
Oleh : Diyan Ni’matus Sa’adah
Di antara deretan karya yang dipamerkan dalam Gelar Karya Siswa SMKN 2 Jepara, kriya batik dari jurusan kriya tekstil menjadi salah satu daya tarik utama yang memikat perhatian pengunjung. Tak sekadar menampilkan keindahan visual, karya-karya tersebut juga berisi kisah menarik sebab motif batik tersebut mengangkat cerita rakyat dan kisah pewayangan sebagai sumber inspirasi motif.
Kegiatan gelar karya tersebut mengangkat tema “Retrospeksi: Harmonisasi Kehidupan melalui Karya Seni” yang diselenggarakan di aula SMK Negeri 2 Jepara pada Selasa, (31/3/2026).

Aroma malam yang khas masih terasa samar dari beberapa kain yang baru saja selesai diproses. Di salah satu sudut stan, pengunjung tampak terpikat oleh kain batik yang menampilkan alur cerita dalam setiap goresannya. Motif-motif seperti kisah Timun Mas, legenda Roro Jonggrang, hingga cerita pewayangan digambarkan secara detail, seolah menghidupkan kembali cerita-cerita tersebut dalam medium kain.
Karya batik dari jurusan kriya tekstil ini tidak hanya mengandalkan estetika, tetapi juga melalui proses panjang yang penuh ketelatenan. Dimulai dari perancangan desain yang disesuaikan dengan alur cerita, proses canting, pewarnaan kain, hingga tahap finiahing sehingga menghasilkan sebuah karya batik yang hidup dan menarik. Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga menghasilkan satu karya batik tulis yang siap dipamerkan.

Kiranti salah satu siswa kelas 12 jurusan kriya tekstil yang menjadi salah satu peserta dalam gelar karya tersebut mengungkapkan beberapa proses pembuatan hingga tantangan tersendiri dalam menghasilkan karya batik
“Proses kami dalam menghasilkan karya batik tulis ini kami kerjakan sekitar 2 bulan lamanya, dimulai dari tahap penentuan motif hingga proses canting dan pewarnaan kain sehingga bisa dipamerkan menjadi sebuah karya yang tetap terlihat menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.
Keunikan inilah yang membuat karya batik siswa SMKN 2 Jepara memiliki ciri khas tersendiri. Tidak hanya mempertahankan teknik tradisional batik tulis, tetapi juga mengembangkan narasi visual yang kuat melalui penggambaran tokoh dan adegan dalam setiap kain.

Tak hanya berhenti pada pameran, sebelumnya suasana gelar karya semakin semarak dengan adanya penampilan tari batik yang dibawakan oleh siswi SMKN 2 Jepara. Menariknya, para penari mengenakan busana batik hasil karya mereka sendiri. Gerakan tari yang anggun berpadu dengan keindahan motif batik yang dikenakan, menciptakan harmoni antara seni kriya dan seni pertunjukan.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bentuk nyata apresiasi terhadap karya siswa. Batik yang sebelumnya dipajang kini tampil indah di atas panggung, memperlihatkan bagaimana karya tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, khususnya dalam dunia seni dan fashion.

Sementara itu, Eko Widiyanti Kepala Jurusan Keahlian Kriya Tekstil SMKN 2 Jepara menyampaikan harapannya agar masyarakat semakin memahami nilai dari batik tulis. Ia menegaskan bahwa batik tulis berbeda dengan kain bermotif batik yang diproduksi secara massal.
“Kami berharap semakin banyak orang yang tahu dan menghargai batik tulis asli, karena setiap prosesnya dikerjakan dengan totalitas, ketelitian tangan dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Gelar karya ini menjadi bukti bahwa jurusan kriya tekstil di SMKN 2 Jepara mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga memiliki kekuatan narasi budaya. “Melalui tangan kreatif siswa, batik tidak hanya menjadi warisan, melainkan juga media ekspresi yang terus hidup dan berkembang mengikuti zaman,” pungkas Eko Widiyanti
Kekaguman atas karya siswa Jurusan Keahlian Kriya Tekstil juga disampaikan oleh Kepala SMKN 2 Jepara Indria Mustika. “Proses penciptaan karya itu sangat lama dengan bimbingan dan kesungguhan teman – teman guru di Kriya Tekstil. Harapan saya, anak-anak mampu terus mengembangkan karya-karya mereka sehingga bukan saja bisa masuk ke pasar regional, tetapi juga nasional dan bahkan internasional,” harapnya. Semoga dengan karya akhir yang luar biasa ini menjadi momentum anak-anak lebih percaya diri dalam meraih masa depan dan mimpinya, tambahnya
Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Unisnu Jepara yang sedang mengikuti Program Magang di SUARABARU.ID













