blank
Siswa Siswi berprestasi SMP MUhammadyah Keling berfoto bersama guru pendamping. Foto: Kusnitah.

JEPARA (SUARABARU.ID) – ​Solusi konkret untuk menangkal degradasi moral remaja resmi diluncurkan bersamaan dengan momentum pelepasan belasan siswa angkatan terbaru 2025/2026. Langkah berani ini diambil guna memastikan seluruh alumni memiliki daya saing kokoh di jenjang berikutnya (5/62026).

​Teka-teki absennya figur nomor satu di sekolah tersebut langsung diklarifikasi secara terbuka di awal acara. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Muhammadiyah Keling, Ida Suryani, mengonfirmasi bahwa Kepala Sekolah definitif, Sri Eryatiningsih, sedang berada di luar negeri untuk urusan ibadah yang sangat penting.

blank
Para guru, orang tua dan siswa yang hadir pada Upacara Pelepasan SMP Muhammadyah Keling. Foto: Kusnitah.

​”Ibu Kepala Sekolah, Sri Eryatiningsih, titip salam takzim dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh wali murid,” ujar Ida Suryani saat memberikan sambutan resmi di atas mimbar. Ida Suryani menjelaskan bahwa ketidakhadiran tersebut dikarenakan Sri Eryatiningsih sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah bersama sang suami, Azhar Cholid.

​Mendengar pengumuman tersebut, hadirin yang memadati ruangan aula serbaguna di SMP Muhammadiyah Keling langsung serentak mengaminkan doa untuk kelancaran ibadah Kepala Sekolah. Atmosfer aula pun berubah menjadi penuh khidmat, memperkuat rasa kekeluargaan yang erat di antara Dikdasmen PCM Keling yang hadir Hadi Prawito dan Juwadi, Ketua PCA Endang Puji Rahayu dan PCNA Keling Lina Sri Rezki, pengurus sekolah, siswa, dan orang tua murid.

​Meskipun dilepas dalam jumlah yang relatif ramping yakni 17 siswa, prosesi wisuda tetap berlangsung dengan standar apresiasi yang tinggi. Berdasarkan pantauan di lokasi acara, satu per satu siswa maju ke depan panggung untuk menerima kalung samir wisuda serta map sertifikat kelulusan.

​Pihak sekolah juga memberikan penghargaan khusus berupa piala kepada sejumlah murid yang berhasil menempati peringkat paralel terbaik peringkat 1sampai 3 diantaranya Rama, Dila dan Khalida. Untuk prestasi harapan 1sampai 3 diraih oleh Merlisa, Arum dan Azam. Para siswa berprestasi ini tampak anggun dan gagah mengenakan perpaduan jas formal dan balutan kebaya batik khas Jawa Tengah saat menerima trofi.

​Ida Suryani menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sinergi yang telah terbangun selama tiga tahun terakhir. Pihak sekolah mengapresiasi penuh kepercayaan besar yang diberikan oleh masyarakat sekitar, khususnya para wali murid kelas IX.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh wali murid yang telah memercayakan putra-putrinya kepada kami,” kata Ida Suryani. Beliau menambahkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan anak adalah penanaman karakter mulia sejak dini.

​Sebelum menutup prosesi perpisahan, pihak otoritas sekolah memberikan wejangan terakhir sebagai bekal bagi 17 alumni muda tersebut. Sekolah menekankan bahwa status kelulusan ini merupakan langkah awal dari perjuangan yang jauh lebih menantang di tingkat SMA atau SMK.

​Dikdasmen Pimpinan Muhammadiyah Cabang Keling Juwadi berharap agar seluruh lulusan angkatan ini tetap membawa identitas dan nilai-nilai Islami di mana pun mereka melanjutkan studi. Pembentukan akhlak yang kokoh selama di madrasah diharapkan menjadi benteng utama dari pengaruh negatif lingkungan luar.

​”Kami berharap 17 siswa yang lulus hari ini tidak hanya unggul secara akademik, namun juga menjaga nilai-nilai akhlakul karimah,” pungkas Ida Suryani di akhir pidatonya. Acara pelepasan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan penampilan seni persembahan dari adik-adik kelas.

Septiana W – Kusnitah