blank
Suasana Masjid Al-Makmur Kriyan yang penuh dengan jamaah.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu umat muslim. Pasalnya, di malam-malam tanggal ganjil inilah puncak dari ibadah puasa dengan berharap mendapatkan malam lailatul qodar.

Hal ini terlihat ketika di malam ke-27 Ramadan di Masjid Al Makmur, Desa Kriyan, Selasa (17/3/2026) sekitar 750 jamaah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah yang dimulai sejak salat Isya hingga menjelang fajar.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi salat berjamaah, peringatan Nuzulul Quran, tadarus Al-Qur’an, serta qiyamul lail yang dipadukan dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW.

Sejak awal malam, kawasan sekitar masjid mulai dipenuhi jamaah. Area parkir tampak sesak oleh sepeda motor dan beberapa mobil milik warga. Sebagian jamaah datang berjalan kaki dari rumah-rumah di sekitar desa. Arus kedatangan warga terus mengalir hingga halaman masjid tampak ramai.

Di dalam masjid, suasana terasa hangat dan penuh kebersamaan. Jamaah dari berbagai kalangan duduk bersaf-saf memenuhi ruang utama hingga serambi. Anak-anak terlihat mengikuti kegiatan bersama orang tua mereka. Para pemuda duduk berdampingan dengan jamaah yang lebih tua. Laki-laki dan perempuan mengikuti kegiatan dari tempat masing-masing dengan tertib.

Rangkaian ibadah dimulai dengan salat Isya berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih dan Witir yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Mustajib Al-Hafidz. Setelah itu, jamaah mengikuti peringatan Nuzulul Quran yang diisi dengan tausiyah dari KH Muhaimin, MZ, mengenai makna turunnya Al-Qur’an bagi kehidupan umat Islam. Tausiyah tersebut mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Usai peringatan tersebut, jamaah melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Melalui pengeras suara, terdengar lantunan Al Quran yang dibaca secara bergiliran, perlahan dan khidmat. Setelah rangkaian awal kegiatan selesai, jamaah kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat sejenak.

Namun malam ibadah itu belum berakhir. Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB, warga kembali berdatangan ke Masjid Al Makmur untuk mengikuti rangkaian ibadah pada sepertiga malam terakhir.

Pada waktu yang diyakini sebagai saat paling utama untuk beribadah, jamaah melaksanakan qiyamul lail yang dipadukan dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian ibadah malam itu diisi dengan salat sunah, pembacaan wirid, dan lantunan sholawat yang  dipimpin oleh santri Ponpes. Nailunnajah As Salafi.

Suasana masjid mencapai puncak kekhidmatan ketika pembacaan bagian Mahalul Qiyam. Pada bagian ini seluruh jamaah berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Para penabuh rebana berdiri di belakang imam, mengiringi lantunan sholawat yang menggema di seluruh ruangan masjid.

Ratusan jamaah melantunkan sholawat secara bersama-sama. Irama rebana berpadu dengan suara jamaah yang bersahutan, menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kekhusyukan. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan dalam rangkaian kegiatan malam itu.

Salah satu panitia kegiatan mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

“Kami mengajak masyarakat memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil yang diyakini memiliki keutamaan besar,” ujar Shalahuddin MC Nuzulul Quran sekaligus pemuda Desa Kriyan.

Dalam tradisi umat Islam, sepuluh malam terakhir Ramadhan sering dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Malam-malam tersebut diyakini sebagai waktu yang paling mungkin untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang dalam Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan.

Acara pun ditutup dengan doa bersama dengan harapan diampunkan segala dosa dan senantiasa diberi kerahmatan oleh Allah. Setelah itu, masing-masing jamaah kembali ke rumah masing-masing untuk menjalankan sunnah sahur bersama keluarga.

ua/hisam