Pegadaiam
Pegadaian

YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) – PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang terus bergerak masif dalam mendukung perluasan literasi keuangan nasional. Merujuk pada Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-882/EP.01/2025 terkait Capaian Program GENCARKAN dan Arah Strategis Literasi dan Inklusi serta Strategi GENCARKAN Tahun 2026, Pegadaian melalui Cabang Bantul (Area Yogyakarta) menggelar aksi nyata edukasi keuangan bagi generasi muda di SMA Negeri 1 Pajangan, Bantul.

Kegiatan ini merupakan bagian dari akselerasi Strategi GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) Tahun 2026 yang diamanatkan oleh OJK untuk memperkecil gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan, sekaligus membentengi pelajar dari ancaman kejahatan finansial digital sejak dini.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani, yang diwakili oleh Pemimpin Cabang Bantul Setyo Purnomo menyampaikan bahwa pemilihan segmen pelajar di wilayah Bantul ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem masyarakat yang well-literate terhadap pengelolaan keuangan di pedaerahan.

Mengacu pada arah strategis OJK untuk program GENCARKAN di tahun 2026, fokus kita tidak lagi sekadar memperkenalkan produk, melainkan membangun financial capability yang berkelanjutan.
“Melalui Pegadaian Cabang yang tersebar di seluruh Wilayah Jawa Tengah dan DIY ini salah satunya Pegadaian Cabang Bantul, kami hadir di SMAN 1 Pajangan untuk menanamkan budaya menabung, cerdas membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengenalkan investasi yang aman melalui produk emas. ujar Setyo.

Dalam sosialisasi yang diikuti oleh ratusan siswa dan guru tersebut, tim Pegadaian Cabang Bantul memberikan materi interaktif mengenai perencanaan keuangan masa depan. Para siswa diajarkan pentingnya mempersiapkan dana darurat dan investasi jangka panjang yang rendah risiko seperti Tabungan Emas Pegadaian, yang kini dapat diakses dengan mudah secara digital melalui aplikasi TRing.

Selain edukasi investasi, sejalan dengan arah strategis OJK 2026 untuk perlindungan konsumen, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai bahaya laten judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, serta berbagai modus penipuan berbasis digital (cyber crime) yang kerap mengincar generasi muda.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pajangan Siti Mahmudatul Banat, S.Sos. M.Pd menyambut baik inisiatif ini dan berharap sinergi dengan Pegadaian dapat terus berjalan. “Pengetahuan keuangan dasar seperti ini sangat krusial bagi siswa kami agar mereka tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif dan paham bagaimana mengelola uang dengan benar sejak bangku sekolah,” ungkapnya.

Salah satu siswa kelas XI SMAN 1 Pajangan, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena membuka wawasannya tentang investasi sejak dini.
“Dulu saya pikir investasi itu cuma buat orang dewasa yang uangnya banyak. Ternyata lewat Tabungan Emas Pegadaian, kita yang masih sekolah bisa mulai investasi pakai uang jajan sisa dari Rp10.000 saja. Caranya juga gampang lewat aplikasi,” kata Rangga.

Melalui komitmen pelaksanaan program GENCARKAN yang mengacu pada cetak biru OJK ini, PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang berharap dapat berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target inklusi dan literasi keuangan nasional, sekaligus mencetak generasi emas Indonesia yang cerdas finansial.

Hery Priyono