blank
Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Jateng saat melaksanakan kegiatan Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa, di Kabupaten Klaten. Foto: dok/bbjt

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa, di Kabupaten Klaten, pada Rabu-Jumat (11-13/2/2026).

Inventarisasi ini dimaksudkan, untuk menggali kosakata budaya Jawa, terutama yang berkaitan dengan nyadran, gerabah, selamatan, dan pertanian.

Koordinator Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra, Ema Rahardian SS MHum menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

BACA JUGA: Upaya Forum Sastra Lahirkan Penulis Muda yang Peka Realitas Sosial dan Budaya

Selain itu, kosakata dan informasi yang terinventarisasi, juga akan memperkaya kamus digital Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja), dan Ensiklopedia Bahasa dan Sastra (EBS).

”Produk-produk itu diharapkan dapat mempermudah siswa dan masyarakat umum, untuk mempelajari kosakata budaya Jawa,” ujar Ema Rahardian, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2/2026).

Dijelaskan pula, pada hari pertama, timnya melakukan pengambilan data kosakata yang berkaitan dengan tradisi nyadran, selamatan, dan persembahan sesaji. Dalam kesempatan itu, tim mendatangi tempat nyadran, yaitu makam di Dukuh Kwoso, Gergunung, Klaten Utara.

BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Jateng Hadiri Seminar Jerat KUHP dan KUHAP Nasional bagi Notaris

”Tim mengumpulkan data kosakata, yang berkaitan dengan tahapan nyadran, makanan, serta peralatan yang biasanya digunakan saat nyadran,” terangnya.

Ema menambahkan, timnya juga mendatangi Kelurahan Jatinom, di Klaten Utara, untuk mengulik kosakata yang berkaitan dengan tradisi selamatan dan bancakan.

”Di Kelurahan Jatinom, selamatan dan bancakan biasanya dilakukan pada momen-momen tertentu, seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian. Jenis makanan dan perlengkapan yang digunakan pun berbeda-beda,” terangnya.

BACA JUGA: Sekar Setaman, Simfoni Keindahan Flora Nusantara dalam Batik Danar Hadi

Untuk menggali kosakata budaya yang lain, tim mengunjungi Perguron Kyai Ageng Gribig, di Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Klaten. Di tempat ini tim menemui Mohammad Daryanta, pengurus Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig (P3KAG).

”Tim menggali informasi tentang tradisi Andum Apem Yaa Qawiyyu. Tradisi itu dilaksanakan pada pertengahan bulan Safar (Sapar), antara tanggal 12-20, setelah pelaksanaan Shalat Jumat,” tambahnya.

Pada hari kedua, tim inventarisasi menggali kosakata terkait gerabah, petung aboge, dan pertanian di tiga tempat, Desa Melikan Kecamatan Bayat, Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes dan Desa Ngabeyan Kecamatan Karanganom.

BACA JUGA: ‘Kurve Indonesia Asri’ Digelar di Blora, Bupati Minta ASN Jadi ‘Duta Kebersihan’

Pada hari ketiga, tim melakukan kunjungan ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, untuk menjalin kerja sama terkait dengan inventarisasi kosakata budaya Jawa di Kabupaten Klaten, dan Pemanfaatan Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja).

Bagiono, staf Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Klaten, menyampakan apresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan Balai Bahasa, dalam melestarikan budaya Jawa melalui kegiatan inventarisasi kosakata di Kabupaten Klaten ini.

”Mudah-mudahan melalui pendokumentasian kosakata atau istilah budaya Jawa, istilah-istilah itu akan tetap lestari, dan dikenal masyarakat,” ungkap Budiono.

Riyan