WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), populer disebut Pilketos di sekolah. Ini menjadi investasi jangka panjang demokrasi. Sebab, mendidik warga negara adalah tugas pertama dan utama dalam demokrasi. Karena demokrasi tidak hanya diwariskan, namun harus dipelajari.
Penegasan tersebut, disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri, Irawan Ary Wibowo. ”Jika generasi muda tidak diajarkan cara kerja demokrasi dan pentingnya partisipasi, maka kita akan mewariskan sistem yang rentan dan akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada mereka yang tahu cara memanfaatkannya,” tegas Ary Wibowo.
Irawan Ary Wibowo, menyampaikan paparan kunci tentang filosofi pendidikan demokrasi tersebut, pada rapat evaluasi Pilot Project Fasilitasi Kegiatan Pilketos. Rapat digelar di Kantor KPU Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini, bertujuan untuk mengukur keberhasilan Pilketos, sebagai sarana efektif pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula.
Menurut Irawan Ary Wibowo, Pilketos adalah investasi jangka panjang demokrasi. Mendidik warga negara, adalah tugas pertama dan utama dalam demokrasi. Karena demokrasi tidak hanya diwariskan namun harus dipelajari. ”Jika generasi muda tidak diajarkan cara kerja demokrasi dan pentingnya partisipasi, maka kita akan mewariskan sistem yang rentan, dan akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada mereka yang tahu cara memanfaatkannya,” tandasnya.
Rapat evaluasi Pilketos ini, dihadiri oleh Bawaslu Kabupaten Wonogiri dan perwakilan dari tiga sekolah projek percontohan. Yakni dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonogiri, SMA Negeri 1 Wonogiri, dan SMK Negeri 2 Wonogiri. Ketiga sekolah tersebut, mengirimkan Pembina Osis, Ketua Panitia Pemilihan Osis, dan Ketua Pengawas Pemilihan Osis.
Piagam
Dalam sesi diskusi, ketiga perwakilan sekolah juga menyampaikan tanggapan serta masukan berharga untuk perbaikan, dan demi pengembangan pelaksanaan Pilketos yang akan datang. Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Joko Wuryanto, juga menyampaikan bahwa Bawaslu akan meningkatkan pengawasan partisipatif, agar Pilketos di tahun berikutnya berjalan lebih baik lagi.
Rapat evealuasi tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran pelaksanaan Pilketos. “KPU Kabupaten Wonogiri mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, atas peran serta aktif dalam pelaksanaan Pilketos,” ujar Satya Graha. Apresiasi yang sama, juga disampaikan kepada adik-adik Pelaksana Pilketos, baik yang duduk menjadi Panitia dan Pengawas. Yang telah bekerja keras, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai asas Pemilu.
Sebagai wujud apresiasi atas pengembangan demokrasi bagi pemilih pemula, KPU Kabupaten Wonogiri memberikan piagam penghargaan kepada MA Negeri Wonogiri, SMA Negeri 1 Wonogiri dan SMK Negeri 2 Wonogiri. Penyerahan piagam diberikan atas dedikasi mereka, dalam memberikan ruang pembelajaran berdemokrasi melalui Pilketos, dan kegiatan Sabdatama KPU Kabupaten Wonogiri. Harapannya, model ini dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain.
”Demokrasi membutuhkan warga yang cerdas. Pendidikan politik dan demokrasi adalah asuransi terbaik untuk masa depan bangsa, yang mandiri dan berintegritas,” tegas Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Satya Graha.(Bambang Pur)













