blank
Foto bersama DPL, Kepala MA NU Nafa, Guru, Tendik, dan Peserta MDSM. Foto: Sub

JEPARA ( SUARABARU ID. ) – Sebanyak 16 mahasiswa praktikan Unisnu Jepara hari ini, Selasa 20 Januari 2026 resmi diterjunkan ke MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Peserta PPL akan menjalani Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL) selama 40 hari untuk mempraktikkan ilmu- ilmu kependidikan yang ditekuni selama ini.

Dosen Pembimbing Lapangan ( DPL)  Ana Rahmawati Lc., M.Hum saat menyerahkan peserta PPL berterima kasih kepada Kepala MA NU Nahdlatul Fata dan stakeholdersnya atas kesempatan yang diberikan untuk mahasiswa Unisnu dan berharap kerjasama ini terus berlanjut di masa- masa yang akan datang.

blank
Kepala MA NU Nahdlatul Fata, H. Nur Khandir sampaikan sambutan. Foto: Sub

Kepada para Praktikan,  Dosen Pembimbing berpesan agar mahasiswa memanfaatkan waktu yang relatif pendek dengan sebaik-baiknya untuk menimba pengalaman dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

” Kalian harus mempersiapkan diri dengan baik saat akan mengajar, ada dua hari waktu untuk obsevasi, mengenal lebih baik lingkungan pembelajaran, kultur, dan karakter siswa sehingga dapat melewati pengabdian dengan baik. Gunakan kreativitas Kalian untuk menghadapi siswa Madrasah Aliyah yang usianya tidak terlalu jauh dengan Kalian, terapkan ilmu psikologi untuk menghadapi siswa yang memiliki latar belakang beragam, bangun komunikasi dengan baik dengan guru pamong,” pesan Bu Ana, panggilan akrabnya.

blank
Kepala MA NU Nafa bekali peserta MDSM. Foto: Sub

Dosen Pembimbing juga mengingatkan meskipun para praktikan berlatar belakang Pendidikan Agama Islam, namun harus menguasai ilmu- ilmu lainnya dan itu sangat memungkinkan karena era digital sangat membantu para guru untuk mengusai berbagai hal.

Sementara itu,  H. Nur Khandir, Kepala MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan menyambut dengan baik peserta PPL untuk mengimplementasikan ilmumya dan menimba pengalaman di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan.

Nur Khandir berpesan kepada kepada para praktikan agar bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kultur di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan dan siap menghadapi tantangan karena MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan memiliki spesifikasi dan kultur yang berbeda dengan madrasah lain.

”  MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan adalah perpaduan antara Darul Hadlonah ( bersubsidi) dan berbayar.  Input siswanya ada yang ummi dan ada yang super. Latar belakang budayanya antara desa dan kota, dan perpaduan lainnya. Meskipun demikian tradisi juara menjadi karakter MA NU Nahdlatul Fata. Hal ini terbukti baru saja menyabet juara umum 2 dalam Lomba Mapel Olimpiade Ma’arif Nahdlatul Ulama (OMNU) yang diikuti 48 Madrasah Aliyah. Siswa- siswinya juga memperkuat Kontingen Perkemahan Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional yang berhasil menyabet juara umum 1. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri  bagi praktikan,” jelas H. Nur Khandir.

Acara penerjunan peserta MDSM Unisnu yang digelar di kantor Yapi Nahdlatul Fata selain dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan, Peserta PPL, juga dihadiri Kepala MTs Nahdlatul Fata, H. Subekhan dan jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan.

Hadepe – Sub/ Naela