KUDUS (SUARABARU.ID) – Tren negatif belum juga berakhir bagi Persiku Kudus. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Wergu Wetan, Jumat (10/10/2025), Macan Muria harus mengakui keunggulan Barito Putera dengan skor 0-2 dalam lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 2025.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk skuad asuhan pelatih Alfiat, yang kini menelan empat kekalahan beruntun. Dari lima laga yang telah dilakoni, Persiku hanya sekali meraih kemenangan—yakni pada laga perdana melawan PSIS Semarang.
Persiku sebenarnya tampil cukup meyakinkan di awal pertandingan. Bermain agresif sejak peluit pertama, peluang emas langsung tercipta di menit ketiga lewat Putra Caniago, yang nyaris membuka keunggulan andai saja tendangannya tidak ditepis kiper Barito, M. Ridho.
Momentum itu membuat pemain Persiku tampil lebih percaya diri dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, Barito merespons dengan strategi zona marking serta mengandalkan serangan balik cepat yang kerap merepotkan lini pertahanan tuan rumah.
Pada menit ke-24, petaka menimpa Persiku. Kiper utama Eko Saputro harus ditarik keluar karena mengalami cedera engkel saat hendak menendang bola. Posisi penjaga gawang kemudian digantikan oleh Muhammad Ridho Al Wafa.
Menit ke-28, striker asing Persiku Igor sempat mengancam lewat tendangan keras yang sayangnya masih menyamping tipis di sisi kanan gawang.
Namun, di masa tambahan waktu babak pertama (45+3), Persiku kehilangan gelandang andalan Dave Mustaine yang diganjar kartu merah setelah wasit meninjau VAR dan mendapati adanya sikutan ke pemain lawan di kotak penalti Barito.
Barito Manfaatkan Keunggulan Pemain
Memasuki babak kedua, Barito yang unggul jumlah pemain tampil lebih menekan. Upaya demi upaya terus digencarkan melalui serangan cepat yang dikomandoi oleh Aleksandro dan Moreno.
Gol yang ditunggu Barito akhirnya lahir di menit ke-61. Berawal dari sepak pojok Rizkipora, bola berhasil disundul Fabiano Beltrand dan tak mampu diantisipasi kiper Ridho.
Unggul satu gol membuat Barito semakin nyaman menguasai permainan, sementara Persiku hanya bisa mengandalkan serangan balik sporadis yang tak banyak membahayakan.
Petaka di Akhir Laga
Pelatih Alfiat mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan striker senior Lerby Eliandry, namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Justru di masa tambahan waktu (90+8), Persiku kembali harus menelan pil pahit. Bek Aldo Claudio melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Barito, Lassana, yang berujung kartu merah setelah tinjauan VAR. Wasit pun menunjuk titik putih, dan Moreno yang menjadi eksekutor sukses memperbesar keunggulan menjadi 0-2 sekaligus menutup laga.
Empat Kekalahan Beruntun
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Persiku yang kini terpuruk di papan bawah klasemen sementara Grup 2 Liga 2. Dukungan publik Wergu Wetan belum mampu mengangkat performa Macan Muria yang masih kesulitan keluar dari tekanan.
Jika tren negatif ini tak segera dihentikan, posisi Alfiat sebagai pelatih kepala bisa semakin terancam, mengingat ekspektasi tinggi suporter terhadap kebangkitan Persiku di musim ini.
Ali Bustomi













