blank
ilustrasi emas batangan.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Fluktuasi harga emas yang terjadi beberapa hari belakangan ini kerap menjadi pemicu kekhawatiran di kalangan para investor pemula.

Menanggapi fenomena tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil XI) Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melihat pergerakan harga secara objektif sebagai bagian dari dinamika instrumen investasi jangka panjang.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, mengungkapkan bahwa penurunan harga logam mulia ini dalam jangka pendek bukanlah sebuah kerugian, melainkan sebuah siklus wajar.

Menurutnya, logam mulia ini tetap menjadi aset safe haven yang terbukti tangguh melindungi nilai kekayaan dari inflasi dalam kurun waktu yang lama.

“Masyarakat tidak perlu panik saat harga turun. Jika kita melihat data perbandingan dalam lima tahun terakhir, tren emas selalu menunjukkan kenaikan yang signifikan. Sebagai contoh, pada Maret 2021 harganya berada di kisaran Rp 921.000, dan per Maret 2026 ini telah mencapai Rp 2.827.000 per gram. Ada pertumbuhan nilai yang sangat besar di sana,” ujar Aries, Jumat (27/3).

Lebih jauh dirinya memberikan strategi dalam menghadapi penurunan harga dengan menerapkan tiga langkah cerdas yang bisa dilakukan nasabah saat menghadapi harga emas yang sedang terkoreksi.

Pertama adalah peluang menambah portofolio. Penurunan harga adalah momentum tepat untuk membeli emas. Dengan modal yang sama, nasabah bisa mendapatkan gramasi yang lebih banyak.

Langkah kedua adalah dengan menghindari cut loss. Menjual emas saat harga turun hanya akan merealisasikan kerugian, terutama mengingat adanya selisih harga jual-beli (spread). Selama fisik emas masih digenggam, nilai aset tersebut tidak hilang.

Terakhir melakukan evaluasi tujuan investasi. Emas dirancang untuk kebutuhan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak, persiapan haji, atau dana pensiun. Selama tujuan tersebut belum tercapai, fluktuasi harian tidak akan mengganggu rencana finansial.

Lebih lanjut, Aries menekankan bahwa keunggulan utama logam mulia ini adalah sifatnya yang likuid dan tidak akan pernah bernilai nol rupiah. Pegadaian sendiri menyediakan berbagai layanan mulai dari Tabungan hingga Cicil Emas untuk memudahkan masyarakat memiliki aset ini.

“Ingatlah, tidak ada emas yang memiliki harga nol rupiah. Harga turun bukan pertanda kerugian investasi, melainkan kesempatan bagi kita untuk menata kembali strategi masa depan,” katanya.

Hery Priyono