GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan bersiap menggelar Grobogan Agro Expo 2026 dengan menghadirkan berbagai inovasi Smart Farming yang menjadi wajah baru sektor pertanian modern.
Ajang pameran tahunan tersebut kembali digelar sebagai ruang edukasi, promosi, dan transformasi teknologi pertanian bagi masyarakat luas.
Dinas Pertanian menargetkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penerapan Smart Farming yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
BACA JUGA : Pertegas Komitmen Tertib Administrasi, Karo BMN Tekankan Pentingnya Klarifikasi Penggunaan Rumah Negara
Pameran pertanian akbar ke-VIII itu juga diharapkan menjadi momentum percepatan modernisasi pertanian di Kabupaten Grobogan.
Setelah sempat dinantikan banyak pihak, agenda akbar sektor pertanian tersebut dipastikan kembali hadir dengan konsep yang lebih segar dan inovatif.
Panitia menyiapkan berbagai program edukatif yang melibatkan petani, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.
Pameran ini akan menampilkan beragam teknologi terbaru yang mendukung pengembangan sektor pangan.
Berbagai inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pertanian modern yang semakin kompleks.
Panitia penyelenggara mengusung konsep digitalisasi pertanian sebagai tema utama dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini.
Berbagai aplikasi teknologi akan diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung selama pameran berlangsung.
Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusadi, mengatakan masyarakat akan memperoleh banyak informasi terkait perkembangan teknologi digital di bidang pertanian.
Menurutnya, penerapan sistem Smart Farming menjadi daya tarik utama yang akan mendominasi seluruh rangkaian kegiatan pameran.
Teknologi tersebut dinilai mampu mendorong lahirnya sistem pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian berkomitmen memperkenalkan berbagai model pertanian masa depan yang lebih efisien kepada petani lokal maupun masyarakat dari daerah sekitar.
Modernisasi pertanian dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini masih menjadi tantangan di tingkat petani.
Melalui berbagai program edukasi dan demonstrasi teknologi, sektor pertanian Grobogan diharapkan semakin mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi di tengah perkembangan era digital.
Salah satu inovasi yang akan menjadi perhatian dalam pameran nanti adalah teknologi mekanisasi pengairan lahan berbasis digital yang memungkinkan petani mengendalikan proses penyiraman secara lebih mudah.
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petani melakukan perawatan tanaman secara berkala tanpa harus mengeluarkan tenaga berlebih seperti metode konvensional.
Kukuh menjelaskan sistem penyiraman modern itu dapat dioperasikan melalui perangkat telepon genggam sehingga mempermudah pengawasan tanaman dari jarak tertentu.
“Jadi nanti ada teknologi terkait kemudahan proses penyiraman. Dimana untuk penyiraman tanaman cukup diperintah melalui aplikasi di handphone,” tutur Kukuh, kepada wartawan.
Tarik Minat Generasi Muda
Penerapan sistem otomatisasi tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian yang kini semakin identik dengan penggunaan teknologi digital.
Selain menampilkan alat dan mesin pertanian modern, panitia juga menyiapkan puluhan stan yang menyajikan berbagai produk unggulan hasil pertanian dan usaha masyarakat.
Berbagai stan akan menghadirkan alat mesin pertanian, tanaman hortikultura, komoditas pangan, hingga produk unggulan UMKM yang berkembang di Kabupaten Grobogan.
BACA JUGA : Polisi Gerebek Sabung Ayam di Bae Kudus, Pelaku Kabur, 14 Motor Disita
Pengunjung juga dapat menemukan beragam benih unggul, pupuk berkualitas, serta komoditas utama seperti padi, jagung, dan kedelai yang menjadi andalan daerah tersebut.
Tidak hanya itu, masyarakat berkesempatan mendapatkan edukasi langsung mengenai budidaya tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan cocok dikembangkan di Grobogan.
Materi edukasi meliputi teknik budidaya kelengkeng, mangga, hingga alpukat yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan.
Kukuh menyebut beberapa varietas alpukat masih relatif jarang ditemukan di kawasan perkotaan karena lebih cocok tumbuh di daerah dengan kondisi geografis tertentu.
“Seperti alpukat untuk daerah perkotaan kan jarang, biasanya di dataran tinggi seperti di Jatipohon dan Kemadohbatur,” ungkap Kukuh menjelaskan.
Produk Hasil Panen Petani
Dalam pameran tersebut, masyarakat juga dapat membeli berbagai produk hasil panen petani, termasuk bibit unggul seperti kelengkeng, mangga, melon, dan berbagai tanaman buah lainnya.
Bahkan, nantinya Dinas Pertanian Grobogan juga akan memperkenalkan varietas baru kacang hijau khas Grobogan yang telah melalui proses pengujian.
“Nantinya juga akan kita tampilkan varietas unggulan baru yakni varietas kacang hijau Grobogan yang sudah melalui pengujian,” kata Kukuh menambahkan.
Dinas Pertanian terus mematangkan persiapan Grobogan Agro Expo 2026 dengan menghadirkan demplot percontohan, hiburan masyarakat, serta berbagai inovasi Smart Farming.
BACA JUGA : Peringatan Waisak 2570 BE Digelar Sederhana di Wihara Vimalakirti Grobogan, Berlangsung Khidmat dan Aman
Panitia juga menyiapkan lomba mewarnai, fashion show, hingga senam “Jamu” untuk meningkatkan antusiasme masyarakat.
Dinas Pertanian optimistis Grobogan Agro Expo 2026 akan menarik lonjakan pengunjung yang signifikan. Untuk mendukung kelancaran acara, koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak dini.
“Agar kegiatan berjalan lancar mengingat prediksi pengunjung Grobogan Agro Expo ke VIII 2026 akan membeludak, kami sudah menggelar rakor,” pungkas Kukuh.
TYA WIDYA













