blank
Karena lokasinya akan dipakai untuk sholat Ied, maka terminal keberangakatan Bus Trans Jateng, Jumat (20/3/26), akan dipindah. Yakni dari depan Kodim 0728 ke shelter timur SD Negeri 1 Wonogiri.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Terminal keberangkatan bus Trans Jateng, Jumat lusa (20/3/26) akan dipindah. Yakni dari depan Kodim 0728 Wonogiri atau depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Wonogiri, ke shelter angkutan umum yang berada di timur SD Negeri 1 Wonogiri.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo, menyatakan, upaya memindahkan terminal keberangkatan Bus Trans Jateng, karena lokasinya akan dipakai untuk menggelar sholat Idul Fitri 1447 H (2026 M). Pemindahannya hanya bersifat temporer, karena pada Pukul 10.00 atau setelah usai sholat Ied, akan dikembalikan lagi ke lokasi semula.

Untuk diketahui, armada bus Trans Jateng rute Wonogiri-Solo (Koridor 7) jumlahnya ada sebanyak 14 unit. Terdiri dari 12 unit untuk umum, 2 unit ramah disabilitas, dan 1 armada cadangan. Bus ini mulai beroperasi sejak Agustus 2023, melayani perjalanan dengan rute Wonogiri-Sukoharjo-Solo, mulai Pukul 05.00 WIB hingga Pukul 19.00 WIB.

Khusus untuk Hari Sabtu Tanggal 20 Maret 2026 mendatang, pelayanan Bus Trans Jateng diliburkan sehari. Ini bertepatan manakala pemerintah secara resmi menetapkan hari H Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M). ”Kami menyesuaikan bagaimana nanti ketetapan dari pemerintah,” jelas Kepala Dishub Wonogiri, Waluyo.

Pelayanan Bus TYrans Jateng akan kembali normal seperti sediakala, terhitung mulai Minggu (22/3/26). Terminal keberangkatan, kembali ke depan MPP atau depan Kodim 0728 Wonogiri.

Libur

Sesuai ketetapan pemerintah, libur dan cuti bersama secara nasional berlangsung Mulai Rabu hari ini (18/3/26) sampai dengan Selasa (24/3/26) mendatang. Ini berkaitan dengan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M).

Berkaitan itu, Sekda Wonogiri FX Pranata didampingi Kabag Prokopim Pemkab Wonogiri, Marhardyan Surya Kusuma Ditya, menyatakan, instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat diserukan untuk tetap buka. Meskipun ada ketetapan resmi liburan dan cuti bersama, instansi pelayanan publik diusahakan untuk tetap buka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Instansi pelayanan publik yang diminta untuk tetap buka di hari libur dan cuti bersama Hari Suci Nyepi dan Lebaran Idul Fitri tersebut, seperti Puskesmas, Unit Rawat Inap dan Rumah Sakit Pemerintah. Juga dinas yang harus siaga memberikan pelayanan Lebaran seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pariwisata. Juga unit kerja yang berkaitan dengan tugas kebersihan dan pengangkutan sampah.

Kesiapsiagaan petugas Dishub, diperlukan dalam melaksanakan tugas pelayanan yang berkaitan dengan keramaian Lebaran Idul Fitri. Yakni melakukan pengaturan pada sejumlah titik jalan yang memiliki kerawanan macet, yang itu dikoordinasikan bersama aparat keamanan terkait, utamanya dari kepolisian.

”Kami sendiri juga tidak mendapatkan kesempatan cuti liburan. Sebab agenda kegiatan yang berkaitan dengan Lebaran Idul Fitri, ternyata cukup padat,” tegas Sekda Wonogiri FX Pranata.(Bambang Pur)