KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kontraksi ekonomi yang dipicu kondisi global hingga nasional. Menurutnya, situasi ekonomi dunia, nilai tukar dolar, hingga kebijakan nasional seperti BBM dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Sam’ani dalam pemaparannya terkait langkah antisipasi kontraksi ekonomi di Kabupaten Kudus. Ia menilai, dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah melemahnya daya beli, kenaikan harga barang, inflasi, hingga potensi kelangkaan sejumlah kebutuhan.
“Kontraksi ekonomi ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dampak global, ekonomi dunia, hingga kebijakan nasional yang berimbas ke daerah,” ujarnya.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Sam’ani mengajak masyarakat memperkuat kemandirian ekonomi melalui berbagai langkah sederhana namun berdampak besar. Di antaranya mendukung produk lokal, memperkuat UMKM sekitar, hingga menerapkan pola belanja bijak dan selektif.
Selain itu, masyarakat juga didorong melakukan inovasi produk, menggunakan kemasan hemat, memanfaatkan lahan sekitar untuk menanam kebutuhan sehari-hari, serta membangun solidaritas sosial dan budaya hidup hemat.
“Kalau ekonomi sedang tidak baik-baik saja, maka yang harus diperkuat adalah gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Kudus juga berkomitmen menjaga iklim usaha tetap kondusif melalui kemudahan perizinan, dukungan modal usaha, pelatihan bagi pelaku usaha, hingga pembangunan infrastruktur umum seperti jalan, air, irigasi, dan LPJU.
Sam’ani menegaskan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi tekanan ekonomi ke depan. Ia pun mengajak warga tetap optimistis dan menjaga semangat kebersamaan.
“Bertahan hari ini, kuat masa depan. Kudus Sehat,” pungkasnya.
Ali Bustomi













