blank

WONOSOBO (SUARABARU.ID )- Potensi panas bumi atau geotermal di kawasan Dieng mulai diperkenalkan lebih luas sebagai bagian dari penguatan daya tarik Geopark Dieng.

Pemkab Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggandeng PT Geo Dipa Energi Unit Dieng untuk mengenalkan geotermal sebagai wisata berbasis edukasi bagi wisatawan dan masyarakat setempat.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Wonosobo, Sri Fatonah Ismangil, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempromosikan potensi geotermal yang ada di kawasan Dieng.

“Kami bermaksud untuk berkolaborasi dengan Geo Dipa untuk mempromosikan terkait dengan potensi geotermal di Dieng ini,” kata Fatonah, dalam kesempatan Famtrip “Bangga Berwisata di Wonosobo”, bersama sejumlah wartawan.

Menurut Fatonah, geotermal merupakan potensi unggulan dan menjadi nilai tambah bagi kawasan geopark. Dieng selama ini telah dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan geologi yang khas dan tidak banyak dimiliki di daerah lainnya.

Hal itu adalah potensi unggulan yang harusnya menjadi kebanggaan karena tidak ada di daerah lain. Potensi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis pengetahuan.

“Kebetulan kita berada di Geopark Dieng yang salah satu potensinya adalah sumber panas bumi (geotermal). Selama ini pemahaman masyarakat terhadap panas bumi dan aktivitas Geo Dipa masih terbatas,” tegasnya.

Menurutnya, banyak yang belum mengetahui apa itu geotermal dan bagaimana proses produksinya. Melalui kolaborasi ini, Disparbud ingin menggali informasi lebih dalam terkait geotermal agar dapat disampaikan ke masyarakat secara lebih luas.

Pengembangan eduwisata geotermal ini terhubung dengan program Bangga Berwisata di Wonosobo yang diluncurkan sejak November 2025.

Di kesempatan yang berbeda, Public Relations PT Geo Dipa Energi, Muhammad Anurofik menjelaskan, kunjungan ke Geo Dipa bisa dilakukan melalui mekanisme resmi.

Eduwisata Geopark

blank
Perwakilan dari PT Geo Dipa Energi Unit Dieng saat menjelaskan proses produksi energi berbasis panas bumi. Foto : SB/Muharno Zarka8

Setelah surat diterima, Geo Dipa akan menyesuaikan jadwal dan menerima kunjungan sesuai agenda. Pihaknya akan berikan penjelasan terkait apa itu Geo Dipa, juga terkait geotermal.

“Jika memungkinkan, pengunjung juga dapat diajak ke lokasi lapangan, seperti sumur panas bumi atau pembangkit listrik,” ujarnya.

Dia menegaskan, kunjungan ke area produksi PT Geo Dipa Energi Unit Dieng wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD).

Dalam kunjungan edukatif, pengunjung dapat mempelajari apa itu panas bumi, kandungannya dan proses pemanfaatannya. Hal itu tentu bisa menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat atau wisatawan,” sebutnya.

“Panas bumi di Dieng itu bukan menghasilkan gas, melainkan uap air. Produk akhir dari proses tersebut adalah listrik yang disalurkan ke PLN,” ucapnya.

Saat ini, kawasan geotermal Dieng memiliki sekitar 15 well pad dan kurang lebih 50 sumur. Tidak semua sumur aktif, sebagian memerlukan perawatan atau treatment ulang.

Untuk pembangkit listrik, Geo Dipa memiliki kapasitas terpasang 60 megawatt dan 12 megawatt, dengan produksi harian yang menyesuaikan kondisi operasional.

Konsep eduwisata geotermal ini masih tergolong baru dan menjadi bagian dari penguatan narasi Geopark Dieng sebagai kawasan wisata berbasis edukasi, lingkungan dan energi terbarukan.

“Kami terbuka yang pasti untuk kunjungan harus menyesuaikan jadwal di PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. Kunjungan ke lokasi produksi energi berbasis gas alam tersebut justru menjadi eduwisata bagi wisatawan dan masyarakat,” tutupnya.

 

Muharno Zarka