blank
Ilustrasi. Foto: Reka SB.ID

Jadi gupuh-nya itu amat baik jika bukan semata-mata kepada/untuk pimpinan; melainkan justru untuk masyarakat.

Gupuh itu sangat baik jika konteksnya memberi, bukan meminta. Maksudnya, mari kita gupuh untuk memberi dan jangan dalam hal meminta. Staf atau apparat menjalankan gupuh yang baik manakala ia benar-benar dalam rangka memberi, bukan meminta, apalagi hanya semata-mata car-muk.

Renungan: Seseorang yang merasa dirinya sudah terlalu banyak memberi, suatu hari protes kepada malaikat. “Kapan saya berhenti memberi?” katanya kepada malaikat.

Baca juga

Seraya tersenyum lembut malaekat itu menjawab: “Ayo sekarang kita membuat perjanjian: “Saya akan berhenti memberi manakala Tuhan berhenti memberi.”

Orang itu lamaaaaaa terdiam malu, lalu diam-diam menjauhkan diri dari malaekat. Ia baru tersadar betapa Tuhan tidak pernah berhenti memberi apa saja secara gratis; sementara yang ia berikan kepada orang lain belum ada sakuku irenge Gusti.

JC Tukiman Tarunasayoga, pengajar pengembangan masyarakat di Pascasarjana UNS Surakarta dan SCU Semarang.