GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Satpol PP Grobogan kembali menggelar razia pelajar membolos di sejumlah titik Kota Purwodadi saat jam belajar berlangsung. Operasi penertiban tersebut menyasar lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong oleh pelajar yang tidak berada di sekolah pada Kamis (15/6/2026).
Razia yang dilakukan Satpol PP Grobogan itu berfokus pada pelajar yang kedapatan membolos dan menghabiskan waktu di ruang publik Purwodadi saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang merasa resah melihat pelajar berseragam berada di luar sekolah.
BACA JUGA : Partai Golkar Klaim Ribuan Bekas Simpatisan PDIP Brebes Siap Gabung
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menjaring sebanyak 11 pelajar yang kedapatan nongkrong di beberapa lokasi. Jumlah itu terbilang kecil dibandingkan dengan temuan awal di lapangan karena sebagian pelajar lainnya sempat melarikan diri ketika mengetahui kehadiran petugas.
Petugas Satpol PP mengakui sempat mengalami kesulitan saat pelajar berusaha kabur dari lokasi razia. Namun, upaya tersebut tetap membuahkan hasil dengan diamankannya belasan pelajar untuk didata dan diberikan pembinaan.
Kepala Satpol PP Grobogan Teguh Prijadi melalui Sekretaris Kantor Satpol PP Sudarmanto menyebutkan bahwa para pelajar yang terjaring berasal dari sejumlah titik rawan di wilayah Purwodadi.
“Para pelajar yang terjaring razia itu dari beberapa lokasi seperti di Hutan Kota, belakang Lapas Purwodadi, Taman Kuliner, di belakang salah satu SMK,” jelas Kepala Satpol PP Grobogan Teguh Prijadi melalui Sekretaris Kantor Satpol PP Sudarmanto.
Teguh Prijadi menegaskan bahwa kegiatan razia tersebut bukan dilakukan tanpa dasar. Satpol PP Grobogan menerima laporan langsung dari masyarakat yang melihat banyak pelajar berada di luar sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung.
BACA JUGA : Pemprov Jateng Terapkan SOTK Baru, Sejumlah Dinas Digabung untuk Percepat Program Pembangunan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP Grobogan mengambil langkah taktis dengan melakukan pemantauan awal secara tertutup. Beberapa anggota diterjunkan tanpa mengenakan seragam untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan.
Setelah petugas memastikan bahwa pelajar tersebut benar-benar membolos atau tidak mengikuti kegiatan belajar, barulah tim berseragam dikerahkan untuk melakukan penertiban secara terbuka dan terukur.
“Ini tindak lanjut dari laporan dari masyarakat yang masuk ke Kantor Satpol PP Grobogan, bahwa ada sejumlah pelajar yang nongkrong di sejumlah lokasi saat jam belajar mengajar,” kata Sudarmanto.
Sebelum penertiban dilakukan, Sudarmanto yang berada di lokasi tanpa seragam sempat berdialog langsung dengan para pelajar. Ia menggali alasan mereka berada di luar sekolah saat jam belajar.
Sebagian pelajar berdalih sedang berada pada jam istirahat. Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, petugas memastikan bahwa aktivitas tersebut berlangsung di luar ketentuan jam sekolah.
BACA JUGA : Siswa dan Wali Murid SD Glagahwaru Demo Tolak Pembongkaran Gedung Sekolah untuk KDMP
Dalam razia tersebut, petugas juga mendapati beberapa pelajar yang merokok di area publik. Meski demikian, petugas memastikan tidak menemukan adanya pelajar yang mengonsumsi minuman keras.
“Ada 11 pelajar, tiga diantaranya pelajar putri. Mereka ternyata berstatus pelajar dari beberapa SMK, ada juga yang dari MTs dan MA,” tambah Sudarmanto.
Para pelajar yang terjaring kemudian didata oleh petugas sebelum dibawa kembali ke sekolah masing-masing. Satpol PP Grobogan menyerahkan sepenuhnya proses pembinaan lanjutan kepada pihak sekolah.
Dari hasil pendataan, diketahui bahwa tidak semua pelajar berasal dari wilayah Purwodadi. Sebagian lainnya tercatat berasal dari Kecamatan Geyer dan Kecamatan Tawangharjo.
Satpol PP Grobogan menilai razia tersebut penting untuk menjaga ketertiban umum sekaligus mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar sejak dini.
“Kegiatan razia pelajar oleh Satpol PP Grobogan ini selain untuk penertiban umum, menurutnya, juga menyelamatkan generasi muda menuju Indonesia Emas,” tambahnya.
BACA JUGA : DPC Partai Demokrat Kudus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Satpol PP Grobogan memastikan razia pelajar membolos di Purwodadi akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran disiplin pelajar di ruang publik.
Melalui razia pelajar membolos di Purwodadi, Satpol PP Grobogan juga mengajak peran aktif masyarakat untuk melaporkan aktivitas pelajar yang tidak semestinya selama jam belajar demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
TYA WIDYA













