blank
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman.

Kesiapan pasokan ekstra ini disiagakan guna menghadapi potensi lonjakan konsumsi selama periode libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa momentum Iduladha tahun ini berpotensi beriringan dengan libur panjang hingga awal pekan, berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila.

Oleh karena itu, Pertamina jauh – jauh hari telah menyiapkan ketahanan stok yang jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu.

“Kami pastikan BBM menjelang libur panjang Iduladha nanti dalam keadaan aman, sehingga masyarakat bisa merayakan Iduladha dengan tenang. Tahun ini ada potensi libur lebih panjang, sehingga kesiapan stok kami buat lebih ekstra guna mendukung mobilitas masyarakat,” ujar Taufiq, Rabu 20 Mei 2026.

Pertamina mencatat ketahanan stok berbagai produk BBM di wilayah Jateng dan DIY saat ini berada pada level yang sangat tebal jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian normal.

Tercatat untuk solar (Gasoil) stoknya mencapai 110.757 kiloliter, setara dengan ketahanan hingga 18 kali lipat konsumsi normal harian. Sementara untuk Pertamax stoknya berada di angka 84.311 kiloliter, atau setara dengan 18 kali lipat konsumsi normal harian.

Selain itu, untuk produk Dex Series saat ini memiliki tingkat ketahanan tertinggi hingga 47 kali lipat dari rata-rata kebutuhan harian masyarakat. Sementara untuk Pertalite sebagai produk dengan konsumsi tertinggi, stok dipastikan aman di kisaran 14 kali lipat konsumsi normal harian.

“Artinya, jika terjadi lonjakan konsumsi sampai 18 kali lipat pun kami masih sanggup mengatasinya,” tegas Taufiq.

Untuk sektor rumah tangga, stok LPG di wilayah Jateng dan DIY tercatat berada pada level empat kali lipat dari konsumsi normal harian.

Taufiq menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak perlu khawatir atau melakukan aksi panic buying terkait ketersediaan gas melon maupun Bright Gas.

Meskipun angka perhitungan regional berada di level empat kali lipat, pasokan ke masyarakat dipastikan akan mengalir tanpa gangguan karena adanya sistem penyandaran suplai antar-wilayah (multi-region supply).

“Empat kali lipat itu bukan berarti stoknya sedikit, karena perhitungan tersebut baru berdasarkan wilayah Jateng dan DIY saja. Kami tetap mendapatkan dukungan suplai tambahan yang solid dari kilang Gresik (Jawa Timur) dan Balongan (Jawa Barat),” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Pertamina memproyeksikan peningkatan konsumsi energi kali ini akan berpusat pada jalur perlintasan utama, kawasan wisata, serta pusat perkotaan seiring tingginya aktivitas mudik dan liburan antarkota.

Sebagai gambaran, pada momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus beberapa waktu lalu, realisasi konsumsi energi di Jateng-DIY mengalami kenaikan sekitar 10% hingga 15%.

Guna memastikan kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan berkala ke seluruh jaringan SPBU dan agen LPG, serta memastikan seluruh infrastruktur distribusi energi dalam kondisi siaga.

“Pertamina juga menghimbau masyarakat untuk tetap menggunakan energi secara hemat, bijak, dan sesuai dengan peruntukannya selama masa liburan,” pungkasnya.

Hery Priyono