SRAGEN (SUARABARU.ID) – Menjelang penutupan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, kesibukan tidak hanya terlihat di lapangan tempat para prajurit menyiapkan rangkaian acara. Di balik layar, tangan-tangan penuh ketulusan dari para anggota Persit juga bergerak tanpa lelah memastikan seluruh kebutuhan kegiatan tersiapkan dengan baik.
Pada Kamis (21/5/2026), suasana penuh semangat tampak di lokasi persiapan penutupan TMMD di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Ketua Persit Ranting 03/Karangmalang, Tri Hastuti, bersama anggota Persit lainnya terlihat sibuk menata perlengkapan, memeriksa kebutuhan logistik, hingga memastikan seluruh persiapan berjalan tertib dan rapi.
Meski tidak berada di garis depan kegiatan, peran mereka menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran acara penutupan TMMD yang telah berlangsung hampir satu bulan penuh.
Dengan penuh kekompakan, para anggota Persit bekerja dalam suasana hangat dan kebersamaan. Tidak ada wajah lelah yang terlihat. Yang tampak justru semangat untuk ikut menyukseskan momentum akhir pengabdian TMMD bersama masyarakat.
Tri Hastuti mengatakan keterlibatan Persit dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program TMMD yang selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi warga desa.
“Kami ingin ikut ambil bagian dalam mendukung kelancaran penutupan TMMD. Semoga semua berjalan lancar dan masyarakat bisa ikut merasakan kebahagiaan dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Kehadiran Persit dalam setiap kegiatan Kodim selama ini memang kerap menjadi kekuatan pendukung yang bekerja di balik layar. Mulai dari menyiapkan kebutuhan logistik hingga membantu kelancaran berbagai kegiatan sosial, mereka hadir dengan semangat pengabdian yang sama besarnya.
Di TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, peran tersebut kembali terlihat nyata.
Program TMMD sendiri tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik seperti jalan cor, rehab RTLH, sumur bor, dan fasilitas umum lainnya, tetapi juga membangun nilai kebersamaan dan kepedulian dari berbagai unsur masyarakat.
Dari kesibukan para anggota Persit menata perlengkapan acara itu, tersimpan pesan bahwa keberhasilan sebuah pengabdian besar tidak hanya ditentukan oleh mereka yang bekerja di depan, tetapi juga oleh orang-orang yang tulus bekerja dalam senyap.
Menjelang penutupan TMMD, suasana di Desa Puro tidak hanya dipenuhi persiapan seremoni, tetapi juga semangat gotong royong yang melibatkan banyak pihak demi satu tujuan bersama: menghadirkan pengabdian terbaik untuk masyarakat.
Di balik suksesnya TMMD Sragen, ada ketulusan, kekompakan, dan kerja tanpa pamrih yang ikut menjaga setiap rangkaian kegiatan berjalan dengan penuh makna.
Agus S













