rumah. Ya, sejauh apa pun kan tetap diperjuangkan.</p>
<p>Maka mendaftarlah di SMA Negeri dalam zonasinya. Semula di ranking Ceplis ada di posisi aman. Tetapi tiba-tiba turun jauh di bawah. Setelah dicek ternyata, Ceplis kalah sama calon murid yang umurnya jauh di atasnya, bahkan ada yang sudah 18 atau 19 tahun.</p>
<p>Djo pusing, lalu curhat kepada Pongkring. Bagaimana caranya agar si anak bisa masuk SMA Negeri. “Mas Pongkring, punya kenalan pejabat yang bias merekomendasi Ceplis buat masuk SMA Negeri apa nggak?” tanyanya.</p>
<p>“Walah, Mas Djo. Hari gini yang gitu-gitu itu nggak laku. Rezimnya sekarang itu ya zonasi dan umur,” kata Pongkring.</p>
<p>“Lha terus saya harus bagaimana,” tanya Djo Koplak.</p>
<p>Tiba-tiba Clangkrung, teman Djo Koplak yang lain menyahut. “Makanya, Mas Djo, mestinya si Ceplis dicarikan lagi ibu yang dekat dengan sekolah. Jadi secara zonasi kena, apalagi nilai Ceplis kan bagus,” kata Clangkrung.</p>
<p>“Maksude piye, Kring,” Tanya Djo.</p>
<p>“Ya itu, Ceplis dicarikan ibu lagi yang rumahnya dekat SMA Negeri. Lalu KK-<em>ne</em> nunut ibu baru,” ujar Pongkring sambil ngakak.</p>
<p>“Wooooo kurang ajar. Lagi stress kayak gini malah <em>dijak </em>guyon. Preiiiiiiii…….,” kata Djo.</p>
<p>Lha iya, Clangkrung memang kurang ajar. Mau masukkan sekolah anak, demi zonasi kok disuruh kawin lagi dengan perempuan yang rumahnya dekat sekolah, biar anaknya bias masuk. Lha bias perang Bharatayuda Jayabinangun di rumahnya……</p>
<p><strong>Widiyartono R.</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/07/15/disuruh-cari-ibu-baru-demi-zonasi">Disuruh Cari Ibu Baru demi Zonasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2020/07/15/disuruh-cari-ibu-baru-demi-zonasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>184</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gambar Telanjang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/07/09/gambar-telanjang</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2020/07/09/gambar-telanjang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2020 02:51:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Djo Koplak]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=96002</guid>

					<description><![CDATA[<p>OTAK Djo Koplak memang selalu ngeres. Sebagai pegawai rendahan dengan hasil pas-pasan,  dia bukannya memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan rumah tangganya, malah lebih mementingkan kesukaannya mengoleksi barang-barang yang berbau porno mulai dari kalender, poster, hingga VCD porno. </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/07/09/gambar-telanjang">Gambar Telanjang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OTAK</strong> Djo Koplak memang selalu <em>ngeres</em>. Sebagai pegawai rendahan dengan hasil pas-pasan,  dia bukannya memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan rumah tangganya, malah lebih mementingkan kesukaannya mengoleksi barang-barang yang berbau porno mulai dari kalender, poster, hingga VCD porno. Setiap kali ada penjual koran atau pengecer VCD datang ke kantornya, yang ditanyakan selalu benda-benda kesukaannya itu.</p>
<p>Karena kesukaannya itu, sampai-sampai Jeng Minul sering mengeluh. Soalnya, setiap kali anaknya minta duit untuk keperluan sekolah atau yang lain Djo selalu mengelak dengan alasan tidak punya duit. Padahal kebutuhan anaknya itu tidak kalah penting &#8211; bahkan lebih penting &#8211; daripada sekadar gambar-gambar wanita telantang yang cuma bisa dipandang itu.</p>
<p>&#8220;Apa sih nikmatnya memelototi gambar kayak gitu?&#8221; gerutu Jeng Minul dengan muka masam suatu hari ketika menyaksikan suaminya sedang asyik memandangi koleksinya. Djo hanya tersenyum mendengar gerutuan istrinya itu.</p>
<p>Suatu hari, ada seorang penjaja koran datang di kantor Djo. Seperti biasanya, Djo lalu ikut-ikutan membolak-balik barang dagangan sang penjaja koran. Ujung-ujungnya, Djo lantas menanyakan apa punya gambar telanjang.</p>
<p>&#8220;Ada, Pak. Kartu remi bergambar telanjang,&#8221; sahut sang penjaja koran.</p>
<p>&#8220;Bule?&#8221; tanya Djo. &#8220;Kalau yang itu aku sudah punya.&#8221;</p>
<p>&#8220;O, tidak, Pak. Yang ini dari padang pasir.&#8221;</p>
<p>Bayangan Djo, tentu yang telanjang adalah wanita-wanita Arab yang segera mengisi otak ngeres Djo.</p>
<p>Setelah tercapai kata sepakat soal harga, Djo pun segera merogoh koceknya. Lima puluh ribu perak untuk sekotak kartu remi bergambar telanjang yang segera dikantonginya. Djo tersenyum karena koleksinya kini tambah lagi. Sesampai di ruang kerjanya, Djo segera membuka kotak remi itu. Namun, betapa terkejutnya Djo, karena ternyata yang ada di sana hanyalah gambar-gambar binatang macam jerapah, unta, cheetah dan binatang-binatang gurun lainnya.</p>
<p>Djo segera balik ke tempat penjual koran. Namun yang dicari sudah tidak ada. Djo pun hanya bisa memaki. &#8220;Gambar beginian dikatakan gambar telanjang.&#8221;</p>
<p>Pongkring , kawan seruangannya, yang tahu kesukaan Djo tersenyum menyaksikan Djo yang uring-uringan. &#8220;Lha iya to Mas Djo. Gambar ini telanjang semua gitu, lho. Tidak ada yang berpakaian sama sekali,&#8221; kata Pongkring sambil memungut salah satu kartu bergambar binatang itu.</p>
<p>Djo kian tersenyum kecut. Duit lima puluh ribu perak melayang hanya untuk gambar-gambar binatang telanjang!</p>
<p>Widiyartono R.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/07/09/gambar-telanjang">Gambar Telanjang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2020/07/09/gambar-telanjang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>