blank
Musbah kebakaran melanda pusat perniagaan di Bapas Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Untuk pemadamannya dikerahkan Tim Gabungan Damkar dari Markas Induk Wonogiri dan Poswil Baturetno (Jateng) serta Damkar dari Kabupaten Pacitan (Jatim).(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Musibah kebakaran besar yang diawali suara ledakan, semalam, melanda pusat perniagaan Barat Pasar (Bapas) Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tidak ada korban jiwa, tapi menimbulkan kerugian materi dalam jumlah besar.

Pusat perniagaan yang terbakar, berada di kompleks bekas emplasemen Stasiun Kereta Api (KA) Baturetno, berjarak sekitar 45 Kilometer (KM) dari Ibukota Kabupaten Wonogiri. Tepatnya di Dusun Patuk Lor RT 01/RW 01, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Nyala api yang cepat berkobar, pada Selasa malam (17/3/26) Pukul 19.45. Ini membuat panik warga masyarakat, utamanya yang bermukim dan memiliki kios pertokoan dan warung di Bapas Baturetno. Terlebih pada awal kobaran api, disertai dengan kemunculan suara ledakan.

Warga yang panik, pada lari tunggang langgang berupaya menyelamatkan diri dan anggota keluarganya. Upaya pemadaman sulit dilakukan warga, karena di lokasi tidak tersedia air dalam jumlah yang cukup. Juga tidak tersedia tabung Alat Pemadam Air Ringan (APAR).

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, api membakar Warung Makan milik Dwi, Toko Bahan Bangunan Lestari milik Nenda dan Ny Thalita. Juga membakar Toko Parfume KEIS, Toko Pertanian Puji Rahayu, Toko Kelontong, Warung Es Degan, serta Toko Hasil Bumi. Proses pemadaman berlangsung 2,5 jam.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dna Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, Team Fire Fighter Damkar Pos Wilayah (Poswil) Baturetno, cepat memberikan respon. Langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan tindakan pemadaman.

Tapi kobaran api yang membesar, segera didatangkan Tim Damkar dari Markas Induk Kabupaten Wonogiri. Juga didatangkan Tim Damkar dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Setidak-tidaknya 7 unit mobil brandweer, datang ke lokasi untuk melakukan tindakan pemadaman.

Para insan Damkar dari tiga lokasi yang datang, bekerja secara all out untuk melakukan pemadaman. Tindakan percepatan pemadaman api, dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke titik nyala kobaran api. Tujuannya, agar nyala api dapat diisolasi dan tidak makin meluas. Ini dilakukan demi menyelamatkan bangunan pertokoan di sekitarnya, supaya terhindar dari amukan jago merah.

Gabungan

Bersamaan itu, dilakukan upaya penyelamatan beragam komoditas yang tersimpan di dalam kios, toko dan warung yang berada di Bapas Baturetno. Utamanya barang-barang yang belum terjamah api, untuk diangkut menjauh dari lokasi kebakaran. Tim Damkar Gabungan dari Baturetno, Wonogiri dan Pacitan, juga berupaya melakukan penyisiran area kebakaran, untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam.

Proses pemadaman kebakaran dilakukan dengan melibatkan para prajurit TNI AD dari Koramil-05, personel Polsek Baturetno, aparat Kantor Kecamatan dan Perangkat Desa serta warga masyarakat. Para pihak yang terlibat, berupaya bahu-membahu untuk memadamkan kobaran api dan mencegah agar tidak meluas.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Tapi ada saksi yang melihat, kemunculan api berasal dari salah sebuah warung makan. Itu diawali dengan kemunculan suara ledakan, dan asap pekat yang mengepul. Sebelum kemudian berlanjut pada kobaran nyala api.

Saksi menduga, suara ledakan yang mengawali musibah kebakaran ini, bisa jadi berasal dari tabung gas yang dipakai untuk memasak menu kuliner yang akan dijajakan di warung makan tersebut. Nyala api berkobar membakar semua yang ada di dalam warung.

Baru kemudian berkobar makin tidak terkendali dan meluas ke toko bahan bangunan yang ada di dekatnya. Kobaran api makin membesar tidak terkendali, setelah membakar isi material aneka bahan bangunan yang ada di dalamnya. Terutama dagangan cat dan minyak cat, yang mudah terbakar.

Berkaitan dengan musibah kebakaran tersebut, pihak Damkar Pemkab Wonogiri, mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dala m memperlakukan api. Termasuk api dari kompor gas yang dipakai untuk memasak. Ini harus dicermati, pastikan pemasangannya aman dan jangan sampai menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

Sikap tidak sembrono dalam memperlakukan api, menjadi kunci terwujudnya keselamatan dan menjadi upaya untuk menghindarkan dari musibah kebakaran. Lebih baik bersikap cermat di awal, daripada menyesal di waktu kemudian.(Bambang Pur)