
TIDAK tertulis, tetapi harus terjadi. Salah satu syarat penting untuk layak menjadi pejabat ialah haruslah menjadi staf yang pinter-pintere gupuh. Anda yang tidak mau atau tidak suka gupuh, pasti tersiksa ketika menjabat.
Sebaliknya, semakin jenengan pinter gupuh, wah….. melejitlah jabatan Anda. Tahun lalu masih sebagai tukang nggawakake tas atau kacamata, tidak mustahil tahun depan naik pangkat sebagai pembuat naskah pidato; dan tahun berikutnya resmi eselon dua.
Apa rahasianya bisa clingkrak-clingkrik (meloncat kesana-kemari denganmendapatkan posisi yang lebih bagus) seperti itu? Jawaban tunggalnya sama, yakni gupuh.
Cari muka
Sebagai efek ikutan, sebutlah karena melihat si Polan jebul clingkrak-clingkrik jabatannya, si Boy, Dhandhang, Gendhis, Mirza, Pakarena, dan lain-lain, banjur tiru-tiru, ikut-ikutan karena telah menyerap ngelmune: yakni kudu pinter-pinter cari muka. Bahasa “Inggrisnya” car-muk. Ternyata, semakin pinter car-muk, ada saja jabatan mengikutinya. Dan, …….. lagi-lagi kuncinya juga sama, yaitu kudu pinter gupuh.
Ada banyak cara dapat dilakukan anak buah dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk dapat car-muk. Dapat saja dimulai dari tahu persis tentang kesukaan pimpinan dalam hal makanan, jajan. Bisa juga dari hobinya piara burung, atau kesukaannya golek guru spiritual. Car-muk bisa lewat pintu itu.
Baca juga Taktik Ngadi Sarira: Kadhal Menek
Car-muk dapat juga lewat pekerjaan. Pimpinan ini suka angka-angka, nahh…..staf yang baik apalagi tergolong suka car-muk, selalu siaplah dengan data dan angka.
Cepat dan hafal mengenai jumlah RT/RW manakala pimpinan sedang bicara tentang tatakelola pemerintahan kelurahan; atau hafal jumlah anak tidak sekolah atau DO manakala pimpinan sedang membahas tentang rencana mendirikan sekolah rakyat.
Car-muk berintikan pada cara cepat dikenal pimpinan (CCDP) dengan harapan banjur dinggo/kanggo. Siapa tidak suka, bahkan bangga dikenal oleh pimpinan, dan lebih dari itu jabatannya akan mulus lancar.
Gupuh
Pejabat di mana pun dan siapa pun orang itu, sangat senang dan menikmati manakala memiliki staf atau pun anak buah yang sat-set cekatan, selalu siap. Lebih lengkap lagi jika anak buah seperti itu gupuh. Apa maksudnya?
Gupuh, memiliki tiga makna. Pertama, gupuh itu berarti gita-gita, sikap serba cepat, dan biasanya diungkapkan dengan jawaban: Siapppp!! Untuk menunjukkan betapa siapnya, seseorang sering tampak katon kesusu. Inilah makna kedua gupuh, serba kelihatan tergesa.
Dan makna ketiga, gupuh itu berkaitan dengan age-age methukake utawa ketemu. Jika pimpinan datang, segeralah menjemputnya, kalau perlu setengah berlari.
Jika pimpinan pulang dari bepergian, jemputlah dan segera temuilah di bandara jika datang dengan pesawat; atau cepat-cepatlah berdiri di samping mobilnya bila pimpinan itu naik mobil.
Gupuh seolah menggambarkan sopan santun tinggi, sikap siap sedia tanpa ada embel-embel apa pun. Dan seperti di atas telah disebutkan, gupuh juga menjadi salahsatu taktik cari muka, car-muk.
Jelekkah?
Jika sikap gupuh sekedar untuk car-muk dalam usaha CCDP, jelaslah itu jelek; artinya kurang konstruktif dalam konteks pembinaan mental aparat. Namun jika gupuh itu benar-benar menggambarkan sikap siap setiap saat, apalagi siap dan tanggap setiap waktu; apparat semacam itulah yang sangat dibutuhkan masyarakat.













