JEPARA (SUARA BARU.ID) – Ribuan jamaah menghadiri kegiatan Haul ke-16 Gus Muhammad Syihabbudin Zam Zam yang dirangkaikan dengan peringatan 1.000 hari wafatnya Nyai Hj. Siti Zumrotun di Pondok Pesantren Al Amin Ngasem. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum mengenang jasa serta keteladanan kedua tokoh tersebut. Selasa, 21/07/2026.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai daerah mulai memadati lokasi acara. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, salawat, doa bersama, hingga tausiah agama. Suasana semakin khusyuk ketika para jamaah bersama-sama mendoakan almarhum Muhammad Syihabbudin Zam Zam dan almarhumah Nyai Hj. Siti Zumrotun.
Dalam mauidhoh hasanahnya, KH Anwar Zahid mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum haul sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat kecintaan kepada para ulama. Menurutnya, mengenang para alim ulama tidak cukup hanya dengan menghadiri haul, tetapi juga harus diwujudkan dengan meneladani akhlak, keikhlasan, dan perjuangan mereka dalam berdakwah serta mengabdi kepada masyarakat.

Dengan gaya penyampaian yang khas, komunikatif, dan diselingi humor, KH Anwar Zahid mengingatkan pentingnya menjaga salat, menghormati orang tua, serta mempererat silaturahmi sebagai bekal menjalani kehidupan. Ia juga menekankan bahwa keberkahan hidup dapat diraih melalui akhlak yang baik, kejujuran, dan ketaatan kepada Allah SWT.
“Haul bukan sekadar mengenang orang yang telah wafat, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, mari memperbanyak amal saleh dan terus menebar manfaat bagi sesama,” pesan KH Anwar Zahid di hadapan ribuan jamaah.
Suasana semakin hangat ketika KH Anwar Zahid berinteraksi dengan seorang anak yang naik ke atas panggung. Dengan gaya humor yang santun dan penuh makna, ia mengajak sang anak berdialog sehingga mengundang senyum dan gelak tawa jamaah. Meski demikian, suasana tetap berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Kehadiran berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan turut menambah semarak kegiatan. Ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Menurutnya, haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta mengingat kembali perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.
Kehadiran berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan turut menambah semarak kegiatan. Ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Menurutnya, haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta mengingat kembali perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para Kh Anwar Zahid. Setelah itu, para jamaah melanjutkan silaturahmi dengan keluarga besar pondok pesantren serta masyarakat yang hadir sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan keluarga yang diperingati.
Hadepe – Ika Putri













