WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barru Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar Festival Anak Shaleh (FAS). Kegiatan ini, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai TPQ di bawah naungan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Tokoh senior LDII Kabupaten Wonogiri, Joko Santosa HP, semalam, menyatakan, para peserta FAS berasal dari 5 kecamatan, terdiri atas Kecamatan Wonogiri, Selogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi dan Kecamatan Sidoharjo. Event FAS yang digelar di Bulan Muharram 1447 H ini, dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, Haryadi. Ditandai dengan pemukulan gong.
Sebagai event tahunan, FAS dilaksanakan untuk membentuk karakter anak sejak dini, yakni melalui berbagai perlombaan bernuansa Islami. Juga menjadi kegiatan seni budaya yang mendidik, termasuk mengajarkan olahraga pencak silat.
Festival mempertandingkan sejumlah perlombaan yang diselenggarakan selama 2 hari, yakni Sabtu dan Minggu Tanggal 12-13 Juli 2025. Termasuk diantaranya mata lomba unggulan seperti Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil), lomba adzan, cerdas cermat Islami, dan perlombaan lainnya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak.
Festival juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya, seperti olahraga bela diri Persinas Asad dan bazar kreatif. Kepada para pemenang lomba, diberikan penghargaan dan hadiah. Tujuannya, untuk memotivasi mereka agar terus meningkatkan prestasi.
Berkompetisi
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, dalam sambutannya mengatakan, Festival Anak Shaleh merupakan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi. Ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, bermartabat, dan mampu berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai ke-Islaman dan kepribadian Islami kepada anak-anak sejak dini.
Sementara itu, Ketua Ponpes Al Barru, Ustad Agung Susanto, menyampaikan, Ponpes Al Barru memiliki visi-misi mewujudkan generasi yang berkarakter luhur, alim faqih dan memiliki kemandirian. Ia meyakini bahwa generasi yang unggul berkarakter luhur, itu tidak ditemukan begitu saja, tetapi harus dibentuk untuk diwujudkan. “Mumpung ini masih liburan sekolah, kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk pembinaan agama bagi anak-anak kita,” ungkapnya.
Para orang tua mendukung pelaksanaan FAS 2025. Ini dapat dibuktikan, dengan terus mendampingi putra-putrinya mengikuti lomba yang diselenggarakan Ponpes Al Barru. Yang itu dilakukan sejak dari hari pertama hingga selesai festival.
Dengan suksesnya FAS ini, Ponpes Al Barru berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan karakter dan kreativitas anak-anak, serta meningkatkan semangat mereka dalam menuntut ilmu dan beribadah.(Bambang Pur)













