blank
Bupati Grobogan Setyo Hadi saat memukul gong tanda diresmikannya E Retribusi yang digelar di Alun Alun Purwodadi, Minggu (19/7/2026). Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan menggelar Launching Sistem E Retribusi pada Minggu (19/7/2026).

Momen tersebut digelar berbarengan Nobar Piala Dunia 2026 yang digelar di Alun Alun Purwodadi.

Hadir dalam kegiatan ini, Anggota Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, Bupati Grobogan Setyo Hadi, dan jajaran Forkopimda serta Kepala OPD se Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA : Satgas TMMD Bantu Warga Melangsir Air Bersih dari Sumber Mata Air Desa Watuduwur

Launching Sistem E Retribusi yang digelar Disperindag Grobogan menjadi rangkaian agenda besar Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mendorong digitalisasi pelayanan publik sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Melalui Launching Sistem E Retribusi, Disperindag Grobogan menargetkan pengelolaan retribusi pasar menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

Kehadiran Evita Nursanty dalam kegiatan Nobar Piala Dunia turut memberikan dukungan terhadap percepatan transformasi digital di sektor perdagangan rakyat.

BACA JUGA :Dansatgas TMMD Tinjau Progres Rabat Beton Desa Watuduwur

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan atau yang akrab disapa Danis, mengatakan sistem e-retribusi merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan Bank Jateng.

Ia menyampaikan, setelah peluncuran tersebut sistem akan segera diterapkan di tujuh pasar daerah sebagai tahap awal implementasi digitalisasi pembayaran retribusi.

“Setelah acara ini, Insya Allah sistem akan diimplementasikan di tujuh pasar daerah, yaitu Pasar Pagi, Pasar Induk Purwodadi, Pasar Agro Hortikultura, Pasar Danyang, Pasar Tuko, dan Pasar Tegowanu,” ujarnya.

Danis menjelaskan, penerapan e-retribusi merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik di sektor perdagangan yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA : Siapkan Destinasi Nan Aman, BPOB Gelar Sosialisasi Safety dan Security

Melalui sistem pembayaran non-tunai, proses pembayaran retribusi diharapkan berlangsung lebih tertib, transparan, serta memudahkan pemerintah dalam melakukan pencatatan dan pengawasan penerimaan daerah.

Selain meluncurkan sistem e-retribusi, Disperindag Grobogan juga menggelar nonton bareng Final Piala Dunia FIFA 2026 di sejumlah titik yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Disperindag Grobogan, sebanyak 222 pedagang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan total omzet mencapai sekitar Rp1,44 miliar.

Di kawasan Taman Kuliner Simpang Lima yang berlangsung sejak 12 Juni hingga 20 Juli 2026, sebanyak 57 pedagang mencatat omzet sekitar Rp860 juta.

Sementara itu, 15 pedagang di Taman Segitiga Emas membukukan omzet sekitar Rp14 juta.

Di Pusat Kuliner Purwodadi atau Jetis Eks-KAI, sebanyak 40 pedagang menghasilkan omzet sekitar Rp40 juta.

Sedangkan di Alun-Alun Purwodadi, sebanyak 117 pedagang berhasil meraih omzet sekitar Rp526,5 juta.

DPR RI Mengapresiasi

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Grobogan yang mulai menerapkan digitalisasi retribusi pasar rakyat.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pasar tradisional.

“Digitalisasi retribusi ini bukan sekadar mengubah cara pembayaran dari tunai menjadi elektronik. Ini merupakan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, akuntabel, dan yang paling utama adalah efisiensi,” katanya.

Evita berharap penerapan sistem tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi para pedagang melalui tata kelola pasar yang semakin baik.

Menurutnya, pasar rakyat memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah sehingga perlu terus diperkuat di tengah perkembangan ekonomi digital.

“Pasar rakyat bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, dan penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pedagang dan masyarakat mendukung penerapan e-retribusi agar menjadi budaya baru yang mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan seluruh pembayaran retribusi pasar ke depan akan dilakukan secara non-tunai dan tercatat secara elektronik sehingga setiap transaksi dapat dipantau dengan lebih baik.

Menurutnya, sistem tersebut akan mengurangi potensi kesalahan pencatatan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah.

Bupati juga meminta seluruh petugas pasar menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membangun kepercayaan terhadap pelayanan pemerintah.

Kepada para pedagang, Setyo Hadi mengajak untuk mendukung Launching Sistem E Retribusi yang digagas Disperindag Grobogan.

BACA JUGA : PUSPITA 2026: Cara Kreatif Pemkot Magelang Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini

Menurutnya, sistem tersebut lebih praktis, aman, transparan, serta memiliki bukti pembayaran yang jelas sehingga semakin memperkuat tata kelola pasar rakyat.

“Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di pasar rakyat agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” jelas Setyo Hadi.

Bupati menjelaskan, keberhasilan sistem ini tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan, kepatuhan membayar retribusi, Pendapatan Asli Daerah, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Bupati Setyo Hadi secara resmi meresmikan penerapan Sistem E-Retribusi Pengelolaan Pasar Kabupaten Grobogan sebagai langkah nyata menuju tata kelola pasar rakyat yang modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.

TYA WIDYA