SEMARANG (SUARABARU.ID) — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar edukasi pasar modal di Kota Semarang, Selasa 21 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan menyampaikan informasi terbaru perkembangan pasar modal. Rangkaian acara meliputi pertemuan media, pengurus Galeri Investasi, hingga investor lokal.
Upaya ini mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan dalam menambah jumlah investor. Selain itu, regulator juga menargetkan peningkatan aktivitas transaksi secara nasional.
Sebagai catatan, data lembaga mencatat pertumbuhan positif jumlah investor di Jawa Tengah. Wilayah ini menempati urutan keempat nasional dengan 3,19 juta investor.
Kota Semarang menduduki posisi puncak di Jawa Tengah. Daerah ini menyumbang 198.180 investor atau sekitar 6,21 persen.
Secara nasional, total investor pasar modal mencapai 28,96 juta orang. Angka tersebut melonjak 42,3 persen dibanding capaian tahun sebelumnya.
Kepala Unit Edukasi KSEI, Abdul Azis Albakkar, memberi penjelasan khusus. Pemuda berusia di bawah 40 tahun mendominasi investor Jawa Tengah.
“Kelompok usia muda tersebut mencakup 82,97 persen dari total investor. Sementara itu, profesi karyawan menyumbang proporsi terbesar hingga 48,95 persen,” katanya.
KSEI Gunakan Sistem Digital
KSEI memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung operasional harian. Mereka mengandalkan sistem C-BEST untuk pendaftaran efek dan penyelesaian transaksi.
Sistem C-BEST mengelola total aset senilai Rp7.495 triliun. Platform tersebut mencatat sebanyak 3.851 jenis efek hingga Juni 2026.
Lembaga ini juga mengoperasikan S-INVEST untuk administrasi reksa dana. Pembaharuan sistem kini mencakup perluasan layanan ke program Tabungan Perumahan Rakyat.
S-INVEST mengelola dana investasi sebesar Rp983 triliun. Platform ini menangani sebanyak 2.496 produk investasi secara terintegrasi.
Target edukasi kini menyasar kalangan pelajar serta mahasiswa daerah. KSEI menggandeng pengurus Galeri Investasi BEI di seluruh Jawa Tengah.
Staf Senior KSEI, Muhamad Fadhilah Wicaksono, memaparkan ragam layanan terbaru. Pengurus galeri wajib meneruskan informasi ini kepada para mahasiswa.
KSEI mengenalkan transparansi perlindungan melalui Single Investor Identification. Investor juga dapat memantau portofolio secara daring lewat fasilitas AKSes.
“KSEI memfasilitasi RUPS daring melalui sistem eASY.KSEI. Inovasi ini memudahkan pemegang saham berpartisipasi dari mana saja,” katanya.
KSEI turut melatih staf perusahaan efek di Semarang. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman internal mengenai pembaruan layanan pasar modal.
Azis menyampaikan beberapa program strategis berbasis teknologi digital. KSEI meluncurkan platform CORES.KSEI untuk mempermudah proses verifikasi data nasabah.
Platform terpusat ini memangkas pengulangan dokumen saat membuka rekening baru. Investor menikmati proses administrasi yang jauh lebih cepat dan praktis.
KSEI juga mengembangkan aplikasi K-CASH untuk transaksi reksa dana. Aplikasi ini memanfaatkan rekening khusus sebagai pengganti akun virtual biasa.
“Mekanisme baru ini memberikan transparansi penuh atas aliran dana investor. Pemilik modal dapat memantau posisi dana mereka secara langsung,” katanya.
Dirinya lebih jauh menegaskan, program sosialisasi ini memperluas pemahaman peserta tentang industri keuangan.
Peserta diharapkan menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat luas melalui media.













