BANJARNEGARA (SUARABARU.ID-Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Tengah, Rekanita Dwi Sangita, menyatakan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan pengaderan telah dilakukan dengan matang.
Kegiatan tersebut didukung oleh Karang Taruna Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, yang membantu menyediakan rumah warga sebagai lokasi penginapan peserta selama kegiatan berlangsung.
Rekanita Dwi Sangita menegaskan bahwa kegiatan selama tiga hari ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses pembentukan karakter dan kedisiplinan kader.
Para peserta yang terdiri atas anggota Korps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) akan ditempa secara intensif melalui pembekalan materi dan pelatihan lapangan.
“Selama tiga hari ke depan, rekan dan rekanita akan ditempa agar mampu mengamalkan ilmunya di daerah masing-masing,” katanya.
Tugas kader IPPNU bukan hanya mengaktifkan organisasi, tetapi juga menghidupkan kembali peran CBP dan KPP sebagai garda terdepan kedisiplinan IPNU–IPPNU.
Kader Militan

Dia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategi untuk melahirkan kader militan yang mampu menggerakkan semangat perjuangan organisasi hingga ke tingkat cabang dan pimpinan anak cabang.
Keberlanjutan kaderisasi, menurutnya, membutuhkan komitmen yang kuat serta pemahaman ideologi yang benar.
“Hari ini merupakan bekal untuk menjadikan CBP dan KPP semakin masif, aktif dan berdampak. Materi yang disampaikan para narasumber harus diperhatikan dengan baik,” sebutnya.
“Inilah awal bagi rekan dan rekanita untuk menyuarakan kedisiplinan dan semangat membangun bangsa,” ujarnya.
Kegiatan bertajuk “Gema Sang Patriot Pembangunan” ini menjadi bagian dari upaya IPPNU Jawa Tengah dalam mencetak generasi pelajar berkarakter, berakhlak mulia dan siap mengabdi bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Dengan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader pelopor perubahan di lingkungan pelajar.
Muharno Zarka













