blank

Oleh : Sri Hidayati S.Sos., M.Pd.

Jepara kembali menorehkan jejak penting dalam dunia literasi nasional. Pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, sebuah karya kolaboratif yang memadukan semangat kepenulisan dan penghargaan mendalam kepada para pendidik resmi diluncurkan di Pendopo R.A. Kartini Jepara.

Buku antologi bertajuk “Kado Hari Guru dari Penjuru Negeri” menjadi bukti bahwa tradisi literasi yang dahulu diperjuangkan oleh R.A. Kartini dan kakaknya, R.M.P. Sosrokartono masih mengalir deras dalam denyut kehidupan masyarakat Jepara.

Telah lama Jepara dikenal sebagai tanah yang melahirkan gagasan-gagasan besar, terutama dalam perjuangan pendidikan dan pemikiran. Kini, napas perjuangan itu dilanjutkan oleh 50 penulis dari berbagai kota di Indonesia, dengan jumlah penulis terbesar berasal dari Jepara. Mereka bersatu dalam satu misi: menghadirkan kado istimewa bagi para guru di seluruh nusantara.

Inisiasi dari Jepara untuk Indonesia

Gagasan besar ini lahir dari pemikiran Farih F. Mirza, pendidik yang mengelola 10 lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al-Faqih Jepara. Melalui Komunitas Guru Menulis, ia menginisiasi penyusunan antologi ini sebagai persembahan Hari Guru Nasional 2025. Sebuah momentum yang dirasa tepat untuk kembali mengangkat peran guru sebagai cahaya perubahan bangsa.

Yang membuatnya semakin istimewa, proses penyusunan buku yang tebalnya xiv + 295 halaman ini hanya memakan waktu tiga hari. Sebuah capaian yang mencerminkan kolaborasi intens, kedisiplinan, dan komitmen seluruh penulis.

Tak hanya itu, karya ini juga mendapatkan kehormatan berupa kata sambutan langsung dari Dirjen GTKPG, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., yang memberikan apresiasi atas semangat para guru dan penulis dalam menghidupkan kembali budaya menulis di Indonesia.

Prosesi Penyerahan Buku kepada Pejabat Daerah

Sebelum memasuki momen peluncuran, buku ini terlebih dahulu diserahkan secara simbolis kepada Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dan Ketua DPRD Jepara, H. Agus Sutisna. Penyerahan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk dukungan moral dan institusional atas gerakan literasi yang terus tumbuh di Jepara.

Pemimpin daerah mengapresiasi semangat kepenulisan yang kembali menggeliat. Apresiasi ini tentunya disertai dengan harapan agar mampu mendorong guru-guru Jepara dan Indonesia untuk terus melahirkan karya. Dengan begitu, budaya literasi tidak berhenti sebagai aktivitas personal, melainkan menjadi gerakan kolektif yang membawa perubahan nyata.

Launching di Pendopo R.A. Kartini: Simbol Regenerasi Semangat Literasi

Pemilihan Pendopo R.A. Kartini sebagai lokasi launching bukanlah kebetulan. Tempat ini adalah titik sejarah di mana pemikiran Kartini tentang pendidikan, emansipasi, dan literasi lahir dan berkembang.

Di pendopo yang sarat nilai simbolik itu, para penulis, tokoh pendidikan, dan tamu undangan berkumpul merayakan lahirnya sebuah karya yang menyuarakan cinta, pengalaman, dan harapan tentang dunia pendidikan Indonesia.

Suasana hangat dan penuh inspirasi tampak sepanjang acara. Beberapa penulis membacakan penggalan karya mereka, sementara lainnya berbagi cerita proses kreatif selama tiga hari penyusunan. Tidak sedikit pula peserta yang meneteskan air mata ketika mendengar kisah-kisah menyentuh tentang perjuangan guru dalam cerpen, puisi, maupun artikel yang termuat di dalam buku.

