SRAGEN (SUARABARU.ID) –Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sragen menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di Gedung Sasana Manggala Sukawati (SMS) Sragen, Rabu (20/5/2026). Kegiatan akbar digelar bertepatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118.
Momentum itu dijadikan pijakan awal bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk bangkit dan merebut kembali kursi Bupati Sragen pada Pilkada mendatang.
Selain membidik kursi Bupati, PDI-P Jawa Tengah dan Kabupaten Sragen juga mencanangkan target besar sapu bersih kemenangan di Pemilu 2029, meliputi Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, hingga Pemilihan Presiden (Pilpres).
Upaya menuju kemenangan akan diawali dari akar rumput melalui regenerasi pengurus kader Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting, hingga Anak Ranting.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Sumanto dalam pidato pengarahannya menegaskan, penataan struktural melalui Musancab ini merupakan kelanjutan dari amanat Kongres Partai di Bali, Konferda di Semarang, serta Konfercab.
“Dengan terisinya seluruh pos kepengurusan oleh kader-kader muda militan dari tingkat dusun hingga kecamatan, perolehan kursi PDI-P di Sragen akan meningkat tajam,” tutur Sumanto yakin.
Dikatakan masing-masing pengurus di tingkatan itu terisi semuanya, lanjut Sumanto di dusun ada 5 kader, di ranting 7, kemudian Anak Cabang 7, 9 sampai 11.
“Saya yakin dan percaya semuanya akan terkawal dan PDI Perjuangan di Kabupaten Sragen akan memenangkan kembali dan menambah kursinya!” tutur Sumanto menyemangati sekitar 700 kadernya itu.
Sumanto juga mengingatkan para kader untuk menyambut reorganisasi ini dengan riang gembira dan meninggalkan segala bentuk konflik internal.
Jika merujuk pada falsafah politik Ketua DPD PDI-P Jateng, Bambang “Pacul” Wuryanto, lanjut Sumanto ada tiga syarat utama untuk menjadi pemimpin atau caleg yang sukses: 1. Ke bawah pemimpin harus mengakat. Mampu merawat atau ngopeni, mengajak rembukan, dan berkomunikasi intens dengan masyarakat.
Kemudian ke-2, Ke samping menganyam, yakni membangun hubungan yang baik, sehat, dan harmonis sesama pengurus maupun dengan masyarakat sekitar tanpa perlu saling menjatuhkan.

3. Berpucuk keatas menjaga loyalitas dan hubungan yang lurus secara hierarki partai, mulai dari PAC ke DPC, DPC ke DPD, hingga DPD ke DPP.
“Waktunya sudah berjalan 2 tahun setelah pemilu ini. Mari kita bersiap kembali, anggota DPRD, seluruh kader-kader partai untuk mempersiapkan kembali pelaksanaan ini dengan baik,” tegas Sumanto.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sragen, Untung Wibowo Sukawati, melaporkan bahwa dari 844 undangan, sebanyak 700 kader hadir dalam Musancab serentak 20 kecamatan ini. Beberapa kader absen karena memiliki tanggung jawab bekerja di pabrik. Acara ini juga dihadiri kader terbaik partai Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mantan Bupati Sragen serta tokoh senior partai sekaligus Ketua DPC Sepuh, Bambang Samekto. Hadir pula Wulan Purnama Sari, anggota DPRD Jateng.
Pria yang akrab disapa Mas Bowo itu menjelaskan pada Pileg lalu, PDI-P Sragen berhasil meraup 15 kursi dengan torehan 193.130 suara.
Tapi secara terus terang Bowo mengakui bahwa partai belum beruntung dalam kontestasi Pilpres, Pilgub, hingga Pilbup Sragen sebelumnya.
Oleh karena itu, pelaksanaan Musancab yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dinilai sebagai momentum krusial untuk membakar kembali semangat juang para kader.
“Target kami ke depan minimal 20 kursi dari 20 kecamatan. Idealnya satu kecamatan, satu anggota fraksi. Biar nanti teman-teman struktural bisa bergerak serempak dan leluasa kiprah di lapangan,” jelas Mas Bowo bersemangat.
Bowo berharap, mudah-mudahan PDI Perjuangan Kabupaten Sragen bisa memperoleh 20 kursi DPRD, memperoleh Bupati kembali, Gubernur, dan tentunya Presiden di pemilu 2029.
Anind













