BNI
dok.BNI

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Memperingati delapan dekade pengabdian kepada negeri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat perannya sebagai bank nasional pertama milik negara.

Melalui langkah transformasi berkelanjutan yang sejalan dengan tema HUT ke-80 “Swadharma Bhakti Nagara”, perseroan berhasil membangun fondasi kinerja yang solid.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menjelaskan bahwa transformasi BNI diarahkan untuk memperkuat kinerja dan daya saing perseroan. Terlebih lagi, langkah strategis ini berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola BUMN oleh Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang.

“Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis. Namun, kami juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan baru,” ujar Paolo pada Jumat, 10 Juli 2026.

Oleh karena itu, dengan fundamental yang semakin kuat, BNI optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Akselerasi Layanan Digital dan Wholesale Banking

Secara menyeluruh, BNI menjalankan transformasi di berbagai lini bisnis. Langkah ini mencakup penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, hingga penguatan manajemen risiko.

Paolo menambahkan bahwa strategi tersebut bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat serta berkelanjutan.

Pada sisi digitalisasi, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai platform layanan digital ritel unggulan. Hasilnya, hingga akhir tahun 2025, penggunaan platform tersebut mencapai lebih dari 12 juta nasabah. Peningkatan aktivitas transaksi pada wondr by BNI ini secara otomatis mendukung pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan dana murah perseroan.

Sementara itu, pada segmen wholesale banking, BNI secara konsisten memperkuat platform BNIdirect. Layanan ini menyediakan solusi cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing bagi nasabah bisnis.

Sepanjang tahun 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25% secara tahunan (year-on-year). Keberhasilan ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan giro korporasi dan kualitas layanan transaksi bisnis.

Pertumbuhan Finansial Positif dan Kualitas Aset Sehat

Dampak positif dari transformasi tersebut tercermin jelas pada laporan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2025. BNI sukses membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun.

Pada saat yang sama, kualitas aset perusahaan terpantau terus membaik. Buktinya, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto yang turun menjadi 1,9%, serta loan at risk (LaR) yang membaik ke angka 8,5%.

Selanjutnya, momentum positif ini terus berlanjut hingga memasuki tahun 2026. Hingga akhir Mei 2026, BNI mencatatkan total aset sebesar Rp1.365,36 triliun dan penyaluran dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.063,92 triliun. Selain itu, perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp9,05 triliun dengan posisi permodalan yang tetap kuat, tercermin dari total ekuitas yang mencapai Rp160,99 triliun.

Sinergi Strategis Bersama Danantara Indonesia

Menurut Paolo, fondasi bisnis yang semakin tangguh menjadi modal berharga bagi BNI untuk terus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Manajemen meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat optimal bagi pemegang saham sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Di sisi lain, kehadiran Danantara selaku pengelola investasi terintegrasi diharapkan dapat semakin memperkuat upaya BUMN dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing di kancah global.

Oleh sebab itu, ke depan, BNI berkomitmen untuk terus melanjutkan agenda transformasi demi meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Semangat ini selaras dengan jargon utama perseroan, yaitu “Terus Mengabdi untuk Terus Melayani”.

Hery Priyono