Isi Buku: Cerita, Gagasan, dan Puisi untuk Guru

Buku antologi ini memuat tiga kategori tulisan: artikel, cerpen, dan puisi. Masing-masing kategori dihiasi pemikiran dan kreativitas para penulis yang berasal dari latar belakang beragam, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas pendidikan, mahasiswa internasional, hingga pegiat literasi.

Daftar Penulis Antologi “Kado Hari Guru dari Penjuru Negeri” dari Jepara

Kategori Artikel

  1. Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd. – Yayasan Pendidikan Islam Al-Faqih Jepara
  2. Sarwijiyanti, S.Pd., M.Pd. – Pensiunan Guru Jepara, Tutor UT UPBJJ Semarang
  3. Ida Fitriningsih, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMA Negeri 1 Tahunan
  4. Itta Muyassyaroh, M.Pd. – Kepala SDN 4 Kaliaman, Kembang
  5. Rofiatun, S.Pd.SD – SDN 3 Tubanan, Kembang
  6. Taufiq Nugroho Nur, M.Pd. – SMP Negeri 3 Welahan
  7. Averroes Schuyler Xavier Mohammad Cordovi – Mahasiswa Tarim Islamic University & Universitas Alwashatiya an Buud, PPI Yaman
  8. Siti Mucholifah, S.Ag., S.Pd. – MTs Tsamrotul Huda Kecapi
  9. Susanti Ning Astuti, S.Kom., M.Pd. – Pengawas SMK, Dinas Pendidikan Jawa Tengah

Kategori Cerpen

  1. Sri Hidayati, S.Sos., M.Pd. – Kepala SMK Islam Tsamrotul Huda Jepara
  2. Riki Endar Lestari, S.Pd. – SD Negeri 1 Kuanyar
  3. M. Baharuddin Yusuf Ghozali, S.Pd., M.Pd. – SMP Negeri 2 Kalinyamatan
  4. Endah Pramurti Setianingrum, S.Pd., M.Pd. – SMP Negeri 3 Kedung

Kategori Puisi

  1. Dra. Aris Puji Astuti – Guru IPS SMPN 3 Kembang
  2. Shidqi Haidzar, S.S. – Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Bangsri
  3. Siti Fatimaturrohmah, S.Pd. – SMP Az Zahra Sekuro Mlonggo
  4. Azalea Selvina ‘Ilmiatuzzahi Noeresseville, S.E. – Alumni UIN Walisongo
  5. Mohammad Agung Setiyo Adi Bowo, S.Pd. – SMP Negeri 4 Jepara
  6. Nurul Isnintiasih, S.Pd. – SD Negeri 2 Kembang

Jepara dan Masa Depan Literasi

Munculnya banyak penulis dari Jepara dalam antologi ini membawa harapan besar. Ini menjadi indikator bahwa dunia literasi Jepara tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh semakin subur. Semangat Kartini menulis surat demi mengubah dunia kini diteruskan dalam bentuk karya-karya yang lebih beragam dan mudah diakses banyak orang.

Lebih dari sekadar buku, “Kado Hari Guru dari Penjuru Negeri” adalah gerakan moral: mengangkat peran guru, menceritakan kisah mereka, dan menyampaikan pesan bahwa perubahan bangsa selalu dimulai dari ruang kelas.

Hadiah untuk Guru, Persembahan bagi Bangsa

Peluncuran buku antologi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan literasi yang lebih panjang. Karya ini adalah hadiah untuk guru, tetapi dampaknya menyentuh lebih luas kepada masyarakat, dunia pendidikan, hingga masa depan literasi Indonesia.

Dari Jepara, semangat menulis itu kembali menjalar ke penjuru negeri. Dan seperti kata Kartini, “Habis gelap terbitlah terang,” melalui tulisan, para penulis berharap cahaya itu terus menyala untuk generasi bangsa yang akan datang.

Penulis adalah  Kepala SMK Islam Tsamrotul Huda Jepara yang juga kontributor buku “Kado Hari Guru dari Penjuru Negeri”