jalan alternatif
Masyarakat Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang bergotong-royong membersihkan material tanah longsor yang menutup akses jalan antara Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur. Pembersihan material longsoran dilakukan secara manual, karena alat berat tidak bisa menjangkau lokasia longsor. Foto: W. Cahyono

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Akses jalan alternatif antara Desa Ngadiharjo dengan  Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang sempat  tidak dapat dilalui, karena tertutup longsoran tanah.  Longsoran tanah yang terjadi di Dusun Grenjeng Tanjung, Desa Ngadiharjo tersebut disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung hampir dua jam pada Senin ( 12/1/2026) sore kemarin.

“Hujan yang cukup deras dan berlangsung sekitar dua jam tersebut menyebabkan tanah tegalan milik pak Ismanto longsor. Longsoran tanah tersebut menutup akses jalan antara Dusun Tanjung ,Desa Ngadiharjo dengan Dusun Tanjung ,Desa Giripurno Kecamatan Borobudur,”kata  Susilo Fajar Prasetyo, salah satu warga Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Selasa ( 13/1/2026).

Susilo mengatakan,  tanah longsor yang menutup akses jalan antardesa di perbukitan Menoreh tersebut, dengan tinggi sekitar 10 meter, lebar enam meter dan ketebalan mencapai sekitar dua meter. Masyarakat setempat sempat membersihkan material longsoran yang menutup jalan tersebut secara manual , pada Senin ( 13/1) sore. Namun, pembersihan tersebut terpaksa dihentikan, karena hujan terus berlangsung dan hari mulai gelap.

Keesokan harinya, masayarakat kembali melakukan pembersihan dengan cara yang sama, yakni manual menggunakan cangkul. Karena,  untuk menggunakan alat berat tidak memungkinkan, karena kondisi jalan yang sempit dan banyak tikungan dan tanjakan terjal.

Ia menambahkan, dirinya mengetahui adanya tanah longsor tersebut saat hendak pulang ke rumahnya dari bekerja di proyek  di Desa Ngadiharjo pada Senin ( 12/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, beberapa ratus meter sebelum tiba di rumahnya, jalan penghubung tersebut sudah tertutup longsoran tanah.

Susilo mengatakan, tanah longsor di Desa Ngadiharjo terebut, tidak hanya menutup akses jalan antaradesa saja. Melainkan juga menimpa rumah Kepala Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, yakni Sriwoto. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di dekat masjid atau berjarak sekitar  500 meter dari rumah Kepala Dusun Tanjung.

“Kondisi rumah pak kadus aman begitu juga yang terjadi di dekat masjid. Tetapi, longsoran yang terjadi di rumah pak kadus, kemungkinan bisa bertambah. Karena tanah  yang berada di atas rumah pak kadus tersebut  sudah  retak-retak,”katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan,pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan antardesa tersebut terpaksa dilakukan secara manual dan tidak bisa menggunakan alat berat. Karena, jalan untuk akses masuk alat berat ke lokasi kejadian tidak memungkinkan, yang disebabkan jalannya sempit dan juga banyak tikungan dan tanjakan yang terjal.

“Untuk pembersihan material longsoran tanah yang menutup akses jalan antardesa, dilakukan secara manual dan dikerjakan secara kerja bakti. Karena, untuk alaytt berat  tidak memungkinkan untuk masuk ke lokasi tersebut dan disebabkan jalan yang sempit dan banyak tikungan dan tanjakan terjal,”kata Edi.

Ia menambahkan, selain dua titik longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Brobudur,kejadian serupa juga terjadi di Dusun Kempul, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman. Namun, kejadian tanah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa manusia, melainkan kerugian material. W. Cahyono