blank
Siswa senang mendapatkan bantuan dari PGRI Jepara. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID)  — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara mendapat respons cepat dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jepara. Sebagai bentuk solidaritas kepada sesama, organisasi profesi guru ini menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan satuan pendidikan yang terdampak.

PGRI Kabupaten Jepara memfokuskan bantuan pada pemulihan sektor pendidikan agar proses belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama. Di Desa Sumberrejo, TK, MI, dan MTs Sumberrejo menerima bantuan alat tulis dan alat kebersihan. Bantuan ini sangat dibutuhkan agar siswa dan guru bisa segera kembali beraktivitas normal setelah bencana.

blank
Ketua PGRI Kabupaten Jepara Darono serahkan bantuan. Foto: Dok

Tak ketinggalan, SD Negeri 2 Clering di Kecamatan Kedung juga mendapat bantuan alat kebersihan untuk membersihkan lingkungan sekolah yang sempat terendam banjir. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen PGRI menjaga keberlangsungan pendidikan, bahkan di tengah situasi darurat.

Masyarakat Desa Tempur yang tertimpa musibah longsor tidak luput dari perhatian PGRI. Pada hari Rabu 14 Januari 2025 paket sembako diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Jepara Darono kepada Amirudin, Ketua DISTANA Desa Tempur, dan Ketua Karang Taruna Desa Tempur yang mewakili warga penerima bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan harta benda akibat tanah longsor.

blank
Penyerahan bantuan ke TK, MI dan MTs Sumberrejo, Kec. Donorojo. Foto:Dok

Dapur Umum dan Bantuan Lanjutan

Banjir tidak hanya melanda wilayah utara, tetapi juga menerjang Jepara bagian selatan seperti Batukali, Pecangaan Gerdu, dan Kaliombo. Melihat kondisi ini, PGRI langsung mendirikan dapur umum di Kecamatan Kalinyamatan untuk memenuhi kebutuhan makan korban bencana.

Kepedulian ini berlanjut dengan penjadwalan penyaluran bantuan sembako tambahan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Bantuan akan diberikan kepada warga Batukali dan anggota PGRI yang terdampak banjir, tepat setelah rapat pleno PGRI Kabupaten Jepara. Semua bantuan ini terkumpul dari kepedulian dan gotong royong seluruh anggota PGRI.

Lebih dari Sekadar Organisasi Pendidikan

Ketua PGRI Kabupaten Jepara menegaskan bahwa aksi sosial ini membuktikan peran PGRI meluas hingga ke ranah kemanusiaan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana serta membantu pemulihan aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat,” ucapnya dengan penuh harap.

Melalui rangkaian aksi tanggap bencana ini, PGRI Kabupaten Jepara mempertegas komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat. Ini adalah wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara yang tidak hanya bicara di ruang kelas, tetapi juga turun langsung membantu sesama di lapangan.

Bantuan PGRI Kabupaten Jepara menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Di tengah kesulitan, semangat gotong royong dan kepedulian sesama menjadi cahaya harapan bagi korban untuk bangkit kembali.

Indria Mustika