KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Sebanyak 127 jiwa warga Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang dievakuasi ke Balai Ekonomi Desa ( Balkondes) Ngadiharjo. Evakuasi tersebut dilakukan, menyusul sistem peringatan dini tanah longsor yang ada di dusun tersebut berbunyi menyusul hujan turun cukup deras di wilayah tersebut sejak pukul Rabu ( 14/1/2026) 17.00 WIB hingga Kamis, ( 15/1/2026) dinihari.
“Dari 127 jiwa warga Dusun Tanjung yang dievakuasi ke Balkondes Ngadiharjo tersebut,sebagian besar merupakan usia rentan. Yakni, lansia, ibu hamil, anak-anak dan penyandang disabilitas,”kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Edi Wasono , Kamis ( 15/1/2026),
Edi mengatakan, hingga Kamis ( 15/1) siang kemarin, warga Dusun Tanjung , Desa Ngadiharjo yang dievakuasi ke Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo sebanyak 127 jiwa. Kemungkingan jumlah tersebut bisa bertambah, karena sebagian pemuda masih berada di rumahnya masing-masing untuk berbagai macam keperluan, termasuk mengurus hewan ternak yang dimilikinya.
Baca juga: https://suarabaru.id/2026/01/13/jalan-alternatif-antardesa-di-menoreh-tertutup-tanah-longsor
Menurutnya, evakuasi terhadap warga Dusun Tanjung tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena tanah di Dusun Tanjung yang labil dan evakuasi tersebut dilakukan, setelah hujan turun hujan di wilayah Dusun Tanjung sejak Rabu sekitar pukul 17.00 WIB hingga larut malam.
Edi menjelaskan, dipilihnya Bakondes Ngadiharjo sebagai tempat penampungan sementara bagi warga Dusun Tanjung, karena balkondes tersebut jarkanya cukup dekat dengan tempat tinggal merekasekitar 1 kilometer. Selain itu, di balkondes yang merupakan program CSR PT PLN tersebut, fasilitasnya sangat mencukupi dan lahannya juga luas.
Listiyanaah,salah satu warga Dusun Tanjung mengatakan, dirinya bersama dengan warga lainnya dievakusi darti tim gabungan BPBD, Tagana, Forkompimcam Borobudur dan lainnya pada Rabu ( 14/1) sekitar pukul 02.00 dini hari. Evakuasi tersebut dilakukan setelah hujan turun di wilayah Dusun Tanjung sejak Rabu pukul 17.00 WIB hingga Kamis dini hari
“Kami dievakuasi dievakuasi sekitar pukul 02.00 dini hari, setela hujan turun sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari.Akibat hujan tersebut,terjadi tanah longsor dan menimpa bagian belakang rumah saya,”katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tanah longsor di beberapa ttik di Dusun Tanjung, telah terjadi sejak Senin ( 12/1/2026) kemarin. Tanah longsor tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi menimpa rumah milik Sriwoto,Kepala Dusun Tanjung dan juga menutup akses jalan alternative antardesa, yakni antara Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno. W.Cahyono













