SRAGEN (SUARABARU.ID) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen resmi ditutup di Lapangan Harmoni Plumbungan, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kamis (21/5/2026). Penutupan dipimpin langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA, sekaligus menandai berakhirnya pengabdian selama 30 hari penuh di wilayah tersebut.
Lapangan yang sebelumnya menjadi titik awal pembukaan TMMD pada 22 April 2026 itu kembali dipenuhi suasana khidmat. Namun kali ini, yang terasa bukan lagi semangat memulai pekerjaan, melainkan rasa bangga dan haru atas berbagai hasil pembangunan yang telah berhasil diwujudkan bersama masyarakat.
Dalam upacara penutupan, Kasdam IV/Diponegoro membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Pangdam menegaskan bahwa TMMD Reguler ke-128 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” sebagai wujud komitmen membangun desa sebagai pondasi utama pembangunan nasional.
Menurutnya, pembangunan desa menjadi strategi penting untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Program TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, kementerian, lembaga, dan seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Kasdam.
Dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026, Kodam IV/Diponegoro menggelar kegiatan di empat wilayah, yakni Kabupaten Purbalingga, Kulon Progo, Pati, dan Sragen. Selain itu, seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap II secara serentak di daerah masing-masing.
Selama satu bulan pelaksanaan di Desa Puro dan sekitarnya, berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan. Mulai dari pembangunan jalan cor sepanjang 1.100 meter, talud sepanjang 150 meter, rehab RTLH, pembangunan jamban sehat, hingga penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor.
Dansatgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., memastikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik telah rampung 100 persen.
“Sasaran fisik berupa cor jalan sepanjang 1.100 meter, talud 150 meter, rehab RTLH 10 unit, jamban sehat 10 unit, dan sumur bor satu unit telah selesai seluruhnya,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik bagi masyarakat. Penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, stunting, posyandu, bahaya narkoba, pertanian, peternakan, hingga pembinaan rohani menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Usai upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 80 paket sembako bagi keluarga stunting dan warga prasejahtera, serta peresmian sejumlah hasil pembangunan TMMD seperti jamban sehat, rumah RTLH, sumur bor, dan jalan cor.
Bagi masyarakat Desa Puro, TMMD Reguler ke-128 bukan sekadar program pembangunan biasa. Selama 30 hari, kehadiran Satgas TMMD telah membawa perubahan nyata sekaligus menghadirkan kedekatan emosional antara TNI dan rakyat.
Kini, meski program resmi ditutup, hasil pembangunan dan semangat gotong royong yang tumbuh selama TMMD diyakini akan terus hidup di tengah masyarakat.
Dari Desa Puro, TMMD kembali membuktikan bahwa pembangunan terbaik lahir dari kebersamaan, kepedulian, dan langkah bersama membangun negeri mulai dari desa.
Agus S













