SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Semarang, Ahmad Tohari menyebut, Lapas Semarang memiliki Green House untuk mendukung ketahanan pangan.
Green House seluas 580 meter persegi ini sudah berdiri sejak 6 bulan yang lalu, sebagai ruang pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (narapidana) Lapas Semarang.
Green House Lapas Semarang ini dikelola oleh 9 orang narapidana yang memiliki skill di bidangnya. Mereka didampingi petugas Lapas dengan kemampuannya mengelola Green House sebagai kegiatan pembinaan setiap hari di Lapas Semarang.

Kegiatan Green House di Lapas Semarang sendiri diantaranya ada peternakan ayam. “Di sini ada 213 ayam petelur. Ada juga pertanian seperti menanam tomat, sawi, cabai, kol, terong dan lainnya,” kata Tohari di lokasi Green House Lapas Semarang, Selasa (20/1/2026).
“Para narapidana di sini mengikuti pembinaan kemandirian sesuai skill nya, agar saat bebas nanti mereka bisa berwirausaha untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya,” kata Tohari.
Tohari mengatakan, untuk hasil dari Green House saat ini dilarikan ke dapur Lapas, karena dalam perjanjiannya 5 persen harus menampung dari ketahanan pangan Lapas atau Rutan setempat,.
“Untuk saat ini hasil Green House belum dipasarkan keluar Lapas, karena untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas sendiri masih kurang,” ungkap Tohari.
Yang tak kalah menarik, Kalapas Tohari menyebut telah mengusulkan Lapas Semarang menjadi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) .
“Setelah kami lihat gedung yang ada di Lapas khususnya di Bimbingan Kerja (Bimker) memungkinkan untuk pembuatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ,” tandas Tohari.
Diketahui, gedung Bimker yang memiliki luas sekitar 390 meter persegi tesebut sebelumnya digunakan untuk pembinaan pelatihan pembuatan kursi sintetis. Namun kegiatan tersebut hanya berjalan 6 bulan, karena rekanan ketiga mengaku kuwalahan dalam produksinya, sehingga sempat berhenti lama. Dan kedepan bakal dimanfaatkan untuk MBG.













