SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah.
Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya keluarga di wilayah Jawa Tengah, melalui berbagai program edukasi ekonomi dan lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.
Kerja sama antara PT Pegadaian Kanwil XI Semarang dan TP PKK Provinsi Jawa Tengah ini mencakup empat ruang lingkup utama, yaitu:
1. Penguatan Literasi Keuangan & Manajemen Aset : Edukasi bersama mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, investasi cerdas, dan manajemen aset yang aman bagi ketahanan ekonomi keluarga.
2. Pemanfaatan Layanan & Produk Pegadaian: Akses dan pemanfaatan berbagai produk unggulan Pegadaian yang dapat menunjang kebutuhan finansial dan investasi masyarakat.
3. Pengembangan Keagenan Pegadaian: Membuka peluang ekonomi baru bagi anggota PKK melalui program kemitraan Agen Pegadaian untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
4. Pengelolaan Sampah & Limbah Berbasis ESG: Program berbasis lingkungan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), seperti konversi sampah menjadi tabungan emas.
Pemimpin Wilayah Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menyampaikan bahwa sinergi ini dapat memperkuat pemberdayaan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah.
”Sinergi ini merupakan langkah nyata PT Pegadaian untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan,” katanya.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan
“Melalui kerjasama ini, kita tidak hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.”
“Kami menyadari bahwa gerakan PKK tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara PKK sebagai penggerak komunitas akar rumput dan PT Pegadaian sebagai BUMN yang peduli pada keberlanjutan adalah bentuk nyata gotong royong modern”, kata Nawal.
Melalui jaringan TP PKK yang menjangkau hingga tingkat dasawisma, implementasi program ini diharapkan dapat berjalan masif, terstruktur, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Hery Priyono













