BATANG (SUARABARU.ID)– Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang, Sigit Aji Pamungkas berharap, generasi muda di Kabupaten Batang meningkatkan literasi keuangannya, hingga nantinya bisa menjadi seorang CEO dan pengusaha besar.
Hal itu seperti yang disampaikannya, saat Sigit menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng ‘Hukum & Ekonomi di Mata Anak Muda’, yang digelar di Aula Bupati Batang, Jumat (13/2/2026) sore.
Tak hanya teori, Bank Jateng juga menunjukkan sejumlah orang yang membangun UMKM dari dasar, kemudian berhasil. Adapun UMKM binaan Bank Jateng itu diajak membuka lapak atau bazaar, sehingga bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak muda untuk memulai usahanya.
BACA JUGA: Balai Bahasa Jateng Lakukan Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa
”Di sini ada yang mau jadi CEO? jadi pengusaha?,” tanya Sigit.
Seorang mahasiswi dari Universitas Selamat Sri (Uniss) Batang, Erdiana pun menjawab pertanyaan itu. Selain kuliah, gadis belia itu ternyata sudah mempunyai usaha sampingan salon.
”Kebetulan saya punya usaha salon. Hasil usaha tidak boleh dicampur dengan kebutuhan sehari-hari. Kami juga ikut program Bima Rencana,” terang dia.
BACA JUGA: Upaya Forum Sastra Lahirkan Penulis Muda yang Peka Realitas Sosial dan Budaya
Jawaban itu membuat Sigit bangga, karena salah syarat menjadi CEO atau pengusaha yang sukses yakni, bisa memanajemen keuangan secara rinci.
”Ya, bisa memisahkan laporan keuangan untuk usaha dan pribadi,” terang Sigit, yang selanjutnya memberikan doorprize tabungan Bima Rencana senilai Rp 200 ribu.
Ditegaskan dia, komitmen Bank Jateng dalam mendukung penuh program pemerintah, dan dalam penguatan ekonomi masyarakat, hingga literasi keuangan. Tidak hanya itu, pihaknya berupaya menghadirkan produk perbankan yang selaras dengan kebijakan pembangunan ekonomi, yang dicanangkan pemerintah.
BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Jateng Hadiri Seminar Jerat KUHP dan KUHAP Nasional bagi Notaris
”“Kami mendukung penuh program pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah,” terang dia, pada acara yang digelar kerja sama antara Kejaksaan Negeri Batang, Bank Jateng dan Solusi Indonesia itu.
Anak muda yang sudah mempunyai usaha, lanjut Sigit, harus memahami pengelolaan keuangan secara benar, yakni simpanan. Dahulukan menabung dahulu, bukan yang didahulukan berapa jumlah angsurannya.
”Kalau tidak dipaksa dengan itu, tidak akan jalan. Punya gaji, dahulukan menabung dulu. Kita juga punya tabungan Bima Rencana, seperti deposito. Terencana dan berjangka, sehingga membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan masa depan,” harapnya.
BACA JUGA: Sekar Setaman, Simfoni Keindahan Flora Nusantara dalam Batik Danar Hadi

Selain itu, Bank Jateng juga menyediakan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan suku bunga tetap sebesar 5 persen, dan angsuran kecil. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memiliki hunian layak, dengan cicilan terjangkau.
”Kita ikut menyediakan tiga juta rumah, terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendan (MBR). Kita punya kuota 20 ribu KPR FLPP. Angsuran Rp 1 jutaan. Daripada ngekos, mending buat nyicil rumah,” ungkap dia.
Di sektor pembiayaan usaha, tersedia Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan KUR Kecil dengan bunga yang sangat terjangkau. Mulai sekitar 0,26 persen per bulan, guna mendorong pertumbuhan pelaku usaha baru, maupun pengembangan usaha yang sudah berjalan.
BACA JUGA: ‘Kurve Indonesia Asri’ Digelar di Blora, Bupati Minta ASN Jadi ‘Duta Kebersihan’
Bahkan ada program terbaru Bank Jateng Cabang Batang, yang menghadirkan KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan plafon pembiayaan hingga Rp 100 juta. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap calon pekerja migran, agar dapat berangkat secara legal, aman, dan produktif.
”Misal pengin jadi pekerja migran, kita bisa membiayai tanpa agunan,” jelasnya.
Sebelum menutup materi, Sigit menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan zaman dan tantangan digital saat ini. Menurutnya, generasi muda harus kreatif namun tidak minim literasi.
BACA JUGA: POPDA Wonosobo 2026 Digelar, Ajang Atlet Pelajar yang Sportif dan Berprestasi
”Jadi anak muda sekarang penginnya gampang, mudah. Kalau utang, yang penting foto pegang HP. Tiba-tiba dapat uang Rp 2 juta. Jangan jadi generasi famo. Literasi keuangan sangat penting, apalagi di tengah maraknya judi online,” tegasnya.
Selain dari Bank Jateng, narasumber lain yakni Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Raymond Ali, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli Gayo, dan Local Hero Petani Jamur beromzet Rp 180 juta, Nur Adilatus Shidqiyah.
Dalam acara itu hadir pula Wakil Bupati Batang, Suyono, Kepala Divisi Enterprise Risk Management Bank Jateng, Wasito Adi Waluyo dan Wakil Kepala Divisi Ritel dan UMKM Bank Jateng, Nur Satyo Priyono.
Riyan













