blank
Seorang pelanggan melakukan pemindaian wajah menggunakan teknologi biometrik kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memilih bingkai (frame) kacamata yang sesuai karakter wajah, di Optik Brighstone di Kota Semarang, Jumat, 17 Juli 2026. (Foto; Diaz A Abidin)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Optik Brightstone di Kota Semarang, menghadirkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemilihan kacamata untuk pelanggannya.

Cara kerjanya, teknologi biometrik AI pada tablet akan memindai wajah pelanggan. Setelahnya teknologi ini akan memberikan data rekomendasikan model kacamata yang sesuai dengan karakter wajah.

“Kami menggunakan konsep terbaru yaitu optik modern dan sudah berbasis AI. Untuk memberikan rekomendasi bingkai (frame) kacamata itu berdasarkan analisis biometrik wajah,” kata pemilik Brightstone Optical, Nensya Yuhanitha, di sela pembukaan optiknya, di Kota Semarang, Jumat, 17 Juli 2026.

Dia mengatakan, secara lebih spesifik pemindaian wajah bisa menganalisa bentuk muka. Mulai dari ukuran lebar, tinggi, jarak antara kedua pupil (pupil distance), bentuk hidung dan sebagainya.

”Kemudian akan muncul kesimpulan model muka. Bentuknya bulat, oval, kotakk? dan sebagainya begitu. Lalu memberikan rekomendasi bentuk frame yang cocok dengan karakter wajah seperti itu,” kata perempuan berusia 29 tahun itu.

Dia mengatakan, rekomendasi yang diberikan biometrik AI itu tidak hanya satu kali. Lebih dari itu, bisa memberikan rekomendasi frame kacamata yang sesuai dengan karakter wajah pelanggan hingga tiga kali.

Ide

Lebih lanjut Nensya mengatakan, ide menghadirkan teknologi biometrik AI pada Optik Brightstone berawal dari keinginan lama. Dia ingin memberikan solusi untuk masyarakat dalam memilih frame kacamata yang sesuai.

Nansya menangkap kebingungan sebagaian masyarakat pengguna kacamata mengenai seperti apa frame kacamata yang tepat untuk karakter wajah masing-masing.

”Mungkin kalau pengguna lama kacamata sudah tahu frame yang cocok dengan wajahnya. Nah, buat orang-orang yang baru pertama kali pakai kacamata mungkin masih bingung,” katanya.

Untuk itu Nensya berharap, hadirnya teknologi biometrik AI di optik tersebut bisa memberikan solusi menemukan jawaban atas kebingungan di setiap pelanggan.

Selain itu, Nensya mengatakan, optic memberikan pelayanan in car servis. Di mana akan memberikan layanan di atas kendaraan tanpa harus masuk ke dalam toko.

Kepercayaan Diri Pelanggan

Salah seorang warga yang hadir dalam pembukaan optik tersebut, Rika Aprilia (40) mengatakan, kehadiran teknologi biometrik AI akan membantu konsumen.

”Saya belum pernah menemukan optik yang seperti ini. Akhirnya membantu konsumen gitu ya,” ucapnya.

Adanya rekomendasi dari teknologi tersebut dirasa akan memberikan kepercayaan diri. Karena terdapat analisa penilaian tambahan sesuai data.

”Kalau ke optik itu bingung mau  pakai frame yang mana. Kita berkaca terus tapi enggak cocok-cocok. Kita coba semua. Kalau dengan begini kan kita terbantukan. Bisa dikatakan ini bisa lebih efisien waktu dalam memilih kacamata,” katanya. (*)

Diaz A Abidin