blank
Camat Betealit dan Petinggi Desa Batealit bersama Babinkamtibmas saat menunjukkan hasil kopi dari desa tersebut. Foto: Manan

JEPARA (SUARABARU.ID) — Tradisi Sedekah Bumi di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, berlangsung meriah pada Rabu (20/5/2026). Sebanyak 22 RT turut ambil bagian dalam kirab budaya dengan mengarak gunungan hasil bumi menggunakan armada pickup berhias.

Arak-arakan masyarakat tersebut menempuh rute dari depan rumah Petinggi Desa Batealit menuju Dukuh Setro. Tradisi tahunan yang diwariskan secara turun-temurun itu menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi dan berbagai nikmat kehidupan yang diterima warga.

Di balik kemeriahan budaya tersebut, Sedekah Bumi juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendorong Desa Batealit menjadi salah satu pilot project desa wisata di Kecamatan Batealit.

Camat Yenny Diah Sulistiyani menyampaikan bahwa Desa Batealit memiliki potensi wisata yang cukup besar, khususnya di kawasan Kali Dayung. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata terintegrasi yang menghubungkan GOR Batealit, Kali Dayung, hingga kawasan Hutan Pinus saat ini masih dalam tahap konsep dan penyusunan pengembangan yang lebih matang.

blank
Pembuatan gunungan warga RT 11 / RW 3 Desa Batealit. Foto: Manan

Ia menilai, apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan, potensi tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Pengembangan wisata tematik yang dicanangkan Bapak Bupati tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dibutuhkan sinergi, gotong royong, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah tantangan masih perlu dibenahi, terutama terkait penataan infrastruktur dan kesadaran lingkungan masyarakat. Penataan kawasan GOR Batealit hingga akses menuju Kali Dayung dinilai perlu dibarengi dengan upaya menjaga kebersihan dan mempercantik lingkungan desa.

Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan mendorong warga untuk menghidupkan budaya kerja bakti, termasuk penanaman pohon dan bunga di sepanjang akses menuju kawasan wisata agar suasana desa terlihat lebih asri dan menarik bagi pengunjung.

Sementara itu, Petinggi Desa Batealit Ali Asikin menegaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, mulai dari hasil pertanian hingga kondisi alam pegunungan yang sejuk dan nyaman.

“Semoga melalui Sedekah Bumi ini masyarakat Desa Batealit diberikan keberkahan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah serta bermanfaat,” tuturnya.

Hadepe – Manan