SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tahukah kamu kulit kentang memiliki banyak manfaat? Kulit kentang kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium, sehingga dapat memberikan manfaat luar biasa pada tanaman.
Melansir dari marthastewart.com, kulit kentang ini bisa dijadikan berbagai pupuk, mulai dari kompos hingga pupuk cair.
Lantas, bagaimana cara menggunakan kulit kentang sebagai pupuk tanaman, yuk simak manfaat kulit kentang di bawah ini!
Kompos
Kulit kentang kaya akan nutrisi, sehingga sangat bagus untuk ditambahkan ke tumpukan kompos. Namun karena masih segar, kulit kentang dianggap sebagai bahan hijau (kata Edwin Dysinger, ahli berkebun dan salah satu pendiri serta CEO Seedtime).
Untuk itu kamu perlu menyeimbangkannya dengan bahan cokelat seperti jerami atau daun. Pastikan kamu tidak menggunakan kulit kentang yang sakit, karena hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tumpukan kompos. Dan, jika kamu tidak mengubur kulit kentang cukup dalam di dalam tumpukan, kulit tersebut mungkin akan bertunas.
Kompos Parit
Sebagai alternatif, kamu dapat membuat sistem kompos parit menggunakan kulit kentang. Ini adalah alternatif yang bagus untuk menggunakan kulit kentang sebagai mulsa, yang tidak disarankan, karena kulit kentang akan menarik hama dan serangga jika diaplikasikan langsung ke tanah (kata Lucie Bradley, ahli berkebun dan rumah kaca di Easy Garden Irrigation).
Sebaliknya, kubur kulit buah di bawah tanah setidaknya sedalam 6 inci, agar tidak menarik hama saat membusuk. Para tukang kebun sering melakukan ini dengan membuat parit diantara barisan tanaman, atau diantara tanaman itu sendiri, dimana mereka dapat menambahkan kulit buah dan kemudian menutupinya dengan tanah.
Jika menggunakan metode ini, hindari menggunakan kulit kentang yang sudah mulai bertunas atau berubah menjadi hijau.
Pupuk Cair
Kamu juga bisa menggunakan kulit kentang untuk membuat pupuk cair yang mudah dibuat dan kaya nutrisi.
Caranya, masukkan segenggam kulit kentang ke dalam wadah berisi 1 liter air dan biarkan terendam selama empat hari (kata Dysinger). Cara ini memungkinkan nutrisi keluar dari kulit kentang dan masuk ke dalam air. Selanjutnya, saring ampasnya, lalu encerkan cairan yang tersisa dengan jumlah air yang sama, kemudian aplikasikan pada tanaman sebagai pupuk.
Untuk pupuk yang terbuat dari kulit kentang, disarankan hanya menggunakannya satu atau dua kali sebulan untuk memberi nutrisi pada tanaman (kata Bradley). Jika digunakan terlalu sering, bisa mengalami distribusi nutrisi yang tidak merata di dalam tanah.
Pupuk Bubuk
Kamu juga bisa membuat pupuk bubuk dari kulit kentang. Menurut Bradley, pupuk ini tidak akan rusak selama beberapa tahun, dan dapat ditaburkan langsung di permukaan tanah atau dicampur dengan air untuk membuat pupuk cair.













