blank
Rombongan anggota Komisi E DPRD Jateng saat menyaksikan pembuatan pupuk organik dari sampah. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Messy Widiastuti mengakui berbagai inovasi untuk memajukan desa yang dilaksanakan Desa Talunombo Sapuran Wonosobo sangat baik sekali dan perlu ditiru Desa lain di Jawa Tengah.

“Apa yang telah dilakukan pemerintah Desa Talunombo untuk mengembangkan dan memajukan desa sungguh luar bisa. Maka beberapa inovasi yang telah dilakukan di desa ini perlu ditiru atau direplikasi di desa lain,” katanya.

Messy yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan hal itu, di sela-sela melakukan kunjungan kerja (Kunker) rombongan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah di Desa Talunombo Sapuran Wonosobo, Selasa (9/12/2025).

Turut serta dalam kunjungan tersebut Sekretaris Komisi E Zaenudin (Fraksi PKB) dan anggota M Isnaeni (Fraksi PDI Perjuangan). Keduanya merupakan wakil rakyat dari Dapil IX Jawa Tengah (Wonosobo, Temanggung dan Purworejo).

Kunker rombongan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama Bappeda dan Biro Kesra Pemprov Jateng itu, disambut oleh Pemerintah Kecamatan Sapuran, Kepala Desa Talunombo Badaruddin dan segenap perangkat desa setempat.

Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah ingin melihat langsung praktek berbagai inovasi yang di lakukan di Desa Talunombo. Jika pemerintah desa kreatif dan inovatif maka desa akan lebih mandiri, berkembang dan maju.

Messy yakin semua desa yang ada di Jawa Tengah bisa melakukan apa yang sudah dipraktikan di Desa Talunombo dengan potensi alam dan kearifan lokal desa masing-masing. Sebab, tiap desa punya potensi alam dan kekayaan budaya yang berbeda-beda.

“Semua itu tentu tergantung dari kreatifitas yang dilakukan oleh pemerintah desa. Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah pun pasti akan mensuport dan mendorong upaya pemerintah desa setempat untuk memajukan desanya,” tegas dia.

Inovasi Desa Talunombo

blank
Rombongan anggota Komisi E DPRD Jateng foto bersama di depan Joglo Pancasila Desa Talunombo. Foto : SB/Muharno Zarka

Sementara itu, Kepala Desa Talunombo Badaruddin menyambut baik kunker yang dilakukan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama rombongan Bappeda dan Biro Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ini menjadi bagian dari perhatian Komisi E DPRD dan Pemprov Jateng terhadap apa yang selama ini telah dilakukan di Desa Talunombo. Berbagai inovasi yang telah dilakukan tiada lain untuk mengembangkan desa yang maju, mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

Badaruddin menyebut selama ini pihaknya telah melakukan berbagai terobosan di desanya. Yakni mengolah sampah secara mandiri, mengembangkan desa wisata berbasis pertanian, mewujudkan Desa Sehat dan membangun Desa Pancasila.

“Berbagai inovasi yang telah dilakukan mendapatkan pendampingan langsung dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah. Maka, inovasi yang dilakukan di Desa Talunombo berbasis riset dan tehnologi tepat guna sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat,” cetus dia.

Menurutnya, dalam kesempatan tersebut, wakil rakyat dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah juga sempat menyaksikan dan mendengarkan secara langsung paparan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Fasilitasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIDA Jateng.

“Pihak BRIDA Jateng menjelaskan secara gamblang perjalanan fasilitasi BRIDA di Desa Talunombo dan ide-ide yang dihasilkannya. Seperti inovasi pembuatan bibit padi unggul yang bisa menghasilkan panen berlimpah dan inovasi pengolahan sampah menjadi pupuk organik,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis juga diserahkan Buku Desa Inovasi “Catatan Kebersamaan Membangun Surga Tersembunyi di Lereng Gunung Sumbing”. Buku tersebut merupakan profil Desa Talunombo dalam mengembangkan inovasi yang ada.

Dari hasil diskusi antara pemerintah desa dan Komisi E DPRD Provinsi Jateng, Desa Talunombo akan mendapatkan bantuan atau fasilitasi pembangunan mushola disekitar area Djoglo Soekarno dan dukungan kebudayaan dalam bentuk penyediaan gamelan.

Muharno Zarka