WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para pesilat yang tergabung dalam komunitas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), menggelar acara halalbihalal. Kegiatan yang dikemas untuk sekaligus sebagai ajang Temu Kadang (bertemunya sesama saudara) pesilat ini, dimeriahkan dengan sajian musik panggung.
Acara ini dilaksanakan oleh PSHT Sub Rayon Weru Golo, Ranting Poncol, Cabang Magetan (Jatim). Berlangsung Senin (30/3/26), di halaman rumah salah seorang Perangkat Desa di Dusun Sempon, Desa Golo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, untuk pengamanan kegiatan dilakukan oleh jajaran Polsek Puhpelem bersama prajurit TNI AD dari Koramil-24 Puhpelem Kodim 0728 Wonogiri dan aparat dari Kantor Kecamatan Puhpelem. Pengamanan dilakukan, dengan melibatkan personel internal PSHT yang menjadi panitia kegiatan.
Kapolsek Puhpelem, Ipda Prasetyo Hadi Kusumo, tampil langsung memimpin pengamanan di lokasi. Kapolsek menyampaikan, tentang pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, khususnya para pesilat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan PSHT. Hal ini penting dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Biduan
Melalui momentum halalbihalal dan Temu Kadang para pesilat ini, seluruh warga PSHT terpanggil untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Puhpelem agar tetap aman dan kondusif. Kegiatan yang diisi dengan rangkaian acara seremonial, doa bersama, penyampaian ikrar saling bermaaf-maafan, serta ramah tamah sesama anggota PSHT.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menegaskan, bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut, merupakan bagian dari upaya preventif menjaga keamanan. Polri, tandas AKP Anom Prabowo, tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi sekaligus juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. ”Ini penting sebagai langkah antisipasi potensi gangguan Kamtibmas, sekaligus memperkuat sinergitas,” jelasnya.
Usai acara inti, dilanjutkan dengan hiburan musik panggung. Menampilkan sejumlah biduan, yang secara bergiliran tampil manggung untuk menyanyikan beragam tembang, demi membangun suasana suka cita dalam turut serta merayakan Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M).
Para bintang panggung tersebut, secara bergantian tampil secara life untuk menyajikan aneka lagu pop, dangdut dan irama keroncong serta tembang campursari. Ini sekaligus sebagai upaya ikut melestarikan seni budaya, khususnya seni musik.(Bambang Pur)













