blank
Tim PKM Dosen Fakultas Ekonomi USM, saat melakukan pendampingan pada pelaku UMKM, terkait pengelolaan keuangan usaha multi bidang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tantangan mengelola lebih dari satu jenis usaha, saat ini masih menjadi persoalan utama bagi banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dan terkait atas hal itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), hadir memberikan solusi melalui kegiatan edukasi pengelolaan keuangan usaha multi bidang. Kegiatan PKM itu dilakukan di RT 02 RW 08 Kelurahan Mangunharjo, Semarang, Minggu (18/1/2026).

Program ini diketuai Febrina Nafasati Prihantini SE MSi Akt, dengan anggota tim Dr Dian Indu Dewi SE MSi Akt, Alfa Vivianita SE MSi, dan Anantya Roestanto SE MM.

BACA JUGA: Dekan Baru FTIK USM Siap Penuhi Target Prodi Terakreditasi Unggul

Dalam keterangannya Febrina menjelaskan, diversifikasi usaha memang memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM, untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan. Namun tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, khususnya pemisahan arus kas antarusaha, potensi itu justru dapat menjadi bumerang.

”Masih banyak pelaku UMKM yang mencampur pencatatan keuangan dari beberapa usahanya. Akibatnya, mereka kesulitan mengetahui usaha mana yang berkembang, dan mana yang perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM FE USM memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis, tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang terstruktur.

BACA JUGA: Tim Relawan USM Terus Distribusikan Logistik dan Evakuasi Warga Terdampak Banjir

blank
Usai melakukan pendampingan, Tim PKM Dosen FE USM melakukan foto bersama dengan perwakilan pelaku UMKM. Foto: dok/usm

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan diversifikasi usaha, tantangan keuangan dalam mengelola lebih dari satu bidang usaha, serta strategi pemisahan pencatatan penerimaan dan pengeluaran secara efektif.

Para peserta juga diajak memahami manfaat pemisahan keuangan, mulai dari kemudahan memantau pendapatan dan pengeluaran, hingga kemampuan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan berbasis data.

Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong pelaku UMKM untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan usahanya, sehingga setiap unit usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga siap naik kelas, dan bersaing di tengah dinamika dunia usaha.

Riyan