blank
Petugas mengirim polybag ke rumah warga, hari ini (Rabu, 10/12/25). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
Desa Dawung, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, berupaya menciptakan ketahanan pangan. Mereka menanam aneka tanaman dan buah-buahan untuk menyuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat.

Pemilik gagasan program tersebut,
Ari Darmawan (Iwan), ketika ditemui hari ini (Rabu, 10/12/25) mengatakan, kini di desanya telah disiapkan ratusan polybag dan bangunan para-para ukuran 6×170 meter, setinggi 3 meter. Lahannya mendapat izin pemanfaatan tanah bengkok kades seluas 6.000 meter dan tanah milik warga.

Dijelaskan, warga yang dilibatkan untuk mengurusinya sebanyak 12 orang. Tugasnya menanam bibit tanaman ke dalam polybag, kemudian dibagikan kepada seluruh warga setempat. Setiap rumah memperoleh 4-5 polybag.

Disebutkan, lahan desa itu 70 persen tadah hujan dan 30 persen mendapat pengairan irigasi. Selama ini budidaya pertanian cukup sulit dilakukan. Dengan adanya upaya itu, tak lama lagi akan ada ekspo pertanian.

Ditambahkan, rotasi hasil pertanian pada umumnya dari petani – pengepul – tengkulak – pasar – suplayer – konsumen. Sudah barang tentu harga sampai konsumen jadi mahal. Dengan upaya yang dilakukan, akan potong kompas. Yakni dari penanaman ke koperasi desa dan ke SPPG.

Berkat bantuan polybag dari kades, kini sudah ditanam sawi, tomat, anggur, melon, gambas, juga
waluh (labu). Ke depan direncanakan akan dikembangkan untuk tujuan wisata.

Dukungan Dana

Kades Hasyim Asy’ari mengatakan, dana desa yang diberikan untuk kegiatan itu Rp 170 juta. Berhubung kondisi desa itu dalam setahun hanya bisa ditanami padi satu kali, muncul ide pembuatan greenhouse. Terkait hal itu di-support melalui Bumdes.

Terkait hal itu akan membuat ekspo edukasi, wisata edukasi yang temanya adalah ketahanan pangan. “Bangunan para-para yang sudah ada ini akan ditanami sayuran yang sifatnya buah. Potensi yang ada ini bisa jadi objek wisata dan hasilnya bisa dijual ke SPPG,” harapnya.

Ditambahkan, dia sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan benih yang akan men-support untuk ekspo edukasi.

Salah satu penerima pemberian polybag, Aisah Siti Maghfiroh (38), menyatakan sangat senang. Karena program itu mendukung ketahanan pangan.

Eko Priyono