blank
Ilustrasi. Reka: SB.ID

blank

KATA Ora itu  artinya tidak, sebuah ungkapan penolakan, negasi, bahkan bisa juga berupa penyangkalan, denial; kosok balen, berlawanan.  Namun, ora juga dapat bermakna sebuah keharusan, dapat juga bernada saran atau pun kritik. Berbagai arti itu sangat bergantung kepada kata yang menyertai ora.

Dalam kondisi sulit saat ini, sebagian orang tetap saja sukses menumpuk harta dan rezekinya;sementara sebagian yang lain (sebagian besarkah?) sungguh jatuh bangun usahanya agar dapur tetap ngebul.

Di antara warga masyarakat yang bergulat agar dapur tetap ngebul tadi, ada saja yang usahanya bercorak  gresek-gresek (bacalah seperti Anda mengucapkan bebek-bebek pendek). Tegasnya, usahanya serba mendadak saat itu: Barang apa yang dirasanya laku dijual, dijuallah.

Kemarin berhasil menjual setandan pisang muda (biasanya disebut gedhang kemepet), hari ini sudah pusing lagi mau menjual apa lagi. Jika yang di depan mata terlihat ayam milik tetangga, tidak mustahil orang itu akan nembung ke tetangganya agar diperbolehkan ayamnya dijual ke pasar digolekke bathi, dicarikan untung barang sepuluh ribu.

Baca juga Taktik Melu-Melu: Byung-Byung Tawon

Di perdesaan, kondisi gresek-gresek seperti itu sangat mudah ditemui. Entah hasil bumi yang belum waktunya dipanen, sudah dijual; entah pula kewan iwen piaraan mendadak dijual per ekor.

Bagaimana di perkotaan yang umumnya tidak ada hasil bumi atau hewan piaraan yang mendadak bisa dijual agar dapat bertahan hidup? Pasti tidak kurang akal. Melihat ada tiga atau empat kardus bekas pun, sangat mungkin didadekake dhuwit, entah berapa pun lakunya.

Barang elektronik sederhana seperti radio transistor pun sangat mungkin dijual; dan tidak mustahil barang-barang aksesoris semisal kalung atau anting-anting kecil.

Ora Aji

Maaf seribu maaf, contoh-contoh itu bukan contoh mengada-ada. Mungkin tidak percaya padahal contoh lain ini nyata benar terjadi. Tidak jauh dari rumah tempat tinggal saya, ada keluarga (istrinya pensiunan) terpaksa mulai menjual almari dan tempat tidur (kasurnya masih untuk tidur) karena kesulitan ekonomi. Rumahnya sudah ditawar-tawarkan dan berharap segera laku sekitar 600 juta rupiah.